Connect with us

Lifestyle

Waspada Kekerasan Dalam Berpacaran, Hati-Hati Jangan Sampai Jadi Korban!

Published

on

ilustrasi hubungan

Pernah mendengar kalimat “Falling in love is a beautiful thing?”. Yup, mungkin sebagian dari kita setuju dengan pernyataan tersebut bahwa jatuh cinta dengan seseorang dapat membuat kita merasa sangat bahagia.

Maka tak jarang dari kita menginginkan hubungan yang lebih intim lagi dengan seseorang yang kita sukai, seperti berpacaran.

Hubungan dalam pacaran bisa sangat melenakan, yang ada di depan mata rasanya hanya ada kebahagiaan dan rasa rindu untuk selalu bersama.

Maka dari itu penting bagi kita untuk tidak terlalu terlena dan memperhatikan “red flag” atau tanda-tanda bila si dia sudah mulai menunjukan sisi buruknya.

Tapi, apa iya, pacar bisa tega melakukan tindakan buruk pada pasangannya? Semestinya sih tidak, tapi kita tetap perlu menyadari bahwa hubungan dalam pacaran juga rentan terjadi kekerasan, atau yang biasa disebut kekerasan dalam pacaran (KDP).

Kok, bisa? Bisa saja, mengingat hubungan pacaran adalah hubungan yang mengikat secara emosi, dimana hal itu bisa disalahgunakan oleh pasangan untuk mengendalikan dan menguasai pasangannya secara berlebihan.

Lalu, siapa sih yang bisa menjadi korban KDP? Bisa siapa saja, laki-laki ataupun perempuan, tapi pada umumnya perempuan adalah pihak yang paling banyak menjadi korban.

Mengapa? Hal itu tentu saja terkait dengan norma gender tradisional yang menempatkan laki-laki pada konstruksi gender yang lebih tinggi dibanding perempuan, akibatnya ada banyak laki-laki yang tidak merasa bersalah ketika ia menjadi pelaku kekerasan pada pasangannya.

Baca Juga:

  1. Kenali Apa Itu Gaslighting, Manipulasi Pikiran Secara Psikologis
  2. Kenali Relationship Red Flags, Tanda Merah Sebelum Terlambat
  3. Peran Ganja untuk Pengobatan Kanker Payudara

Adapun bentuk dari KDP cukup beragam, diantaranya ada yang dalam bentuk kekerasan verbal, misal memarahi pasangan dan membentak, membanding-bandingkan dengan orang lain, merendahkan pasangannya dengan memberi julukan yang buruk, dimana semua itu pada akhirnya akan membuat korbannya merasa tertekan.

Contoh lain dari KDP ialah adanya perilaku posesif, hingga terus menerus masuk ke dalam kehidupan privasi kamu. Lalu ada juga perilaku lainnya, seperti menampar, menguntit dan memaksa melakukan hubungan seksual.

Jenis-jenis Kekerasan dalam Pacaran

Kekerasan dalam pacaran sepertinya terdengar familiar di telinga kita. Itu karena mungkin ada diantara kita mendengar pengalaman orang terdekat, teman, atau bisa jadi kita sendiri yang mengalami KDP. Sayangnya, kasus ini masih jarang dibahas.

Padahal kita tahu, dampak dari KDP memiliki dampak yang luar biasa bagi korbannya. Bahkan menurut penelitian menunjukkan bahwa kekerasan dalam pacaran merupakan salah satu isu krusial di tingkat global yang dihadapi para remaja dan dewasa muda.

Lalu, apa saja sih bentuk-bentuk KDP yang perlu kita ketahui? Berikut ini beberapa bentuk KDP:

  1. Kekerasan fisik seperti memukul, menampar, menendang, mendorong, mencekram dengan keras pada tubuh pasangan dan serangkaian tindakan fisik yang lain.
  2. Kekerasan emosional atau psikologis seperti mengancam, memanggil dengan sebutan yang mempermalukan pasangan menjelek-jelekan dan lainnya.
  3. Kekerasan ekonomi seperti meminta pasangan untuk mencukupi segala keperluan hidupnya seperti memanfaatkan atau menguras harta pasangan.
  4. Kekerasan seksual seperti memeluk, mencium, meraba hingga memaksa untuk melakukan hubungan seksual dibawah ancaman.
  5. Kekerasan pembatasan aktivitas oleh pasangan banyak menghantui perempuan dalam berpacaran, seperti pasangan terlalu posesif, terlalu mengekang, sering menaruh curiga, selalu mengatur apapun yang dilakukan, hingga mudah marah dan suka mengancam. 

