Connect with us

Edukasi

Tujuh Tips Sukses Belajar Jarak Jauh ala Dokter Reisa

Published

on

Pembelajaran daring memang sulit. Tidak semua pelajar bisa belajar jarak jauh dan tidak semua guru bisa menyampaikan pelajaran dengan mudah secara online. Selain kesulitan komunikasi, tak semua wilayah mempunyai infrastruktur yang mendukung pembelajaran jarak jauh.

Sekolah yang berada di zona hijau dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan beberapa syarat. Salah satunya izin dari pemerintah daerah setempat. Untuk sekolah di zona kuning, jingga, dan merah masih dilarang mengadakan pembelajaran tatap muka demi kesehatan dan keamanan.

Dokter Reisa Broto Asmoro dari Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional memberikan tujuh tips agar sukses belajar jarak jauh. Pertama, gembira. Pelajar dan pendidik harus bergembira serta paham mengoperasikan alat teknologi.

“Kedua, bagi kelas menjadi kelompok belajar yang kecil, diskusi, kerja kelompok dan akan membuat waktu belajarnya akan lebih efektif,” kata dr. Reisa saat konferensi pers di Media Center Gugus Tugas Nasional, Jakarta, Sabtu (4/7/2020).

Ketiga, pelajar dan pendidik mengerjakan tugas kelompok dan menciptakan tantangan yang memerlukan kolaborasi.

Keempat, pastikan tak ada anak yang tertinggal dalam pembelajaran.

Kelima, fokus dan kuatkan mata pelajaran yang membantu kemampuan pelajar agar bisa sukses di pelajaran apapun, seperti bahasa dan sains.

Keenam, ATM. Amati, tiru, modifikasi. Contoh cara guru lain mengajar.

“Tanya tips dan triknya. Lalu adopsi di kelas masing-masing. Begitu juga dengan para murid, tanyakan bagaimana teman bisa mengikuti pembelajaran dengan baik, meski melalui online,” imbuh dr. Reisa.

Ketujuh, kreatif. Menurut Dokter Reisa, pembelajaran jarak jauh bukan memindahkan kelas dari ruang fisik ke ruang digital. Pendidik harus berkreasi agar pembelajaran daring menjadi riang gembira, interaktif, dan ilmu pengetahuan mudah disampaikan ke pelajar.

“Dan semua ini sangat penting untuk orang tua, seperti saya, dan bapak ibu semua untuk harus aktif terlibat, dalam setiap proses pembelajaran, baik belajar, maupun mengajar online,” tandas dr. Reisa.

Sejak pandemi Covid-19 diumumkan pada Maret 2020, lebih dari 90% pelajar Indonesia belajar jarak jauh. Namun, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tetap menjaga kualitas kegiatan pembelajaran.

Di tahun ajaran 2020/2021, masih banyak pelajar yang akan belajar jarak jauh. Hanya wilayah zona hijau yang sudah bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka.

“Selamat kembali ke sekolah bagi yang ada di zona hijau, ingat, tetap aman COVID-19 dan praktekkan protokol kesehatan dengan sangat, sangat, sangat ketat. Dan, tetap semangat bagi semua yang akan sekolah melalui daring, dan kemampuan kita beradaptasi akan menjadikan kita manusia Indonesia yang unggul dalam pengetahuan dan tangguh, menghadapi perubahan,” dokter Reisa memungkasi. (Al-Hanaan)

Foto: Ignatius Toto Satrio – KOMBEN BNPB

Advertisement

Edukasi

Tegas, Jokowi Minta Orang Tua Murid Tak Tanda Tangan Surat Tanggung Jawab Risiko Vaksinasi Covid-19

Published

on

Vaksinasi Covid-19 untuk anak
Vaksinasi Covid-19 untuk anak

Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi), meminta pihak sekolah untuk memaksa orang tua murid menandatangani surat kesediaan vaksin dan menanggung risiko pascavaksin pada anak.

Jokowi menyampaikan hal itu dalam rapat terbatas Evaluasi PPKM yang berlangsung di Istana Negara, Minggu (16/1/2022).

“Presiden memrintahkan jangan ada lagi anak sekolah yang meminta tanda tangan orang tua murid yang menyatakan sekolah tidak bertanggung jawab bila terjadi hal-hal tertentu akibat vaksin anak,” ujar Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Abraham Wirotomo.

