NETWORK : RakyatPos | ValoraNews | KupasOnline | TopSumbar | BanjarBaruKlik | TopOne | Kongkrit | SpiritSumbar | Basangek | MenaraInfo | Medikita | AcehPortal | MyCity | Newsroom | ReportasePapua | RedaksiPos | WartaSehat JetSeo
Timnas Maroko Selebrasi Kemenangan Sambil Bentangkan Bendera Pelestina Usai Tumbangkan Spanyol - mycity.co.id
Connect with us

Sport

Timnas Maroko Selebrasi Kemenangan Sambil Bentangkan Bendera Pelestina Usai Tumbangkan Spanyol

Published

on

Timnas Maroko kibarkan bendera Palestina dalam perayaan lolos ke perempatfinal Piala Dunia 2022. (Foto: Twitter/_amroali)

Tim Nasional (Timnas) Maroko secara mengejutkan mampu singkirkan Spanyol di babak 16 besar Piala Dunia 2022. Menariknya dalam merayakan keberhasilan mereka lolos ke perempatfinal itu, Timnas Maroko juga membentangkan bendera Palestina.

Pertandingan Maroko vs Spanyol dilangsungkan di Education City Stadium, Ar Rayyan, pada Selasa 6 Desember 2022 malam WIB. Setelah bermain imbang 0-0 hingga babak tambahan waktu, Maroko sukses merebut tempat di perempatfinal dengan menang 3-0 melalui drama adu penalti.

Maroko menang atas Spanyol di 16 besar Piala Dunia 2022

Tentu saja kemenangan tersebut sangat berarti bagi Maroko yang sukses mengalahkan tim sebesar Spanyol. Pasalnya ini merupakan kali pertama bagi Singa Atlas berhasil mencapai babak perempatfinal di ajang Piala Dunia.

Meski begitu Maroko tidak hanya memberikan momen kebahagian tersebut untuk warga Maroko saja. Hakim Ziyech dan kawan-kawan juga mendedikasikan kemenangan tersebut kepada masyarakat Palestina yang terus berjuang melawan Zionis Israel.

Karena itu, Maroko pun mengibarkan bendera Palestina untuk merayakan keberhasilan tersebut. Tentu saja hal tersebut menjadi pusat perhatian bagi negara-negara lain di seluruh dunia.

Sport

Prestasi Mentereng Muhammad Ali, Siapa Sangka Minatnya di Dunia Tinju Berawal dari Hal Unik

Published

on

Muhammad Ali/Instagram/@muhammadali

Muhammad Ali/Instagram/@muhammadali

Cassius Marcellus Clay, Jr atau yang akrab disapa dengan Muhammad Ali ini lahir pada 17 Januari 1942 di Amerika Serikat, tepatnya di Lousvile Kentucky. Muhammad Ali merupakan sosok petinju yang sangat melegenda di dunia.

Ia tumbuh besar di Amerika, dengan seorang Ibu yang berprofesi sebagai juru masak dan pembersih rumah. Dan Ayahnya yang berprofesi sebagai seorang pelukis papan nama serta seorang yang gemar membuat mural gereja.

Ia memulai karier bertinjunya tersebut pada saat dirinya masih berusia 12 tahun. Selama merintis karier bertinjunya tersebut, ia berhasil membukukan pencapaian rekor hingga 108 kali menang dan 8 ali kalah dalam pertandingan amatir.

Medali emas berhasil ia raih lewat pertandingan kelas berat di Olimpiade Rima Italia pada tahun 1960, hal tersebut kemudian menghantarkan Clay berada di puncak kariernya sebagai seorang pentinju dalam dunia tinju amatir.

Kegemarannya terhadap dunia tinju dapat dikatakan sangat menarik dan unik. Pada saat itu Clay kehilangan sepeda Schwinn barunya yang berharga $60 karena dicuri, kemudian dirinya melaporkan hal tersebut kepada seorang petugas polisi di Louisville yang pada saat itu sedang mengelola gym tinju setempat, petugas polis tersebut bernama Joe Martin

Clay datang dan melaporkan tersebut dengan keadaan penuh dengan air mata serta amarah yang membara. Clay mengatakan kepada Martin bahwa ia ingin menghajar seseorang yang telah mencuri sepedanya tersebut.

Hal tersebut kemudian membuat Martin mengeluarkan suatu ide, yakni menyarankan kepada Clay untuk terlebih dahulu mempelajari cara meninju dengan benar sebelum dirinya berani menantang orang diajaknya adu hantam.

