Connect with us

Showbiz

Ternyata, Nia Ramadhani Bisa Rakit Sendiri Alat Isap Sabu

Published

on

Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie

Beragam fakta baru muncul dalam persidangan Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie kemarin, Selasa (11/1/2022). Salah satunya adalah Nia Ramadhani merakit sendiri alat isap atau bong untuk mengonsumsi sabu.

“Terdakwa II Ramadhania Ardiansyah Bakrie menyuruh terdakwa I Zen Vivanto membeli narkotika dan dengan sengaja terdakwa II yang merakit sendiri alat isap sabu lalu menggunakannya secara bergantian secara bersama-sama dengan terdakwa III Anindra Ardiansyah Bakrie,” ujar hakim anggota, Bintang AL.

Terkait hal itu, hakim menilai terdakwa bukan pecandu atau korban penyalahgunaan narkotika, sehingga harus mendapatkan hukuman penjara, bukan rehabilitasi medis dan sosial.

Baca Juga:

  1. Demi Cegah Penyebaran Covid-19, Wagub Minta Warga Tak Nobar Timnas Indonesia
  2. Mampukah Timnas Balas Kekalahan Telak dari Thailand? Ini Jawaban Shin Tae-yong
  3. Ford Tahun Depan Siap Kembali Jualan Mobil di Indonesia

“Bahwa oleh karena para terdakwa terbukti telah melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika golongan I bagi diri sendiri yang dilakukan secara bersama-sama, maka menurut majelis hakim, pidana yang patut dijatuhkan kepada para terdakwa adalah pidana penjara,” kata hakim.

Nia mengenal narkotika dari teman-temannya. Namun, ia baru mulai mengonsumsi sabu pada kurun waktu April hingga Juli 2021 sebanyak 3-4 kali.

Alasan Nia mengonsumsi sabu adalah untuk menghilangkan perasaan sedih atas meninggalnya sang Ayah pada 2014.

Kasus ini terungkap pada bulan Juli 2021. Pada 6 Juli, Nia meminta Zen untuk membeli satu paket sabu beserta alat isap (bong) dan menyerahkan uang sebesar Rp1,7 juta.

Keesokan harinya, tepatnya pukul 03.00 WIB, Zen menyambangi Rio, seorang buron, di Kebon Kacang untuk melakukan transaksi. Sekitar pukul 08.00 WIB, Zen kembali ke Pondok Pinang untuk menyerahkan paket sabu beserta alat isap yang dibeli seharga Rp1,7 juta tersebut.

Nia, Ardi, dan Zen mengonsumsi sabu secara bersama-sama. Mereka menggunakan sabu dengan cara sabu dimasukkan ke dalam pipet kaca, kemudian bagian bawah pipet tersebut dibakar. Setelah keluar asap, para terdakwa secara bergantian mengisap menggunakan bong.

Atas perbuatannya, para terdakwa terbukti melanggar Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan divonis dengan pidana satu tahun penjara.

Showbiz

Tega, Demi Konten Seleb TikTok Cantik Pakistan Ini Bakar Hutan

Published

on

Humaira Ashgar.

Demi konten, seorang konten kreator TikTok asal Pakistan rela membakar hutan. Tak pelak, aksi tersebut membuatnya banjir kritikan.

Seperti dilansir dari Siakap Keli, Jumat (20/5/2022), sang seleb TikTok itu bernama Humaira Ashgar. Wanita yag akrab disapa Dolly itu memiliki 11,5 juta penggemarnya di platform TikTok.

Melalui video singkat yang diunggahnya sendiri, TikToker itu terlihat berjalan anggun mengenakan gaun perak menuruni lereng bukit dengan latar belakang kobaran api dengan caption “Api meletus di mana pun saya berada”, tulisnya.

Baca Juga:

  1. Make Up ‘Nyebrang’ Sunburn Blush, Sempat Trending bikin Rias Wajah Makin Natural
  2. Sejarah Kayu Cendana, Primadona Aroma Segala Aroma
  3. Mudah! Ini Cara Buat Air Mawar Di Rumah

Lokasi syutingnya adalah Bukit Margalla, yang statusnya taman nasional. Tragisnya, ternyata membakar pepohonan dan rumput untuk estetika video TikTok bukan cuma dilakukan Asghar.

Ada TikToker lain di negara tersebut yang juga melakukan tindakan bodoh serupa. Menurut pejabat kementerian lingkungan hidup, aksi sembrono tersebut bisa berujung petaka, mengingat Pakistan masih mengalami musim kering dan suhu panas, yang bisa memperluas efek kebakaran hutan.

“Saya tidak habis pikir dengan tindakan sembrono anak-anak muda di medsos demi mendapat follower,” demikian cuitan dari Rina S Khan Satti, salah satu dewan pengarah Dinas Pengelolan Cagar Alam Islamabad.

“Saya berharap polisi segera menangkap anak-anak muda yang sudah kelewat batas ini,” dia menambahkan.

Awal Mei 2022, lelaki di Kota Abbottabad lebih dulu ditahan aparat karena membakar pohon di pinggiran hutan untuk “memperindah” video yang dia unggah ke TikTok. Video lain yang beredar di berbagai platform pertengahan bulan ini juga menunjukkan aksi nekat serupa.

