Connect with us

Teknologi

Tren Baru, Orang Kaya Ramai-Ramai Beli Tanah di Metaverse

Published

on

Ilustrasi Metaverse

Metaverse kini tengah gencar diperbincangkan di mana-mana. Meteverse, merupakan tanah virtual yang mana setiap orang bisa membeli tanah dan membangun bisnis di sana.

Metaverse saat ini sudah menjadi tren baru di kalangan orang kaya. Baik sejumlah artis maupun perusahaan internasional, tidak segan untuk membeli lahan di dunia virual tersebut. Tidak tanggung-tanggung, dana yang dibutuhkan dalam Metaverse ini juga sangat besar. Bahkan harga lahannya bisa mencapai milyaran rupiah. Meskin begitu, tren membeli lahan secara virtual ini justru semakin meningkat.

Dunia virtual 3D yang dihuni oleh avatar manusia sungguhan, merupakan istilah dari Metaverse itu sendiri. Istilah Metaverse ini pertama kali dicetuskan oleh Neal Stephenson, ia menyebutkannya di dalam novelnya yang berjudul Snow Crash pada tahun 1992. Singkatnya, Metaverse adalah dunia virtual tanpa akhir yang saling terhubung.

Baca Juga:

  1. Ada yang Laku Hingga Rp61 Miliar, Begini Cara Beli Tanah di Metaverse
  2. Elon Musk Kirim Sindiran Pedas untuk Metaverse
  3. Bill Gates: Bakal Banyak Orang Berkantor di Metaverse

Aktivitas yang bisa dilakukan di Metaverse ini antara lain:
-Melakukan perjalanan online
-Pergi ke acara konser virtual
-Mencoba pakaian digital untuk dibeli
-Melihat atau membuat karya seni

Beberapa perusahan internasional sudah turut meramaikan dan membangun bisnis di sana, berikut daftar perusahaan besar yang telah mempunyai lahan virtual di Metaverse yaitu:

Adidas

“Apa yang harus kita bangun bersama di @TheSandboxGame?” salah satu tweet Adidas, di laman twitternya. Hal ini merupakan sebuah konfirmasi bahwa merek adidas telah hadir juga di Metaverse, tepatnya pada bulan November lalu. Diketahui, melalui  platform Sandbox lah Adiadas membeli sebidang lahan di sana. Sekitar 114 plot yang dilaporkan oleh Rolling Stone, bahwa perusahaan telah membeli melalui platform tersebut.

Samsung

Tidak mau ketinggalan, Samsung juga ternyata mengikuti tren metaverse ini. Dilansir dari business Insider, saat masuk ke avatar Samsung, pengguna akan berada di luar gedung Metaverse Samsung. Kemudian saat telah sampai di lobi, akan ada pemandu virtual, yang akan mengarahkan secara virtual juga. Perusahaan teknologi terbesar Korea Selatan ini, membuka versi digital dari tokonya di New York, bernama Samsung 837X.

Prager Metis International

Perusahaan ini membuka kantor bagi penasehat dan jasa akuntansi, untuk individu dan bisnis di Metaverse, melalui platform Decentraland. CEO Prager Metis, Glenn Friedman mengatakan bahwa, “Kantor pusat Metaverse baru kami akan berfungsi sebagai jembatan antara tradisional dan digital serta menawarkan layanan keuangan dunia nyata ke Metaverse.” Kantor Metaversenya ini berlokasi di koordinat (18.144), di Decentraland.

Snoop Dogg

Dari rumah nyatanya Diamond Bar California, Snoop Dogg diketahui ternyata juga membuat tempat digital di Metaverse. Selain itu, ia mengungkapkan bahwa akan diadakan tempat musik untuk konser. Kemudian di dalamnya pun tersedia bagi para penghuni, di mana mereka bisa membuat permainan pada plot Snoopverse. Akan tetapi untuk yang berminat menjadi tetangga rapper di Metaverse, membutuhkan dana yang cukup besar, yaitu sekitar Rp 6,4 miliar untuk mendapatkannya.

Advertisement

Gadget-Telekomunikasi

iPhone 5 & 5C Tak Bisa Pakai WhatsApp Mulai Oktober 2022

Published

on

iPhone 5

Ada kabar buruk bagi aklian pengguna iPhone 5 dan 5C. WhatsApp akan menghentikan kompatibilitas iOS 10 dan 11. Dengan demikian, pengguna iPhone 5 dan 5C tak bisa langi menggunakan apilkasi ini pada Oktober 2022 nanti.

Seperti dilansir dari The Verge, Senin (23/5/2022), para pengguna yang saat ini masih menggunakan iOS 10 dan iOS 11 diminta melakukan update maksimal 24 Oktober 2022. Jika tidak, pengguna tidak bisa lagi menjalankan Whatsapp di perangkat mereka.

Namun untuk pengguna iPhone 5 dan 5c yang hanya maksimal iOS 10 diimbau mengganti ponsel ter-update bila tetap mau menggunakan Whatsapp.

Baca Juga:

  1. Dikenal Sebagai Kota Pahlawan, Inilah Sederet Rekomendasi Wisata Sejarah di Surabaya
  2. Keris dan Perubahan Budaya bagi Masyarakat Jawa
  3. Gua Liang Bua, Rumah Manusia Kerdil Indonesia dari NTT

“Saat ini, kami menyediakan dukungan untuk dan direkomendasikan menggunakan gawai berikut: Android OS 4.1 dan terbaru, iphone iOS 12 dan terbaru, KaiOS 2.5.0 dan terbaru, termasuk JiOPhone dan JiPhone 2,” tulis Whatsapp dalam halaman FAQ.

