Connect with us

Bisnis

Terbaru! Daftar 10 Orang Terkaya di Indonesia

Published

on

Majalah Forbes mengudate daftar orang terkaya dari seluruh dunia tak terkecuali dari Indonesia. Majalah Bisnis dan finansial asal Amerika tersebut merilis 10 orang yang masuk daftar orang terkaya di Indonesia. Sejumlah nama sudah tidak asing lagi mengisi daftar “Crazy Rich Indonesia”.

Siapa saja yang masuk dalam daftar? Berikut MyCity telah merangkum 10 orang Indonesia terkaya menurut Forbes terbaru :

1.Robert Budi Hartono

Robert Budi Hartono

Pendiri Djarum Group ini menduduki posisi pertama orang terkaya di Indonesia. Total kekayaannya saat ini diperkirakan mencapai US$ 20,5 miliar (Rp 297,25 triliun). Kekayaanya didapat dari berbagai macam perusahaanya salah satunya adalah pemegang saham terbesar Bank Central Asia (BCA). Budi Hartono juga memiliki bisnis lain seperti Polytron dan BliBli.com. Bahkan dalam sehari kekayaannya naik US$ 106 juta (Rp 1,54 triliun) dari sumber bisnisnya tersebut

2. Michael Bambang Hartono

Michael Bambang Hartono

Saudara kandung dari Robert Budi juga tak kalah kaya. Michael Bambang menduduki urutan kedua orang terkaya di Indonesia. Total kekayaanya mencapai US$ 19,7 miliar atau Rp 275,8 triliun. Bambang dan Budi Hartono ini merupakan pemegang saham terbesar dari Bank Central Asia (BCA). Mereka berdua melalui Farindo Holding Ltd. menguasai 51 persen saham BCA. Michael Bambang Hartono juga pernah mewaliki Indonesia sebagai atlet Bridge dan menyumbangkan medali perunggu di Asian Games 2018 lalu.

3. Sri Prakash Lohia

Sri Prakash Lohia

Pengusaha yang lahir di India 69 tahun ini menghabiskan sebagian besar masa hidup profesionalnya di Indonesia sejak tahun 1974. Dibidang usaha beliau adalah pendiri dan ketua Indorama Corporation. Indorama Corporation adalah perusahaan petrokimia dan tekstil (PT Indorama Syntetics Tbk). Total kekayaanya sebesar US$ 6,2 miliar atau setara Rp 91,35 triliun.

4. Prajogo Pangestu

Prajogo Pangestu

Mengawali karir mulai dari masa sulit dan jatuh bangun dalam bisnisnya hingga mencapai puncak menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia Prajogo Pangestu pernah rasakan. Pada tahun 60-an, Prajogo mengenal pengusaha kayu asal Malaysia yang bernama Bong Sun On alias Burhan Uray. Pada tahun 1969 dia bergabung dengan Burhan Uray di PT Djajanti Group. Berkat kerja kerasnya, tujuh tahun kemudian Burhan memberikan jabatan General Manager (GM) Pabrik Plywood Nusantara di Gresik, Jawa Timur kepada Prajogo. Dalam Bisnisnnya sekarang dengan bendera Barito Group berkembang luas di bidang  petrokimia, minyak sawit mentah, properti, perkayuan. Kini Barito Group dipegang generasi anaknya, Agus Salim Pangestu. Saat ini total kekayaanya tercatat US$ 5,6 miliar atau Rp 81,2 triliun.

5. Jerry Ng

Jerry Ng

Bankir kawakan yang satu ini menyalip Chairul Tanjung di posisi ke 5 dalam daftar orang terkaya di Indonesia. Lebih dari 30 tahun berpengalaman di industri perbankan mulai dari deputi direktur utama BCA, direktur dan wakil direktur utama Bank Danamon, direktur utama BTPN, hingga kini menjadi orang kaya baru setelah memegang sekitar 37% saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) dan juga sukses membaca Bank Jago bertransformasi menjadi bank digital sepenuhnya. Saat ini kekayaan Jerry Ng tercatat US$ 4,6 miliar atau Rp 66,7 triliun dan terus melejit setiap tahunnya.

