Connect with us

COVID-19Update

Zona Merah di DKI Jakarta per Tanggal 5 Agustus

Published

on

Per hari ini, Kamis (5/8/2021), zona merah Covid-19 di DKI Jakarta masih berada pada angka yang sama, yaitu 38. Jumlah tersebut berdasarkan dari zona pengendalian di tingkat RT (Rukun Tetangga).

Data sebaran zona merah skala RT itu diperbaharui melalui laman https://corona.jakarta.go.id. Diakses per pukul 11.00 WIB, berikut 38 RT yang masih masuk dalam kategori zina merah di DKI Jakarta dan Kepulauan Seribu.

 Jakarta Pusat

  1. Kel. Rawasari, RT 013, RW 009
  2. Kel. Rawasari, RT 014, RW 009

Baca Juga:

  1. AS Rencankan Buka Izin Kedatangan dari Luar Negeri
  2. WHO Beri Peringatan Keras Kepada Negara yang Suntik Booster Covid-19 ke Warganya
  3. Layanan Isolasi Mandiri Berupa Konsultasi Dokter dan Paket Obat, Gratis!

Jakarta Timur

  1. Kel. Bale Kambang, RT 008, RW 001
  2. Kel. Cipayung, RT 004, RW 003
  3. Kel. Cipayung, RT 005, RW 008
  4. Kel. Kampung Tengah, RT 008, RW 002
  5. Kel. Pondok Ranggon, RT 002, RW 002

Jakarta Barat

  1. Kel. Palmerah,  RT 006, RW 011
  2. Kel. Pegadungan, RT 002, RW 017
  3. Kel. Tangki, RT  014, RW 004
  4. Kel. Tegal Alur, RT 001, RW 005
  5. Kel. Tegal Alur, RT 010, RW 011
  6. Kel. Tegal Alur, RT 006, RW 010
  7. Kel. Tegal Alur, RT 005, RW 007

Jakarta Selatan

  1. Kel. Bangka, RT 003, RW 002
  2. Kel. Ciganjur, RT 002, RW 005
  3. Kel. Ciganjur, RT 004, RW 005
  4. Kel. Ciganjur, RT 005, RW 006
  5. Kel. Gandaria Utara, RT 001, RW 009
  6. Kel. Pondok Pinang, RT 003, RW 008
  7. Kel. Srengseng Sawah, RT 004, RW 009
  8. Kel. Sregseng Sawah, RT 009, RW 007
  9. Kel. Srengseng Ssawah, RT 007, RW 009
  10. Kel. Tanjung Barat, RT 006, RW 002
  11. Kel. Tanjung Barat, RT 007, RW 005
  12. Kel. Tanjung Barat, RT 003, RW 005
  13. Kel. Tanjung Barat, RT 002, RW 005
  14. Kel. Tanjung Barat, RT 003 RW 004
  15. Kel. Tanjung Barat, RT 001, RW 005 
  16. Kel. Tanjung Barat, RT 006, RW 006
  17. Kel. Tanjung Barat, RT 003, RW 006
  18. Kel. Tanjung Barat, RT 004, RW 006
  19. Kel. Tanjung Barat, RT 005, RW 006
  20. Kel. Tanjung Barat, RT 011, RW 002
  21. Kel. Tanjung Barat, RT 009, RW 002

Jakarta Utara

  1. Kel. Kapuk Muar, RT 008, RW 002

Kepulauan Seribu

  1. Kel. Pulau Pari, RT 003, RW 004
  2. Kel. Pulau Untung Jawa, RT 003, RW 003

COVID-19Update

Varian Covid-19 Omicron Hantui Dunia, Ini Strategi Jokowi

Published

on

Presiden Jokowi
Presiden Jokowi

Dunia saat ini dihantui oleh varian baru Cvid-19 bernama Omicron. Terkait hal itu, Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi), menegaskan semua pihak untuk waspada.

“Kita harus tetap waspada karena pandemi belum berakhir dan di tahun 2022, pandemi COVID-19 masih menjadi ancaman dunia dan juga ancaman bagi negara kita Indonesia,” kata Jokowi dalam kegiatan penyerahan DIPA dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Desa Tahun 2022 seperti ditayangkan di akun YouTube Sekretariat Presiden, Senin (29/11/2021).

Jokowi juga menyadari sejumlah negara yang telah ditemukan varian Omicron. Jokowi meminta penanganan dilakukan sedini mungkin agar varian tersebut tak masuk ke Indonesia.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

“Selain varian lama, di beberapa negara telah muncul varian baru, varian Omicron yang harus menambah kewaspadaan kita. Antisipasi dan mitigasi perlu disiapkan sedini mungkin agar tidak mengganggu kesinambungan reformasi struktural yang sedang kita lakukan, serta program pemulihan ekonomi nasional yang sedang kita laksanakan,” ujar Jokowi.