Baca Juga:

  1. Demi Cegah Penyebaran Covid-19, Wagub Minta Warga Tak Nobar Timnas Indonesia
  2. Mampukah Timnas Balas Kekalahan Telak dari Thailand? Ini Jawaban Shin Tae-yong
  3. Ford Tahun Depan Siap Kembali Jualan Mobil di Indonesia

Jokowi mengambil keputusan ini usai mendengar laporan dari Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko soal keluhan masyarakat terkait surat pernyataan kesediaan vaksin. Surat tersebut menyebutkan bahwa segala risiko pascavaksin ditanggung oleh orang tua murid.

“KSP menerima keluhan itu, intinya masyarakat menilai surat pernyataan yang diberikan sekolah bentuk pemaksaan. Karena itu, kemarin (Minggu, 16/1) dalam Ratas, bapak KaStaf melaporkannya ke Presiden, dan langsung mendapat respons,” dia menambahkan.

Abraham menekankan bahwa penanganan gejala pascavaksin anak sepenuhnya tanggung jawab negara, termasuk soal biaya. Untuk peserta JKN ditanggung BPJS, sementara non JKN ditanggung APBN.

Abraham menyampaikan bahwa KSP aka berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkait surat tersebut.

Namun, dia juga memastikan sampai saat ini Komnas KIPI belum menerima laporan adanya gejala pascavaksin yang berujung pada kematian.

“Bila ada temuan, orang tua/wali diharapkan melapor ke puskesmas atau RS terdekat,” ucap Abraham.

Continue Reading

Edukasi

Inilah Daftar 114 Sekolah Kedinasan & Website Resminya

Published

on

Sekolah kedinasan

Selain perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS), Indonesia juga memiliki jenis perguruan tinggi lainnya, yaitu perguruan tinggi kedinasan (PTK).

Hal pertama yang perlu kamu tahu ialah perguruan tinggi kedinasan (PTK) juga sering disebut dengan sekolah kedinasan. Perguruan tinggi kedinasan (PTK) atau sekolah kedinasan adalah perguruan tinggi negeri yang dikelola oleh kementerian maupun lembaga pemerintah nonkementerian sebagai penyelenggara pendidikannya.

Sementara dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permen PANRB) Nomor 20 Tahun 2021, sekolah kedinasan adalah perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Kementerian Perhubungan, Badan Pusat Statistik, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Badan Intelijen Negara, Badan Siber dan Sandi Negara dengan pola ikatan dinas dan/atau pola pembibitan.

Baca Juga:

  1. 5 Rekomendasi Pantai Terindah di Pulau Jawa Pilihan MyCity
  2. Pesona Taman Nasional Aketajawe Lolobata, Maluku Utara
  3. Desa Torosiaje, Kampung Indah di atas Teluk Tomini

PTK atau sekolah kedinasan telah dikenal sebagai perguruan tinggi yang berstatus ikatan dinas, sehingga lulusannya bisa langsung bekerja di kementerian/badan/lembaga pemerintah yang menaunginya.

Perbedaannya terletak pada masa depan lulusannya. Lulusan PTK berstatus ikatan dinas bisa langsung bekerja sebagai pegawai di kementerian/badan/lembaga pemerintah yang sesuai dengan bidang pendidikannya.

Sementara lulusan PTK berstatus nonikatan dinas hanya akan mendapatkan ijazah setara mahasiswa PTN dan PTS untuk modal melamar pekerjaan di perusahaan maupun lembaga pemerintah.

Berikut MyCity telah merangkum daftar website sekolah kedinasan.

Sekolah Kedinasan di Bawah Kementerian

Kementerian Dalam Negeri

Institut Pemerintahan Dalam Negeri http://ipdn.ac.id/
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Politeknik Energi dan Mineral Akamigas https://www.akamigas.ac.id/
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Politeknik Ilmu Pemasyarakatan http://www.poltekip.ac.id/
Politeknik Imigrasi https://poltekim.ac.id/

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung https://www.stp-bandung.ac.id/
Sekolah Tinggi Pariwisata Bali http://www.stpbali.ac.id/
Politeknik Pariwisata Medan https://poltekparmedan.ac.id/
Politeknik Pariwisata Makassar https://poltekparmakassar.ac.id/
Politeknik Pariwisata Palembang https://poltekpar-palembang.ac.id/
Politeknik Pariwisata Lombok http://ppl.ac.id/

Kementerian Keuangan

Politeknik Keuangan Negara STAN http://www.pknstan.ac.id/
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Politeknik Kelautan dan Perikanan Bitung http://poltekkp-bitung.ac.id/
Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo http://poltekkpsidoarjo.kkp.go.id/
Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong https://polikpsorong.ac.id/
Politeknik Ahli Usaha Perikanan Bogor https://stpbogor.bpsdmkp.kkp.go.id/
Politeknik Ahli Usaha Perikanan Jakarta https://www.politeknikaup.ac.id/

