NETWORK : RakyatPos | ValoraNews | KupasOnline | TopSumbar | BanjarBaruKlik | TopOne | Kongkrit | SpiritSumbar | Basangek | MenaraInfo | Medikita | AcehPortal | MyCity | Newsroom | ReportasePapua | RedaksiPos | WartaSehat JetSeo
Tinggi Asap Gunung Anak Krakatau Capai 150 Meter di Puncak Kawah - mycity.co.id
Connect with us

Regional

Tinggi Asap Gunung Anak Krakatau Capai 150 Meter di Puncak Kawah

Published

on

Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda mengalami erupsi asap dua kali/Antara

Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda mengalami erupsi asap dua kali/Antara

mycity.co.id Tinggi asap Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda antara Banten dan Lampung mencapai 150 meter di atas puncak kawah dan secara visual gunung api tampak jelas.

“Asap Gunung Anak Krakatau juga teramati berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis dan sedang,” kata Ade Yaser Akhmad Purwata, petugas penyusunan pelaporan yang diunggah melalui laman KESDM Badan Vulkanologi PVMBG Pos Pengamatan Pasauran Gunung Anak Krakatau (GAK), Anyer, Kabupaten Serang, Selasa (24/1/2023).

Selama ini, kondisi Gunung Anak Krakatau masih berstatus siaga Level III dan PVMBG
merekomendasikan radius lima kilometer.

Nelayan,masyarakat, wisatawan dan pendaki dilarang mendekati puncak kawah Gunung Anak Krakatau dengan ketinggian 157 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Aktivis Gunung Anak Krakatau sepanjang Selasa (24/1) mulai pukul 12.00 – 18. 00 WIB mengeluarkan asap kawah ketinggian antara 50 -150 meter dan bertekanan lemah hingga sedang teramati berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis dan sedang.

Sementara kegempaan low frekuensi sebanyak enam kali kejadian dengan amplitudo 24-45 milimeter dan durasi 7-15 detik.

Kegempaan vulkanik dalam sebanyak satu kali kejadian dengan amplitudo 23 milimeter, S-P – 2.5 detik dan durasi 10 detik.

Begitu juga kegempaan mikrotremor/tremor menerus dengan amplitudo 3-35 milimeter dan amp dominan 13 milimeter.
Selama ini, kondisi Gunung Anak Krakatau siaga Level III dan masyarakat, nelayan, wisatawan serta pendaki dilarang mendekati atau beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah aktif.

Advertisement

Regional

Warga Keluhkan Kenaikan PBB, Gibran: Solo itu Kota

Published

on

Gibran Rakabuming tanggapi masalah kenaikan PBB

Gibran Rakabuming tanggapi masalah kenaikan PBB.

mycity.co.id – Warga Kota Surakarta, Jawa Tengah mengeluh dengan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Di mana naiknya PBB dinilai tidak sesuai jika dibandingkan penghasilan rata-rata per bulannya.

Hal ini ditanggapi oleh Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka. Gibran mengatakan, bahwa saat ini du Surakarta ada stimulus kenikan (PBB). Dia menyebutkan naiknya PBB ini, warga bisa meminta pengurangan atau diskon tagihan.

“Naiknya tinggi, stimulusnya tinggi juga. Kalau pengen ada ‘request’ (permintaan) pengurangan, diskon, bisa,” kata Gibran di Solo, Minggu (5/2/2023) kepada awak media.

Gibran mengatakan, kenaikan besaran PBB adalah hal wajar. Ini karena Solo adalah Kotamadya. Selain itu pembangunan infrastruktur secara besar-besara sudah dilakukan sejak beberapa waktu terakhir.

“Solo ini sudah kota lho ya, sudah berkembang banget. Nilai tanahnya ya pasti naik,” katanya.

Apalagi, dikatakannya, rumah-rumah yang berada di dekat tempat-tempat wisata dan beberapa kawasan bisnis.

“Yang rumahnya sekitar museum, Pedaringan, sekitar Technopark, Waterpark, sekitar Solo Safari,” katanya.

Ia mengatakan kenaikan nilai jual objek pajak (NJOP) untuk mengejar target pendapatan asli daerah (PAD) Kota Surakarta. Pada 2023 ini target PAD Kota Surakarta naik sebesar Rp80 miliar dibandingkan tahun lalu menjadi Rp820 miliar.

Continue Reading

Regional

PBNU Gelar Muktamar Internasional Fiqih Peradaban di Surabaya

Published

on

PBNU Gelar Muktamar Internasional Fiqih Peradaban di Surabaya

PBNU Gelar Muktamar Internasional Fiqih Peradaban di Surabaya

mycity.co.idPengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar Muktamar Internasional Fiqih Peradaban di Kota Surabaya, Jawa Timur pada Senin (6/2/2023).

Ketua Umum PBNU K.H. Yahya Cholil Staquf saat konferensi pers jelang muktamar di Surabaya, Ahad (5/2), mengatakan, forum itu menghadirkan 15 pakar dari dalam negeri maupun mancanegara sebagai pembicara kunci.

“Kelima belas pemaparan para mufti dan ahli hukum Islam tersebut mengulas berbagai persoalan kontemporer dari sudut pandang Islam, mulai dari format negara-bangsa, relasi dengan non-muslim, hingga tata politik global. Salah satunya pembahasan tentang posisi Piagam PBB di mata syariat Islam,” kata dia.

