Connect with us

Internasional

Wow! Erigo Wakili Indonesia di New York Fashion Week 2021

Published

on

Pers Conference Erigo

Kabar gembira dari dunia fesyen di Indonesia Erigo menjadi brand Tanah Air pertama yang berkesempatan mewakili Indonesia di peragaan busana terbesar itu. Keterlibatan Erigo dalam NYFW 2022 merupakan bagian dari menyambut kiprahnya di industri fashion Indonesia selama 10 tahun.

lewat koleksi Erigo X di New York Fashion week pada September mendatang. Sebanyak 60 koleksi secara eksklusif diciptakan untuk ditampilkan pertama kali di pagelaran ini.

Muhammad Sadad, CEO & Founder Erigo mengatakan Erigo X merupakan brand yang menyajikan tren terkini seperti pakaian daily, active dan formal wear yang mengadaptasi elemen gender neutral. Dibalut dengan desain yang high fashion dengan material yang sustain dan Erigo X ini adalah sebuah koleksi affordable fashion.

Baca Juga :

  1. Menyedihkan Korban Pendaki Gunung Rian Meninggal di Bawakareng Hanya Ditutupi Jaket
  2. Pesepakbola Afganistan Tewas Jatuh dari Pesawat Akibat Hindari Taliban
  3. Pantai Private Srakung di Gunung Kidul

Pada New York Fashion Week the Show Spring/Summer 2022, Erigo X akan meluncurkan koleksi runway perdananya yang bertemakan fashion meets function, dengan elemen warna palet neonic seperti orange tiger, black beauty, lemon chrome, teal blue, raspberry, dan lime green yang pastinya tidak biasa.

“Kami sangat berharap busana yang diluncurkan bisa dipakai oleh semua kalangan, ras, gender, dan berbagai macam bentuk tubuh,” ungkap Sadad di sela virtual konferensi pers.

Untuk meramaikan New York Fashion Week the Show Spring/Summer 2022, Erigo juga berkolaborasi dengan beberapa selebritas dan influencer Indonesia seperti Gading Martin, Luna Maya, Enzy Storia, Febby Rastanty, Denny Sumargo, Alika Islamadina, Uus, Arief Muhammad, Ayla Dimitri, dan Den Dimas, untuk memperkenalkan produk lokal buatan Indonesia yang dapat bersaing dengan mode pasar fashion global.

Internasional

Gadis di Bawah Umur Afghanistan yang Dinikahi Paksa Berhasil Kabur

Published

on

Parwana Malik
Parwana Malik

Lembaga bantuan internasional berhasil menyelamatkan pengantin anak di bawah umur Afghanistan yang kabur.

Seperti dilansir dari AFP, Jumat (3/12/2021), gadis itu bernama Parwana Malik. Dia baru berusia 9 tahun. Sang gadis cilik berhasil kabur bersama saudara dan ibunya.

Para ibu-ibu muda ini berkumpul bersama enam anak menumpang mobil yang melaju menyusuri celah-celah bukit tertutp salju. Mereka meninggalkan kamp darurat di bagian barat laut Afghanistan.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Mereka tak membawa barang apa-apa. Satu-satunya barang yang mereka bawa adalah selimut untuk menghangatkan badan. Mereka kemudian dijemput oleh salah satu lembaga kemanusiaan.

Parwana merupakan salah satu target lembaga itu untuk diselamatkan dari pernikahan paksa terhadap anak di bawah umur.

“Saya amat senang. Mereka (lembaga bantuan) menjuahkan saya dari suami saya yang sudah tua,” ujarnya.

Sebelumnya, Parnawa terpaksa dinikahi di usia sembilan tahun karena keluarganya kelaparan. Sang ayah terpaksa menikahkan Parwana untuk menyambung hidup.

Parwana sempat menangis sejadi-jadinya dan memohon kepada sang ayah agar tak menjualnya. Ia masih ingin pergi bermain dan bersekolah.

Berita tentang derita Parwana pun sontak mengundang keprihatinan. Alhasil, ia berhasil dikembalikan ke sang keluarga karena kecaman masyarakat terhadap pembelinya.

Berkat inisiatif yayasan Too Young to Wed (TYTW) yang bermarkas di Amerika Serikat, Parwana beserta perempuan lain termasuk saudara dan ibunya, berhasil diamankan di safe house.

Continue Reading

Internasional

Jokowi: Indonesia Siap Bantu Afghanistan

Published

on

Presiden Jokowi

Pemerintahan inklusif di Afghanistan saat ini belum terbentuk dan hal itu membuat situasi kemanusiaan di sana memburuk. Untuk itu, Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi), menyatakan siap membantu Afghanistan.

