NETWORK : RakyatPos | ValoraNews | KupasOnline | TopSumbar | BanjarBaruKlik | TopOne | Kongkrit | SpiritSumbar | Basangek | MenaraInfo | Medikita | AcehPortal | MyCity | Newsroom | ReportasePapua | RedaksiPos | WartaSehat JetSeo
Trovant Batu Misterius yang Bisa Membesar dan Bergerak Usik Ilmuwan Geologi - mycity.co.id
Connect with us

Sains

Trovant Batu Misterius yang Bisa Membesar dan Bergerak Usik Ilmuwan Geologi

Published

on

Ilustrasi Trovant

Mycity.co.id– Trovants merupakan batu misterius yang terdapat disebuah desa di Costestis, Rumania. Batu ini merupakan fenomena geologi yang sangat aneh dan mengerikan.

Bagaimana tidak batu ini bisa tumbuh menjadi besar dan berpindah tempat, dari satu tempat ke tempat yang lain.

Trovant, bisa ditemukan di sebuah desa kecil di Rumania, Costesti yang sekarang menjadi sebuah situs yang dinamai Trovanti Museum Natural Reserve (kordinat: 45°08′15.4″N 24°04′07.1″E).

Kata trovant sendiri merupakan sinonim untuk istilah Sandsteinkonkretionen dalam bahasa Jerman, yang berarti batuan pasir yang mengeras.

Seperti dilansir dari Daily Mail Selasa (17/1/2023), batu-batu ini muncul di bumi setelah terjadi aktivitas seismik yang kuat, fenomena tersebut telah terjadi 6 juta tahun yang lalu! Batu Trovant akan terus tumbuh ketika mereka terkena air.

Trovant berukuran enam sampai delapan milimeter bisa tumbuh sampai enam sampai sepuluh meter.

Yang lebih menarik lagi, jika memotong batu setengahnya, makan akan terlihat lingkaran usia seperti layaknya pohon. Namun, ini merupakan batu bukan tanaman.

Para ahli geologi mencoba menjelaskan tentang pertumbuhan batu Trovants ini dengan tingginya kandungan garam mineral yang ada dibatu ini.

Ketika batu ini basah, bahan kimia ini memperluas dan menempatkan tekanan pada bagian tertentu yang membuat batu Trovants tumbuh.

Batu hidup ini tak hanya dapat berkembang, Trovants juga dapat memproduksi diri sendiri dengan cara bertunas.

Ketika batu-batu tersebut basah, akan timbul tonjolan-tonjolan kecil dipermukaan dan tumbuh semakin besar dengan seiringnya waktu dan ketika sudah cukup besar tonjolan tersebut akan memisah dari induknya.

Hebatnya lagi, beberapa dari mereka bahkan bisa bergerak sendiri. Ada banyak teori ilmiah yang menjelaskan asal dan perilaku aneh dari trovant.

Namun hingga kini, para ilmuwan masih bingung dengan fenomena tersebut. Mereka percaya bahwa batu-batu itu mengandung kandungan mineral yang tinggi.

Saat ini, batu-batu itu tetap menjadi daya tarik wisata yang populer di Rumania. Maka, Muzeul Trovantilator (Trovants Museum National Reserve) pun diresmikan pada tahun 2004 lalu, dan sekarang dilindungi oleh UNESCO .

Sains

5 Hewan Paling Gendut di Dunia

Published

on

Ilustrasi Gajah Laut Foto Ist

Mycity.co.id– Tidak hanya manusia, tubuh hewan juga bisa memiliki banyak lemak, yang membuatnya dijuluki sebagai hewan yang gemuk. 

Ada beberapa spesies hewan yang diketahui memiliki persentase lemak tubuh yang tinggi. Perlu diingat bahwa banyak hewan dengan bobot tubuh yang berat, tetapi tidak memiliki banyak lemak tubuh.

Hewan paling gemuk

Dilansir dari AZ Animals, berikut adalah daftar 5 hewan paling gemuk di dunia.

1. Paus biru

Paus biru tidak hanya hewan paling besar di dunia, tetapi juga salah satu yang paling gemuk. Mamalia laut ini biasanya memiliki sekitar 35 persen lemak tubuh, namun bisa mencapai hingga 50 persen.