6. Chairul Tanjung

Chairul Tanjung

Orang terkaya yang satu ini dikenal dari buku yang ditulisnya dengan judul “Si Anak Singkong” yang megulas perjalanan hidupnya dimasalalu hingga menjadi sukses sekarang ini. Mantan Menko Perekonomian di tahun 2014 memiliki perusahaan media online dan juga televisi TransCorp serta bisnis retail seperti Carrefour dan juga Transmart tidak hanya itu pengusaha berusia 58 tahun ini memiliki beberapa perusahaan ternama yang menjadi portofolio investasi CT Corp di antaranya PT Bank Mega Tbk (MEGA), PT Bank Mega Syariah, PT Mega Capital Sekuritas, PT Mega Asset Management, PT Mega Finance, PT Asuransi Umum Mega (Mega Insurance), PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA), Trans Resort Bali, CT Agro, Transmedia, dan The Trans Luxury Hotel Bandung. Jumlah harta CT ini tercatat US$ 4,0 miliar atau Rp 58 triliun.

7. Eddy Kusnadi Sariaatmadja

Eddy Sariaatmatdja

Eddy Sariaatmatdja menyelesaikan pendidikan gelar sarjana di jurusan Civil Engineering, University of New South Wales, Australia pada tahun 1978.dilanjutkan dengan gelar Master di bidang Engineering Science yang diraih pada tahun 1980. Dengan Ilmu di bidang teknologi beliau mendirikan perusahaan media di Indonesia yaitu Emtek Group (PT Elang Mahkota Teknologi Tbk) pada tahun 1983 menaungi stasiun televisi yang terkenal saat ini yakni SCTV, Indosiar dan O Channel. Total kekayaan pria berusia 67 tahun ini naik dibandingkan dengan posisi awal tahun 2021 lalu yang tercatat US$ 3 miliar atau Rp 43,5 triliun.

8. Keluarga Dato’ Sri Tahir

Dato Sri Tahir

Tahir sejak kecil dibekali oleh orangtuanya untuk berwirausaha, setelah tamat SMA ia melanjutkan setelah mendapat beasiswa di sekolah bisnis di Nanyang Technological University, Singapura. Keluarga Tahir mengelola Mayapada Group (PT Bank Mayapada Tbk) ini membawahi holding company yang memiliki beberapa unit bidang usaha, seperti perbankan, TV berbayar, media cetak, properti, sampai rumah sakit. Total kekayaan keluarga Tahir tahun ini tercatat US$ 3,4 miliar atau Rp 49,3 triliun.

9. Djoko Santoso

Djoko Santoso

Pengusaha yang satu ini adalah pendiri industri retail Alfamart Group (PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk) atau minimarket alfamart. Saat ini alfamart memiliki lebih dari 16.000 gerai dan juga Divisi propertinya, Alfaland, mengoperasikan Omega Hotel Management di seluruh Indonesia. Kekayaan yang dimiliki sekarang tercatat sebanyak Rp 31,9 triliun dengan menduduki peringkat kesembilan di Indonesia.

10. Mochtar Riady

Mochtar Riady

Pengusaha yang satu ini dikenal sejak lama sebagai seorang praktisi perbankan andal, serta salah seorang konglomerat keturunan Tionghoa-Indonesia yang telah berhasil mengembangkan grup bisnisnya hingga ke mancanegara. Mochtar Riady merupakan pendiri dan residen komisaris Lippo Grup. Saat ini perusahaannya dijalankan oleh anaknya James dan Stephen. Ia memiliki sejumlah usaha dari real estate, ritel, kesehatan, media serta pendidikan. Cucunya John kini menjalankan e-commerce MatahariMall. Ia juga menjalankan bisnis digital bank, Bank Nobu. John Riady juga menjadi CEO PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR). Meski menempati posisi akhir orang terkaya di Indonesia namun jumlahnya tak sedikit yang tercatat saat ini adalah US$ 2,1 miliar atau Rp 30,45 triliun.

Bisnis

Merah Putih Fund, Solusi Jitu Pemerintah Jaga Startup Indonesia dari Intervensi Asing

Published

on

Merah Putih Fund
Merah Putih Fund

Industri startup di Indonesia saat ini mencapai puncak kejayaan. Salah satu indikatornya adalah gelar unicorn, terkait kemampuan perusahaan dalam melampaui ambang nilai valuasi yang telah ditentukan untuk dapat meraih gelar tersebut.

Kini, sudah banyak startup Indonesia yang meraih gelar unicorn. Belum lagi, ada sekitar selusin perusahaan startup Indonesia yang kini menunggu waktu untuk meraih gelar tersebut.

