Connect with us

Properti

Waskita Minta Investor Setujui Penjaminan Pemerintah

Published

on

PT Waskita Karya (Persero) Tbk meminta persetujuan para pemegang saham demi mendapatkan pendanaan dengan penjaminan dari Pemerintah.

Hal ini sudah tercantum di dalam Peraturan Menteri (Permen) Keuangan Nomor 211/PMK.08/2020 tentang Tata Cara Pemberian Penjaminan Pemerintah untuk Badan Usaha Milik Negara Dalam Rangka Pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Senior Vice President Corporate Secretary Waskita Ratna Ningrum mengatakan, strategi ini merupakan hasil diskusi antara Waskita dan Pemerintah yaitu Kementerian Keuangan dan Kementerian BUMN.

Hal ini tentu akan mendorong peningkatan kinerja perusahaan,” tutur Ratna dalam keterangan tertulis, Selasa (30/3/2021). Ratna mengungkapkan, Waskita tengah mendapatkan kepercayaan untuk menuntaskan proyek infrastruktur yang termasuk dalam program PEN.

Demi menyelesaikan proyek-proyek itu, Waskita membutuhkan tambahan pendanaan baik dari perbankan maupun penerbitan surat utang. Proyek infrastruktur tersebut diperoleh dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Kementerian Perhubungan.

Saat ini, Waskita mendapatkan peringkat BBB dari PT Pemeringkat Efek Indonesia. Rencana penyelasaian proyek itu terhambat oleh penurunan peringkat kredit Waskita yang diakibatkan penurunan kinerja operasional dan keuangan yang terdampak Pandemi Covid-19.

Waskita berencana menerima pendanaan dengan total nilai mencapai Rp 15,3 triliun. Dana sebesar Rp 9,8 triliun diperoleh dari fasilitas perbankan, sementara Rp 5,6 triliun dari penerbitan obligasi dan atau sukuk.

Untuk diketahui, pemberian Penjaminan Pemerintah atas pinjaman dan obligasi atau sukuk diberikan dalam rangka memulihkan atau meningkatkan kapasitas pemohon jaminan untuk melaksanakan program PEN.

Advertisement

Properti

Keren, Bakal Ada Hotel di Rest Area Jalan Tol Trans Jawa

Published

on

Hotel di Rest area trans jawa
Hotel di Rest area trans jawa

Untuk meningkatkan pelayanan dan fasilitas di area jalan tol, PT Jasamarga Related Business menggandeng Omega Hotel Management untuk menghadirkan fasilitas hotel di berbagai rest area jalan tol. Tahap awal ini terus dikaji hotel di Trans Jawa sehingga pengguna tidak perlu keluar tol bila hendak beristirahat.

Bisnis properti telah menarik minat banyak sektor usaha yang lain termasuk infrastruktur jalan tol. Perusahaan BUMN sektor jalan tol, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, melalui anak usahanya PT Jasamarga Related Business menggandeng Omega Hotel Management (Alfaland Group) untuk mengembangkan penginapan di rest area jalan tol.

Menurut Direktur Utama Jasamarga Related Business Cahyo Satrio Prakoso, kerja sama pengembangan rest area ini dilakukan setelah adanya Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Permen PUPR) No. 28 Tahun 2021 tentang tempat istirahat dan pelayanan (TIP) atau rest area di jalan tol.

Baca Juga:

  1. Demi Cegah Penyebaran Covid-19, Wagub Minta Warga Tak Nobar Timnas Indonesia
  2. Mampukah Timnas Balas Kekalahan Telak dari Thailand? Ini Jawaban Shin Tae-yong
  3. Ford Tahun Depan Siap Kembali Jualan Mobil di Indonesia

“Melalui permen itu kualitas pelayanan bagi pengguna jalan tol bisa terus ditingkatkan dan kawasan rest area bisa dikembangkan dengan menambah fasilitas penunjang untuk kebutuhan pengguna jalan tol. Fasilitas penunjang itu bisa berupa sentra bisnis lokal, area logistik, kawasan industri, hingga destinasi penunjang wisata termasuk fasilitas penginapan,” ujarnya.

Untuk fasilitas penginapan atau hotel ini terus dikaji oleh PT Jasamarga Related Business dan Omega Hotel Management. Dari identifikasi awal, ruas jalan tol yang cocok untuk dikembangkan fasilitas hotel yaitu jalan tol Trans Jawa. Target pasar yang akan menggunakan sarana hotel ini pengguna jalan yang melakukan perjalanan menerus atau jarak jauh.

