Connect with us

Update 18 Juli: Tambah 1.752, Total Kasus Covid-19 Jadi 84.882 Orang

Published

on

Pemerintah Indonesia mengumumkan bahwa hingga Sabtu (18/7/2020) ada total pasien terkonfirmasi virus corona Covid-19 tembus 84.882 orang. Jumlah ini bertambah 1.752 kasus.

Informasi ini disampaikan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam konferensi pers dari Graha BNPB pada Sabtu (18/7/2020) sore.

Berdasarkan data pemerintah hingga Sabtu pukul 12.00 WIB, diketahui ada 1.752 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

Baca Juga:

  1. Erick Thohir & Anies Baswedan Bikin Perusahaan Patungan untuk Benahi Transportasi DKI
  2. Penyerapan Anggaran Kesehatan Rendah, Menkes Dicecar DPR
  3. Dunia Bungkam Soal Aneksasi Israel atas Palestina, Erdogan Berang
  4. WHO: Tak Ada Lagi Hidup Normal Seperti Sebelum Covid-19 Merebak

Penambahan itu menyebabkan saat ini total ada 84.882 kasus Covid-19 di Tanah Air, terhitung sejak pencatatan pasien pertama pada 2 Maret 2020.

“Kami dapatkan konfirmasi positif sebanyak 1.752 orang, sehingga totalnya menjadi 84.882 orang,” ujar Yurianto.

Adapun tambahan kasus baru itu didapatkan setelah pemerintah melakukan pemeriksaan 25.552 spesimen. Yurianto menjelaskan, pasien konfirmasi kasus positif Covid-19 ada dua, yaitu simptomatis yang bergejala dan membutuhkan perawatan rumah sakit.

Kemudian, pasien asimptomatis yang tidak memiliki gejala dan melakukan isolasi secara mandiri. Berdasarkan data dalam periode yang sama, ada penambahan 1.434 pasien Covid-19 yang sembuh.

Mereka dinyatakan sembuh dan tidak lagi terinfeksi virus corona setelah dua kali pemeriksaan dengan metode polymerase chain reaction (PCR). Dengan demikian, secara akumulasi ada 43.268 pasien yang sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Achmad Yurianto juga menyampaikan kabar duka dengan adanya penambahan pasien Covid-19 yang meninggal dunia.

“Ada 59 pasien Covid-19 yang tutup usia, sehingga totalnya menjadi 4.016 orang,” ujar Yurianto. (Arie Nugroho)

Advertisement

Internasional

Marilyn Monroe, Icon Perselingkuhan Sepanjang Masa?

Published

on

Marilyn Monroe

Marilyn Monroe

mycity.co.id – Marilyn Monroe adalah seorang aktor yang lahir pada 1 Juni 1926. Tidak hanya menjadi aktor Monroe juga berprofesi sebagai model dan penyanyi berkebangsaan Amerika Serikat.

Ia menjadi salah satu simbol perselingkuhan terpopuler pada 1950-an dan awal 1960-an dan menjadi lambang perubahan sikap terhadap seksualitas pada era tersebut. Kisah perjalan hidupnya banyak di dokumentasikan memalui buku ataupun film.

Namun mengapa ia menjadi icon perselingkuhan terbesar? Ini akibat dari latar belakang kehidupan Monroe yang kurang beruntung.

Ia diasuh oleh ibunya bernama Gladys Pearl Baker yang mempunyai gangguan kesehatan mental dan tidak pernah tahu siapa ayahnya serta berasal dari keluarga yang miskin. Setelah ibunya menikah lagi pada tahun 1923 mereka bercerai dan ia mempunyai 2 saudara angkat.

Setelah kematian ibunya akibat gangguan mentalnya itu, hidup Monroe 360 derajat berubah total, ia dititipkan pada keluarga Atkinson dan pernah dilecehkan secara seksual pada saat tersebut.

Kemudia ia dipindahkan ke panti asuhan. Di panti asuhan juga ia merasa dihiraukan dan diasingkan oleh yang lain, ia pernah di dorong oleh pekerja yang ada di panti asuhan tersebut karena berpikir bahwa Monroe akan lebih bahagia jika hidup bersama keluarga di luar sana.

Marilyn Monroe bisa dibilang seorang korban dari dunia germerlap. Untuk bisa keluar dari lubah hitam kemiskinan, ia dipaksa untuk berhubungan seks dengan produse yng sudah beristri. Monroe pernah membuat skandal dengan produse film, dituduh sebagai pelacur oleh suaminya, dan dituduh  berselingkuh dengan Presiden Kennedy.