Kementerian Kesehatan

Poltekkes Ambon http://www.poltekkes-maluku.ac.id/
Poltekkes Aceh https://www.poltekkesaceh.ac.id/
Poltekkes Bandung https://poltekkesbandung.ac.id/
Poltekkes Banjarmasin https://poltekkes-banjarmasin.ac.id/
Poltekkes Banten https://poltekkesbanten.ac.id/
Poltekkes Bengkulu http://poltekkesbengkulu.ac.id/
Poltekkes Denpasar https://www.poltekkes-denpasar.ac.id/
Poltekkes Gorontalo https://poltekkesgorontalo.ac.id/
Poltekkes Jakarta I https://www.poltekkesjakarta1.ac.id/
Poltekkes Jakarta II http://www.poltekkesjkt2.ac.id/
Poltekkes Jakarta III http://www.poltekkesjakarta3.ac.id/
Poltekkes Jambi https://poltekkesjambi.ac.id/
Poltekkes Jayapura http://poltekkesjayapura.ac.id/
Poltekkes Samarinda https://poltekkes-kaltim.ac.id/
Poltekkes Kendari https://www.poltekkeskendari.ac.id/
Poltekkes Kupang https://www.poltekkeskupang.ac.id/
Poltekkes Makassar http://www.poltekkes-mks.ac.id/portal/
Poltekkes Malang www.poltekkes-malang.ac.id
Poltekkes Mamuju http://www.poltekkesmamuju.ac.id/
Poltekkes Manado https://poltekkes-manado.ac.id/
Poltekkes Mataram http://poltekkes-mataram.ac.id/
Poltekkes Medan http://www.poltekkes-medan.ac.id/
Poltekkes Padang https://www.poltekkes-pdg.ac.id/
Poltekkes Pangkal Pinang http://www.poltekkespangkalpinang.ac.id/
Poltekkes Palangkaraya https://poltekkes-palangkaraya.ac.id/
Poltekkes Palembang https://poltekkespalembang.ac.id/
Poltekkes Palu https://poltekkespalu.ac.id/
Poltekkes Pontianak http://poltekkes-pontianak.ac.id/
Poltekkes Riau http://pkr.ac.id/
Poltekkes Semarang https://poltekkes-smg.ac.id/
Poltekkes Sorong https://poltekkessorong.ac.id/
Poltekkes Surabaya https://poltekkesdepkes-sby.ac.id/
Poltekkes Surakarta http://www.poltekkes-solo.ac.id/
Poltekkes Tanjungkarang https://www.poltekkes-tjk.ac.id/
Poltekkes Tanjung Pinang http://poltekkes-tanjungpinang.ac.id/
Poltekkes Tasikmalaya http://www.poltekkestasikmalaya.ac.id/
Poltekkes Ternate https://poltekkesternate.ac.id/
Poltekkes Yogyakarta https://poltekkesjogja.ac.id/

Kementerian Komunikasi dan Informatika

Sekolah Tinggi Multi Media Yogyakarta https://mmtc.ac.id/
Kementerian Perhubungan
Perhubungan Darat

Polteknik Transportasi Darat Indonesia https://www.ptdisttd.ac.id/
Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan https://pktj.ac.id/
Politeknik Perkeretaapian Indonesia https://api.ac.id/
Politeknik Transportasi Darat (Bali) https://www.poltradabali.ac.id/
Politeknik Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan (Palembang) https://www.poltektranssdp-palembang.ac.id/

Perhubungan Laut

Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Jakarta https://stipjakarta.ac.id/
Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang https://pip-semarang.ac.id/
Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar http://pipmakassar.ac.id/
Politeknik Pelayaran Surabaya http://www.poltekpel-sby.ac.id/
Politeknik Pelayaran Sumatera Barat http://www.poltekpelsumbar.ac.id/
Politeknik Pelayaran Banten https://poltekpel-banten.ac.id/
Politeknik Pelayaran Malahayati http://www.poltekpelaceh.ac.id/
Politeknik Pelayaran Barombong https://poltekpelbarombong.ac.id/
Politeknik Pelayaran Sorong https://poltekpel-sorong.ac.id/
Politeknik Pelayaran Sulawesi Utara http://poltekpel-sulut.ac.id/