Disetujui oleh Clay, Clay memutuskan untuk bekerja dan berlatih dengan Martin untuk belajar bagaimana cara bertanding. Hal tersebut membuahkan hasil usai enam minggu Clay berlatih, ia memulai karier bertandingnya di pertandingan amatir pada tahun 1954.

Di pertandingan selanjutnya di tahun 1959, Clay memenangkan turnamen Golden Gloves untuk pemula di kalas Light-heavyweight. Dan di tahun 1958, Clay mendapatkan kesempatan untuk melakukan perjalanan dalam kompetisi nasional.

Kompetisi nasional merupakan yang pertama bagi Clay, yakni kompetisi National Golden Gloves Tournament of Champions. Namun Clay kalah d perempat final, hal tersebut semakin membuat Clay tambah semangat untuk berlatih.

Hingga satu tahun setelahnya, dimana dirinya sudah memiliki postur tubuh yang lebih tinggi dan lebih berat, Clay rupanya berhasil mengalahkan Tony Madigan, seorang atlet tinju berkelahiran Australia yang telah meraih beberapa kejuaraan olimpiade unggulan.

Usai dirinya lulus Sma, yakni pada musim panas 1960, Clay berkesempatan mendapat tempat di tim Olimpiade Amerika Serikat 1960. Ia kemudian pergi ke Roma untuk melakukan pertandingan merebutkan medali emas cabor tinju kelas Light-heavyweigt di Olimpiade 1960.

Setelah memenangkan tiga pertandingan pertamanya, Caly berhasil mengalahkan Zbigniew Pietrzykowski dari Polandia untuk memenangkan medali emas Olimpiade cabor tinju kelas Light-heavyweigth.

Dibalik prestasi yang diarih oleh seorang Clay, rupanya terdapat peran seorang Martin yang telah melatih Clay selama enam tahun dan membujuk Clay untuk berani mempertaruhkan hidupnya dan pergi ke Roma bersama dengan Tim Olimpiade 1960.

Dorongan dan bujukan tersebut sangat penting bagi seorang Clay, karena sedari kecil Clay merupakan orang yang takut untuk terbang. Martin banyak mengajarkan Clay basic mengontrol diri dalam berlatih, meski revisionis sejarah kemudian memberi lebih banyak pujian kepada Fred Stoner, seorang pelatih di lingkungan Smoketown.

Atas kemenangan-kemenangan yang Clay raih tersebut kemudian menjadikan Clay seorang petinju dengan julukan Louisville Lip dan Mighty Mouth. Tercatat 19 kali kemenangan pada tahun 1964, Clay kemudian menantang juara dunia Sonny Liston.

Dalam pertandingan tersebut menjadi suatu pertandingan yang penuh kesengitan dan drama, Liston tak mampu beranjak dari sudutnya pada ronde tujuh. Ditahun yang sama, Clay bergabung dengan organisasi Nation od Islam dan mengganti namnya menjadi Muhammad Ali.

Di tahun 1967, Ali menjalani pertandingan revans melawan Liston, namun pertandingan tersebut kembali dijuarai oleh Ali. ia juga sempat mengalahkan mantan juara Floyd Petterson dan lima kali mempertahankan gelar hingga tahun 1967.

Namun kepopularitasnya seorang Ali sebagai petinju sempat merosot lantaran dirinya menolak mengikuti wajib militer dalam perang Vietnam. Ia menjadi salah satu tokoh terkenal di Amerika dengan citra anti perang dan anti wajib militer.

Hal tersebut rupanya juga berimbas kepada kariernya, Ali dikenai sanksi larangan untuk bertanding di Amerika Serikat pada awal-awal tahun 1967 dan kemudian meletakkan gelar juara dunia kelas berat.

Hingga pada akhir tahun 1970, Ali kembali ke atas ring dengan menantang seorang juara dunia Joe Frazier namun pertandingan tersebut membuahkan Ali kalah 15 ronde. Namun tak pantang menyerah, di tahun 1974, Ali kembali menantang Joe Frazier dan Ali berhasil mengalahkannya dengan angka mutlak.

Ditahun yang sama, Ali menantang seorang Geogre Foreman, pertarungan keduanya diwarnai dengan intrik dan strategi yang mengagumkan. Hingga akhirnya pada ronde ke delapan, Ali berhasil mengalahkan Foreman dengan keadaan KO.

