NETWORK : RakyatPos | ValoraNews | KupasOnline | TopSumbar | BanjarBaruKlik | TopOne | Kongkrit | SpiritSumbar | Basangek | MenaraInfo | Medikita | AcehPortal | MyCity | Newsroom | ReportasePapua | RedaksiPos | WartaSehat JetSeo
Vladimir Putin Kami Tidak Gila, Tak Akan Gunakan Bom Nuklir Lebih Dulu - mycity.co.id
Connect with us

Internasional

Vladimir Putin Kami Tidak Gila, Tak Akan Gunakan Bom Nuklir Lebih Dulu

Published

on

Presiden Vladimir Putin tegaskan Rusia tidak gila, tidak akan menggunakan senjata nuklirnya lebih dulu. Foto/REUTERS

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan ancaman perang nuklir meningkat, tetapi dia menegaskan bahwa negaranya tidak gila dan tidak akan menggunakan bom nuklirnya terlebih dahulu.

Orang nomor satu Rusia ini bersikeras bahwa negaranya hanya akan menggunakan senjata pemusnah massal sebagai tanggapan atas serangan.

Berbicara pada pertemuan tahunan Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) Rusia pada hari Rabu, Putin juga mengatakan perang di Ukraina bisa menjadi proses yang panjang.

Para pejabat Barat percaya bahwa Putin awalnya merencanakan kemenangan cepat dalam perangnya di Ukraina.

Kapasitas Rusia untuk menggunakan senjata nuklir telah mendapat pengawasan yang meningkat sejak mereka menginvasi Ukraina pada bulan Februari.

“Ancaman seperti itu berkembang, akan salah untuk menyembunyikannya,” kata Putin saat berbicara tentang prospek perang nuklir.

Namun dia menegaskan bahwa Rusia dalam keadaan apa pun tidak akan menggunakan senjata terlebih dahulu, dan tidak akan mengancam siapa pun dengan persenjataan nuklirnya. “Kami tidak gila, kami menyadari apa itu senjata nuklir,” katanya.

“Kami tidak akan berkeliling dunia mengacungkan senjata ini seperti pisau cukur,” ujarnya, seperti dikutip BBC, Kamis (8/12/2022).

Internasional

200 Orang Tewas Akibat Gempa yang Menggucang Turki dan Suriah

Published

on

200 orang tewas akibat gempa guncang Turki dan Suriah. Foto: kompas.com

mycity.co.id – Sedikitnya 200 orang tewas akibat gempa berkekuatan M 7,9 di Turki Tengan dan Suriah barat laut pada Senin dini hari, (6/2/2023). Korban tewas karena tertimpa bangunan runtuh di wilayah bersalju.

Sementara ratusan orang lainnya masih terjebak di antara puing-puing bangunan. Dilansir dari Reuters, Badan bencana Turki mengatakan 76 orang tewas dan 440 lainnya terluka.

Sedangkan di Suriah, seperti yang dilaporkan pemerintah, korban jiwa mencapai 100 orang dan puluhan lainnya terjebak di reruntuhan. Bencana ini, membuat Pemerintah Turki mengerahkan tim penyeleamat da pesawat ke daerah terdampak.

Tak hanya itu, Pemerintah Turki menyatakan “alarm level 4” yang artinya menyerukan bantuan dari internasional. Presiden Tukri Tayyip Erdogan berbicara melalu telepon dengan gubernur di delapan provinsi yang terdampak.

Mereka tersambung untuk mengumpulkan informasi tentang situasi dan upaya penyelamatan ujar sebuah pernyataan dari kantor kepresidenan.

“Situasinya sangat tragis, puluhan bangunan runtuh di kota Salqin, Suriah,” kata seorang anggota organisasi penyelamat White Helmets dalam sebuah klip video di Twitter, mengacu pada sebuah kota sekitar lima km (tiga mil) dari perbatasan Turki.

Dari gambar yang beredar, jalanan dipenuhi puing-puing dan rumah-rumah yang hancur total. Di Suriah sendiri banyak bangunan yang sudah rusak selama hampir 12 tahun perang saudara dan kini diperparah dengan gempa.

Orang-orang di Damaskus, dan di kota-kota Beirut dan Tripoli di Lebanon, berlari ke jalan dan pergi ke mobil mereka untuk menjauh dari gedung mereka jika mereka runtuh, kata saksi mata.

Getaran itu berlangsung sekitar satu menit dan menghancurkan jendela, menurut seorang saksi mata Reuters di Diyarbakir, 350 km (218 mil) ke timur, di mana seorang pejabat keamanan mengatakan sedikitnya 17 bangunan runtuh.

Pihak berwenang Turki mengatakan 16 bangunan runtuh di Sanliurfa dan 34 di Osmaniye. “Tugas utama kami adalah melakukan pekerjaan pencarian dan penyelamatan dan untuk melakukan itu semua tim kami dalam keadaan siaga,” kata Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu kepada wartawan.