Pengguna jalan tol dari Merak menuju Semarang atau Surabaya maupun sebaliknya, selama ini harus keluar jalan tol untuk mendapatkan fasilitas penginapan. Kondisi jalan tol Trans Jawa yang panjang dan ramai, 85 persen rest area-nya dikelola oleh Jasamarga Related Business sehingga potensi untuk pengembangan fasilitas penginapan ini sangat terbuka.

“Tentu tidak menutup kemungkinan juga rest area yang kami kelola di luar tol Trans Jawa bisa ditambah dengan fasilitas penginapan. Kami juga sangat terbuka untuk rekanan maupun mitra strategis yang akan bekerja sama untuk memaksimalkan sumber daya yang dimiliki masing-masing pihak seperti yang kami lakukan dengan Omega Hotel Management,” imbuhnya.

Sementara itu Director of Operations Omega Hotel Management Aswin Drajat Sukrisna menuturkan, pihaknya akan terus berkarya dan berinovasi dengan menggandeng mitra potensial seperti Jasamarga Related Business. Hal ini juga bagian untuk mewujudkan perekonomian lewat sektor perhotelan dan pariwisata.

“Saat ini kami telah bersepakat untuk menghadirkan fasilitas hotel di tol Trans Jawa dan itu tentunya akan menambah daya tarik, kenyamanan, dan keamanan para bleisure (business & leisure) maupun travelers jalur darat. Kami juga membuka opsi untuk mengembangkan fasilitas ini di rest area di luar Trans Jawa,” bebernya.

Continue Reading

Properti

Plus & Minus Ruang Perkantoran di Masa Pandemi Covid-19

Published

on

Ruang perkantoran
Ruang perkantoran

Ruang perkantoran di Jakarta masih terus melakukan berbagai adaptasi terkait kendala karena pandemi Covid-19. Semua pihak harus menyesuaikan baik developer maupun owner dan di sisi lain situasi ini membuat ada berbagai kemudahan bagi pengguna baik sewa maupun beli (strate title).

Sektor perkantoran masih suffer di tengah situasi pandemi Covid-19 kendati berbagai adaptasi dan penyesuaian terus dilakukan. Suplai ruang perkantoran di Jakarta juga relatif tidak berubah khususnya untuk ruang perkantoran di kawasan CBD Jakarta seluas 6,96 juta m2 sementara di luar CBD 3,62 juta m2.

Menurut Ferry Salanto, Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia (CII), pada tahun 2022 ini akan ada tujuh perkantoran baru yang akan selesai dan menambah suplai ruang kantor baru di CBD seluas 350 ribu m2. Sementara itu area non CBD juga mendapatkan tambahan tujuh gedung baru yang akan menambah 200 ribu m2.

Baca Juga:

  1. Tren Baru, Orang Kaya Ramai-Ramai Beli Tanah di Metaverse
  2. Elon Musk Akui Tak Tertarik dengan Metaverse
  3. Bill Gates: Bakal Banyak Orang Berkantor di Metaverse

“Situasi ini masih akan membuat pasokan ruang perkantoran baru sangat terbatas hingga tahun 2024 dan 2025 baik di CBD maupun non CBD. Sementara itu untuk tingkat hunian atau okupansi di CBD tercatat 78,4 persen atau turun sekitar 5 persen dibandingkan situasi sebelum pandemi tahun 2019 lalu,” katanya.

Untuk perkantoran di luar CBD tingkat huniannya tercatat 79,2 persen atau turun sekitar 3 persen dibandingkan situasi sebelum pandemi. Hal ini membuat beberapa perusahaan tidak memperpanjang masa sewanya atau beberapa lainnya melakukan downsizing atau mengurangi luasan kantornya.

Dari sisi pengguna, perusahaan di sektor tekonologi, produk konsumsi harian, logistik, telekomunikasi, serta instansi dan perusahaan yang berhubungan dengan pemerintah masih terlihat aktif mencari ruang kantor baru. Dengan adanya penambahan ruang perkantoran pada tahun 2022 ini juga akan kembali memicu penurunan tingkat hunian.