Ditonton oleh sebanyak 700 juta penonton televisi dan di hadapan 28.000 penggemar tinju, akhirnya Ali kembali melawan Frazier dan berhasil mengalahkannya dengan pertarungan yang keras yang saat iu dijuluki ‘Sensasi Manila’. Pertandingan tersebut membuat Ali dan Frazier dikenal sebagai petarung paling tangguh di dunia.

Ali sempat kehilangan gelarnya usai menghadapi Leon Spinks, namun pada 1978 Ali kembali merebut gelar tersebut setelah mengalahkan Spinks dalam 15 ronde pertarungan ulang. Hingga pada 1979, Ali memutuskan untuk pensiun dari dunia tinju.
Namun rupanya pada 1980, Ali kembali ke atas ring dengan melawan Larry Holmes, seorang juara kelas berat saat itu. Pertandingan tersebut dimenangkan oleh Larry, namun Larry mengingat dulunya ia sangat mengidolakan sosok Ali.

Di usia hampir 40 tahun, Ali melawan Trevor Berbick yang saat itu berusia 27 tahun. Meskipun selama pertandingan Ali mampu bertahan sepanjang sepuluh ronde, rupanya ia kalah dengan keputusan bulat. Dan pertandingan tersebut menjadi pertandingan Ali yang terakhir.

Tahun 1982, Ali kembali ke gym untuk konsisten berlatih selama tiga minggu unuk tour laga amal yang ada di Arab Saudi, India, dan Pakistan. Alam tersebut akan dialokasikan untuk membangun masjid baru di Chicago.

Ali mengatakan “My life is just starting at 40,” dimana usai pensiun Ali membaktikan dirinya untuk kegiatan amal, kemanusian, dan berdakwah di seluruh dunia. Sosok Muhammad Ali dikenal sebagai legenda usai kematiannya pada 2016 lantaran sakit.

Ali wafat di usia 74 tahun. Ia dimakamkan di Pemakaman Nasional Cave Hill di Louisville. Namanya sangat harum dikenang bukan hanya sebagai sosok yang terampil dalam olahraga, namun juga pendirian, pikiran, dan keberaniannya. (Khansanida Defta Maura)

Continue Reading

Sport

Shin Tae-yong Beri Batas Waktu ke Pemain Gabung TC Timnas

Published

on

Dua pilar Timnas U-23 Indonesia, Marselino Ferdinan dan Ronaldo Kwateh, merayakan gol saat beraksi di ajang SEA Games 2022 Vietnam. Keduanya diketahui sedang menapaki karier di Eropa. Di sisi lain, Pelatih Timnas U-20 Indonesia, Shin Tae-yong membutuhkan jasa mereka untuk mengarungi Piala Asia U-20 2023/Tangkap Layar Zingnews

Dua pilar Timnas U-23 Indonesia, Marselino Ferdinan dan Ronaldo Kwateh, merayakan gol saat beraksi di ajang SEA Games 2022 Vietnam. Keduanya diketahui sedang menapaki karier di Eropa. Di sisi lain, Pelatih Timnas U-20 Indonesia, Shin Tae-yong membutuhkan jasa mereka untuk mengarungi Piala Asia U-20 2023/Tangkap Layar Zingnews

mycity.co.idPelatih Timnas Indonesia U-20, Shin Tae-yong secara tegas memberikan batas waktu bagi pemain yang dia panggil untuk bergabung menjalani pemusatan latihan (TC/Training Centre).

Batas waktu yang diberikan Shin Tae-yong bagi para pemain tersebut adalah selam sepekan ke depan.

Hal tersebut diungkapkan oleh seusai memimpin latihan timnas U-20 Indonesia di Lapangan A Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (3/2/2023).

Sejauh ini, dari 30 nama pemain yang mendapat panggilan, diketahui baru 20 pemain yang sudah mengikuti TC timnas U-20 Indonesia.

Sepuluh yang pemain yang belum hadir meliputi 5 dari Persija Jakarta yaitu Alfriyanto Nico Saputro, Cahya Supriadi, Doni Tri Pamungkas, Ginanjar Wahyu Ramadhani, dan Muhammad Ferarri.

Tiga pemain Persib Bandung adalah Ferdiansyah, Kakang Rudianto, Robi Darwis.

Lalu, dua lagi yaitu Ronaldo Kwateh dan Marselino Ferdinan yang sedang berada di luar negeri.

