Connect with us

Inspirasi

The Sage of Monticello, Kisah Anak Ajaib dari Perkebunan Virginia

Published

on

lukisan thomas jefferson

It is the strong in body who are both the strong and free in mind ~ Peter Jefferson”

Washington, DC, Musim Dingin 1801. Terik cahaya matahari menyilaukan membangunkan Thomas Jefferson dari tidur pulasnya. Spontan Thomas Jefferson menganyunkan kakinya yang panjang dari kasurnya menuju baskom berisi air.

Bagi Thomas Jefferson mendinginkan kaki merupakan upaya menjaga kesehatan, jadi aktivitas semacam itu telah menjadi kebiasaannya seumur hidupnya.

Saat masih berkebun di perkebunan dekat Blue Ridge Virginia, setiap pagi Thomas Jefferson membawa ember logam untuk ditaruh di lantai sebelah ceruk di mana ia tidur.

Kini, Thomas Jefferson berusia hampir lima puluh delapan tahun. Rambut hitamnya mulai memutih, kulit berbintik-bintik kemerahan di masa mudanya yang selalu rentan terhadap matahari kini mengernyit sedikit. 

Sorot matanya tajam namun sulit dipahami, ada yang menggambarkan bola matanya berwarna biru meskipun ada pula yang berkata bola matanya berwarna cokelat. Akan tetapi semua sepakat, jika Thomas Jefferson memiliki rahang kuat dengan gigi yang besar.

John Meacham dalam bukunya Thomas Jefferson; The Art of Power menulis, sejak awal Februari 1801, ia terlibat dalam kekacauan dan berupaya menenangkannya dengan merendam kakinya pada baskom berisi air.

Thomas Jefferson terjerumus dalam kegundahan menunggu hasil pemilihan umum di mana ia telah menantang John Adams dan akan mengalahkannya pada pemungutan suara.

Thomas Jefferson lahir pada 13 April 1743 di area perkebunan Shawell yang terletak tepat di luar Charlottesville, Virginia. Thomas Jefferson adalah anak ketiga dari sepuluh bersaudara.

Ibunya, Jane Randolph Jefferson berasal dari keluarga yang mengklaim masih keturunan dari Inggris-Skotlandia sedangkan ayahnya, Peter Jefferson, merupakan seorang petani sukses, surveyor terampil dan kartografer handal yang bisa menghasilkan peta pertama Provinsi Virginia dengan akurat.

Thomas Jefferson senang bermain-main di hutan. Ia juga rutin berlatih biola dan gemar membaca. Pendidikan formalnya dimulai pada usia sembilan tahun, ia mempelajari bahasa Yunani dan Latin di sebuah sekolah swasta lokal yang dijalankan oleh Pendeta William Douglas. Saat usianya menginjak 14 tahun, ia belajar bahasa klasik, sastra dan matematika dari Pendeta James Meury.

Sejak tahun 1760, Thomas Jefferson mendalami filsafat, sastra dan sejarah di College of William and Mary di Williamsburg, ibukota Provinsi Virginia.

Thomas Jefferson harus menelan mentah-mentah perasaan kecewanya, ternyata disana hanya berisi pelajar-pelajar penyuka pertaruhan pacuan kuda, terobsesi hubungan percintaan dan gemar menghabiskan waktu bermain kartu. 

Baca Juga:

  1. Ambang Kehancuran Meksiko
  2. 5 Fakta Unik Thailand Izinkan Warga Tanam Ganja di Rumah
  3. Anak Menangi Pilpres Filipina, Inilah Keluarga Marcos yang Penuh Kontroversial

Setamat belajar College of William and Mary Thomas Jefferson menemui pakar-pakar keilmuan seperti Profesor William dan Letnan Gubernur Francis Fauquier.

Ia juga belajar ilmu hukum dari George Wythe, seorang pengacara terkemuka. Selama lima tahun belajar dengan George Wythe, Thomas Jefferson langsung menjelma menjadi salah satu pengaca paling terpelajar di Amerika.

