Connect with us

Internasional

Tiga Politisi Terkemuka Afganistan Menjadi Anggota Dewan Taliban

Published

on

Tiga Politisi Afganistan menjadi anggota dewan Taliban yang beranggotakan 12 orang

Dinukil dari berita Mehr News Agency, Kamis (26/8/2021), tiga politisi Afganistan terkemuka akan menjadi anggota dewan Taliban yang beranggotakan 12 orang, yaitu mantan Presiden Hamid Karzai, Ketua Dewan Rekonsiliasi Nasional Tertinggi Abdullah Abdullah dan pemimpin Mujahidin Islam di Afganistan Gulbuddin Hekmatyar termasuk di antara 12 anggota Taliban.

Para pemimpin Taliban akan membentuk dewan beranggotakan 12 orang untuk menjalankan pemerintahan Afganistan. Sebuah sumber yang dekat dengan Taliban juga mengatakan bahwa kelompok itu berusaha menemukan pemerintah yang dapat diterima oleh masyarakat Internasional.

Baca Juga :

  1. Agar Tak Kabur, Taliban Blokir Akses Masyarakat Afganistan ke Bandara Kabul
  2. Agar Tak Kabur, Taliban Blokir Akses Masyarakat Afganistan ke Bandara Kabul
  3. Ancaman Taliban: AS Perpanjang Waktu Evakuasi, Nyawa Pasukan Militer Terancam

 “Dalam hal ideologi dan keyakinan, tidak ada perbedaan antara Taliban sekarang dan dua puluh tahun yang lalu, tetapi dalam hal kematangan politik, perubahan telah terjadi dan sekarang Taliban secara politik telah menjadi lebih dewasa,” kata Zabihullah Mujahid, juru bicara senior Taliban dalam konferensi pers pertamanya.

 Sebelumnya, bersamaan dengan jatuhnya Kabul ke tangan Taliban, Hamid Karzai mengumumkan pembentukan Dewan Koordinasi beberapa jam setelah konfirmasi pengunduran diri dan kepergian mantan Presiden Afganistan Ashraf Ghani dari Afganistan.

Dalam pesan ini, dia mengumumkan setelah kepergian Ashraf Gani dan pejabat yang bertanggung jawab dari Negara ini untuk mencegah kekacauan dan megurangi penderitaan rakyat dan mengelola lebih baik urusan yang berkaitan dengan perdamaian dan pemindahan kekuasaan secara damai.

Dia mengumumkan juga bahwa tiga politisi Afganistan menjadi dewan pemerintahan Taliban  yang terdiri dari Abdullah Abdullah Ketua Dewan Rekonsiliasi Nasional Tertinggi, Pemimpin Jihad Gulbuddin Hekmatyar, Ketua Partai Islam Afganistan dan mantan Presiden Hamid Karzai.

Dalam sebuah langkah yang mencengangkan, Taliban dengan kecepatan yang tak terbayangkan oleh semua pakar politik, Internasional dan bahkan pakar urusan Afganistan, mampu menguasai Afganistan dengan menggulingkan pemerintahan Afganistan dan mengakhiri kepresidenan Ashraf Ghani.  

Internasional

Gadis di Bawah Umur Afghanistan yang Dinikahi Paksa Berhasil Kabur

Published

on

Parwana Malik
Parwana Malik

Lembaga bantuan internasional berhasil menyelamatkan pengantin anak di bawah umur Afghanistan yang kabur.

Seperti dilansir dari AFP, Jumat (3/12/2021), gadis itu bernama Parwana Malik. Dia baru berusia 9 tahun. Sang gadis cilik berhasil kabur bersama saudara dan ibunya.

Para ibu-ibu muda ini berkumpul bersama enam anak menumpang mobil yang melaju menyusuri celah-celah bukit tertutp salju. Mereka meninggalkan kamp darurat di bagian barat laut Afghanistan.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Mereka tak membawa barang apa-apa. Satu-satunya barang yang mereka bawa adalah selimut untuk menghangatkan badan. Mereka kemudian dijemput oleh salah satu lembaga kemanusiaan.

Parwana merupakan salah satu target lembaga itu untuk diselamatkan dari pernikahan paksa terhadap anak di bawah umur.

“Saya amat senang. Mereka (lembaga bantuan) menjuahkan saya dari suami saya yang sudah tua,” ujarnya.

Sebelumnya, Parnawa terpaksa dinikahi di usia sembilan tahun karena keluarganya kelaparan. Sang ayah terpaksa menikahkan Parwana untuk menyambung hidup.

Parwana sempat menangis sejadi-jadinya dan memohon kepada sang ayah agar tak menjualnya. Ia masih ingin pergi bermain dan bersekolah.

Berita tentang derita Parwana pun sontak mengundang keprihatinan. Alhasil, ia berhasil dikembalikan ke sang keluarga karena kecaman masyarakat terhadap pembelinya.

Berkat inisiatif yayasan Too Young to Wed (TYTW) yang bermarkas di Amerika Serikat, Parwana beserta perempuan lain termasuk saudara dan ibunya, berhasil diamankan di safe house.