Gus Yahya, sapaan akrabnya, berharap hasil muktamar dapat menginisiasi bergulirnya wacana mengenai fikih peradaban dalam konteks global.

“Tujuan dari muktamar adalah menginisiasi diskursus wacana tentang peradaban seperti apa yang hendak kita inginkan bagi masa depan umat manusia,” ujar dia.

Gus Yahya berharap para ulama internasional dapat bersinergi dalam mengupayakan wacana tersebut.

Menurut dia, ada kekosongan cukup besar di tengah arus wacana toleransi dan moderasi beragama. Karenanya, melalui muktamar ini, PBNU ingin menjaring pandangan para ulama ahli fikih mengenai hal tersebut.

“Kami hendak memulai satu perbincangan wacana yang serius di kalangan para ulama ahli fikih tentang bagaimana sebetulnya wawasan peradaban itu dikaitkan dengan nilai syariah yang valid,” kata kiai kelahiran Rembang, Jawa Tengah, 56 tahun lalu itu.

Gus Yahya menegaskan, Muktamar Internasional Fiqih Peradaban bukan satu agenda yang kecil, melainkan agenda raksasa. Sebab, hal tersebut melewati pergulatan yang tidak ringan. Dia memberanikan diri untuk melaksanakannya sebagai proses keilmuan yang valid untuk kebaikan di masa depan.

“Proses keilmuan yang valid tentang bagaimana umat Islam memperjuangkan masa depan peradaban lebih baik untuk semua orang,” katanya.

Continue Reading

Regional

Cuaca Ekstrem, 470 Warga Terdampak Banjir di Kabupaten Kupang

Published

on

Ilustrasi Banjir/AP

Ilustrasi Banjir/AP

mycity.co.id Sebanyak 113 kepala keluarga yang terdiri dari 470 jiwa warga di Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, terdampak banjir.

Berdasarkan keterangan dari Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Semi Tinenti, banjir tersebut terjadi akibat luapan air dari kali Oesao yang juga dipengaruhi cuaca ekstrem.

“Berdasarkan pendataan dilakukan tim dari BPBD terdapat 113 kepala keluarga yang terdampak bencana banjir di Kecamatan Kupang Timur akibat luapan air banjir kali Oesao sebagai dampak dari cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Kupang berupa hujan dengan intensitas lebat dalam sepekan ini,” katanya, Minggu, 5 Februari 2023.

Luapan air banjir dari kali Oesao terjadi setelah tanggul bendungan Oesao di Desa Pukdale jebol pada Sabtu, 4 Februari 2023 dini hari. Semi Tinenti pun mengatakan, banjir tersebut membuat adanya warga terdampak yang harus mengungsi ke sejumlah fasilitas umum.

“Ada warga yang mengungsi ke beberapa fasilitas umum karena kondisi rumah terendam air banjir. Warga yang mengungsi dari Kelurahan Naibonat,” ujarnya.

Semi Tinenti menjelaskan cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah Kabupaten Kupang tersebut di antaranya adalah angin kencang hingga hujan lebat yang kemudian menyebabkan wilayah Kecamatan Kupang Timur banjir.

Tak hanya banjir, Semi Tineti mengungkapkan bahwa cuaca ekstrem berupa hujan lebat tersebut juga menyebabkan tanah longsor di Kecamatan Nekamese. Tepatnya di ruas jalan yang menghubungkan Desa Oemasi dan Desa Bone.

Meski demikian, peristiwa longsor tersebut tidak menyebabkan akses transportasi di wilayah setempat terganggu.

Lokasi pengungsian
Menurut keterangan dari Bupati Kupang Korinus Masneno, ia mengatakan bahwa pihaknya menyiapkan tiga lokasi pengungsian bagi warga yang terdampak banjir. Adapun, ketiga lokasi tersebut adalah SD Negeri Naibonat, Gereja Elim, dan rumah jabatan Bupati Kupang yang berlokasi di Oelamasi.

Tak hanya menyiapkan tempat pengungsian, Bupati Kupang tersebut juga mengatakan, pihaknya mendirikan dapur umum, dan menyiapkan makanan bagi warga terdampak banjir.

“Kami harus memastikan semua warga terdampak bencana alam banjir ini tetap mendapatkan kebutuhan makanan yang memadai, sehingga tidak ada yang kesulitan makanan di saat sedang terjadi bencana seperti ini,” ucapnya seperti dilaporkan Antara.

Mitigasi Banjir
Banjir merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi ketika hujan lebat mengguyur. Oleh karena itu, masyarakat pun harus mengetahui bagaimana cara mengurangi risiko banjir. Adapun, berikut mitigasi banjir yang dapat diterapkan masyarakat:

– Sebelum bencana: Mempersiapkan langkah evakuasi, mempersiapkan kebutuhan saat banjir, menempatkan dokumen penting pada tempat yang aman, dan lainnya.

– Saat bencana: Evakuasi ke tempat yang lebih tinggi, matikan semua jaringan listrik, gunakan tongkat untuk mengecek kepadatan tempat berpijak jika harus berjalan di tengah genangan air.

– Setelah bencana: waspadai instalasi listrik, buang makanan yang terkena air banjir, dan bersihkan tempat tinggal hingga kotoran tak tersisa.

Continue Reading
Advertisement

Trending