Selama menekuni profesi sebagai pengacara, Thomas Jefferson hampir memenangkan semua kasusnya.

Selama itu pula, Thomas Jefferson mengenal dan mencintai janda terkaya di Virginia, Martha Wayles Skelton. Akhirnya, mereka menikah pada tanggal 1 Januari 1772 dan dikaruniai enam anak.

Thomas Jefferson pernah membacakan catatan-catatan tentang cita-citanya kepada temannya, Will Fleming. Thomas Jefferson dan Will Fleming merupakan pemuda yang berkemauan keras dan selalu optimis terhadap masa depannya.

Jefferson dan Fleming akan membeli perkebunan, menikah dengan perempuan setempat, mendirikan rumah bersebelahan dan bekerja di pengadilan yang sama.

Thomas Jefferson menikahi Rebecca Burwell sedangkan Will Fleming menikahi Sukey Potter. Thomas Jefferson terus-menerus berusaha mewujudkan rencana masa depan yang indah meskipun sejak remaja telah kehilangan ayahnya, Peter Jefferson.

Thomas Jefferson tumbuh dewasa dengan pandangan dunia sebagai bangsawan terpelajar. Lorri Glover dalam Founders as Fathers; the Private Lives And Politics of the American Revolutaniries menggambarkan bahwa Thomas Jefferson menjaga citra keluarganya sekaligus menjamin reputasinya dengan menemukan pendamping hidup yang tepat.

Rebecca Burwell adalah pilihan yang tepat. Gadis berparas jelita, cerdas dan cantik ini diasuh oleh pamannya, William Nelson, seorang politisi kaya dari keluarga terpandang meskipun pada akhirnya mereka bercerai.

Karir Politik Thomas Jefferson

Dilansir dari biography.com, Thomas Jefferson merupakan salah satu pihak oposisi radikal terhadap kebijakan Stamp Act yang dikomandoi oleh Patrick Henry dan George Washington.

Pada tahun 1774, Thomas Jefferson menulis Summary View of the Rights of British America sebagai penegasan atas sikapnya. Pada tahun 1775, ia menghadiri Kongres Kontinental Kedua dan ditunjuk oleh George Washington sebagai komandan.

Setahun kemudian, Kongres menunjuk Thomas Jefferson, John Adams, Benjamin Franklin, Roger Sherman dan Robert Livingston untuk menyusun Deklarasi Kemerdekaan.

Thomas Jefferson adalah penulis draft pertama yang berisi wasiat paling indah life, liberty, and the pursuit of happiness

Setelah menyusun Deklarasi Kemerdekaan, Thomas Jefferson kembali ke Virginia untuk mengisi jabatan sebagai anggota dari Virginia House of Delegates (1776-1779).

Thomas Jefferson merevisi undang-undang Virginia agar bisa selaras dengan cita-cita Amerika yang telah digariskan dalam Deklarasi Kemerdekaan.

Pada tahun 1777, Thomas Jefferson menulis Virginia Statuta yang bertujuan untuk melindungi kebebasan beragama masing-masing individu sekaligus mengatur  pemisahan gereja dan negara.

Dokumen itu merupakan prestasi paling membanggakan bagi Thomas Jefferson, meskipun pada akhirnya Virginia Statuta tidak diadopsi sebagai hukum resmi oleh Provinsi Virginia. 

Pada tahun 1797, Partai Republik mengusung Thomas Jefferson sebagai kandidat presiden. John Adams dari Partai Federalis, pesaing politik paling tangguh yang menang tipis atas Thomas Jefferson.

Oleh karena itu, John Adams berhasil menjadi presiden kedua Amerika dan secara otomatis Thomas Jefferson menjadi wakil presidennya.

Perbedaan pemikiran politik antara John Adams dan Thomas Jefferson mengakibatkan John Adams tidak mau berkonsultasi kepada wakil presidennya saat akan mengambil keputusan penting.

