Connect with us

Religi

Yenny Wahid Komentari Video Anak Pesantren Tutup Telinga Saat Dengar Musik

Published

on

Komentar Yenny Wahid Terkait Video Anak Pesantren yang Viral – voi.id

Yenny Wahid, meminta orang-orang tidak seenaknya memberi stigma atau melebeli cap radikal pada para santri yang menutup telinga saat mendegar musik.

Putri dari Presiden keempat Republik Indoensia (RI) Gus Dur itu mengatakan rekaman video viral yang menunjukkan para santri duduk menutup telinga saat alunan musik popular yang dimainkan live terdengar.

Menurutnya, aksi para santri itu tidak menjadi indikator yang menunjukkan mereka terpapar radikalisme.

Baca Juga:

  1. Kisah Cucu, Wanita Asal Bandung Yang Tidak Bisa Tidur Sejak 2014
  2. Puncak Berlakukan Ganjil-Genap Pekan Ini
  3. 5 Urutan Skincare Untuk Kulit Berminyak

“Jadi kalau anak-anak ini oleh gurunya diprioritaskan untuk fokus pada penghafalan Alquran dan diminta untuk tidak mendengar musik, itu bukanlah indikator bahwa mereka radikal,” ujar Yenny pada melalui laman Instagram resmi miliknya @Yennywahid.

Selain itu, Yenny menyatakan narasi-narasi yang menyematkan label cap kepada orang lain dengan mudah itu justru malah makin memperuncing perpecahan di antara rakyat Indonesia.

Demikian, ia pun mengajak masyarakat untuk saling belajar dan memahami satu sama lain.

“Yuk, kita lebih proporsional dalam menilai orang lain. Janganlah kita dengan gampang memberi cap seseorang itu radikal, seseorang itu kafir dan lain-lain,” kata Yenny.

Video Anak Pesantren Tutup Telinga Saat Diperdengarkan Musik – instagram.com (yennywahid)

Rekaman video yang memperlihatkan para santri duduk di kursi berjarak sambil menutup telinga itu diduga terjadi saat mereka mengantri kegiatan vaksinasi . Lalu, pada saat itu terdengar musik yang dimainkan secara langsung, hal itu diduga sebagai kegiatan hiburan di anatara kegiatan tersebut.

Religi

Pemerintah Putuskan Ibadah Umrah Ditunda Hingga Tahun 2022

Published

on

Umrah 2021
Umrah 2021

Pemerintah Indonesia memutuskan menunda pemberangkatan jemaah Umrah 2021. Merebaknya Covid-19 varian Omicron menjadi penyebabnya.

Hal itu diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Perekenomian, Airlangga Hartarto, mengatakan bahwa jemaah Umroh baru diberangkatkan setelah penanganan libur akhir tahun. Dia juga menegaskan bahwa Pemerintah fokus mengantisipasi potensi peningkatakn kasus Covid-19 di akhir tahun.

“Tentu konsentrasi pada Natal dan tahun baru, baru sesudah itu kita akan melihat buka untuk kegiatan umrah,” kata Airlangga dalam jumpa pers daring di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (6/12/2021).

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Airlangga menyampaikan penundaan juga mengikuti kebijakan di sejumlah negara. Menurutnya, beberapa negara masih menerapkan karantina 10 hari untuk pelaku perjalanan luar negeri.

Meski demikian, Airlangga memastikan Pemerintah Indonesia menyambut baik kebijakan Arab Saudi kembali membuka pintu umrah. Dia berkata Indonesia akan mengirim jemaah setelah masa libur akhir tahun.

“Pemerintah masih melihat dan menyambut Saudi sudah menerima Sinovac untuk melakukan umrah,” ujarnya.

Sebelumnya, Arab Saudi membuka pembatasan kedatangan dari Indonesia mulai 1 Desember 2021. Di saat bersamaan, jemaah umrah asal Indonesia boleh kembali mendatangi Tanah Suci.

Awalnya, Kementerian Agama telah merencanakan keberangkatan umrah mulai Desember 2021. Pemberangkatan umrah pascapenularan varian Delta ini disebut akan menjadi uji coba Indonesia memberangkatkan jemaah haji pada 2022.

Continue Reading

Religi

Arab Saudi Berikan Izin Masuk Tanpa Karantina 14 Hari untuk Orang Indonesia, Ini Komentar Menag

Published

on

Ibadah Haji
Ibadah Haji

Kabar baik terkait pelaksanaan ibadah haji datang kepada Indonesia. Pemerintah Arab Saudi memberikan izin masuk langsung untuk wisatawan dari Indonesia, Pakistan, Brasil, Vietnam, Mesir dan India mulai 1 Desember nanti tanpa harus karantina selama 14 hari di negara ketiga.

Seperti dilansir dari Al-Arabiya, Jumat (26/11/2021), meski demikian, wisatawan diharuskan untuk menjalani karantina selama lima hari di akomodasi yang telah disetujui pemerintah Arab Saudi begitu mereka tiba.