Namun terlepas dari pencapaian yang telah dimiliki, kondisi sebenarnya justru memunculkan keprihatinan yang mendapat perhatian bersar dari berbagai pihak, termasuk masyarakat Indonesia yang memiliki kesadaran serta kepedulian tinggi akan sektor industri startup di tanah air, yaitu mengenai keberhasilan startup Indonesia dalam meraih gelar unicorn yang nyatanya bisa terjadi karena sokongan dari sejumlah pihak dan investasi asing.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Ragam komentar dan pandangan kritis tersebut nyatanya sudah ramai dibicarakan oleh masyarakat selama beberapa waktu ke belakang. Yang di saat bersamaan juga menjadi perhatian tersendiri oleh pemerintah, dan pada akhirnya memunculkan solusi lewat inisiasi Merah Putih Fund.

Bukan baru-baru ini mendapatkan perhatian khusus, sejak beberapa waktu lalu sebenarnya sudah ramai sejumlah pihak yang menyayangkan banyaknya startup besutan Indonesia ternyata lebih banyak didominasi oleh pihak asing.

Menteri BUMN Erick Thohir, pada beberapa waktu lalu bahkan secara terang-terangan pernah mengungkapkan kekecewaan tersebut, dan disampaikan oleh Arya Sinulingga selaku Staf Khusus Kementerian BUMN.

“Kita ini kecewa, ternyata Gojek itu dikuasai asing sekarang, Tokopedia dikuasai asing, Bukalapak juga, tidak ada investor lokal masuk,” ujarnya.

Kekecewaan tersebut terjadi memang bukan tanpa alasan, selain banyaknya startup Indonesia yang pada mulanya masih merintis di tanah air namun berhasil meroket berkat pendanaan asing, fakta lain menunjukkan bahwa sejumlah bibit startup ternama yang ada di Indonesia ternyata memiliki founder atau pendiri utama yang merupakan warga negara non-Indonesia.

Sebut saja Ula, startup yang beroperasional di Indonesia dan baru-baru ini menarik perhatian karena mendapat pendanaan dari Jeff Bezos tersebut, ternyata pertama kali diprakarsai oleh Nipun Mehra yang inkubasinya berlangsung di Singapura.

Di lain sisi ada pula Xendit, startup yang sudah meraih gelar Unicorn tersebut didirikan oleh pemrakarsa utama asal Australia bernama Moses Lo.

Menyadari kesalahan yang diperbuat dengan kurangnya atensi sejumlah investor dalam negeri untuk memperhatikan startup tanah air saat masih dalam tahap pengembangan di masa lalu, membuat pemerintah melakukan pembenahan dengan menyiasati pendanaan di waktu yang akan datang agar tak lagi kehilangan momentum.

Strategi tersebut pun diupayakan dengan kehadiran Merah Putih Fund, yang sejak beberapa waktu lalu sebenarnya sudah sering dibicarakan.

Presiden Joko Widodo akan meluncurkan Merah Putih Fund pada pertengahan Desember mendatang. Merah Putih Fund merupakan pendanaan lokal guna mendukung perusahaan rintisan atau startup Indonesia agar menjadi perusahaan berskala lebih besar.

“Kita akan meluncurkan Merah Putih Fund didukung Telkom dan Telkomsel,” ujar Menteri BUMN Erick Thohir.

Merah Putih Fund pun bakal melibatkan tiga perusahaan BUMN lainnya yakni PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk. Menurutnya, intervensi dari BUMN diperlukan dalam proses pendanaan agar perusahaan rintisan lokal lebih nasionalis.

Erick menegaskan, banyak perusahaan rintisan Indonesia yang pindah ke luar negeri untuk memperoleh pendanaan lebih besar. Maka guna menekan risiko tersebut, nantinya perusahaan rintisan yang akan memperoleh pendanaan harus dibangun oleh orang Indonesia, beroperasi di dalam negeri, dan harus melakukan penawaran saham perdana atau go public di Tanah Air.

“Boleh go public di luar negeri, tetapi harus terlebih dahulu di Indonesia,” tuturnya. Erick melanjutkan.

Erick menyatakan, BUMN merupakan sepertiga kekuatan ekonomi nasional. Sayangnya saat pandemi, 90 persen perusahaan milik negara tersebut turut terdampak.

“Selain kekuatan, BUMN juga penyeimbang dan intervensi. BUMN itu unik, dia korporasi tapi juga public service, misal karena Covid-19 penumpang kereta api hanya 15 persen, kalau rugi begitu perusahaan swasta bisa setop, tapi BUMN nggak boleh setop,” tutur Erick.