Dominasi Patriarki dan Budaya Kekerasan Terhadap Perempuan

Konstruksi gender yang berlaku di tengah masyarakat ialah menempatkan laki-laki lebih tinggi dari perempuan, membuat laki-laki yang setuju dengan pemahaman tersebut memiliki perspektif bahwa laki-laki pantas mengatur dan mengontrol kehidupan perempuan.

Hal itu karena pada budaya tersebut, atau yang biasa disebut budaya patriarki, atau budaya yang mengedepankan kepentingan laki-laki, menjadikan laki-laki sebagai pihak yang lebih superior, sementara perempuan adalah pihak yang inferior.

Persepsi demikian kemudian membangun bias gender dimana perempuan yang paling banyak menjadi korban akibat budaya yang timpang tersebut.

Dampak Kekerasan dalam Pacaran

Ada sejumlah dampa yang dalami korban KDP, mulai dari luka fisik akibat kekerasan, psikologi dimana kesehatan mentalnya terganggu, ekonomi karena diperas, atau dieksploitasi, dan dampak lainnya.

Korban yang mengalami KDP berpotensi mengalami tekanan emosi hingga trauma. Maka dari itu penting bagi orang-orang di sekitar korban menjadi support system untuk memberikan dukungan guna membantu menyembuhkan trauma yang dialami.

Lalu, bagaimana dengan korban KDP yang masih memilih untuk tetap bertahan dalam relasi yang toxic?

Selain ada situasi tertentu dan alasan tersendiri korban, menurut Michael J. Formica,  selama ini korban merasakan perasaan tidak aman, mengakibatkan nilai sosial yang dimiliki sebelumnya berubah.

Korban merasa takut tidak dicintai dan pada akhirnya memilih untuk bertahan dengan pasangan yang abusive tersebut. Pada akhirnya pelaku memanfaatkan kelemahan korban.

Hal lain yang membuat korban tetap bertahan dalam hubungan, ada kemungkinan korban mendapatkan ancaman dari pasangan sehingga ia kesulitan keluar dari hubungan yang tidak sehat tersebut.

Cara untuk Terhindar Dari Hubungan yang Toxic

Berikut yang dapat dilakukan untuk terhindar dalam hubungan yang toxic:

  • Edukasi diri seperti apa menjalin hubungan yang sehat

Meng-update pengetahuan tentang hubungan yang sehat dan toxic, melatih diri bagaimana membangun relasi sehat dengan pasangan, dan bagaimana memahami tanda-tanda (red flag) jika pasangan sudah mulai menunjukan perilaku yang mencederai hubungan yang sehat.

Misal pasangan seperti mulai mengendalikan dan mengontrol, mudah cemburu, tidak menghargai privasi, seperti meminta password akun media sosial, dan lainnya.

  • Diskusikan yang baik dan buruk tentang hubungan

Biasanya sebelum menjalin hubungan bersama pasangan akan melewati masa pendekatan, atau yang biasa disebut pedekate.

Momen tersebut dapat dimanfaatkan untuk saling mengetahui cara pandang pasangan terhadap suatu hubungan. Mulailah membicarakan hal yang baik yang perlu dibangun dalam hubungan.

Bisa juga mempertanyakan diri sendiri, apa alasan menjalin hubungan dengannya, dan apa yang diinginkan darinya? Perlu juga dibahas mengenai apa yang akan calon pasanganmu lakukan ketika sedang terjadi konflik.

Bila dari pembahasan tersebut kamu menemukan orang itu tidak cocok, maka tidak usah ragu untuk tidak melanjutkan hubungan pada fase berpacaran.