Jokowi berpesan agar seluruh elemen tetap bersiap diri menghadapi risiko pandemi COVID-19. Semua negara di seluruh dunia masih dibayangi pandemi.

“Ketidakpastian di bidang kesehatan dan perekonomian harus menjadi basis kita dalam membuat perencanaan dan melaksanakan program,” Jokowi mengakhiri.

Continue Reading

COVID-19Update

WHO Soroti Kasus Covid-19 di DKI Jakarta, Ada Apa?

Published

on

logo WHO

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyoroti kasus Covid-19 di DKI Jakarta. Ada apa?

Pada laporan yang dirilis Rabu (24/11/2021), WHO menyoroti kenaikan kasus yang cukup tinggi terhadap pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit. Laporan WHO menyebutkan ada kenaikan 10% dalam kurun waktu sepekan pada kasus rawat indap hingga 21 November.

“Pada 21 November, jumlah kasus Covid-19 yang dilaporkan dirawat di rumah sakit di DKI Jakarta adalah 200, sedikit meningkat dari 180 kasus satu minggu sebelumnya,” demikian keterangan dari WHO.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Meski ada kenaikan pada pasien rawat inap, dalam laporan yang sama disebutkan jumlah kasus isolasi mengalami penurunan. Jumlahnya pun menurun cukup signifikan dari 514 kasus menjadi 296 kasus di minggu ini.

“Pada saat yang sama periode waktu, jumlah kasus yang dilaporkan dalam isolasi diri menurun dari 514 menjadi 296 kasus,” kata WHO.

Bukan hanya di DKI Jakarta, WHO juga memperingatkan wilayah lain yang juga mengalami kenaikan signifikan. Terdapat kenaikan kasus di beberapa titik karena ada peningkatan mobilitas masyarakat.

Peningkatan signifikan terjadi di seluruh provinsi Pulau Jawa yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Banten.

“Peningkatan signifikan dalam mobilitas masyarakat di ritel dan rekreasi diamati di Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Banten, di mana tingkat mobilitas pra-pandemi telah tercapai,” jelas WHO.

Angka positivity rate Indonesia dilaporkan konsisten di bawah 2% selama sembilan minggu terakhir. Artinya laju penularan virus masih berada pada risiko terendah.

Seluruh provinssi Indonesia juga masih ada di level 1 dalam pemantauan hingga 15 November lalu, ungkap WHO.

WHO mengingatkan untuk Indonesia bisa mempertahankan standar testing. Yakni sebanyak 1:1.000 populasi, dengan begitu dapat melihat risiko penularan.

Continue Reading

COVID-19Update

Varian Omicron Hantui Dunia, Luhut: Jangan Takut, Belum Masuk Indonesia

Published

on

Luhut Binsar Pandjaitan
Luhut Binsar Pandjaitan

Dunia saat ini dihantui dengan varian baru Covid-19 bernama Omicron. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menegaskan varian itu belum masuk ke Indonesia dan Pemerintah sudah melakukan beragam langkah antisipasi.

Dia menegaskan, virus varian baru ini masih dipelajari oleh ahli sehingga dia mengimbau masyarakat supaya tidak takut berlebihan.

“Kita juga tidak perlu takut dan bereaksi berlebihan karena masih banyak yang kita tidak tahu mengenai omicron ini,” katanya.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Luhut mengungkapkan, Pemerintah sudah mengumumkan beberapa kebijakan penting untuk mencegah Omricon masuk ke Indonesia. Kebijakan itu adalah melarang masuk WNA yang memiliki riwayat perjalanan selama 14 hari di 10 negara dan satu wilayah yakni Afrika Selatan, Botswana, Namibia, Zimbabwe, Lesotho, Mozambique, Eswatini, Malawi, Angola, Zambia dan Hong Kong.

Lalu untuk WNI yang pulang ke Indonesia dan memiliki riwayat perjalanan dari negara-negara pada poin pertama, mereka akan dikarantina selama 14 hari.

Pemerintah juga akan meningkatkan waktu karantina bagi WNA dan WNI pelaku perjalanan dari luar negeri menjadi 7 hari dari sebelumnya 3 hari.

“Kebijakan karantina ini akan diberlakukan mulai 29 November 2021 pukul 00.00 WIB,” kata Luhut.

Continue Reading

Trending