Jokowi mengungkapkan hal itu saat berbicara secara virtual pada Sesi Retreat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Europe Meeting (ASEM) ke-13 di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat, 26 November 2021.

“Saat ini, pemerintahan inklusif belum terwujud. Situasi kemanusiaan memburuk. Sekitar 23 juta rakyat Afghanistan terancam krisis pangan. Bantuan kemanusiaan menjadi prioritas. Kami berkomitmen memberikan bantuan, termasuk untuk bantuan kapasitas,” ujar Presiden Jokowi, seperti dikutip dari keterangan resmi Istana.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Selain isu kemanusiaan, ada dua isu yang jadi perhatian Indonesia. Pertama, pemberdayaan perempuan. Presiden Jokowi mengingatkan bahwa penghormatan hak-hak perempuan adalah salah satu janji Taliban.

Berkaitan dengan hal tersebut, Indonesia ingin berkontribusi agar janji tersebut dapat dipenuhi, antara lain melalui Indonesia-Afghanistan Women Solidarity Network yang akan dimanfaatkan untuk kerja sama pemberdayaan perempuan ke depan.

“Kami juga siap memberikan beasiswa pendidikan bagi perempuan Afghanistan. Kami akan terus lanjutkan upaya pemberdayaan perempuan Afghanistan melalui kerja sama dengan berbagai pihak,” jelasnya.

Kedua, kerja sama antarulama. Presiden Jokowi memahami betul peran penting ulama di masyarakat. Pada 2018 Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan trilateral ulama Afghanistan-Pakistan-Indonesia untuk mendukung proses perdamaian.

“Meskipun situasi Afghanistan sudah berbeda, namun ulama tetap berperan penting. Kami siap memfasilitasi dialog antara ulama, termasuk ulama Afghanistan,” tandasnya.

Turut mendampingi Presiden dalam acara tersebut yaitu Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri I Gede Ngurah Swajaya.

Continue Reading

Internasional

Kabar Baik, Masyarakat Indonesia Kini Boleh Kunjungi Uni Eropa

Published

on

bendera Uni Eropa
bendera Uni Eropa

Indonesia mendapatkan kabar baik di tengah pandemi Covid-19. Uni Eropa (UE) memasukkan Indonesia ke dalam daftar negara yang diizinkan mengunjungi kawasan tersebut.

Seperti dinukil dari Reuters, Senin (22/11/2021), kini Warga Negara Indonesia (WNI) kini dapat melakukan kunjungan perjalanan ke-27 negara yang berada di Uni Eropa, yang sebelumnya perjalanan WNI ke wilayah UE hanya untuk keperluan penting (esensial) saja.

Keputusan ini Uni Eropa setelah mempertimbangkan jumlah kasus Covid-19 yang terus menurun. Salah satu yang menjadi pertimbangan Uni Eropa adalah jumlah kasus di bawah 75 dari 100 ribu penduduk dalam dua pekan. Indonesia melaporkan tambahan kasus di bawah di bawah 1.000 sepanjang November, kurang 1 persen dari 100 ribu penduduk.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

“Menyusul review akan pencabutan berkala pembatasan sementara untuk perjalanan non-esensial, Dewan Uni Eropa memperbarui daftar negara yang dicabut larangan perjalanannya, Indonesia yang ditambahkan ke daftar,” demikian keterangan pers yang dirilis oleh Uni Eropa.

Uni Eropa juga mengizinkan warga Cina untuk mengunjungi kawasan tersebut. Namun, dengan catatan, jika Cina memberikan hak yang sama bagi warga Uni Eropa untuk mengunjungi negara Tirai Bambu tersebut.

Uni Eropa memberlakukan pembatasan kunjungan sejak Maret lalu untuk menekan kasus Covid-19. Mereka akan memperbarui daftar negara yang bisa diizinkan untuk masuk ke kawasan tersebut setiap dua minggu.

Bagi WNI yang berencana ke negara-negara Uni Eropa, perlu mempertimbangkan beberapa hal, selain visa, dan kewajiban tes PCR, tentu adalah apakah negara bersangkutan menerima pengunjung yang sudah divaksin Sinovac (jenis vaksin yang paling banyak dipakai di Indonesia), mengingat belum semua negara mau membuka pintu bagi mereka yang divaksin Sinovac (maupun vaksin-vaksin lain).

Daftar 19 Negara yang Boleh Mengunjungi Uni Eropa:

Argentina
Australia
Bahrain
Kanada
Chile
Kolombia
Indonesia
Yordania
Kuwait
Namibia
Selandia Baru
Peru
Qatar
Rwanda
Saudi Arabia
Korea Selatan
United Arab Emirates
Uruguay
China (asas resiprokal)

Continue Reading

Trending