  • Perempuan dan laki-laki setara

Ingatlah, relasi yang sehat adalah yang tidak menjadikan salah satunya tidak berdaya dan mengikuti segala kemauan pasangannya.

Hubungan yang tidak setara ialah yang memiliki pemahaman bahwa laki-laki sebagai pemegang kekuasaan atas perempuan dan mendominasi dalam pengambilan keputusan.

Oleh karena itu sebelum menjalin hubungan yang lebih dalam pastikan bahwa calon pasanganmu adalah orang yang menghargai perempuan.

  • Mengakhiri hubungan dengan meminta pertolongan

Bila kamu sudah terjebak dalam hubungan yang kasar, tidak perlu ragu untuk mengakhirinya. Bila kamu merasa terancam, atau tidak berdaya, kamu dapat meminta pertolongan kepada orang terdekat, seperti teman atau keluarga, atau mungkin menghubungi lembaga yang bergerak dalam menangani kasus kekerasan.

Sebagian korban KDP mengalami situasi yang sulit untuk memutuskan hubungannya dengan beragam situasi, tetapi coba lihat kedalam diri, jenis hubungan seperti apakah yang kamu inginkan? Tentu bukan hubungan yang penuh resiko dan membuat kamu selalu teran dan teraniaya, bukan?

Bila kamu masih bimbang, kamu dapat berbagi cerita dengan orang-orang yang kamu percaya, atau dapat akses layanan professional. Bagaimana dengan pasangan yang mengancam bila memilih untuk menghakhiri hubungan?

Sebagai korban kamu dapat mengakses bantuan seperti Komnas Perempuan, Lembaga Bantuan Hukum, P2TP2A, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (Polres), layanan pengaduan 24 Jam Sapa 129, dan lain sebagainya.

Kesehatan-Kecantikan

Asam Jawa, Tanaman Pengundang Makhluk Halus yang Jadi Obat Tradisional Indonesia

Published

on

Asam Jawa

Meskipun disebut dengan nama asam Jawa, pohon asam Jawa (Tamarindus indica) aslinya berasal dari benua Afrika. Orang-orang India mengembangkannya karena dianggap penuh manfaat. Nama asam Jawa sendiri merupakan sebutan dari orang-orang Melayu karena buah asam ini banyak digunakan sebagai bumbu masakan Jawa.

Merujuk penelitian Candra Rini Hasanah Putri dari Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kesuma Surabaya, berjudul Potensi dan Pemanfaatan Tamarindus indica Dalam Berbagai Terapi di Jurnal Ilmiah Kedokteran [2014], diketahui asam jawa memiliki berbagai kandungan, yaitu senyawa fenol, glikosida, mallic acid, tartaric acid, getah, pectin, arabinosa, xylosa, galaktosa, glukosa, dan uronic acid.

“Melalui ekstrak ethanol Tamarindus indica ditemukan adanya asam lemak dan berbagai elemen esensial seperti arsenik, kalsium, tembaga, besi, sodium, mangan, magnesium, zinc, dan sedikit vitamin A. Dari zat-zat inilah asam jawa berkhasiat menjadi obat. Tidak hanya itu, asam jawa juga mengandung kadar protein dan karbohidrat tertinggi dibanding berbagai buah lain,” ungkap penelitian tersebut.

Baca Juga:

  1. Begini Upaya Pemerintah Atasi PMK pada Hewan Ternak Jelang Idul Adha
  2. 5 Tradisi Unik Idul Adha di Indonesia
  3. 5 Cara Menenangkan Hati yang Gelisah Menurut Islam

Nama asam jawa sendiri merupakan sebutan dari orang-orang Melayu karena buah asam ini banyak digunakan sebagai bumbu masakan orang Jawa. Selain itu, pohon asam jawa pun sangat dikeramatkan oleh sebagian masyarakat Jawa.

Banyak orang Jawa, pada siang hari di tengah teriknya matahari, berteduh di rimbunya pohon asam jawa. Sebagian dari mereka tidak hanya menumpang berteduh, namun sempat membaca doa kepada batang pohon tersebut.