Terkait hal itu, Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas menyambut baik aturan baru yang diterbitkan Otoritas Penerbangan Arab Saudi, General Authority of Civil Aviation (GACA), tertanggal 25 November 2021 itu. Keputusan ini bertepatan usai kunjungan kerja Yaqut ke Arab Saudi.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

“Alhamdulillah, jelang kepulangan kunjungan kerja dari Arab Saudi, saya mendapat informasi resmi bahwa mulai pukul satu dini hari, pada Rabu 1 Desember 2021, warga Indonesia sudah diperbolehkan masuk ke Arab Saudi tanpa perlu melalui negara ke-3 selama 14 hari,” jelas Yaqut.

Yaqut mengatakan, izin masuk WNI ke Arab ini juga dilakukan tanpa perlu syarat vaksinasi booster atau vaksinasi dengan dosis ketiga.

“Tidak lagi ada persyaratan booster, namun tetap harus mematuhi protokol kesehatan (prokes) dengan menjalani karantina institusional selama lima hari. Ini harus dipatuhi dan menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Dia mengatakan, selain Indonesia, ada lima negara lain yang juga sudah mendapatkan izin masuk Saudi, yaitu Pakistan, Brazil, India, Vietnam, dan Mesir.

Larangan terbang atau suspend diberlakukan oleh Arab Saudi terhadap Indonesia dan sejumlah negara lainnya sejak Februari 2021. Ketentuan ini sempat diperbarui pada akhir Agustus 2021. Penerbangan dari Indonesia diperbolehkan langsung ke Saudi, tetapi hanya dikhususkan bagi orang-orang yang memiliki izin tinggal di Arab Saudi, baik mukimin atau ekspatriat.

“Semoga ini juga akan menjadi kabar baik buat jemaah umrah Indonesia yang sudah tertunda keberangkatannya sejak Februari 2021. Semoga jemaah Indonesia bisa segera mengobati kerinduannya untuk ke Tanah Suci. Namun, harus disiplin protokol kesehatan sesuai ketentuan Arab Saudi,” pesannya.

Gus Menteri, sapaan akrab Menag Yaqut, mengapresiasi respons cepat dari otoritas Arab Saudi atas sejumlah pembahasan yang dilakukannya beberapa hal ini di Jeddah dan Makkah, baik dengan Menteri Urusan Agama Islam, Dakwah, dan Penyuluhan Syekh Abdullatif bin Abdulaziz, Gubernur Makkah Khalid bin Faisal Al Saud, maupun Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi H.E Tawfiq F. Al-Rabiah.

“Dalam tiap kesempatan, saya sampaikan kepada mereka tentang kesiapan Indonesia dalam penyelenggaraan umrah di masa pandemi. Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Bersama tim Kemenag sudah saya minta untuk menyusun skenario dan teknis penyelenggaraan yang akan dibahas bersama dengan Wakil Menteri Urusan Haji dan Umrah Kerajaan Saudi Arabia Dr. Abdulfatah Suliman Hashat bersama jajarannya,” tutur Menag.

Continue Reading

Religi

Kabar Baik, Arab Saudi Berikan Izin Masuk Tanpa Karantina 14 Hari untuk Orang Indonesia

Published

on

Ibadah Haji
Ibadah Haji

Kabar baik terkait pelaksanaan ibadah haji datang kepada Indonesia. Pemerintah Arab Saudi memberikan izin masuk langsung untuk wisatawan dari Indonesia, Pakistan, Brasil, Vietnam, Mesir dan India mulai 1 Desember nanti tanpa harus karantina selama 14 hari di negara ketiga.

Seperti dilansir dari Al-Arabiya, Jumat (26/11/2021), meski demikian, wisatawan diharuskan untuk menjalani karantina selama lima hari di akomodasi yang telah disetujui pemerintah Arab Saudi begitu mereka tiba.

Dikutip dari pejabat kementerian, persyarakat bagi wisatawan yang hendak ke Arab Saudi tersebut tidak melihat status vaksinasi Covid-19 mereka.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

“Sumber tersebut menekankan akan pentingnya penerapan untuk semua tindakan pencecegahan yang diadopsi ini dipatuhi,” ujarnya.

Sumber tersebut menjelaskan kalau semua prosedur dan tindakan masih harus dilakukan evaluasi terus menerus oleh pihak otoritas Arab Saudi yang kompeten.

Ditambahkan juga bahwa keputusan dari persyaratan bagi wisatawan ini sudah disesuaikan dengan perkembangan situasi epidemiologis secara global.

Selain itu, pengumuman yang dikeluarkan ini berdasarkan pembaruan terus-menerus terhadap situasi epidemiologis, baik secara lokal maupun global.

Dan juga menurut laporan yang disampaikan oleh otoritas kesehatan Saudi tentang perkembangan pandemi dan situasi kesehatan di beberapa negara.

Continue Reading

Trending