Beberapa strategi diterapkan perusahaan developer, pemilik gedung, maupun landlord. Salah satunya dengan terus memberikan berbagai insentif untuk menjaga tingkat keterisian gedung yang dikelolanya. Hal ini juga berimbas pada tarif sewa yang masih stagnan bahkan menurun maupun diskon yang relatif besar dari patokan price list.

Continue Reading

Properti

Fenomena Orang Kaya Jual Murah Rumah Mewah di Kawasan Pondok Indah

Published

on

By

Ilustrasi Rumah Mewah Pondok Indah

Pandemi Covid-19 membuat perekonomian seluruh masyarakat dari berbagai kalangan menurun. Hingga saat ini, semakin marak fenomena rumah mewah di Kawasan Pondok Indah dijual dengan harga murah.

Kawasan Pondok Indah terletak di wilayah Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta selatan. Telah lama daerah ini dikenal dengan kawasan elite. Hal itu disebabkan karena perumahan yang dibangun pada tahun 1970an tersebut, memang dikonsep dengan sedemikian rupa hingga terkesan megah dan mewah. Terlebih dengan kondisinya yang terlihat nyaman untuk dihuni, karena suasana yang menenangkan.

Diketahui, kini harga rumah mewah di daerah Pondok Indah berkisar antara 30 miliar-40 miliar bahkan masih bisa nego. Sebelumnya, harga rumah di Kawasan ini bisa mencapai angka 50-60 miliar.

Penurunan ini terjadi sebab situasi pandemi, mereka berpikir bahwa saat ini setiap orang enggan untuk mengeluarkan dan yang lebih untuk membeli sesuatu. Jika harga yang ditawarkan lebih rendah dari sebelumnya, kemungkinan untuk rumah dapat terjual akan sangat besar.

Harga tersebut bisa lebih turun lagi jika pemilik rumah sedang membutuhkan uang dengan cepat, yakni menjual dengan harga lebih murah. Misalnya di situs jual beli OLX ada pemilik menjual rumah dengan luas tanah 715 m2 dan luas bangunan 450m2, yakni dengan harga Rp23,5 miliar, artinya harganya Rp23,867 juta/m2, itu pun masih bisa nego.

Pemilik hanya mengklaim harga tersebut hanya menghitung tanah, lokasi rumah di kawasan elite prestisius pondok indah, lokasi asri dan tenang dekat kawasan bukit golf, JIS, RS Pondok Indah.

Baca Juga:

  1. Rumah Tapak Tetap Jadi Andalan Bisnis Properti di Tahun 2022, Ini Alasannya
  2. 4 Tips Jitu Berbisnis Rumah Kontrakan
  3. Penjualan Properti di Surabaya Melonjak Pesat

Ada beberapa fakta terkait dengan fenomena penjualan rumah mewah di Pondok Indah, yang dijual dengan harga rendah. Berikut ringkasannya:

Orang kaya lagi butuh uang

Seperti kita ketahui bahwa efek dari pandemi ini berimbas ke berbagai sektor usaha. Mereka para orang kaya pun tidak lain memiliki kebutuhan yang harus mereka penuhi, salah satunya untuk menyelamatkan bisnis mereka yang terdampak pandemi.

Sudah berlangsung sejak awal pandemi

Fenomena ini sudah terjadi sejak awal pandemi. Banyak dari pemilik properti, mulai menjual rumah mewah mereka dengan harga murah. Seperti yang diungkapkan oleh Lenny van Es – Sinaga, seorang Head of Residential Services Colliers Indonesia. Ia mengatakan bahwa, sejaka setahun lalu rumah di kawasan elite tersebut sudah sering ditawarkan untuk dijual. Kemudian 2-3 bulan ke belakang, barulah mulai ramai kembali diperbincangkan.

Fenomena ini bertahan 3 tahun ke depan

Diprediksi rumah mewah di kawasan Pondok Indah dijual dengan harga murah, akan bertahan 2-3 tahun ke depan. Hal ini disebabkan oleh situasi pandemi yang masih melanda Indodesia sampai sekarang. Untuk mereka yang ingin membeli atau memiliki rumah di kawasan ini, bisa memanfaatkan kesempatan yang diberikan dengan harga yang menguntungkan. Akan tetapi, mereka para bisnis properti memiliki dampak negatif karena sulitnya mengembalikan harga market seperti sedia kala.

Continue Reading

Trending