Selama empat tahun menjabat sebagai wakil presiden, Thomas Jefferson menulis panduan paling berguna dalam proses legislatif.

Pemilihan umum pada tahun 1804 memberikan Thomas Jefferson kemenangan mudah. Namun, ia masih kesulitan menyingkirkan lawan-lawan politiknya (Federalis) yang banyak menjabat sebagai hakim.

Sebagai presiden Amerika ketiga, Thomas Jefferson berusaha mengakhiri masalah bajak laut yang telah lama mengganggu pengiriman produk – produk Amerika.

Para perompak berasal dari Afrika Utara (Tunisia, Tripoli, Aljazair) yang menguasai perairan Mediterania dibasmi kapal perang Amerika, Louisiana Purchase. 

Tantangan eksternal masih berlanjut, serangkaian penaklukan Napoleon yang spektakuler atas Eropa daratan berujung pemboikotan atas semua jalinan perdagangan.

The Sage of Monticello

Aktivitas ekspor ke Eropa terhambat, perekonomian Amerika pun melemah sehingga memicu ketidakperacayaan dan kebingungan internasional.

Perang tahun 1812 atau Perang Kesalahan Komunikasi menandai berakhirnya masa jabatan Thomas Jefferson. Setelah pulang ke Monticello, pada tanggal 7 Maret 1825 Thomas Jefferson membuka Universitas Virginia, universitas sekuler pertama di Amerika yang menghidupkan kembali korespondensi antara politik, filsafat, sastra dan sejarah.

Krisis keuangan yang melebihi batas gaji pesiunannya mengakibatkan Thomas Jefferson terlilit hutang dan tidak mampu membayarnya sehingga terpaksa menjual seluruh buku di perpustakaan pribadinya.

Koleksi buku-buku Thomas Jefferson kini dapat ditemui di Perpustakaan Kongres. Thomas Jefferson meninggal dunia pada 4 Juli 1860, hanya selisih beberapa jam sebelum John Adams menyusulnya.

Rekan sekaligus musuh politiknya, John Adams dimakamkan bersamanya di tanah Messachuttes.

Kini, Thomas Jefferson tetap dikenal sebagai The Sage of Monticello (cerita sejarah seorang anak ajaib dari perkebunan Monticello, Virginia), gelar atas kecakapan intelektual, kecerdasan (bahkan menguasai berbagai bidang keilmuan termasuk arsitektur, ilmu pemerintahan, literatur klasik, bahasa dan musik) dan kebijaksanaannya.

Inspirasi

Dihormati Dunia, Inilah 3 Penemuan B.J Habibie yang Penuh Manfaat

Published

on

By

B.J Habibie

BJ Habibie yang merupakan presiden ketiga Republik Indonesia, diketahui mempunyai sejumlah penemuan penting yang penuh manfaat. Di kancah internasional bahkan jasanya dalam mengembangkan dunia penerbangan juga telah diakui.

Fakultas Teknik Universitas Indonesia Bandung, yang saat ini bernama Institut Teknologi Bandung pada tahun 1954 adalah tempat ia belajar tentang keilmuan teknik mesin.

Habibie pun melanjutkan studi teknik penerbangan, spesialisasi konstruksi pesawat terbang, di RWTH Aachen, Jerman Barat pada tahun 1955-1965. Kemudian, pada 1960 dirinya menerima gelar diploma insinyur dan pada 1965 mendapat gelar doktor insinyur dengan predikat summa cum laude.

Sampai akhirnya residen kedua Indonesia, Soeharto meminta sang jenius itu untuk kembali ke Tanah Air. Selain itu juga untuk mendirikan perusahaan pesawat terbang pertama di tanah air, yaitu Industri Pesawat Terbang Nurtanio (IPTN) yang kini bernama PT Dirgantara Indonesia pada 1976.