Sementara itu, paus biru dapat memiliki berat lebih dari 150 ton, dengan lidah yang beratnya sama dengan gajah dewasa.

Paus biru makan krill, sejenis krustasea, dalam jumlah yang sangat banyak. Mereka menyedot air dan krill ke dalam mulut, lalu menyaring air keluar melalui pelat balin yang terbuat dari keratin. Biasanya, paus biru besar bisa mengonsumsi sekitar empat ton krill sehari.

2. Beruang kutub

Beruang kutub adalah hewan karnivora yang hidup di Kutub Utara yang sangat dingin. Oleh sebab itu, mereka membutuhkan perlindungan dari cuaca dingin yang ekstrem. 

Tubuh beruang kutub mengemas lemak sebagai insulasi (penghambatan untuk mencegah perpindahan panas) sehingga tubuh mereka memiliki lemak hingga 49 persen dari berat badan.

 Kebiasaan makan beruang kutub juga bertanggung jawab atas jumlah lemak tubuhnya. Beruang ini kebanyakan memakan anjing laut, khususnya anjing laut bercincin.

Anjing laut bercincin memiliki persentase lemak tubuh yang tinggi demgan lapisan lemak yang tebal agar tetap hangat di perairan subzero.

3. Paus sikat Atlantik Utara

Hewan paling gemuk berikutnya masih dari kelompok paus, yakni paus sikat Atlantik Utara. Lemak tubuh paus sikat mencapai 45 persen dari bobot tubuhnya.

Paus sikat Atlantik Utara memakan mangsanya dalam jumlah yang mencengangkan untuk mempertahankan simpanan lemak di tubuhnya. Paus ini bisa memakan copepoda dan larva krill sebanyak 2,4 ton per hari.

4. Gajah laut

Gajah laut memiliki tubuh dengan lemak yang sangat tebal, menjadikan mereka sebagai salah satu hewan paling gemuk. Gajah laut Selatan jauh lebih besar dari sepupunya di Utara, dengan berat hampir 4 ton dan lemak tubuh sekitar 40 persen dari berat badan mereka.

Gajah laut adalah mamalia laut terbesar yang tidak diklasifikasikan sebagai cetacea. Gajah laut utamanya memangsa cumi-cumi dan berbagai ikan, meskipun mereka juga akan memakan hiu, pari, belut, dan krustasea kecil.

5. Beruang grizzly

Hewan paling gemuk berikutnya adalah beruang grizzly, yang gemar menghabiskan sebagian besar waktunya di musim semi dan musim panas untuk mencari makanan guna mengganti cadangan lemak yang hilang dari musim dingin sebelumnya.

Beruang grizzly terberat memiliki bobot hingga 400 kg dengan lemak tubuh hingga 40 persen dari bobotnya. Beruang grizzly paling gemuk menjelang akhir musim panas atau awal musim gugur, tepat sebelum mereka memasuki hibernasi.

Sebagai omnivora, beruang grizzly dapat memakan berbagai makanan termasuk rumput, tumbuhan, serangga, atau hewan seperti rusa, bison, dan salmon.

Continue Reading

Sains

Ilmuwan Ciptakan Matahari Mini dengan Gravitasi 1.000 Kali Lebih Kuat Demi Hadapi Ancaman Badai Luar Angkasa

Published

on

Matahari Buatan Foto Ist

Mycity.co.id– Fisikawan telah menciptakan matahari mini dengan simulasi gravitasinya sendiri untuk menyelidiki penyebab cuaca atau badai luar angkasa yang ekstrem.

Matahari kecil ini terdiri dari plasma super panas di dalam bola kaca selebar 3 sentimeter. Matahari kecil ini juga menghasilkan gelombang suara yang membatasi plasma berputar seperti gravitasi matahari yang sebenarnya.

Dalam jurnal Physical Review Letters yang diterbitkan pada 20 Januari 2023, matahari mini ini membantu para ilmuwan memprediksi badai matahari ekstrem yang menyebabkan pemadaman listrik, melumpuhkan internet, dan menjatuhkan satelit.