Walau begitu, ada juga yang mempercayai keberadaan pohon asam jawa tidak bagus untuk ditanam di dekat rumah, terutama di beranda. Sebab pohon ini diyakini mengundang makhluk-makhluk astral.

Namun pohon ini tetap menyebar ke berbagai provinsi yang ada di Indonesia. Daerah yang paling banyak menghasilkan tumbuhan ini adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura, Sumatra Utara, Kalimantan Barat, Bali, dan Sulawesi Selatan.

Meskipun namanya asam jawa, Tamarindus indica bukanlah tumbuhan asli Pulau Jawa. Asalnya dari Benua Afrika. Orang-orang India mengembangkannya karena dianggap penuh manfaat.

Penyebutan nama asam jawa berawal dari orang-orang Melayu, karena buah asam ini banyak digunakan sebagai bumbu masakan Jawa.

Provinsi yang dikenal menghasilkan tumbuhan ini adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur termasuk Madura, Sumatra Utara, Kalimantan Barat, Bali, dan Sulawesi Selatan.

Dalam Buku 100 Spesies Pohon Nusantara Target Konservasi Ex-Situ Taman Keanekaragaman Hayati [2019] karya Hendra Gunawan dari Pusat Litbang Hutan – KLHK, dijelaskan pohon ini bisa mencapai tinggi hingga 30 meter, diameter lebih dari 100 sentimeter.

Daun majemuk menyirip dengan 8-16 pasang anak daun. “Bunga harum serta menarik, berwarna krem dengan urat-urat cokelat kemerahan,” tulis Hendra.

Sedangkan buah polong berbentuk silinder, kadang lurus dan melengkung, tidak pecah, panjang sekitar 14 cm, berbiji 1 sampai 10 buah. Asam jawa bisa tumbuh dan beradaptasi dengan baik hampir di segala tempat, kecuali pada tanah dengan kandungan air tinggi.

Kayu pohonnya biasa dipakai sebagai bahan baku meubel, patung, ataupun ukir-ukiran. Pohon asam jawa pada umumnya dimanfaatkan sebagai pohon peneduh yang ditanam di tepi jalan.

Asam Jawa juga diketahui memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. MyCity telah merangkumnya untuk Cityzen.

Membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan

Asam jawa yang juga dikenal dengan sebutan tamarin dipercaya dapat menjadi obat pencahar alami karena kandungan serat yang ada di dalamnya.

Asam jawa mengandung 6 gram serat tidak larut sehingga membuat feses Anda jadi lebih mudah untuk melewati usus.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Shri Ram Institute of Technology-Pharmacy tentang manfaat asam jawa bagi kesehatan manusia, memperlihatkan adanya efek pencahar pada tumbuhan tersebut.

Selain itu, ditemukan pula bahwa anak-anak di Afrika menggunakan asam jawa sebagai bagian dari sarapan untuk mengatasi sembelit. Biasanya, mereka mencampur buah masam yang belum matang dengan jus jeruk nipis atau madu.

Oleh karena itu, minum minuman yang mengandung asam jawa diyakini bisa membantu mengatasi gangguan pencernaan, seperti diare dan sembelit.

Menjaga kesehatan jantung

Manfaat asam jawa selanjutnya adalah membantu menurunkan kolesterol sehingga kesehatan jantung dapat terjaga.Hal ini karena dalam asam jawa terdapat flavonoid.

Efektivitas asam jawa dalam menurunkan kolesterol dibuktikan melalui sebuah penelitian yang dilakukan di University of Malaya yang melibatkan binatang percobaan.

Uji coba tersebut menunjukkan adanya penurunan kadar kolesterol jahat (LDL), kolesterol total, dan trigliserida. Ekstrak asam jawa yang diberikan kepada hewan tersebut menyerap dan membantu membersihkan LDL dari jaringan saraf.

Berdasarkan penelitian tersebut, disimpulkan bahwa antioksidan yang ada pada buah ini dinilai dapat membantu menurunkan bahaya oksidatif pada kolesterol jahat yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Membantu mengontrol gula darah

Manfaat asam jawa berikutnya adalah untuk mengendalikan kadar gula darah bagi penderita diabetes.