Turki adalah salah satu negara paling rawan gempa di dunia. Lebih dari 17.000 orang tewas pada tahun 1999 ketika gempa berkekuatan 7,6 melanda Izmit, sebuah kota di tenggara Istanbul. Pada 2011, gempa di kota timur Van menewaskan lebih dari 500 orang.

mycity.co.id – Sedikitnya 200 orang tewas akibat gempa berkekuatan M 7,9 di Turki Tengan dan Suriah barat laut pada Senin dini hari, (6/2/2023). Korban tewas karena tertimpa bangunan runtuh di wilayah bersalju.

Sementara ratusan orang lainnya masih terjebak di antara puing-puing bangunan. Dilansir dari Reuters, Badan bencana Turki mengatakan 76 orang tewas dan 440 lainnya terluka.

Sedangkan di Suriah, seperti yang dilaporkan pemerintah, korban jiwa mencapai 100 orang dan puluhan lainnya terjebak di reruntuhan. Bencana ini, membuat Pemerintah Turki mengerahkan tim penyeleamat da pesawat ke daerah terdampak.

Tak hanya itu, Pemerintah Turki menyatakan “alarm level 4” yang artinya menyerukan bantuan dari internasional. Presiden Tukri Tayyip Erdogan berbicara melalu telepon dengan gubernur di delapan provinsi yang terdampak.

Mereka tersambung untuk mengumpulkan informasi tentang situasi dan upaya penyelamatan ujar sebuah pernyataan dari kantor kepresidenan.

“Situasinya sangat tragis, puluhan bangunan runtuh di kota Salqin, Suriah,” kata seorang anggota organisasi penyelamat White Helmets dalam sebuah klip video di Twitter, mengacu pada sebuah kota sekitar lima km (tiga mil) dari perbatasan Turki.

Dari gambar yang beredar, jalanan dipenuhi puing-puing dan rumah-rumah yang hancur total. Di Suriah sendiri banyak bangunan yang sudah rusak selama hampir 12 tahun perang saudara dan kini diperparah dengan gempa.

Orang-orang di Damaskus, dan di kota-kota Beirut dan Tripoli di Lebanon, berlari ke jalan dan pergi ke mobil mereka untuk menjauh dari gedung mereka jika mereka runtuh, kata saksi mata.

Getaran itu berlangsung sekitar satu menit dan menghancurkan jendela, menurut seorang saksi mata Reuters di Diyarbakir, 350 km (218 mil) ke timur, di mana seorang pejabat keamanan mengatakan sedikitnya 17 bangunan runtuh.

Pihak berwenang Turki mengatakan 16 bangunan runtuh di Sanliurfa dan 34 di Osmaniye.

“Tugas utama kami adalah melakukan pekerjaan pencarian dan penyelamatan dan untuk melakukan itu semua tim kami dalam keadaan siaga,” kata Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu kepada wartawan.

Turki adalah salah satu negara paling rawan gempa di dunia. Lebih dari 17.000 orang tewas pada tahun 1999 ketika gempa berkekuatan 7,6 melanda Izmit, sebuah kota di tenggara Istanbul. Pada 2011, gempa di kota timur Van menewaskan lebih dari 500 orang.

Continue Reading

Internasional

Gempa Dahsyat Guncang Turki & Suriah, 10 Orang Tewas

Published

on

Gempa hebat mengguncang Turki dan Suriah. (Wiretoday)

Gempa hebat mengguncang Turki dan Suriah. (Wiretoday)

mycity.co.id – Gempa berkekuatan magnitudo 7,8 mengguncang Turki dan Suriah. Gempa tersebut tercatat menewaskan 10 orang.

Seperti dinukil dari Guardian, Senin (6/2/2023), di Suriah barat laut, Pertahanan Sipil Suriah menggambarkan situasi di wilayah yang dikuasai pemberontak sebagai “bencana”, menambahkan bahwa seluruh bangunan telah runtuh dan orang-orang terjebak di bawah reruntuhan.

Pertahanan sipil mendesak orang untuk mengevakuasi diri dari bangunan untuk berkumpul di area terbuka.

Badan Penanggulangan Bencana dan Darurat Turki, AFAD, mengatakan gempa tersebut berkekuatan 7,4 (sebelumnya versi USGS disebut 7,8) dan berpusat di Kota Pazarcik, di Provinsi Kahramanmaras.

Beberapa bangunan runtuh di provinsi tetangga Malatya, Diyarbakir dan Malatya, lapor televisi HaberTurk. Tidak ada laporan segera tentang korban.

Media pemerintah Suriah melaporkan bahwa beberapa bangunan runtuh di kota utara Aleppo dan pusat kota Hama.

Di barat laut Suriah yang dikuasai pemberontak yang berbatasan dengan Turki, beberapa bangunan runtuh, menurut oposisi Pertahanan sipil Suriah.