Baca Juga:

  1. Habibie Paling Diakui Dunia, Inilah 5 Penemu Indonesia yang Ikonik
  2. 5 Kebiasaan Wanita Sukses, Bisa Jadi Inspirasi Kamu
  3. Mengenal Reni Fitriani, Koordinator Indonesia di Global Youth Parliament

Berikut mycity telah merangkum 3 Penemuan B.J Habibie yang Penuh Manfaat:

Crack progression theory

Di dalam dunia penerbangan, teori ini adalah penemuan yang cukup mengejutkan. Sementara itu ada juga teori yang digunakan untuk memprediksi titik keretakan awal pada sayap pesawat terbang, yakni Crack progression theory.

Pesawat Dornier DO-31

Selanjutnya, penemuan Habibie yang tak kalah penting dan bermanfaat dalah Dornier DO-31. Diketahui, pesawat itu adalah rancangan pesawat Habibie yang pertama. Bahkan juga termasuk menjadi pesawat transportasi pertama yang dapat take-off/landing vertikal.

Pesawat N2-50

Kemudian ada Pesawat N2-50 yang merupakan pesawat penumpang sipil (airliner) regional komuter turboprop rancangan asli IPTN. Di mana dalam dalam pesawat ini memakai kode N yang berarti Nusantara. Hal tersebut menunjukan bahwa artinya desain, produksi dan perhitungannya dikerjakan di dalam negeri.

Continue Reading

Inspirasi

Habibie Paling Diakui Dunia, Inilah 5 Penemu Indonesia yang Ikonik

Published

on

By

B.J. Habibie

Tidak kalah denggan negara maju, para penemu dan ilmuwan Indonesia ternyata juga terkenal di dunia. Salah satu dari mereka yang begitu ikoni adalah presiden ketiga Indonesia, yakni B.J. Habibie.

Namun, tidak hanya Habibie saja yang menjadi peneliti dan ilmuwan Indonesia. Melainkan, beberapa diantaranya juga menjadi penemu berbagai teknologi alternatif.

Berikut daftar penemu Indonesia yang dikenal dunia:

BJ Habibie

Diketahui BJ Habibie dikenal sebagai Bapak Teknologi juga, bukan hanya terkenal menjadi presiden ketiga Indonesia saja. Pada bidang fisika dan penerbangan karya-karyanya begitu banyak.

Sosok ini menciptakan N-250 Gatotkaca yang merupakan pesawat pertama di Indonesia. Tak hanya itu saja, Habibie bahkan turut membuat sebuah solusi untuk mendeteksi rambatan kerusakan konstruksi pada badan pesawat, yakni Teori Crack Propagation.

Baca Juga:

  1. Sejarah Panjang Penemuan Vaksin: dari Cacar Hingga Covid-19
  2. Profil Kary Mullis, Sang Penemu Tes PCR
  3. Sampai Korbankan Motor, Begini Kisah Perjalanan Nikuba Sampai Dapat Pendanaan Rp36 Miliar

Muhhamad Nurhuda

Kompor ramah lingkungan pertama di Indonesia pertama kali diciptakan oleh Muhammdad Nurhuda. Pada tahun 2008 sampai 2011, Dosen Fakultas MIPA Universitas Brawijaya membuat penelitian tentang Pengembangan Kompor Biomassa Hemat Energi dan Ramah Lingkungan.

Selain itu untuk Alternatif Pembangkit Energi Listrik yang Ramah Lingkungan, ia juga turut menciptakan rancangan Bangun Pilot Plan Gasifikasi Sampah Menjadi Syngas. Bahkan negara-negara Asia Pasifik dan Amerika ikut tertarik dengan kompor ramah lingkungan ciptaannya.

R.M. Sedyatmo

R.M. Sedyatmo adalah seorang penemu sistem arsitektur infrastruktur yang dikenal dengan pondasi cakar ayam. Pada sejumlah bangunan, pondasi yang memiliki kaki seperti unggas tersebut telah dipergunakan. Misalnya seperti landasan pacu pelabuhan udara Soekarno Hatta yang menggunakan pondasi cakar ayam tersebut.