Dalam uji coba yang dilakukan pada hewan, ekstrak asam jawa yang sudah dicairkan dapat berperan sebagai antidiabetes yang cukup kuat.

Masih dari penelitian yang sama, pemberian ekstrak asam jawa mampu menurunkan risiko hiperglikemia karena kandungan magnesium yang relatif tinggi.

Magnesium yang terkandung di dalam asam jawa memiliki peran yang penting atas 600 fungsi organ tubuh manusia, termasuk sebagai antidiabetes.

Membantu menurunkan berat badan

Selain dapat mengurangi risiko penyakit diabetes, ternyata mengonsumsi asam jawa juga bisa membantu menurunkan berat badan.

Dilansir dari Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine, asam jawa termasuk dalam kategori buah-buahan tropis yang dapat menurunkan risiko obesitas.

Obesitas merupakan kondisi ketika kadar lemak tubuh seseorang meningkat secara berlebihan, terutama di dalam jaringan lemak.

Uji coba yang dilakukan pada tikus gemuk menunjukkan bahwa pemberian ekstrak asam jawa terbukti menurunkan berat badan.

Hal tersebut terjadi karena zat asam hidroksi tikit atau HCA membantu menghambat penyimpanan lemak di dalam tubuh. Akan tetapi, masih diperlukan penelitian lebih lanjut tentang hal ini.

Membantu melindungi organ hati

Di Bangladesh, asam jawa dimakan dalam bentuk buah untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang terkandung di dalamnya. Obat ini dikenal dapat melindungi organ hati mereka.

Pada sebuah studi eksperimen terhadap hamster, terlihat bahwa ekstrak hidroalkohol dari asam tamarin membantu meningkatkan sistem anti peradangan untuk organ hati.

Alkohol dan zat perusak organ liver lainnya dapat meningkatkan risiko penyakit hati dan menjadi salah satu penyebab apoptosis yaitu proses matinya sel-sel yang tidak diperlukan tubuh.

Oleh karena itu, asam jawa dipercaya oleh kebanyakan orang dapat membantu mengurangi kerusakan liver. Walaupun demikian, belum ada penelitian yang membuktikan efek tersebut terhadap organ hati manusia.

Manfaat asam jawa atau tamarin untuk kesehatan sebenarnya sudah sering digunakan oleh masyarakat Indonesia. Mereka percaya bahwa minum jamu atau makan makanan yang mengandung asam jawa dapat meningkatkan kesehatan mereka.

Akan tetapi, perlu diingat bahwa masih dibutuhkan penelitian yang lebih lanjut untuk memastikan kebenaran tersebut. Jika Anda ragu, cobalah berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter sebelum mengonsumsinya.

Continue Reading

Lifestyle

Mengulas Aeroponik, Teknik Bercocok Tanam di Udara yang Cocok untuk Masyarakat Perkotaan Indonesia

Published

on

Sistem Aeroponik

Setelah akrab dengan sistem hidroponik, kini muncul sistem tanam aeroponik. Kedua sistem ini sama-sama menggunakan media air. Bedanya, aeroponik menyemprotkan unsur larutan hara ke dalam akar tanaman sehingga hasil panen aeroponik memiliki kualitas tinggi.

Aeroponik dikenal sebagai sistem bercocok tanam di udara dengan akar yang menggantung karena tidak menggunakan media tanah

Sistem tanam ini memerlukan air dan sekilas hampir sama dengan hidroponik. Namun, pada aeroponik, air diberikan larutan hara lalu disemburkan ke akar tanaman dalam bentuk kabut dan cara kerja ini disebut juga pengabutan. Lalu, akar tanaman akan menyerap larutan hara yang membantunya untuk tumbuh dengan baik.

Baca Juga:

  1. Diperiksa Kasus ‘Stupa Jokowi’, Roy Suryo Penuhi Panggilan Polda Metro
  2. Ibu Iriana, Ibu Negara Pertama yang Kunjungi Ukraina
  3. Pesan Menyentuh Sri Mulyani Kepada PNS yang Dapat Gaji ke-13 1 Juni 2022

Proses pengabutan ini dilakukan terus menerus hingga panen. Jika memang harus berhenti atau off, sebaiknya tidak lebih dari 15 menit. Tujuannya supaya pengabutan menurunkan suhu di sekitar daun dan mengurangi evapotranspirasi sehingga tanaman selalu segar.