Semasa Monroe hidup, kesetaraan gender belum sematang masa sekarang, dalam dunia yang pada saat itu relatif timpang ke arah patriarki milih untuk menjadi wanita yang independen adalah sebuah hal yang masuk akal.

Dengan IQ  yang di atas rata-rata,  Monroe benar-benar tau hal ini dan bagaimana dunia ini berjalan pada umumnya. Untuk tetap menjaga independensinya, ia harus mengikuti tuntutan penggemarnya yang suka dengan perilaku nya, yang di cap oleh suaminya sebagai perilaku pelacur.

Perjalanan hidup dan karir Monroe bisa dibilang cukup sukses, meskipun ia tidak bisa mengendalikan trauma masa lalunya tentang keluarga dan lingkungannya yang buruk.

Banyak yang beragumen bahwa masa lalunya itu membuat kondisi kejiwaannya terganggu. Mungkin Monroe adalah gambaran nyata bahwa selingkuh itu terkait pada masa lalu dan buruknya lingkungan hidup.

Continue Reading

Culture

Liburan ke Jepang Apa Saja yang Tidak Boleh Dilakukan?

Published

on

Jepang/KumparanJepang/Kumparan

Mycity.co.id – Setiap negara memiliki tata krama dan aturan yang berbeda. Bahkan di Indonesia pun setiap daerah memiliki aturan dan tata kramanya sendiri.

Saat berkunjung ke luar negeri ada baiknya kita mempelajari aturan dan tata krama negara itu. Salah satunya adalah Jepang yang memegang teguh etika. Hal ini menyangkut kepercayaan serta norma yang berlaku di masyarakat.
Berikut hal-hal yang tidak boleh kamu lakukan saat berada di Jepang!

1. Memberi Uang Tip Saat di Restoran

Memberi uang tip/Lifepal

Memberi uang tip/Lifepal

Tidak disarankan memberi uang tip di restorang Jepang. Sudah hal yang biasa untuk memberikan uang tip di restoran sebagai tanda terima kasih. Namun, dinegeri sakura ini dilarang melakukan hal tersebut karena memberi tip kepada pegawai restoran bisa dianggap sebagai bentuk penghinaan. Bagi mereka, memberikan pelayanan terbaik sudah menjadi kewajiban agar para pelanggan senang dan kembali datang ke restoran.

2. Menggunakan Telunjuk untuk Menunjukkan Arah

Menujuk arah/Depositphotos

Menujuk arah/Depositphotos

Saat bertanya arah dengan orang Jepang sebaiknya jangan menggunakan telunjuk untuk menunjuk peta karena ini dianggap mengancam dan tidak sopan lebih baik mengarahkan dengan tangan terbuka daripada menggunakan telunjuk.

3. Bersalaman

Menyapa ala orang Jepang/Koku Jepang

Menyapa ala orang Jepang/Koku Jepang

Salaman dianggap kurang sopan di Jepang kalau ingin berbaur dengan orang Jepang harus membungkuk untuk memberi salam, berterima kasih atau meminta maaf.

4. Meremehkan Kartu Bisnis Orang Lain

Bertukar kartu nama/Maxmanroe

Bertukar kartu nama/Maxmanroe

Di Jepang kartu nama bukanlah benda yang dianggap remeh karena kartu bisnis berisi identitas dan segala detail diri dari sang pemilik, maka hargai itu. jika diberi kartu nama bisnis terima dengan kedua tanganmu dan baca baik-baik. kalau saat itu sedang dalam pertemuan bisnis taruh kartu nama di atas meja di hadapan kita. jangan langsung menyimpannya di kantong ini dianggap sangat kasar kamu harus memasukkannya dengan hati-hati ke dalam kotak atau dompet kartu nama.

5. Jangan Langsung Membuka Pintu Taksi

Taksi di Jepang/Fun! Japan

Taksi di Jepang/Fun! Japan

Taksi di Jepang punya pintu yang terbuka secara otomatis jadi saat taksi berhenti jangan langsung buka pintunya, sopir akan membukanya dengan menekan tombol kalau kamu buka sendiri kebanyakan sopir akan tersinggung

6. Awasebashi

Memberi orang lain makanan dengan sumpit/Jakarta Beauty Blogger

Memberi orang lain makanan dengan sumpit/Jakarta Beauty Blogger

Dilarang karena dianggap membawa kesialan. Salah satu hal yang tabu untuk dilakukan di Jepang adalah Awasebashi, yaitu kegiatan memberikan makanan kepada orang lain dari satu pasang sumpit ke sumpit lainnya. Di tradisi kremasi, di mana tulang yang tersisa dari abu kremasi akan dioper kepada anggota keluarga dengan menggunakan sumpit. Karena Awasebashi mirip seperti itu, maka bisa dianggap membawa kesialan.