“Kami menunjukkan bahwa sistem suara yang dihasilkan gelombang mikro menghasilkan gravitasi yang sangat kuat sehingga masalah gravitasi Bumi bukanlah kendala dalam penelitian ini.

Kami pun tidak perlu pergi ke luar angkasa untuk melakukan eksperimen ini lagi (tentang badai matahari),” kata Seth Putterman, seorang profesor dari profesor fisika di UCLA, dikutip dari laman Live Science, Rabu (1/2/2023).

Matahari adalah bola plasma raksasa yang ion bermuatannya berputar di atas permukaannya untuk menciptakan medan magnet yang kuat. Karena garis-garis medan magnet tidak dapat saling bersilangan, terkadang medan-medan ini berkelok-kelok sebelum tiba-tiba meledak.

Ledakan di permukaan matahari meluncurkan semburan radiasi yang disebut jilatan api matahari atau semburan material matahari yang disebut coronal mass ejections (CMEs).

Setelah diluncurkan, CME bergerak dengan kecepatan jutaan mil per jam, membentuk gelombang gabungan raksasa yang memicu badai geomagnetik. Para ilmuwan belum mengetahui detail secara pasti, kapan dan bagaimana badai ini terjadi.

Untuk menjelaskan proses terjadinya badai matahari, para ilmuwan membuat matahari mini. Mereka menempatkan gas belerang di dalam bola kaca sebelum meledakkannya dengan gelombang mikro.

Ledakan ini mengubah menjadi plasma panas dengan suhu 5.000 derajat Fahrenheit atau 2.760 derajat Celcius. Gelombang suara yang dihasilkan oleh gas terionisasi yang berputar-putar bertindak sebagai pengganti gravitasi.

“Dengan menggunakan suara yang dihasilkan gelombang mikro dalam tabung plasma panas berbentuk bola, kami mencapai medan gravitasi yang 1.000 kali lebih kuat dari gravitasi Bumi,” ungkap John Koulakis, fisikawan di University of California, Los Angeles (UCLA).

Kemudian campuran yang terbakar menjadi pola yang sangat mirip dengan aliran plasma yang terlihat di permukaan matahari, dengan yang diprediksi sesuai teori.

Dengan menangkap aliran ini di kamera, para ilmuwan berharap bahwa mereka mendapatkan wawasan tentang cara kerja dasar matahari. Diketahui bahwa aktivitas matahari telah dilacak para astronom sejak 1775, naik dan turun menurut

Continue Reading

Sains

Fenomena Aneh, Garis Malaikat di Kalimantan, Pakar Duga Contrails dan Pareidolia

Published

on

Potongan gambar video “Fenomena Garis Malaikat” di Kalimantan Selatan di aplikasi TikTok. (TikTok/@mudahanpiansugih)

Mycity.co.id– Sebuah video di aplikasi TikTok yang memperlihatkan fenomena alam ramai menjadi pembicaraan. “Ahad, 29 Januari 2023, tepatnya haul Abah Guru Sekumpul terlihat fenomena alam di langit Kalsel,” tulis keterangan yang menyertai video tersebut.

Pada video terlihat langit yang tertutup awan dan terdapat garis yang membelah kumpulan awan tersebut. Dan yang menarik, jika dilihat dengan posisi agak mendongak, pada garis tersebut terlihat Matahari bersinar terang.

“Dari Matahari ada garis lurus turun kayaknya ke Sekumpul, nih. Masyaallah. Ya, Allah,” terdengar suara laki-laki pembuat video dari dalam mobil. Ia menyebutkan lokasi dirinya di Banjar dari Basiri. Nama-nama lokasi yang disebutkan berada di Provinsi Kalimantan Selatan.

Di dalam mobil tersebut, perekam video tidak sendiri. Terjadi pembicaraan di antara mereka masih seputar fenomena tersebut. “Malaikat turun tuh,” kemudian ditimpali penumpang lain, “Ini garis malaikat nih. Pasti malaikat. Allah menyuruh malaikat.”

