Connect with us

Internasional

Tanker Bahan Bakar Iran Tiba, Masyarakat Lebanon Bersorak

Published

on

truk bahan bakar Iran tiba di Lebanon

Media Lebanon melaporkan pada Kamis (16/09/2021) bahwa semua tanker bahan bakar Iran memasuki Lebanon, sebuah langkah yang disambut baik oleh masyarakat Lebanon.

Media berita Lebanon Al-Manar melaporkan setelah kedatangan bagian ketiga dan keempat dari konvoi tanker bahan bakar Iran dari Suriah ke Lebanon, semua tanker memasuki negara itu. Sekitar 70 hingga 80 truk pengangkut bahan bakar mengangkut solar Iran melalui rute sepanjang 230 kilometer dari pelabuhan Baniyas di Suriah ke Lebanon.

Semua konvoi bahan bakar Iran telah memasuki Lebanon. Pengiriman BBM dari Iran ke Lebanon disambut baik oleh masyarakat di negara ini.

Baca Juga :

  1. Abdul Ghani Baradar Bantah Terluka Parah dalam Konflik Internal di Istana Afganistan
  2. Berapa Biaya Formula E yang Wajib Dibayarkan Pemprov DKI Jakarta?
  3. Brompton Turun Harga, Masihkah Jadi Sepeda Sultan?

Baru-baru ini Sheikh Ali Dammoush, wakil ketua dewan eksekutif Hizbullah di Lebanon, mengacu pada pengiriman kapal bahan bakar oleh Republik Islam Iran ke negaranya, mengatakan bahwa dengan masuknya kapal bahan bakar Iran, mereka telah melewati tahap pemecahan embargo AS.

“Kita harus selalu berusaha mematahkan embargo AS terhadap kita,” kata pejabat Hizbullah Lebanon. Pengiriman kapal bahan bakar Iran ke Lebanon sebenarnya menggagalkan upaya AS untuk menekan Lebanon.

Mengacu pada pengiriman kapal bahan bakar Republik Islam Iran ke Lebanon, Sheikh Qaban mengatakan bahwa Ini adalah langkah berani dan mereka percaya bahwa pengiriman kapal bahan bakar dapat mengakhiri dekade dominasi AS di Lebanon.

Anggota parlemen Lebanon lebih lanjut menyebutkan rezim Zionis sebagai satu-satunya musuh negaranya. Perlu disebutkan bahwa Lebanon saat ini sedang bergulat dengan krisis bahan bakar. Sebelumnya, ada laporan tentang dari kelompok politik, termasuk Al-Mustaqbal, ke Beirut yang membeli bahan bakar dari Iran.

Menteri Tenaga Kerja pemerintah baru Lebanon juga mengatakan sebuah blokade yang kejam telah gagal dengan datangnya konvoi truk-truk pengangkut bahan bakar Iran.

“Dengan kedatangan konvoi yang membawa bahan bakar Iran ke negara itu, Lebanon telah menghancurkan pengepungan yang kejam, yang tidak dapat dipatahkan oleh Negara ini,” kata Bayram.

Pada Rabu malam, Sayyid Hassan Nasrallah mengeluarkan pesan menjelang kedatangan konvoi bahan bakar Iran di Lebanon mengatakan bahwa dia belajar tentang orang-orang dan media di daerah Baalbek al-Hormal untuk menyambut kedatangan konvoi tanker bahan bakar. Dia juga berterimakasih kepada masyarakat karena telah bekerja sama selama proses pengiriman bahan bakar Iran ke Lebanon.

“Pertama-tama, saya berterima kasih kepada mereka atas dukungan dan sambutan ini. Kedua, saya menyerukan kepada mereka dan saudara-saudara Hizbullah yang bertanggung jawab di wilayah tersebut untuk tidak mengadakan pertemuan publik selama perjalanan karavan untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan semua dan untuk memfasilitasi proses pemindahan dengan cara terbaik,” tambahnya.

Internasional

Jokowi: Indonesia Siap Bantu Afghanistan

Published

on

Presiden Jokowi

Pemerintahan inklusif di Afghanistan saat ini belum terbentuk dan hal itu membuat situasi kemanusiaan di sana memburuk. Untuk itu, Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi), menyatakan siap membantu Afghanistan.

Jokowi mengungkapkan hal itu saat berbicara secara virtual pada Sesi Retreat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Europe Meeting (ASEM) ke-13 di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat, 26 November 2021.

“Saat ini, pemerintahan inklusif belum terwujud. Situasi kemanusiaan memburuk. Sekitar 23 juta rakyat Afghanistan terancam krisis pangan. Bantuan kemanusiaan menjadi prioritas. Kami berkomitmen memberikan bantuan, termasuk untuk bantuan kapasitas,” ujar Presiden Jokowi, seperti dikutip dari keterangan resmi Istana.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Selain isu kemanusiaan, ada dua isu yang jadi perhatian Indonesia. Pertama, pemberdayaan perempuan. Presiden Jokowi mengingatkan bahwa penghormatan hak-hak perempuan adalah salah satu janji Taliban.

Berkaitan dengan hal tersebut, Indonesia ingin berkontribusi agar janji tersebut dapat dipenuhi, antara lain melalui Indonesia-Afghanistan Women Solidarity Network yang akan dimanfaatkan untuk kerja sama pemberdayaan perempuan ke depan.

“Kami juga siap memberikan beasiswa pendidikan bagi perempuan Afghanistan. Kami akan terus lanjutkan upaya pemberdayaan perempuan Afghanistan melalui kerja sama dengan berbagai pihak,” jelasnya.

