Connect with us

Sport

Ungkapan Galau Cristiano Ronaldo soal Bayinya yang Meninggal

Published

on

Keluarga Cristiano Ronaldo.(Istimewa)

Cristiano Ronaldo tak mampu menyembunyikan rasa sedihnya tatkala kehilangan bayi laki-lakinya. Ia mengungkap bahwa momen galau tersebut menjadi peristiwa terburuk dalam hidupnya.

Ronaldo dan pasangan hidupnya, Georgina Rodriguez, seharusnya memiliki anak kembar pada April lalu. Namun, salah satu bayinya, yang berjenis kelamin laki-laki, meninggal dunia sesaat setelah dilahirkan.

“Ini mungkin momen terburuk yang pernah saya lalui dalam hidup semenjak ayah saya meninggal dunia,” kata Ronaldo kepada jurnalis Inggris, Piers Morgan.

Baca Juga : Sarapan Sehat agar Semangat, Ini Pilihannya…

Kapten Timnas Portugal itu bahkan tak tahu harus bersikap apa saat itu. Cristiano Ronaldo tidak mampu mengekspresikan isi hatinya.

Pasalnya, pada satu sisi, Ronaldo sangat senang lantaran dianugerahi seorang putri yang cantik. Namun, pada sisi lainnya ia sangat sedih karena kehilangan sang putra.

“Ini gila. Saya tidak pernah merasa bahagia dan sedih pada saat yang sama. Sulit untuk dijelaskan. Sangat sulit. Kamu tidak tahu apakah kamu menangis atau tersenyum. Kamu tidak tahu harus berbuat apa untuk jujur,” imbuh Ronaldo.

Pria berusia 37 tahun itu pertama kali mengumumkan kepergian putranya melalui Instagram. Ia berduka dan sangat bersedih usai kehilangan sang bayi.

“Dengan kesedihan terdalam kami harus mengumumkan bahwa bayi laki-laki kami telah meninggal dunia,” tulis Ronaldo pada 18 April.

Baca Juga : Polri: Penyidik Perlu Perbanyak Alat Bukti, Tersangka Kasus Robot Trading Net89 Belum Ditahan

“Hanya kelahiran bayi perempuan kami yang memberi kami kekuatan untuk menjalani momen ini dengan harapan dan kebahagiaan. Kami ingin berterima kasih kepada para dokter dan perawat atas semua perawatan dan dukungan ahli mereka.

“Kami semua sangat terpukul atas kehilangan ini dan kami dengan hormat meminta privasi pada saat yang sangat sulit ini. Bayi laki-laki kami, kamu adalah malaikat kami. Kami akan selalu mencintaimu,” tutup Ronaldo.

Culture

Aksi Suporter Jepang Patut Di Acungi Jempol

Published

on

Jepang lawan Kroasia (liputan6)

Jepang lawan Kroasia (liputan6)

mycity.co.id Awalnya Jepang sudah menang melawan Kroasisa di babak 1 lewat Daizen Maeda di menit 43. Namun, Kroasia membalas skor tersebut dengan cepat lewat gol Ivan Pericis di menit 55. Sampai extra time kedua tim masih kuat dengan skor 1-1. Akhirnya, Jepang pun kalah adu penalti dengan skor 1-3.

Kekalahan Timnas Jepang membuat pemain dan para suporter  Jepang menangis pada laga itu. Pelatih Timnas Jepang Hajime Moriyasu dan para pemainnya melakukan ojigi kepada supporter jepang.

“Kami bermain selama 120 menit dan mereka mengonversi penalti dengan sangat berani. Saya ingin berterima kasih atas usaha mereka, mereka berusaha di bawah banyak tekanan,” kata Moriyasu melansir reuters, Senin (6 Desember 2022)

“Tentu kami ingin menang dan hasilnya sangat disayangkan. Kami tidak bisa lolos ke babak delapan besar, tapi para pemain mampu menunjukkan generasi baru sepak bola Jepang,” lanjutnya

Para pemain dan pelatih mendapatkan tepuk tangan dan tangisan haru dari suporter Jepang.

Kalah dan menang sudah biasa dalam pertandingan Sepak Bola. Namun, yang sangat menarik perhatian adalah perilaku suporter Jepang yang tidak bisa ditemukan di kalangan suporter sepak bola di negara lain. Suporter Jepang membersihkan stadion dan mengumpulkan sampah dari stadion setelah pertandingan selesai.

Bahkan, para anggota dan ofisial timnas Jepang pun mengikuti, meninggalkan ruang ganti dengan bersih dan rapi. Tak lupa mereka meninggalkan kenangan di lemari berupa ucapan terima kasih dan lipatan origami yang cantik.

Jepang dikenal dengan kedisiplinan dan kesopanannya, sampai-sampai hal itu dilakukan saat Liga Piala Dunia 2022.

Banyak sekali hal-hal yang kita pelajari dari suporter dan pelatih Timnas Jepang saat Jepang kalah melawan Kroasia. Mulai dari pelatih yang melakukan ojigi dan para suporter yang masih membersihkan lapangan walaupun jepang kalah. Budaya ini patut di contoh pada suporter Indonesia.