Khoirul Anwar

Pria lulusan NAIST (Nara Institute of Science and Technology) Jepang ini adalah seorang ilmuwan Indonesia yang menemukan konsep dua Fast Fourier Transform (FFT). Kemudian dalam teknologi 4G LTE konsep ini dipakai. Diketahui, beberapa paten seperti sistem deteksi illegal transmitter yang berpotensi dipakai dalam teknologi 5G juga dimiliki oleh Khoirul Anwar.

Yogi Ahmad Erlangga

Diketahui sosok yang satu ini secara cepat (robust) berhasil menyelesaikan persamaan Helmholtz menggunakan matematika numerik. Persamaan Helmholtz yang digunakan dalam pemrosesan data seismik menjadi seratus kali lebih cepat atas penemuannya itu. Di mana kemudiak dalam beragam masalah perminyakkan, hasilnya tersebut dipergunakan.

Continue Reading

Inspirasi

Mengenal Reni Fitriani, Koordinator Indonesia di Global Youth Parliament

Published

on

By

Reni Fitriani

Diketahui, Global Youth Parliament adalah salah satu organisasi transformasi ide pemuda terbesar di dunia yang berdiri sejak 2010 di Nepal. Di mana dengan mengkolaborasikan pemuda dari berbagai negara untuk melakukan gerakan ini.

Seperti hal memotivasi pikiran muda dalam pekerjaan sosial, kewirausahaan, demokrasi dan pembangunan berkelanjutan untuk dunia yang lebih baik adalah tujuan utama dari mereka. Pada setiap tahunnya, setiap negera dengan dua orang anak muda yang menginspirasi diundang untuk Global Youth Leadership Summit.

Reni Fitriani merupakan anak muda dari Indonesia yang terpilih sebagai Koordinator Indonesia Global Youth Parliament. Dirinya pun menjelaskan hal apa saja yang akan dilakukannya dalam acara itu.

“Di acara Global Youth Leadership Summit & Award 2022, di Thailand-Bangkok, yang diselenggarakan tanggal 24-26 Juni nanti, insyaAllah kami akan mengirimkan para pemenang award yang sangat Inspiratif yang layak mendapatkan penghargaan secara global,” ujar Reni.

Baca Juga:

  1. Mengenal Upacara Adat Mongubingo, Sunat Perempuan Ala Masyarakat Gorontalo
  2. Jadi Milyarder di Usia 22 Tahun, Kisah Sukses Akbar Wicaksono Bisa Jadi Inspirasi Kaum Milenial
  3. Yuma Soerianto, Bocah 10 Tahun Asal Indonesia yang Pukau Bos Apple

“Nanti yang dikirimkan berasal dari kategori dan industri yang berbeda. Kami juga sangat selektif dalam menentukan delegasi Indonesia, yang mana mereka yang secara komitmen ingin turut serta dalam mengembangkan anak muda di Indonesia untuk go internasional,” lanjutnya.

Sementara itu, Reni diketahui juga sebagai Founder & CEO SuperKey Group. Oleh sebab itu tidak diragukan lagi kontribusinya terhadap pemberdayaan masyarakat.

Selain berprofesi sebagai Business Consultant (Superkey Consulting Group) yang teregistrasi secara Internasional, wanita inspiratif yang satu ini pun turut berperan dalam membantu mengembangkan desa dan UMKM di seluruh Indonesia.

Reni mengawali kariernya sebagai konsultan bisnis, dan kini telah memiliki dua anak perusahaan yaitu kontruksi sipil dan batu bara. Perusahaan menjadi semakin berkembang secara bertahap atas keterlibatannya di sana.

Tak hanya itu saja, Reni juga aktif berkontribusi dalam organisasi dan komunitas pemuda, perempuan, profesional, entrepreneurship dan desa. Dirinya berhasil mengembangkan komunitas bisnis dan mampu mensuksekan program unggulan yang bekerjasama dengan perusahaan multinasional.

Continue Reading

Trending