7. Memetik Bunga Sakura

Bunga sakura/Klik dokter

Bunga sakura/Klik dokter

Memetik bunga sakura dilarang di Jepang. Bunga ini merupakan kebanggaan bangsa Jepang yang dianggap istimewa karena tergolong berumur pendek dan hanya mekar di musim tertentu. Jadi, jangan coba untuk memetiknya langsung dari tangkai. Kalau mau, lebih baik mengambil bunga sakura yang telah berguguran di bawah pohon.

Sumber: Berbagai sumber

Continue Reading

Bisnis

Khong Guan Sang Biskuit Legendaris Lebaran Ternyata Buatan Singapura

Published

on

Biskuit Khong Guan ternyata bukan buatan Indonesia. (Tribun)

mycity.co.id – Kita sudah tidak asing lagi dengan biskuit kalengan Khong Guan. Biskuit ini sering kali ditemukan di rumah masyarakat Indonesia, terlebih ketika lebaran.

Khong Guan Biscuit Company adalah produsen biskuit yang berkembang menjadi grup perusahaan multinasional. Perusahaan ini memiliki beragam kepentingan, termasuk properti, distribusi produk makanan, dan perdagangan komoditas.

Khong Guan berdiri sejak 1947 dengan pabrik pertama berlokasi di Jalan 18 Howard, Singapura. Khong Guan didirikan oleh Chew Choo Keng dan Chew Choo Han.

Dua bersaudara ini meninggalkan desa mereka di Fujian, China menuju Singapura untuk mencari nafkah pada 1935.

Di negeri Singa, kakak beradik tersebut mendapatkan pekerjaan di pabrik biskuit lokal. Namun, saat Jepang menginvasi Singapura, keduanya pindah ke Perak, Malaysia pada 1940 untuk mencari perlindungan.

Di Malaysia, mereka membuat biskuit sendiri untuk dijual. Biskuit mereka sebenarnya cukup laku, namun terkendala pasokan bahan baku hingga akhirnya beralih menjual garam dan sabun. Ini dilakukan untuk bertahan hidup.

Awal Proses Pembuatan Biskuit Khong Guan

Terobosan besar mereka datang ketika Chew Choo Han menemukan beberapa mesin pembuat kue tua yang rusak akibat perang yang dijual sebagai skrap dari pabrik lama tempat mereka bekerja. Dia membelinya dan segera memperbaikinya.

Dia memasang lini produksi biskuit semi-otomatis yang menggunakan rantai sepeda untuk memindahkan biskuit melalui tungku pembakaran batu bata pada sistem konveyor.

Hingga akhirnya pada tahun 1947 Khongguan Biscuit Factory (Singapore) Pte Ltd resmi berdiri. Pada 1950-an hingga 1960-an, Khong Guan berekspansi ke Malaysia.

Pabrik di Singapura memproduksi 10.000 toples kue setiap hari dan mempekerjakan sekitar 200 orang. Khong Guan di Malaysia kini memproduksi 40 ribu kaleng biskuit setiap harinya dan memiliki 1.000 karyawan.

Sekitar 70 persen produk Khong Guan dijual di Singapura dan Malaysia, sedangkan sisanya dijual ke berbagai negara seperti Indonesia, Hong Kong, Afrika, dan Timur Tengah.

Pada tahun 1970, pabrik Singapura pindah ke lokasi yang lebih besar karena permintaan konsumen yang tinggi. Pabrik dipindahkan ke Jurong, Singapura.

Pada 1980-an, Khong Guan kemudian diekspor ke negara lain seperti Jepang dan Amerika Serikat. Sejak itu, perusahaan telah mengekspor produknya ke lebih dari 40 negara.

Namun di tahun 2001, Chew Choo Keng meninggal pada usia 86 tahun. Pada saat kematiannya, pabrik biskuit yang ia dirikan telah berkembang menjadi multinasional dengan produsen dan perusahaan afiliasi di Malaysia, Indonesia, Thailand, Filipina, Hong Kong, Cina dan Amerika Serikat.

Pada Januari 2007, Chew Choo Han memutuskan untuk pensiun dan meninggal pada November 2007. Hingga saat ini Khong Guan tetap berkomitmen untuk menyediakan biskuit yang berkualitas.

Continue Reading
Advertisement

Trending