Connect with us

Investment

UMKM Harus Bersiap, Indonesia Jadi Negara Ekonomi Terbesar Keempat Dunia Tahun 2045

Published

on

Ilustrasi Indonesia menuju negara ekonomi terbesar keempat di dunia. (Istimewa)

The International Monetary Fund (IMF) memprediksi pada tahun 2045 Indonesia akan menjadi negara ekonomi terbesar ke-4 di dunia setelah China, India dan Amerika Serikat.

Selaras dengan prediksi IMF, menurut data dari Kementerian Koperasi dan UKM pada tahun 2021 mengatakan bahwa 61 persen dari peningkatan ekonomi dan Produk Domestik Bruto (PDB) disumbang oleh bisnis UKM. Bahkan bisnis UMKM ini menyerap 97 persen dari lapangan pekerjaan bagi tenaga kerja yang membutuhkan.

“International Business Times mengatakan bahwa pendekatan trial & error adalah salah satu cara para pebisnis untuk mengidentifikasi strategi yang tidak berhasil dan menggunakannya sebagai batu loncatan untuk mengembangkan bisnis Tapi pendekatan trial & error ini membutuhkan uang, tenaga, dan waktu yang tidak sedikit,” jelas Global Awards Winning Business Coach sekaligus Founder GRATYOⓇ Practical Business Coaching, Yohanes G. Pauly.

Baca Juga :  Bank Indonesia Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2020 Hanya 0,9 Persen

Baca Juga:

  1. Begini Trailer Kisah God of War Ragnarok Terbaru
  2. Inilah 4 Fitur Baru iPhone 14 yang Sudah Lama Ada di Android
  3. Tingkatkan Kualitas SDM Industri, Kemenperin Terapkan TVET 4.0

“Jika kita bisa mempercepat proses pembelajaran trial and error ini, maka pebisnis UMKM bisa mengakselerasi pertumbuhan bisnisnya,” lanjut dia.

Saat ini banyak pihak yang berupaya menggenjot pertumbuhan UMKM baik dari sisi pemerintah maupun swasta. Salah satu cara yang dipercaya bisa membantu akselerasi adalah dengan business coaching.

Dengan business coaching, pelaku bisnis bisa menerapkan strategi-strategi praktis yang terbukti berhasil di lapangan, hingga menemukan blind-spot yang selama ini tidak disadari pebisnis yang membuat bisnisnya belum bisa Profitable & AUTO-PILOT.

Sebagai salah satu bentuk kontribusi terhadap pertumbuhan UMKM di Indonesia, GRATYOⓇ Practical Business Coaching yang merupakan business coaching company kelas dunia, menghadirkan kompetisi Indonesia Mencari Founders (IMF). Kompetisi ini bertujuan untuk mencari pemilik bisnis UMKM dan calon entrepreneur untuk di-coaching gratis selama 1 tahun agar bisnisnya bisa naik kelas.

Baca Juga :  Netanyahu: Israel Akan Terus Bombardir Jalur Gaza

Sebenarnya, optimisme tentang Indonesia menjadi negara ekonomi terbesar keempat dunia sudah digaungkan sejak lama. Sebelumnya, Standard Chartered Plc memprediksi Indonesia akan menjadi negara ekonomi terbesar keempat dunia di tahun 2030.

Pada tahun 2030, China akan menjadi negara ekonomi terbesar di dunia. Adapun India akan lebih besar ekonominya ketimbang AS dan Indonesia akan menduduki posisi keempat. Begitu menurut penelitian mereka.

Adapun, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengklaim RI akan menjadi negara dengan ekonomi terbesar ke-4 di dunia pada 2045 mendatang. Hal ini karena tingkat pendapatan per kapita diperkirakan tembus US$29.300 atau setara Rp420,3 juta (kurs Rp14.345 per dolar AS) pada periode tersebut.

“Kalau terus menjaga stabilitas politik, ekonomi, sosial, kita akan menjadi negara penghasilan menengah mencapai US$29.300 per kapita. Ini akan menjadi ekonomi terbesar keempat di dunia,” ujarnya.

Baca Juga :  Piala Dunia 2022: Nike Gilas Adidas

Menurut Ani, ketika menjadi negara dengan ekonomi terbesar ke-4 di dunia, maka Indonesia akan memiliki struktur ekonomi yang lebih produktif. Struktur ini utamanya ditopang oleh sektor bisnis jasa.

Bersamaan dengan proyeksi pendapatan dan ekonomi tersebut, Ani mengatakan jumlah penduduk Indonesia diperkirakan mencapai 309 juta penduduk. Mayoritas merupakan usia produktif sekitar 52 persen.

“75 persen hidup di perkotaan dan 80 persen berpenghasilan menengah,” terangnya.

Kendati begitu, ada beberapa syarat pendukung agar peningkatan ekonomi dan pendapatan per kapita bisa dicapai. Pertama, infrastruktur yang memadai.

Kedua, sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas tinggi. Ketiga, kemampuan adopsi teknologi. Keempat, pembangunan daerah yang baik. Kelima, kebijakan ekonomi yang baik.

Investment

KPK Monitoring Investasi Telkomsel ke GoTo

Published

on

KPK kawal investasi Telkomsel dengan GoTo. Foto: suara.com

KPK kawal investasi Telkomsel dengan GoTo. Foto: suara.com

mycity.co.id – PT Telekomunikasi Selulr (Telkomsel) berinvestasi ke PT gojek Tokopedia (GoTo). Adany investasi tersebut membuat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku tengah mengawasi langkah investasi yang dilakukan itu.