Gempa Turki tersebut berpusat pada kedalaman 18 kilometer (11 mil), menurut Survei Geologi AS. Gempa susulan bermagnitudo 6,7 yang kuat bergemuruh sekitar 10 menit kemudian.

German Research Centre for Geosciences (GFZ) atau Pusat Penelitian Jerman untuk Geosains mengatakan gempa tersebut terjadi pada kedalaman 10 km (6 mil) di dekat kota Kahramanmaras, Turki selatan, sementara layanan pemantauan EMSC mengatakan kemungkinan risiko tsunami sedang dievaluasi.

Continue Reading

Internasional

Mantan Presiden Pakistan Pervez Musharraf meninggal di Dubai

Published

on

Dalam foto arsip yang diambil pada 15 April 2013, mantan presiden Pakistan Pervez Musharraf memberi hormat saat dia tiba untuk mengungkapkan manifesto partainya untuk pemilihan umum yang akan datang di kediamannya di Islamabad. Mantan penguasa militer Pakistan Pervez Musharraf meninggal di Dubai dalam usia 79 tahun setelah lama sakit, kata tentara pada 5 Februari 2023/AFP

Dalam foto arsip yang diambil pada 15 April 2013, mantan presiden Pakistan Pervez Musharraf memberi hormat saat dia tiba untuk mengungkapkan manifesto partainya untuk pemilihan umum yang akan datang di kediamannya di Islamabad. Mantan penguasa militer Pakistan Pervez Musharraf meninggal di Dubai dalam usia 79 tahun setelah lama sakit, kata tentara pada 5 Februari 2023/AFP

mycity.co.id Mantan Presiden Pakistan Pervez Musharraf meninggal dunia di Dubai. Pervez diketahui menderita sakit yang berkepanjangan di Rumah Sakit Amerika di Dubai berdasarkan pernyataan dari militer Pakistan.

Dilansir mycity.com, Minggu (5/2/2023), pejabat senior militer menyatakan belasungkawa yang tulus atas kematian yang menyedihkan Jenderal Pervez Musharraf.

“Semoga Allah memberkati jiwa yang meninggal dan memberi kekuatan kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujar pejabat senior militer tersebut.

Mantan Presiden Pakistan Pervez Musharraf meninggal dunia di Dubai pada Minggu (5/2/2023). Mantan penguasa militer Pakistan itu meninggal di usia 79 tahun setelah dilaporkan lama sakit. Musharraf merebut kekuasaan dalam kudeta tak berdarah tahun 1999.

Dia tercatat memerintah sebagai “kepala eksekutif” ketika serangan 9/11 di Amerika Serikat terjadi, sebelum kemudian menjadi presiden pada 2001. Musharraf adalah sekutu utama Amerika selama invasi ke negara tetangga Afghanistan.

Dia lalu mengundurkan diri pada tahun 2008 dan dipaksa ke pengasingan setelah mendapat reaksi keras atas tindakannya yang melampaui batas konstitusional. Jenderal bintang empat itu meninggal di rumah sakit di Dubai pada Minggu pagi.

“Saya dapat memastikan bahwa mendiang jenderal itu menghembuskan nafas terakhirnya di Dubai pagi ini… Dia sudah tiada lagi,” kata pejabat senior di Militer Pakistan yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, kepada AFP.

Selama Musharraf menjabat Presiden Pakistan Selama lebih dari tujuh tahun menjabat, Musharraf mengawasi tugas pertumbuhan ekonomi sambil menghindari setidaknya tiga upaya pembunuhan.

Musharraf merebut kantor kepresidenan pada 2001, menopang kekuasaannya dalam referendum tahun 2002 yang dipertanyakan oleh lawan. Tapi, dia mengingkari janji untuk berhenti sebagai panglima militer hingga akhir 2007.

Pesonanya yang santai juga gagal menutupi kaburnya pembagian antara negara dan tentara, dan dia tidak disukai setelah mencoba memecat hakim agung. Setelah pembunuhan pemimpin oposisi Benazir Bhutto pada Desember 2007, situasi nasional di Pakistan semakin memburuk dan kekalahan telak yang diderita oleh sekutunya pada pemilu 2008 membuatnya terisolasi. Rencana Musharraf untuk kembali berkuasa pada 2013 kandas ketika dia didiskualifikasi dari pencalonan dalam pemilihan yang dimenangkan oleh Nawaz Sharif -tokohyang digulingkannya pada 1999.

Pada 2016, larangan perjalanan dicabut dan Musharraf terbang ke Dubai untuk mendapatkan perawatan medis. Tiga tahun kemudian, dia dijatuhi hukuman mati in absentia karena pengkhianatan, terkait keputusannya tahun 2007 untuk memberlakukan aturan darurat. Namun, pengadilan kemudian membatalkan putusan tersebut.

Presiden Pakistan Arif Ali turut menyampaikan doa dan belasungkawa kepada pihak keluarga atas meninggalnya Pervez Musharraf.

Continue Reading
Advertisement

Trending