Perhubungan Udara

Politeknik Penerbangan Indonesia Curug https://ppicurug.ac.id/
Politeknik Penerbangan Surabaya https://poltekbangsby.ac.id/
Politeknik Penerbangan Makassar https://atkp-makassar.ac.id/poltekbang/
Politeknik Penerbangan Medan https://www.poltekbangmedan.ac.id/
Politeknik Penerbangan Palembang http://www.poltekbangplg.ac.id/
Politeknik Penerbangan Jayapura https://poltekbangjayapura.ac.id/
Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi https://icpa-banyuwangi.ac.id/

Kementerian Perindustrian

Politeknik STMI Jakarta http://www.stmi.ac.id/
Akademi Tekstil Solo https://ak-tekstilsolo.ac.id/
Politeknik STTT Bandung http://stttekstil.ac.id/
Politeknik APP Jakarta https://poltekapp.ac.id/
Politeknik AKA Bogor http://aka.ac.id/
Politeknik ATK Yogyakarta https://www.atk.ac.id/
Politeknik ATI Padang http://poltekatipdg.ac.id/
Politeknik ATI Makassar https://atim.ac.id/
Politeknik Teknologi Kimia Industri Medan https://ptki.ac.id/
Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu (Kendal) https://poltek-furnitur.ac.id/
Politeknik Industri Logam Morowali https://pilm.ac.id/
Akademi Komunitas Industri Manufaktur Bantaeng https://www.akom-bantaeng.ac.id/

Kementerian Pertahanan

Akademi Militer, Jawa Tengah https://www.akmil.ac.id/
Akademi Angkatan Laut, Surabaya http://www.aal.ac.id/
Akademi Angkatan Udara, Yogyakarta https://aau.ac.id/
Politeknik Angkatan Darat, Malang https://poltekad.ac.id/
Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut, Surabaya http://sttal.ac.id/
Universitas Pertahanan Indonesia, Citeureup https://idu.ac.id/
Universitas Pertahanan, Palembang https://idu.ac.id/

Kementerian Pertanian

Politeknik Pembangunan Pertanian Medan https://polbangtanmedan.ac.id/
Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta https://polbangtanyoma.ac.id/
Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa http://polbangtan-gowa.ac.id/
Politeknik Pembangunan Pertanian Malang https://polbangtanmalang.ac.id/
Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor https://www.polbangtan-bogor.ac.id/
Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari https://polbangtanmanokwari.ac.id/

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Politeknik Pekerjaan Umum (Semarang) https://www.politeknikpu.ac.id/
Kementerian Perdagangan
Akademi Metrologi dan Instrumentasi, Bandung https://akmet.ac.id/
Kementerian Ketenagakerjaan
Politeknik Ketenagakerjaan, Bekasi http://polteknaker.kemnaker.go.id/
Kementerian Sosial
Politeknik Kesejahteraan Sosial, Bandung https://www.poltekesos.ac.id/

Sekolah Kedinasan di Bawah Lembaga Pemerintah Nonkementerian

Badan Intelijen Negara

Sekolah Tinggi Intelijen Negara, Bogor https://stin.ac.id/
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika https://stmkg.ac.id/

Badan Pertanahan Nasional

Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional, Yogyakarta https://stpn.ac.id/
Badan Pusat Statistik
Politeknik Statistika STIS https://stis.ac.id/

Badan Tenaga Nuklir Nasional

Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir, Yogyakarta http://www2.sttn-batan.ac.id/

Lembaga Administrasi Negara

Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Negara, Bandung https://stialanbandung.ac.id/

Badan Siber dan Sandi Negara

Sekolah Tinggi Sandi Negara https://poltekssn.ac.id/
Kepolisian Negara Republik Indonesia
Akademi Kepolisian, Semarang https://akpol.ac.id/
Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana https://akpol.ac.id/
Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian http://www.stik-ptik.ac.id/

Continue Reading

Edukasi

Mengupas Sistem Kurikulum Prototipe, Tak Ada Lagi Jurusan IPA, IPS, & Bahasa

Published

on

kurikulum prototipe
kurikulum prototipe

Kurikulum Prototipe yang akan mulai diterapkan pada tahun 2022. Kurikulum ini diberikan sebagai opsi tambahan bagi satuan pendidikan untuk dapat melakukan pemulihan pembelajaran dari tahun 2022- 2024. Kebijakan kurikulum nasional akan dikaji ulang pada tahun 2024 berdasarkan hasil evaluasi selama masa pemulihan pembelajaran.

Kurikulum prototipe ini mendorong pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan siswa, serta memberikan ruang yang lebih luas untuk pengembangan karakter dan kompetensi dasar kepada siswa.