Video tersebut disukai oleh 223.500 orang, 3.583 memberi komentar dan diteruskan sebanyak 15.000 kali. Di antara komentar yang banyak disukai seperti dari akun Iman Sukses, “Yakinlah, malaikat selalu hadir setiap acara Islam, tak perlu meninggalkan jejak untuk membuat kita yakin. Apalagi haul Abah Guru Sekumpul.” Ada juga pendapat akun Viki bahwa setiap tahun ada fenomena saat haul Abah Guru.

Pendapat Ahli

Menurut Didi Satiadi, peneliti Pusat Riset Iklim dan Atmosfer, BRIN, setelah melihat video dan di citra satelit Himawari-8 pada tanggal 29 Januari 2023 siang hari, memang terlihat pertumbuhan awan di lokasi tersebut.

“Adanya pertumbuhan awan di atas daerah Sekumpul dengan kondisi angin yang relatif cukup tenang,” ujar Didi lewat pesan singkat Selasa, 31 Januari 2023 disertai tangkapan layar dari satelit Himawari-8. Pada lokasi sekitar Sekumpul, ia memberi lingkaran merah sebagai penanda.

Kemudian, sehubungan adanya garis bagaikan turun dari Matahari ke Sekumpul, menurutnya adalah fenomena yang dikenal sebagai contrails atau condensation trails.

“Dari sudut pandang sains atmosfer, fenomena tersebut dapat disebabkan oleh fenomena yang dikenal sebagai contrails,” jelasnya. Contrails adalah jejak kondensasi (embun) dari emisi gas sisa pembakaran yang dikeluarkan oleh mesin pesawat terbang, yang biasanya terlihat berbentuk garis berwarna putih memanjang di belakang pesawat terbang.

Contrails terjadi karena gas panas yang dikeluarkan mesin pesawat terbang bertemu dengan udara yang sangat dingin di ketinggian, sehingga terjadi proses kondensasi di mana uap air berubah menjadi butir-butir air, mirip dengan proses terjadinya awan.

Dengan posisi Matahari di atas, maka bayangan dari contrails tersebut jatuh di atas awan yang tipis, sehingga menimbulkan kesan garis yang berwarna lebih gelap. “Apabila diperhatikan lebih seksama di video tersebut, maka dapat terlihat bahwa garis ini bukan hanya ada “di bawah” Matahari, tetapi juga ada “di atas” nya,” ujarnya.

“Kesan garis yang seolah-olah “turun” ke Bumi dapat terjadi karena perspektif atau sudut pandang yang melihat, karena garis tersebut sebetulnya mendatar ke depan. Garis tersebut sebetulnya bukan berasal dari Matahari, tetapi merupakan bayangan yang terjadi di atmosfer,” tambahnya.

Malaikat atau Pareidolia?

Didi mengatakan awan dapat memiliki berbagai bentuk bergantung dari proses pembentukannya, kondisi cuaca pada saat itu, dan juga kondisi permukaan seperti adanya gunung atau lautan. Kadang-kadang awan terlihat seperti bentuk-bentuk yang sangat kita kenal, dan fenomena ini kadang-kadang disebut sebagai pareidolia.

Pareidolia adalah suatu fenomena psikologis di mana kita seolah-olah melihat objek yang dianggap penting atau berkesan. Didi memberi contoh foto citra satelit dataran tinggi Cydonia di permukaan Planet Mars. “Seperti melihat gambar binatang atau wajah di awan, melihat wajah di permukaan planet Mars seperti contoh gambar ini,” ujarnya.

Menurutnya, hal ini terjadi karena pikiran kita cenderung untuk memproyeksikan sebuah objek dengan sesuatu yang biasanya sudah kita kenal. Pareidolia sangat menarik karena membuat kita lebih memahami bagaimana cara pikiran kita bekerja.

Didi tetap mengapresiasi warga pembuat video tersebut. “Menurut saya sangat positif masyarakat memperhatikan fenomena alam seperti di Tiktok itu, mencari jawaban ilmiah, juga memperlihatkan kebesaran Tuhan YME, karena banyak misteri yang belum kita ketahui,” jelasnya.

Continue Reading
Advertisement

Trending