Sistem aeroponik tidak menggunakan media tanah, maka memberikan manfaat bagi petani dan Anda yang tidak mempunyai lahan untuk terus bercocok tanam. Anda bisa melakukannya di pekarangan rumah karena umumnya, media tanam yang digunakan berupa styrofoam dan membiarkan akar tanaman menggantung di udara. Mengenai kualitas, sayuran hasil panen aeroponik akan terasa lebih segar, renyah, dan higienis.

Sistem Aeroponik

Pertanian dengan sistem aeroponik tentunya sangat cocok bagi mereka yang ingin bercocok tanam tetapi tidak memiliki lahan yang luas. Anda hanya membutuhkan media tanam berupa styrofoam dan bisa dibuat di pekarangan rumah.

Salah satu kunci dari keunggulan sistem aeroponik adalah oksigenasi dari tiap butiran kabut halus larutan hara yang sampai ke akar. Selama perjalanan dari lubang sprinkler hingga sampai ke akar, butiran akan menambat oksigen dari udara hingga kadar oksigen terlarut dalam butiran meningkat. Proses respirasi pada akar pun dapat berlangsung dengan lancar dan menghasilkan banyak energi.

Adapun kelebihan dari aeroponik adalah hemat air, mengurangi sumber daya manusia yang terlibat, tanaman lebih banyak menerima oksigen karena akarnya di udara, dan oksigen tambahan yang diterima dapat meringankan pertumbuhan patogen berbahaya, kemudian tanaman dapat memanfaatkan karbon dioksida yang kaya oksigen di udara untuk berfotosintesis.

Jika dibandingkan dengan hidroponik, secara umum keduanya sama-sama efisein dalam menanam tanpa media tanah. Kedua sistem ini juga sama-sama menghasilkan produk dan sayuran segar yang sehat. Namun, jika dilihat dari efisiensi penggunaan ruangan, aeroponik dinilai lebih unggul karena menerapkan pengaturan pertumbuhan vertikal dan menggunakan ruang secara efisien.

Sistem hidroponik juga lebih efisien sebesar 90 persen terhadap penggunaan air jika dibandingkan metode konvensional. Namun, ternyata sistem aeroponik bisa lebih efisien lagi karena bisa mengurangi penggunaan air hingga 98 persen.

Sistem aeroponik

Untuk mempraktikkan aeroponik, ada beberapa alat dan bahan yang perlu disiapkan. Di antaranya ada pipa PVC, rockwool untuk tempat meletakkan benih tanaman, styrofoam untuk menancapkan bibit tanaman, pompa air, bibit tanaman, dan larutan nutrisi.

Setelah semua perlengkapan selesai disiapkan, Anda bisa merendam terlebih dahulu benih di dalam air. Kemudian lubangi rockwool untuk tempat penyemaian benih. Benih sendiri bisa disimpan di tempat gelap agar lebih cepat berkecambah. Jika bibit tanaman sudah mengeluarkan dua helai daun dari rockwool, segera pindahkan ke styrofoam yang sudah dilubangi dan pastikan posisi akarnya dalam posisi menjuntai ke bawah.

Pada bagian bawah styrofoam terdapat sprinkler atau alat pengabut yang sudah dirakit. Alat ini akan berfungsi untuk memancarkan kabut larutan nutrisi ke arah atas hingga mengenai akar tanaman yang telah ditempatkan di lubang tanaman. Selanjutnya, proses pemancaran kabut larutan nutrisi bisa berjalan dengan bantuan pompa air

Continue Reading

Lifestyle

Fix Wajib Pertahanin, Ini 7 Ciri Pria Terbaik untuk Dijadikan Pasangan

Published

on

Ilustrasi 7 ciri-ciri pria terbaik

Setiap wanita tentu menginginkan memiliki pasangan terbaik dalam hidupnya. Yaitu pasangan yang selalu memperlakukannya dengan baik, lemah lembut, dan penuh kasih sayang.