Adapun syarat yang dimaksud memuat sejumlah ketentuan yang melibatkan kegiatan di dalam negeri, mulai dari pendirian hingga kemungkinan membuka saham ke publik.

“Ada tiga benang merahnya. Satu founder-nya harus orang Indonesia, kedua operasional perusahaannya di Indonesia, ketiga go public-nya mesti di Indonesia, bukan go public di Singapura,” dia memungkasi.

Continue Reading

Bisnis

Indonesia Kini Punya Senjata Sendiri, Erick Thohir Bentuk BUMN Industri Pertahanan

Published

on

PT LEN Industri
PT LEN Industri

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) segera membentuk Holding BUMN Industri Pertahanan (Inhan). Holding ini nantinya akan dikepalai oleh PT LEN Industri (Persero).

Sedangkan BUMN yang akan menjadi anak usahanya adalah PT PAL Indonesia (Persero), PT Pindad (Persero), PT Dahana (Persero), dan PT Dirgantara Indonesia (Persero).

“Setiap kreditur atau pihak yang memiliki tagihan terhadap masing-masing perusahaan yang disebutkan di atas dapat mengajukan keberatannya atas Rencana Pengambilalihan di masing-masing perusahaan ini secara tertulis kepada masing-masing perusahaan dengan alamat sebagaimana disebutkan berikut ini dalam jangka waktu 14 hari kalender setelah tanggal pengumuman,” tulis pengumuman tersebut, Selasa (30/11/2021).

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Dalam rangka pembentukan holding ini, perusahaan telah mengumumkan rencana pengalihan seluruh saham seri B milik negara di empat BUMN tersebut ke Len Industri.

Jika sudah melewati maka keberatan yang disampaikan tidak akan diterima dan dianggap setuju terhadap rencana pengalihan saham tersebut.

Len Industri yang akan menjadi induk usaha Holding BUMN Pertahanan ini menjalankan usaha pengembangan bisnis dan produk-produk dalam bidang elektronika untuk industri dan prasarana.

Beberapa proyek yang digarap seperti sistem kersinyalan kereta api, pembangunan urban transport, jaringan infrastruktur telekomunikasi, elektronika untuk pertahanan, baik darat, laut, maupun udara, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), dan radar cuaca, Stasiun Monitoring Gempa Bumi, Broadcasting.

Holding ini ditargetkan akan selesai tahun. Saat ini tahapannya dalam proses harmonisasi dan menunggu diterbitkannya Peraturan Pemerintah (PP).

Direktur Utama Len Industri Bobby Rasyidin mengatakan pembentukan holding BUMN Indhan merupakan solusi untuk mempercepat kemandirian industri pertahanan Indonesia, serta opsi paling optimal karena dapat menyeimbangkan faktor penciptaan nilai dan faktor kemudahan implementasi.

“Holdingisasi akan meminimalisir terjadinya tumpang tindih produk dan sistem dari masing-masing BUMN anggota holding,” kata Bobby dalam siaran persnya, dikutip Selasa (30/11/2021).

Selain itu, holdingisasi akan dapat memperkuat struktur modal dan akses pendanaan, meningkatkan daya saing, bargaining power dalam kerjasama dan alih teknologi, membuat operasional menjadi efisien, dan mendorong ekosistem industri pertahanan secara keseluruhan yang ada di dalam negeri.

Continue Reading

Bisnis

4 Merek Sepeda Lokal dengan Kualitas Internasional

Published

on

Element
Element

Pandemi Covid-19 membuat semua orang fokus untuk menjaga kesehatan untuk menambah imunitas tubuh. Selain mengonsumsi vitamin, olahraga menjadi hal yang penting dalam meningkatkan kekebalan tubuh.

Bersepeda menjadi olahraga terpopuler selama pandemi Covid-19. Selain untuk olahraga, orang-orang juga menjadikan kegiatan bersepeda sebagai hiburan sekaligus menjadi moda transportasi untuk bepergian ke berbagai tempat.

Banyak pula orang yang bersepeda untuk mengusir kejenuhan karena adanya pembatasan sosial membuat masyarakat tidak leluasa untuk bepergian.

Bersepeda tentunya menjadi tren yang positif di tengah pandemi. Pun, meski tren akan memudar seiring waktu, kegiatan bersepeda tentu bisa tetap dilakukan kapanpun dan tak lekang oleh waktu.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

MyCity telah merangkum beberapa merek sepeda buatan lokal yang kualitasnya mampu bersaing dengan produk internasional. Harganya pun tak terlalu mahal.