Dilansir mycity.co.id dari bisnis.com, pengawasan atau monitoring yang dilakukan ini menurut Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Karyoto memiliki tujuan untuk pencegahan korupsi terkait proses investasi tersebut. Sehingga jika nantinya ditemukan ada perbuatan pidana dalam investasi senilai triliunan itu, maka akan langsung dilakukan gelar perkara oleh KPK.

Baca Juga :  Mantap, Makin Banyak Orang Indonesia Sembuh dari Covid-19

“Ya kalau monitoring itu punya tugas untuk pencegahan kedepan, untuk dia ditelisik ada pidananya langsung deputi pencegahan minta ke pimpinan, ekspose, kami (Kedeputian penindakan) dihadirkan. Jadi potong prosedur harusnya misalnya lapor dari PLPN, ini langsung dari pencegahan,” kata Karyoto, Selasa (29/11/2022).

Baca Juga :  Piala Dunia 2022: Nike Gilas Adidas

Selain itu, Karyoto menambahkan bahwa Direktorat Monitoring KPK sudah melakukan pemantauan terhadap proses investasi dari perusahaan telekomunikasi kepada raksasa aplikasi itu. Menurut Karyoto, adnyaa proses monitorig ini tidaklah dilakukan secara mendadak.

Baca Juga :  Jokowi Optimis Perekonomian Indonesia Bakal Pulih

Sehingga KPK pada kasus ini hanya proaktif kalau melihat hal yang sedang muncul pemberitaan di masyarakat.

“Karena pencegahan dari monitoring itulah punya daya cari terhadap tindak pidana tindak pidana yang terjadi di masyarakat.”

Continue Reading

Investment

Jokowi Minta Semua Pihak Bersatu Agar Ekonomi Indonesia Tak Terpuruk

Published

on

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta semua pihak bersatu untuk menyelamatkan perekonomian Indonesia. (YouTube Sekretariat Presiden)
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta semua pihak bersatu untuk menyelamatkan perekonomian Indonesia. (YouTube Sekretariat Presiden)

mycity.co.id – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan kondisi ekonomi global dalam kondisi sulit. Untuk itu, Jokowi meminta seluruh pihak bersatu agar ekonomi Indonesia tak terpuruk.

Jokowi menyampaikan hal itu saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Investasi Tahun 2022 di Jakarta, Rabu (30/11/2022). Dia menegaskan semua pihak harus memiliki perasaan yang sama.

Baca Juga :  Wabah Sifilis Mengintai Eropa, Bintang Porno Inggris Ogah Syuting!

“Dan sepakat bahwa situasi saat ini betul-betul yang tidak mudah. Situasi yang sulit untuk semua negara, untuk semua negara,” ujar Jokowi.

“Negara besar, negara maju semaju apapun sekarang ini semuanya pada posisi yang sangat sangat sangat sangat sangat sangat sulit,” lanjutnya.

Baca Juga :  Jumlah Investor Kripto Tembus 12,4 Juta, Bakal Terus Naik

Permasalahan yang dihadapi berbagai negara berkutat pada inflasi, krisis energi, krisis pangan, hingga krisis finansial.

“Semuanya menghantui semua negara. Oleh sebab itu dalam menakhodai situasi yang sangat sulit ini semuanya harus hati-hati,” ujar Jokowi.

Baca Juga :  Artis Rony Dozer Ditemukan Tetangga Tak Bernyawa di Teras Rumah

“Policy kebijakan harus hati-hati. Jangan sampai keliru, jangan sampai salah. Kalau salah risiko gede sekali karena situasi tidak normal baik kebijakan fiskal maupun moneter. Ini terus saya sampaikan karena keadaannya tidak pada keadaan yang normal,” lanjutnya.

Kuncinya, menurut Jokowi, semua pihak harus bekerja lebih keras lagi. Tidak bisa bekerja normal dalam keadaan yang tidak normal.

Continue Reading

Investment

Ini Syarat Utama bagi Investor Asing yang Ingin Tanam Modal di Indonesia

Published

on

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia memberikan karpet merah untuk investor asing. (Bisnis Indonesia)
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia memberikan karpet merah untuk investor asing. (Bisnis Indonesia)

mycity.co.id – Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan syarat bagi investor asing yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia.

Baca Juga :  Piala Dunia 2022: Nike Gilas Adidas

Bahlil menyatakan bahwa BKPM terbuka kepada semua investor asing. Namun, mereka wajib menaati undang-undang yang berlaku.

“Ini semua terjadi karena arahan Presiden untuk tidak boleh memperlakukan satu negara diberikan karpet merah,” ujarnya.

Baca Juga :  Goto Bertekad Bawa UMKM Berjaya di Negeri Sendiri

“Tapi semuanya kita berikan karpet merah selama mereka mengikuti aturan perundang-undangan di negara kita,” tegasnya.

Dia menambahkan capaian ini juga hasil dari kesuksesan UU Cipta Kerja. Menurut Bahlil, investor sangat mengapresiasi capaian tersebut.

Baca Juga :  Bank Indonesia Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2020 Hanya 0,9 Persen

Adapun, dari data penanaman modal asing di Indonesia tahun 2021, posisi pertama masih diisi oleh Singapura dan kedua, Hong Kong. Di posisi ketiga dan keempat ada China dan AS. Sementara itu, posisi kelima ditempati oleh Jepang.

Continue Reading
Advertisement

Trending