Selain itu, setiap wanita juga pasti akan selalu berharap bahwa pria yang menjadi kekasihnya juga mempunyai perasaan cinta yang sama sepertinya.

Ada pepatah yang mengatakan bahwa jodohmu adalah cerminan dirimu, kualitas jodohmu sebanding dengan kualitas dirimu. Jadi kalau kamu merasa sudah menjadi seorang wanita yang berkualitas, kamu pun berhak mendapatkan pria berkualitas juga.

Baca Juga:

  1. Roti Gambang, Disebut Bantalan Rel, Ternyata Terbaik di Dunia
  2. Sate Bulayak, Sate Sedap Khas Lombok yang Sarat Nilai Filosofis
  3. Lontong Roomo, Makanan Nikmat Khas Gresik yang Lahir di Era Sunan Giri

Nah, jadi jangan sampai kamu memaksakan diri bersama dengan pria yang tidak menyayangimu dan tidak berkualitas hanya karena kamu tidak mau sendiri.

Berikut MyCity telah merangkum 7 ciri-ciri pria berkualitas yang patut kamu pertahankan sebagai kekasih.

Pria yang tidak mudah tergoda

Pria yang bisa dijadikan sebagai pasangan terbaik adalah pria yang tidak mudah tergoda begitu saja dengan wanita lainnya. Pria yang seperti ini biasanya akan membuat wanita pujaannya bahagia karena sudah memilikinya. Ini karena mereka selalu menutup rapat pintu hatinya dari wanita lain yang ingin menggodaya. Selain itu, pria ini biasanya juga sayang dengan ibunya.

Mereka adalah calon suami idaman bagi semua orang. Maka dari itu, jika pasanganmu seperti ini pastikan jangan pernah melepaskannya atau bahkan mengkhianatinya. Pria yang dapat menjaga perasaannya dengan baik dan tidak tergoda dengan wanita lain adalah pria yang mengagumkan. Terlebih jika kamu sedang LDR.

Memiliki Visi dan Tujuan yang Jelas

Biasanya, seorang pria yang berkualitas memiliki visi dan tujuan yang jelas dalam hidupnya. Pria dengan tipe seperti ini tidak hanya berkerja dan menghasilkan uang saja, namun juga memperhatikan tujuan dari dirinya bekerja.

Pria dengan tipe ini juga telah menyiapkan berbagai misi untuk masa depannya. Jika kamu menemukan pria dengan sifat tersebut dan selaras dengan perilakunya, pria tersebut bisa dipastikan pria berkualitas.

Salah satu contohnya, ada pria yang memiliki tujuan ingin bermanfaat bagi orang lain. Ia akan menunjukkan berbagai sikap seperti mengikuti bakti sosial atau berkontribusi dengan suatu yayasan.

Jika kamu bertemu dengan pria yang memiliki visi dan tujuan yang jelas, ke depannya akan lebih terarah. Kamu akan mengetahui apakah tujuan hidup kamu cocok dengan dirinya, sehingga akan mudah untuk disatukan.

Terus Bertumbuh

Hal selanjutnya yang menyatakan pria memiliki sifat berkualitas adalah terus tumbuh tanpa adanya kamu. Jika ada pria yang karirnya meningkat, karakternya jadi lebih baik, dan skill-nya bertumbuh dari tahun ke tahun, pria ini dapat dikatakan berkualitas.

Pria berkualitas biasanya akan punya kebiasaan untuk meningkatkan kualitasnya, contohnya seperti kemampuan. Setiap tiga bulan sekali orang yang berkualitas akan menguasai lebih dalam kemampuan dari dalamnya dirinya. Jika kamu tidak menemukan karakter ini pada pria yang kamu sukai, sebaiknya kamu waspada.

Menuntun Kamu untuk Berkembang

Seorang pria yang berkualitas dapat dilihat dari caranya menuntun kamu untuk mencapai berbagai impian. Pria dengan tipe ini akan mendorong kamu untuk terus bertumbuh dan berkembang seperti halnya dirinya.