Polygon

Polygon

Salah satu merek sepeda lokal yang terkenal dengan kualitasnya adalah Polygon Bikes. Merek sepeda ini telah berdiri sejak tahun 1989 dan berasal dari Sidoarjo, Jawa Timur.

Sejak tahun 2010, Polygon Bikes telah melebarkan sayap ke pasar internasional dan sepeda buatan lokal ini sudah tersebar ke 33 negara, termasuk Australia, Inggris, dan Amerika Serikat.

Saat ini, Polygon Bikes juga memiliki 300 jaringan mitra di Indonesia dan lebih dari 650 outlet di luar negeri. Keberhasilan dalam menembus pasar internasional salah satunya karena konsistensi Polygon dalam produksi sepeda, yang tak hanya untuk alat transportasi, tetapi untuk kebutuhan gaya hidup serta fokus pada penentuan desain dan kualitas sehingga mampu bersaing dengan merek-merek dari luar negeri.

Polygon telah melakukan berbagai inovasi yang diakui dunia seperti Floating Suspension System di tahun 2012 dan tren Enduro-All Mountain pada tahun 2016.

United

United
United

United juga bukanlah pemain baru, merek ini sudah ada di Indonesia sejak tahun 1991. Produk-produk yang dihadirkan United antara lain sepeda gunung, sepeda lipat, road bike, BMX, sepeda anak, dan sepeda touring. Dari tahun ke tahun, United selalu mengembangkan varian sepeda dengan mengikuti tren dan teknologi terbaru.

United menjadi salah satu merek sepeda asli Indonesia yang dikenal inovatif, ramah lingkungan, beradaptasi dengan teknologi, serta telah menembus pasar mancanegara. Jenama satu ini sudah menjual produknya sampai ke Denmark, Spanyol, Italia, Portugal, dan Kanada. Pada tahun 2017 lalu, United berhasil mengekspor 10 ribu unit sepeda ke Spanyol.

Pada bulan November 2021 ini, United baru saja merilis sepeda lipat seri Plasm Matic yang punya fitur ganti gigi otomatis dengan harga Rp5 jutaan.

Pacific

Pacific
Pacific

Merek sepeda Pacific yang berada di bawah naungan PT. Roda Pasifik Mandiri di Semarang, Jawa Tengah telah berkiprah di industri sejak tahun 1995. Dari tahun ke tahun, Pacific terus berinovasi dan menambah varian sepeda seperti sepeda lipat, sepeda gunung, BMX, hingga city bike.

Awalnya, Pacific mengeluarkan sepeda gunung dengan kelas menengah ke bawah. Namun, pada tahun 2018, Pacific pun melebarkan lini produksinya untuk menyasar pasar kelas menengah ke atas. Terbukti sepeda gunung buatan Pacific pun mendukung timnas balap sepeda di gelaran ASIAN Games tahun 2018.

Tahun ini, Pacific pun mengeluarkan seri terbarunya yaitu Pacific Splendid 100, sepeda lipat dengan harga Rp2,5 jutaan dan sepeda balap Pacific Whizz seharga Rp22 juta untuk para pebalap dengan frame dari bahan karbon ringan yang aerodinamis untuk memaksimalkan kecepatan.

Element

Element

Kemudian, ada merek sepeda Element di bawah naungan PT. Roda Maju Bahagia. Salah satu produk unggulan Element adalah sepeda gunung dengan desain menarik, berkualitas, tapi tetap terjangkau.

Element telah berdiri sejak tahun 2008 dan mengimpor sepeda dari Taiwan serta China. Baru pada tahun 2015 mereka membuka pabrik seluas 12 ribu meter di Tangerang kemudian bermigrasi menjadi perusahaan manufakturing sepeda.

Pada tahun 2019, perusahaan sepeda lokal tersebut mampu meraih penjualan sampai 150 ribu unit dan setiap harinya mereka bisa menghasilkan 850-1.000 unit sepeda. Kemudian, sepanjang tahun 2020 rekor penjualan mereka mendekati Rp1 triliun dan mayoritas berasal dari penjualan sepeda lipat.

Saat ini, penjualan sepeda Element tak hanya tersebar di seluruh penjuru Nusantara, tetapi sudah diekspor ke beberapa negara seperti Thailand, Singapura, Malaysia, India, dan Korea.

Continue Reading

Trending