Adapun jika didefinisikan secara lebih detail menurut Undang-Undang No 20 tahun 2003 pasal 1 ayat 19, dijabarkan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

Baca Juga:

  1. 5 Rekomendasi Pantai Terindah di Pulau Jawa Pilihan MyCity
  2. Pesona Taman Nasional Aketajawe Lolobata, Maluku Utara
  3. Desa Torosiaje, Kampung Indah di atas Teluk Tomini

Faktanya dua tahun semenjak merdeka, Indonesia telah memiliki kurikulum pertama dalam rangka merancang kelangsungan proses pendidikan agar masyarakat tanah air mulai dapat membentuk karakter dengan latar belakang pendidikan yang berkualitas.

Lebih detail, kurikulum pertama yang dimiliki Indonesia lahir pada tahun 1947 dengan masih menggunakan nama ‘Rencana Pelajaran 1947’. Penggunaan istilah ‘kurikulum’ sendiri baru digunakan pada tahun 1968 dan terus bertahan hingga saat ini.

Lantas, apa yang membedakan Kurikulum Prototipe dengan kurikulum sebelumnya? Kurikulum prototipe memiliki beberapa karakteristik utama yaitu pembentukan karakter yang mendukung pemulihan pembelajaran.

Situasi pandemi yang juga memberi dampak kepada dunia pendidikan memang membuat proses pembelajaran menjadi lebih terhambat. Sekadar informasi, pada saat pandemi pertama kali terjadi pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) telah menghadirkan kurikulum darurat.

Kurikulum darurat sendiri merupakan salah satu pilihan yang dapat diambil oleh pelaksana pendidikan atau dalam hal ini sekolah yang melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) baik untuk jenjang mulai dari PAUD hingga SMA/SMK dengan menyederhanakan kompetensi dasar.

Di saat yang bersamaan, meski ikut melaksanakan PJJ selama pandemi nyatanya tetap ada sekolah yang menggunakan kurikulum 2013 secara penuh.

Hasilnya, Kemendikbud-Ristek melihat bahwa sekolah yang menggunakan kurikulum darurat ternyata lebih maju empat sampai lima bulan baik dari segi kualitas dan waktu pembelajaran dibanding sekolah yang masih menggunakan kurikulum 2013 secara penuh.

Melihat kondisi tersebut, menghadapi tahun 2022 mendatang yang dibarengi dengan target untuk memulihkan pembelajaran secara nasional, akhirnya Kemendikbud-Ristek menghadirkan kurikulum baru yakni Kurikulum Prototipe.

Dalam keterangan resmi yang dipublikasi, dijelaskan bahwa kurikulum prototipe pada dasarnya merupakan lanjutan dari kurikulum darurat. Satu hal yang perlu diperhatikan, sifat kurikulum ini opsional sehingga tidak bisa disebut sebagai kurikulum dasar 2022.

Artinya, setiap sekolah dibebaskan apakah ingin tetap menggunakan kurikulum 2013, kurikulum darurat, atau berpindah ke kurikulum prototipe, selama tetap mengacu pada standar nasional pendidikan di Indonesia.

Anindito Aditomo, selaku Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) menjelaskan, bahwa kurikulum prototipe bertujuan untuk memberi ruang yang lebih luas bagi pengembangan karakter dan kompetensi dasar siswa.

Kurikulum prototipe disebut memiliki tiga karakter utama yang terdiri dari pengembangan kemampuan non-teknis (soft skills) yang mendapat porsi khusus melalui pembelajaran berbasis proyek, berfokus pada materi esensial untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar, dan
fleksibilitas bagi guru untuk melakukan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan murid.

Ketiga karakter tersebut pada akhirnya memunculkan kondisi bahwa bagi sekolah yang menggunakan kurikulum prototipe di waktu yang akan datang, tidak akan lagi menerapkan pengelompokan berdasarkan penjurusan IPA, IPS, atau Bahasa, karena siswa lebih diarahkan untuk fokus kepada bidang serta minat yang mereka miliki.

Lebih detail, adapun yang dimaksud dengan ‘meramu’ adalah setiap siswa bisa memperkirakan dan memilih sendiri kira-kira mata pelajaran apa saja yang memang cocok dengan rancangan karier dan masa depan yang sudah mereka miliki di waktu yang akan datang.

Misal, ketika ada seorang siswa yang ingin menjadi insinyur, mereka bisa fokus untuk mengambil mata pelajaran matematika lanjutan dan fisika lanjutan tanpa mengambil biologi.

Yang perlu diperhatikan, tetap ada mata pelajaran wajib serta muatan lokal (mulok) yang harus diambil untuk pembentukan karakter di mana mata pelajaran wajib tersebut terdiri dari Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, PJOK, Sejarah, dan Seni.

Continue Reading

Trending