Biasanya, seorang pria yang berkualitas akan sadar dan mengajak kamu untuk terus bertumbuh agar tidak ketinggalan dari dirinya. Ia akan memotivasi kamu dengan cara menuntun dan bukan menuntut, sehingga impian kamu dapat terwujud dengan baik.

Pria ini biasanya akan mendorong kamu keluar dari zona nyaman dan memberikan saran dari berbagai permasalahan yang kamu hadapi. Jika kamu bertemu dengan tipe seperti ini, Kamu sudah menemukan pria yang berkualitas.

Pria yang tidak pernah berkata kasar

Pria yang tulus mencintai seorang wanita tidak akan pernah melukai perasaan pasangannya dengan berkata kasar. Pria ini selalu sadar bahwa pasangannya adalah orang yang spesial. Di mana wanita ini harus diperlakukan dengan baik, lembut, dan diberikan kata-kata yang penuh cinta. Sehingga, semarah apa pun dengan wanita yang dicintainya, pria yang baik tidak akan pernah berkata kasar, berteriak atau bahkan memaki sang pujaan hatinya.

Pria yang cinta dengan tulus pasti tidak akan pernah tega melukai perasaan pasangannya dengan kalimat yang dapat membuat sakit hati. Kalaupun wanita yang dicintainya merasa kecewa dan sakit hati, pria yang tulus cintanya pasti langsung membicarakan hal ini dengan baik-baik.

Pria bisa menjadi pasangan terbaik bila dirinya tidak pernah berkata kasar. Ia juga selalu menyelesaikan setiap permasalahan dengan pasangan dengan kepala dingin. Kalaupun harus memberikan sebuah keputusan, mereka pasti akan memberikan keputusan dengan bijak. Begitu juga ketika akan memutuskan berpisah dengan sang pujaan hati. Pria yang baik tidak akan pernah meninggalkan luka di hati sang kekasih.

Pria yang bisa membuat nyaman

Ada banyak wanita kerap berkata bahwa pria yang tampan bukan pasangan terbaik karena biasanya tidak bisa membuatnya menjadi nyaman. Sehingga hubungan berpacaran terasa membosankan. Tak heran bila saat ini ada banyak wanita cantik menikah dengan suami yang tidak begitu tampan, namun ternyata hubungan asmara yang dijalani jauh lebih positif.

Itu karena pasangan yang tidak begitu memikirkan fisik merupakan bukti cinta yang tulus. Di mana hal ini juga membuktikan bahwa pasangan tersebut telah cukup dewasa untuk menerima perbedaan yang ada di antara keduanya. Sehingga, pasangan yang seperti inilah yang kerap disebut juga dengan pasangan terbaik saat ini.

Berdasarkan penelitian dari McNulty mengatakan bahwa penampilan fisik saat ini tidak lagi menjadi prioritas utama bagi para wanita saat memilih pasangan. Wanita justru lebih suka pria yang dapat membuatnya merasa aman, bahagia, nyaman, dan terjamin hidupnya. Karena mereka membutuhkan cinta yang tulus dari pasangannya sepanjang masa.

Terbuka akan Keburukan

Biasanya pria berkualitas akan mengungkapkan sifat buruk yang ia miliki. Ketika ada pria yang bisa mengakui kesalahan dan meminta pendapat kamu, bisa dipastikan bahwa pria ini adalah orang yang berkualitas.

Hal ini dapat terlihat karena keterbukaannya terhadap masa lalu ataupun sifat pribadi miliknya yang belum diketahui orang. Pria tipe ini akan mudah untuk bertumbuh dan mengubah dirinya untuk jadi lebih baik.

Selain itu, pria yang menceritakan keburukan dirinya pada kamu itu artinya ia percaya dengan kamu dan memperlakukan diri kamu sebagai pasangannya. Jika kamu menemukan pria terbuka, ini menjadi pertanda baik bagi hubungan kamu ke depannya.

Saat pria menjadi lebih terbuka dengan dirimu, segala permasalahan yang ada di dalam hubungan dapat terselesaikan dengan baik karena adanya keterbukaan.

Continue Reading

Trending