Ronaldo Kwateh dilaporkan sedang di Turki dan akan bergabung dengan klub divisi kedua setempat, Bodrumspor.

Sementara Marselino Ferdinan baru saja diresmikan oleh klub divisi kedua Belgia, KMSK Deinze.

“Ditunggu sampai minggu ini,” ucap Shin Tae-yong.

“Ada pemain Persija sama Persib belum dilepas ke timnas. Tadi siang dapat kabar dari Persib akan lepas pemain dan sudah dijanjikan juga, tinggal Persija saja nanti,” tutur pelatih asal Korea Selatan itu.

“Dan dua lagi Marselino sama Ronaldo,” kata Shin Tae-yong.

Shin Tae-yong berharap klub dapat segera melepas pemainnya ke timnas U-20 Indonesia.

Pelatih asal Korea Selatan itu tidak menjelaskan apa yang bakal dia lakukan jika para pemain yang mendapat panggilan, tidak bisa memenuhi batas waktu yang ditentukan untuk kumpul menjalani TC.

Pun begitu, Shin Tae-yong dikenal sebagai pelatih tegas yang tak segan mencoret pemain dari Timnas jika menyalahi aturan yang dia tetapkan.

Merujuk pada riwayat itu, Marselino Ferdinan dan Ronaldo Kwateh bisa saja terancam kena coret Shin Tae-yong jika tak bergabung ke TC Timnas U-20 Indonesia dalam batas waktu sepekan ini.

Terdekat, timnas U-20 Indonesia akan berlaga di Piala Asia U-20 2023 Uzbekistan.

Tergabung di Grup A, skuad Garuda Nusantara akan berjumpa Irak (1/3/2023), Suriah (4/3/2023), dan Uzbekistan (7/3/2023).

“Karena ini akan ada turnamen dunia di bulan Maret, saya minta tolong. Saya mengerti pihak atau klub seperti apa tapi mohon pengertiannya dari klub agar bisa dilepas pemainnya,” pungkas Shin Tae-yong.

Continue Reading

Sport

Shaquille O’Neal Mantan Bintang NBA yang Sering Cedera, Ini Profilnya…

Published

on

Shaquille O'Neal. /Instagram.com/@shaq

Shaquille O’Neal. /Instagram.com/@shaq

mycity.co.id Shaquille O’Neal tentunya bukan sosok asing bagi para pencinta basket, khususnya penggemar NBA. Mantan pemain basket profesional yang dikenal dengan sebutan Shaq ini disebut-sebut sebagai center terbaik sepanjang masa. Tercatat, Shaq memiliki berkiprah selama 19 tahun di NBA dan sudah empat kali meraih gelar juara.

Karier profesional Shaquille O’Neal dimulai ketika bergabung dengan Orlando Magic pada tahun 1992. Pada minggu pertama debutnya, Shaq sudah mendapatkan gelar Player of the Week hingga dianugerahi penghargaan NBA Rookie of the Year pada tahun 1993.

Pada tahun yang sama, pemain kelahiran tahun 1972 ini terpilih untuk ikut dalam pertandingan All-Star dan All-NBA 3rd Team.

Pertandingan final Shaq yang pertama kali terjadi pada tahun 1995 melawan tim juara bertahan, Houston Rockets. Pertandingan ini dimenangi Orlando Magic. Sayangnya, setelah pertandingan tersebut, Shaq mengalami cedera sehingga harus melewatkan 28 pertandingan selama musim 1995-1996.

Lepas dari Orlando Magic, Shaq sempat tidak tergabung dengan tim manapun. Hingga pada musim panas tahun 1996, Shaq masuk ke dalam daftar pemain untuk tim basket nasional Amerika Serikat dalam ajang Olimpiade 1996 di Atlanta.

Bersamaan dengan dimulainya Olimpiade, banyak media memberitakan bahwa Shaq akan bergabung dengan Los Angeles Lakers dan dikontrak selama tujuh tahun. Dengan adanya Shaq, serta pendatang baru Kobe Bryant, banyak orang berekspektasi tinggi terhadap Los Angeles Lakers.

Sayangnya, mereka gagal meraih kemenangan pada musim 1998-1999 ketika bertanding dengan San Antonio Spurs. Saat itu, San Antonio Spurs keluar sebagai juara NBA tahun 1999.