 

Continue Reading

Sport

Baru Kali Ini Lihat Bola Dicas Sebelum Dipakai, Ada Teknologi Canggih Bekerja di Piala Dunia 2022 Qatar

Published

on

Al Rihla bola Piala Dunia 2022 yang diciptakan dengan teknologi canggih dan diproduksi di Indonesia. (sumber: Foto: Instagram.)

Perkembangan dan kemjauan teknologi dalam sepak bola kelas dunia semkain terlihat terutama di perhelatan Piala Dunia 2022 Qatar.

“Al Rihla” adalah nama yang diberikan untuk bola yang digunakan dalam edisi Piala Dunia kali ini. Baru kali ini muncul kecanggihan dalam sepak bola.

Pemerintah Qatar memang tak ingin main-main untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia. Mereka memeprsiapkan berbagai fasiliat pertandingan dengan baik dan matang.

Piala Dunia 2022 didukung oleh beberapa teknologi canggih, termasuk pada bola yang dipakai untuk diperebutkan lawan ketika di atas rumput hijau.

Teknologi yang terdapat di dalam Bola Piala Dunia 2022, cukup salut. Al-Rihla memiliki arti dalam bahada Arab adalah perjalanan.

Al Rihla mengandalkan sistem Video Assistant Refree (VAR/Asisten Wasit Video).Bola ini akan memberikan data akurat dalam setiap pertandingannya.

Ada sensor yang terdapat di bola tersebut seberat 14 gram. Memiliki fungsi sebagai sensor pelacakan secara real time.

Maka dari itu teknologi yang terdapat dalam bola Al Rihla ini harus mendapatkan daya dengan caranya di charge terelbih dahulu, sebelum digunakan.

Bola Piala Dunia Al Rihla saat sedang dicas sebelum digunakan (Foto: Twitter – @geglobo)

Bukan hanya dipompa dengan angin saja, bola Piala Dunia 2022 kali ini mendapatkan daya.

Terkait dengan informasi ini soal adnaya sensor dalam bola dan harus di melakukan charge terelbih dahulu, sempat diunggah ke dalam situs forum online Reddit.

Melasnir dari The Sun, pada hari Kamis (8/12/2022) kalau sensor yang ada dalam bola itu dibekali dengan baterai dengan kapasitas yang kecil. Ketahanan baterai itu selama enam jam dalam penggunaan aktif.

Namun kalau tidak dalam penggunaan secara aktif, maka sensor yang terdapat dalam bola itu busa bertahan selama 18 hari lamanya.

Selain itu, sensor bola Al Rihla bisa melacak lokasi real time. Hal itu juga bisa membantu kepada kinerja wasit dalam mengambil sebuah keputusan dalam pertandingan.

Contohnya saja seperti bola keluar lapangan, melewati garis gawang, dan beberapa hal lainnya yang selama ini luput dari pandangan.

Adidas yang memproduksi bola Al Rihal itu. Mereka bekerjasama dengan KINEXON sebagai teknologi sensor yang dipakai dalam Piala Dunia kali ini.

Continue Reading

Sport

Timnas Maroko Selebrasi Kemenangan Sambil Bentangkan Bendera Pelestina Usai Tumbangkan Spanyol

Published

on

Timnas Maroko kibarkan bendera Palestina dalam perayaan lolos ke perempatfinal Piala Dunia 2022. (Foto: Twitter/_amroali)

Tim Nasional (Timnas) Maroko secara mengejutkan mampu singkirkan Spanyol di babak 16 besar Piala Dunia 2022. Menariknya dalam merayakan keberhasilan mereka lolos ke perempatfinal itu, Timnas Maroko juga membentangkan bendera Palestina.

Pertandingan Maroko vs Spanyol dilangsungkan di Education City Stadium, Ar Rayyan, pada Selasa 6 Desember 2022 malam WIB. Setelah bermain imbang 0-0 hingga babak tambahan waktu, Maroko sukses merebut tempat di perempatfinal dengan menang 3-0 melalui drama adu penalti.

Maroko menang atas Spanyol di 16 besar Piala Dunia 2022

Tentu saja kemenangan tersebut sangat berarti bagi Maroko yang sukses mengalahkan tim sebesar Spanyol. Pasalnya ini merupakan kali pertama bagi Singa Atlas berhasil mencapai babak perempatfinal di ajang Piala Dunia.

Meski begitu Maroko tidak hanya memberikan momen kebahagian tersebut untuk warga Maroko saja. Hakim Ziyech dan kawan-kawan juga mendedikasikan kemenangan tersebut kepada masyarakat Palestina yang terus berjuang melawan Zionis Israel.

Karena itu, Maroko pun mengibarkan bendera Palestina untuk merayakan keberhasilan tersebut. Tentu saja hal tersebut menjadi pusat perhatian bagi negara-negara lain di seluruh dunia.

Continue Reading
Advertisement

Trending