Continue Reading

Internasional

Jokowi: Indonesia Siap Bantu Afghanistan

Published

on

Presiden Jokowi

Pemerintahan inklusif di Afghanistan saat ini belum terbentuk dan hal itu membuat situasi kemanusiaan di sana memburuk. Untuk itu, Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi), menyatakan siap membantu Afghanistan.

Jokowi mengungkapkan hal itu saat berbicara secara virtual pada Sesi Retreat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Europe Meeting (ASEM) ke-13 di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat, 26 November 2021.

“Saat ini, pemerintahan inklusif belum terwujud. Situasi kemanusiaan memburuk. Sekitar 23 juta rakyat Afghanistan terancam krisis pangan. Bantuan kemanusiaan menjadi prioritas. Kami berkomitmen memberikan bantuan, termasuk untuk bantuan kapasitas,” ujar Presiden Jokowi, seperti dikutip dari keterangan resmi Istana.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Selain isu kemanusiaan, ada dua isu yang jadi perhatian Indonesia. Pertama, pemberdayaan perempuan. Presiden Jokowi mengingatkan bahwa penghormatan hak-hak perempuan adalah salah satu janji Taliban.

Berkaitan dengan hal tersebut, Indonesia ingin berkontribusi agar janji tersebut dapat dipenuhi, antara lain melalui Indonesia-Afghanistan Women Solidarity Network yang akan dimanfaatkan untuk kerja sama pemberdayaan perempuan ke depan.

“Kami juga siap memberikan beasiswa pendidikan bagi perempuan Afghanistan. Kami akan terus lanjutkan upaya pemberdayaan perempuan Afghanistan melalui kerja sama dengan berbagai pihak,” jelasnya.

Kedua, kerja sama antarulama. Presiden Jokowi memahami betul peran penting ulama di masyarakat. Pada 2018 Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan trilateral ulama Afghanistan-Pakistan-Indonesia untuk mendukung proses perdamaian.

“Meskipun situasi Afghanistan sudah berbeda, namun ulama tetap berperan penting. Kami siap memfasilitasi dialog antara ulama, termasuk ulama Afghanistan,” tandasnya.

Turut mendampingi Presiden dalam acara tersebut yaitu Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri I Gede Ngurah Swajaya.

Continue Reading

Internasional

Kabar Baik, Masyarakat Indonesia Kini Boleh Kunjungi Uni Eropa

Published

on

bendera Uni Eropa
bendera Uni Eropa

Indonesia mendapatkan kabar baik di tengah pandemi Covid-19. Uni Eropa (UE) memasukkan Indonesia ke dalam daftar negara yang diizinkan mengunjungi kawasan tersebut.

Seperti dinukil dari Reuters, Senin (22/11/2021), kini Warga Negara Indonesia (WNI) kini dapat melakukan kunjungan perjalanan ke-27 negara yang berada di Uni Eropa, yang sebelumnya perjalanan WNI ke wilayah UE hanya untuk keperluan penting (esensial) saja.

Keputusan ini Uni Eropa setelah mempertimbangkan jumlah kasus Covid-19 yang terus menurun. Salah satu yang menjadi pertimbangan Uni Eropa adalah jumlah kasus di bawah 75 dari 100 ribu penduduk dalam dua pekan. Indonesia melaporkan tambahan kasus di bawah di bawah 1.000 sepanjang November, kurang 1 persen dari 100 ribu penduduk.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

“Menyusul review akan pencabutan berkala pembatasan sementara untuk perjalanan non-esensial, Dewan Uni Eropa memperbarui daftar negara yang dicabut larangan perjalanannya, Indonesia yang ditambahkan ke daftar,” demikian keterangan pers yang dirilis oleh Uni Eropa.

Uni Eropa juga mengizinkan warga Cina untuk mengunjungi kawasan tersebut. Namun, dengan catatan, jika Cina memberikan hak yang sama bagi warga Uni Eropa untuk mengunjungi negara Tirai Bambu tersebut.

Uni Eropa memberlakukan pembatasan kunjungan sejak Maret lalu untuk menekan kasus Covid-19. Mereka akan memperbarui daftar negara yang bisa diizinkan untuk masuk ke kawasan tersebut setiap dua minggu.

Bagi WNI yang berencana ke negara-negara Uni Eropa, perlu mempertimbangkan beberapa hal, selain visa, dan kewajiban tes PCR, tentu adalah apakah negara bersangkutan menerima pengunjung yang sudah divaksin Sinovac (jenis vaksin yang paling banyak dipakai di Indonesia), mengingat belum semua negara mau membuka pintu bagi mereka yang divaksin Sinovac (maupun vaksin-vaksin lain).

Daftar 19 Negara yang Boleh Mengunjungi Uni Eropa:

Argentina
Australia
Bahrain
Kanada
Chile
Kolombia
Indonesia
Yordania
Kuwait
Namibia
Selandia Baru
Peru
Qatar
Rwanda
Saudi Arabia
Korea Selatan
United Arab Emirates
Uruguay
China (asas resiprokal)

Continue Reading

Trending