Whatsapp sudah memberi peringatan kepada pengguna iPhone iOS 10 dan iOS 11 bahwa mereka harus update agar bisa tetap menggunakan Whatsapp setelah 24 Oktober.

“Whatsapp akan menghentikan dukungan untuk iOS setelah 24 Oktober 2022,” demikian keterangan dari Whatsapp dari tangkapan layar peringatan kepada pengguna.

“Mohon pergi ke Setelan > Umum, kemudian klik Perbarui Perangkat Lunak untuk mendapatkan versi iOS terkini,” tulis mereka lagi.

Beda dari pengguna iPhone 5 dan 5c, para pengguna iPhone 6 dan 6s tidak perlu khawatir karena Whatsapp memastikan layanan mereka akan tetap berjalan di iOS 12.

Mengutip Yahoo Finance, iPhone 5 dan iPhone5c sudah berumur 10 tahun saat ini. Pengumuman Whatsapp ini diprediksi tak berdampak kepada banyak orang.

Pasalnya, sudah banyak pengguna Apple yang memperbarui perangkat mereka. Saat ini, iPhone sendiri sudah sampai ke versi iPhone 13.

Continue Reading

Teknologi

Bisa Live Streaming, TikTok Uji Coba Minigame di Vietnam

Published

on

By

TikTok

Pada platformnya di Vietnam, TikTok diketahui sedang menguji coba fitur game yang dapat disiarkan langsung atau live streaming.

TikTok ingin memanfaatkan fitur game tersebut untuk mendapatkan keuntungan uang dari iklan. Tidak hanya itu saja TikTok ternyata juga inigin agar di aplikasi mereka, penggunanya menghabiskan waktu yang lama di sana.

Mengutip Reuters, sumber TikTok mengatakan bahwa, “Kami selalu mencoba memperkaya platform kami dan secara teratur mencoba fitur baru dan integrasi yang membawa nilai positif ke komunitas kami.”

Dikarenakan Vietnam menawarkan populasi melek teknologi dengan 70 persen warganya berusia di bawah 35 tahun, membuatnya diduga menjadi yang terpilih dalam hal ini. Tiktok yang dimiliki oleh ByteDance China, menguji minigame atau gim sederhana berbasis HTML-5 semisal Disco Loco 3D dan Garden of Good pada tahap awal.

Baca Juga:

  1. Google Ajukan Bangkrut Usai Rekening Bank Dibekukan
  2. Pencipta iPod Kritik Metaverse: Merusak Hubungan Manusia
  3. Samsung: Sekarang Waktu yang Tepat untuk Masuk ke Zaman 6G

Kemudian untuk mengembangkan fitur game, TikTok turut menggandeng pihak ketiga yaitu Zynga. TikTok di sisi lain, bahkan juga berencana di dalam fitur live video miliki mereka turut akan menyertakan fitur game ini.

Di mana nantinya seorang pengguna bisa menyiarkan permainannya kepada pengguna lain, dikutip Tech Crunch. Selain itu, para pengguna TikTok pun dapat bermain bersama.

Tiktok bekerjasama dengan perusahaan yang berbasis di Tel Aviv Israel, Watchful untuk mengembangkan fitur game di Live Video. Akan tetapi terkait apakah fitur game akan tersedia secara global atau hanya di Vietnam saja, TikTok belum mengonfirmasinya.

Continue Reading

Teknologi

Google Ajukan Bangkrut Usai Rekening Bank Dibekukan

Published

on

Google

Pemerintah Rusia membekukan rekening bank milik Google. Hal itu membuat Google tampaknya akan memilih bangkrut dan tak lagi melakukan operasional di Rusia.

Seperti dilansir dari Endgaget, Jumat (20/5/2022), Google telah menangguhkan sebagian besar kegiatan komersialnya di Rusia akibat dari invasi Rusia ke Ukraina pada Februari lalu.

“Langkah ini membuat kantor kami di Rusia tidak dapat berfungsi termasuk mempekerjakan dan membayar karyawan yang berbasis di Rusia, membayar suplier dan vendor, serta kewajiban keuangan lainnya,” demikian pernyataan Google.

Baca Juga:

  1. Make Up ‘Nyebrang’ Sunburn Blush, Sempat Trending bikin Rias Wajah Makin Natural
  2. Sejarah Kayu Cendana, Primadona Aroma Segala Aroma
  3. Mudah! Ini Cara Buat Air Mawar Di Rumah

Meskipun tengah mengurus proses kebangkrutan, Google tetap akan memberi Rusia akses untuk layanan gratis seperti Search, YouTube, Gmail, Maps, dan Android untuk saat ini.

Pada Mei 2021, Rusia mendenda Google sekitar USD 82.000 atau sekitar Rp1,2 miliar karena dinilai telah gagal menghapus ribuan konten yang dianggap ilegal.

Pihak berwenang kemudian mendenda perusahaan tersebut sekitar USD 98 juta atau sekitar Rp1,5 triliun pada bulan Desember dengan alasan yang sama. Jumlah denda itu diperkirakan sekitar 5,7% dari omset Google 2021 di Rusia.

Dalam beberapa bulan terakhir, regulator telekomunikasi Roskomnadzor telah menekan YouTube untuk mencabut pembatasan akses ke media Rusia.

Continue Reading

Trending