Pada musim 1999-2000, Shaq terpilih sebagai Most Valuable Player. Bersama Los Angeles Lakers, Shaq meraih penghargaan All-Defensive Team keduanya pada tahun 2000, setelah mendapatkan yang pertama ketika masih bermain untuk Orlando Magic.

Pada Januari 2002, Shaq sempat terseret kontroversi ketika bertanding melawan Chicago Bulls. Saat itu, dia memukul Brad Miller setelah tak terima dilanggar dengan keras.

Akibat kejadian itu, Shaq diskors selama tiga pertandingan dan didenda sebesar 15.000 dollar AS (sekitar Rp200 juta).

Meski begitu, insiden tersebut tak meredupkan karier Shaq. Bersama Kobe Bryant, dia sukses membawa Los Angeles Lakers meraih juara tiga tahun berturut-turut yakni tahun 2000, 2001, dan 2002. Dia pun dinobatkan sebagai MVP of the NBA Finals.

Pada musim 2002-2003, Shaq terpaksa melewatkan 12 pertandingan karena proses pemulihan setelah operasi pada jari kakinya. Dia didiagnosis menderita hallus rigidux atau jempol kaki kaku yang merupakan penyakit artritis degeneratif.

Los Angeles Lakers mulai merasakan performa Shaq mulai menurun pada musim 2003-2004. Selain itu, mereka juga menganggap Shaq terlalu mendewakan uang dibanding performanya untuk tim di lapangan.

Akhirnya, Los Angeles Lakers memutuskan untuk menukar Shaq ke Miami Heat.

Shaq bergabung dengan Miami Heat pada tanggal 14 Juli 2004. Menurutnya, salah satu alasan dia pindah ke Miami Heat adalah kehadiran pemain bintang yang ketika itu sedang naik daun, Dwyane Wade.

Bersama Miami Heat, Shaq meraih penghargaan ke-12 All-Star Team, All-NBA 1st Team, dan gelar Eastern Conference Player of the Month. Kesuksesannya itu mendorongnya untuk memperpanjang kontrak selama lima tahun bersama Miami Heat pada bulan Agustus 2005.

Seiring bertambahnya usia, performa Shaq mulai menurun. Pada musim 2006-2007, Miami Heat tersingkir dalam pertandingan pembuka oleh Chicago Bulls. Ini menandakan pertama kalinya dalam 50 tahun, tim juara bertahan NBA langsung tersingkir sejak pertandingan pembuka.

Sejak saat itu hingga musim 2007-2008, Shaq mulai mengalami kemunduran dalam karier basketnya. Dia juga banyak melewatkan pertandingan karena cedera. Hingga akhirnya, pada musim yang sama, Shaq pindah ke Phoenix Suns.

Shaq bergabung dengan Phoenix Suns pada Februari 2008 dan memulai debutnya bersama mereka pada pertandingan tanggal 20 Februari 2008. Saat itu, dia melawan mantan timnya, Los Angeles Lakers.

Akan tetapi, Shaq memulai kariernya bersama Phoenix Suns dengan cukup sulit. Setelah kalah dari Los Angeles Lakers, mereka kembali kalah atas San Antonio Spurs.

Performanya meningkat pada musim 2008-2009, di mana Shaq kembali ke All-Star Game tahun 2009 dan dinobatkan sebagai co-MVP.

Shaq kembali berpindah tim, kali ini ke Cleveland Cavaliers pada tanggal 25 Juni 2009. Tim tersebut merupakan tim yang dipimpin oleh LeBron James. Tetapi sayangnya, performa Shaq terus menurun sepanjang musim 2009-2010.

Pelatih Boston Celtics merekrut Shaq pada tanggal 4 Agustus 2010 dengan syarat mereka tidak akan memberikan perlakuan istimewa padanya dan memastikan dia tidak akan membuat masalah di ruang ganti seperti saat di Los Angeles Lakers dan Miami Heat.

Selama bersama Boston Celtics, Shaq lebih banyak melewatkan pertandingan karena cedera yang dialaminya pada kaki, lutut, betis, pinggul, dan tendon.

Hingga akhirnya, pada tanggal 1 Juni 2011, Shaq mengumumkan rencana pensiun melalui akun media sosial Twitter.  Shaq menggelar konferensi pers di rumahnya dan menyatakan akan pensiun pada tanggal 3 Juni 2011. (Annisa Roffina Nurprili)

Continue Reading
Advertisement

Trending