Continue Reading

Showbiz

Dituduh Lecehkan Pramugari, Ini Komentar Elon Musk

Published

on

Elon Musk

Pramugari SpaceX mengaku mendapatkan pelecehan seksual oleh Elon Musk. Bahkan, pihak SpaceX sempat memberikan sogokan agar kasus tersebut tak mencuat ke publik.

Seperti dilansir Insider, Jumat (20/5/2022), pramugari itu bahkan mengungkapkan SpaceX menyogoknya USD 250 ribu atau Rp3,6 miliar untuk menutupi kasus tersebut. Insiden tersebut terjadi pada tahun 2016 dan SpaceX berdamai dengan pramugari yang namanya tidak disebut itu pada tahun 2018.

Kronologi kejadiannya adalah dalam salah satu penerbangan ke London Musk memintanya untuk memberikan pijat seluruh tubuh di kamarnya. Kabarnya ini bukan sesuatu yang tidak biasa, dan SpaceX sendiri mendorong pramugari untuk mendapatkan lisensi tukang pijat.

Baca Juga:

  1. Make Up ‘Nyebrang’ Sunburn Blush, Sempat Trending bikin Rias Wajah Makin Natural
  2. Sejarah Kayu Cendana, Primadona Aroma Segala Aroma
  3. Mudah! Ini Cara Buat Air Mawar Di Rumah

Saat sesi pijat, Musk diduga melepas kain yang menutupi tubuh bagian bawahnya dan menunjukkan kemaluannya kepada pramugari tersebut. Sambil menyentuh kaki pramugari tersebut, Musk dilaporkan menawarkan akan membelikannya kuda jika ia mau melakukan lebih lagi.

“Jika aku terlibat dalam pelecehan seksual, ini tidak mungkin jadi yang pertama yang terungkap dalam 30 tahun karierku,” kata Musk dalam tanggapannya ke media Insider yang memuat berita itu.

Dengan kata lain, Musk mengklaim seharusnya jika ada kasus semacam itu, sudah lama terungkap. Kemudian di Twitter, Elon juga membela diri bahwa munculnya kasus ini ke permukaan adalah karena politik.

“Serangan melawan diriku harus dilihat melalui lensa politis, ini adalah permainan standar mereka, tapi tidak ada yang akan menghalangiku berjuang untuk masa depan yang baik dan hak kalian atas kebebasan berbicara,” tulisnya di Twitter.

Continue Reading

Showbiz

Elon Musk Lakukan Pelecehan Seksual ke Pramugari?

Published

on

Elon Musk

Seorang pramugari SpaceX menuding Elon Musk telah melakukan pelecahan seksual terhadapnya dengan mengekspos tubuh milinya dan mengajaknya untuk berhubungan seks.

Seperti dilansir Insider, Jumat (20/5/2022), pramugari itu bahkan mengungkapkan SpaceX menyogoknya USD 250 ribu atau Rp3,6 miliar untuk menutupi kasus tersebut. Insiden tersebut terjadi pada tahun 2016 dan SpaceX berdamai dengan pramugari yang namanya tidak disebut itu pada tahun 2018.

Kronologi kejadiannya adalah dalam salah satu penerbangan ke London Musk memintanya untuk memberikan pijat seluruh tubuh di kamarnya. Kabarnya ini bukan sesuatu yang tidak biasa, dan SpaceX sendiri mendorong pramugari untuk mendapatkan lisensi tukang pijat.

Baca Juga:

  1. Make Up ‘Nyebrang’ Sunburn Blush, Sempat Trending bikin Rias Wajah Makin Natural
  2. Sejarah Kayu Cendana, Primadona Aroma Segala Aroma
  3. Mudah! Ini Cara Buat Air Mawar Di Rumah

Saat sesi pijat, Musk diduga melepas kain yang menutupi tubuh bagian bawahnya dan menunjukkan kemaluannya kepada pramugari tersebut. Sambil menyentuh kaki pramugari tersebut, Musk dilaporkan menawarkan akan membelikannya kuda jika ia mau melakukan lebih lagi.

Tuduhan tersebut disampaikan kepada Insider oleh salah satu teman pramugari yang diminta oleh pengacaranya untuk menandatangani deklarasi yang mendukung klaim tersebut pada tahun 2018.

Teman tersebut mengatakan pramugari menolak semua ajakan Musk untuk berhubungan seksual. Pramugari itu juga merasa dihukum karena setelah insiden tersebut jam kerjanya dikurangi oleh SpaceX.

Pramugari tersebut mengajukan keluhan kepada departemen kepegawaian SpaceX pada tahun 2018, karena merasa kariernya hancur setelah menolak ajakan Musk. SpaceX kabarnya membawa laporan tersebut ke mediator dan memberikan uang tutup mulut sebesar USD 250.000.

Pramugari itu juga menandatangani perjanjian yang melarangnya mengatakan hal negatif soal Musk dan perusahaannya, termasuk SpaceX dan Tesla. Ini termasuk berbicara tentang pembayaran itu sendiri.

Continue Reading

Trending