Kedua, kerja sama antarulama. Presiden Jokowi memahami betul peran penting ulama di masyarakat. Pada 2018 Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan trilateral ulama Afghanistan-Pakistan-Indonesia untuk mendukung proses perdamaian.

“Meskipun situasi Afghanistan sudah berbeda, namun ulama tetap berperan penting. Kami siap memfasilitasi dialog antara ulama, termasuk ulama Afghanistan,” tandasnya.

Turut mendampingi Presiden dalam acara tersebut yaitu Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri I Gede Ngurah Swajaya.

Continue Reading

Internasional

Kabar Baik, Masyarakat Indonesia Kini Boleh Kunjungi Uni Eropa

Published

on

bendera Uni Eropa
bendera Uni Eropa

Indonesia mendapatkan kabar baik di tengah pandemi Covid-19. Uni Eropa (UE) memasukkan Indonesia ke dalam daftar negara yang diizinkan mengunjungi kawasan tersebut.

Seperti dinukil dari Reuters, Senin (22/11/2021), kini Warga Negara Indonesia (WNI) kini dapat melakukan kunjungan perjalanan ke-27 negara yang berada di Uni Eropa, yang sebelumnya perjalanan WNI ke wilayah UE hanya untuk keperluan penting (esensial) saja.

Keputusan ini Uni Eropa setelah mempertimbangkan jumlah kasus Covid-19 yang terus menurun. Salah satu yang menjadi pertimbangan Uni Eropa adalah jumlah kasus di bawah 75 dari 100 ribu penduduk dalam dua pekan. Indonesia melaporkan tambahan kasus di bawah di bawah 1.000 sepanjang November, kurang 1 persen dari 100 ribu penduduk.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

“Menyusul review akan pencabutan berkala pembatasan sementara untuk perjalanan non-esensial, Dewan Uni Eropa memperbarui daftar negara yang dicabut larangan perjalanannya, Indonesia yang ditambahkan ke daftar,” demikian keterangan pers yang dirilis oleh Uni Eropa.

Uni Eropa juga mengizinkan warga Cina untuk mengunjungi kawasan tersebut. Namun, dengan catatan, jika Cina memberikan hak yang sama bagi warga Uni Eropa untuk mengunjungi negara Tirai Bambu tersebut.

Uni Eropa memberlakukan pembatasan kunjungan sejak Maret lalu untuk menekan kasus Covid-19. Mereka akan memperbarui daftar negara yang bisa diizinkan untuk masuk ke kawasan tersebut setiap dua minggu.

Bagi WNI yang berencana ke negara-negara Uni Eropa, perlu mempertimbangkan beberapa hal, selain visa, dan kewajiban tes PCR, tentu adalah apakah negara bersangkutan menerima pengunjung yang sudah divaksin Sinovac (jenis vaksin yang paling banyak dipakai di Indonesia), mengingat belum semua negara mau membuka pintu bagi mereka yang divaksin Sinovac (maupun vaksin-vaksin lain).

Daftar 19 Negara yang Boleh Mengunjungi Uni Eropa:

Argentina
Australia
Bahrain
Kanada
Chile
Kolombia
Indonesia
Yordania
Kuwait
Namibia
Selandia Baru
Peru
Qatar
Rwanda
Saudi Arabia
Korea Selatan
United Arab Emirates
Uruguay
China (asas resiprokal)

Continue Reading

Internasional

Kronologi Lengkap Kontroversi Nama Putri Nabi Muhammad SAW di Botol Wiski Malaysia

Published

on

Wiski Timah
Wiski Timah

Negeri tetangga, Malaysia, dihebohkan dengan kontroversi nama putri Nabi Muhammad SAW di botol Wiski merk lokal. Alhasil, permasalahan ini dibawa hingga ke sidang pemerintah.

Ya, kehebohan terjadi di Malaysia sejak pekan lalu. Nama merk Wiski lokal itu adalah Timah. Nama tersebut dianggap menyinggung putri Nabi Muhammad SAW, Fatimah.

Label botol wiski ini juga menjadi kontroversi karena bergambar mirip seorang pria yang mengenakan peci, yang menjadi ciri khas Muslim.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Organisasi Muslim mengklaim penggunaan nama itu tidak peka pada umat Islam negeri itu, mengingat ada larangan meminum alkohol.

“Kami tidak keberatan dengan non-Muslim minum alkohol,” katanya Mufti Penang, Wan Salim Wan Noor, dikutip dati situs lokal The Star.

“Tetapi kami meminta pemerintah untuk memerintahkan produsen mengubah mereknya serta gambar pada botol menjadi nama dan gambar, yang tidak membangkitkan kepekaan umat Islam di negeri ini,” dia menambahkan.

Masalah ini menyebabkan terjadinya rapat besar di pemerintahan Malaysia. Jajaran menteri Malaysia bahkan mengundang produsen melakukan dialog soal perubahan nama dan label botol.

Dalam akun Facebook, Menteri Transportasi Wee Ka Siong menyatakan bahwa kabinet telah membahas persoalan ini. Ia menyebutnya sekarang telah selesai.

“Timah tidak perlu mengubah namanya dan produsen juga sepakat memberikan penjelasan lebih lanjut tentang asal-usul Timah. Timah berarti bijih timah, yang berkaitan dengan bijih timah atau tambang timah,” ucapnya.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Malaysia memberikan pembelaan ke produsen wiski Timah. Menurut Wakil Menteri Keuangan Yamani Hafez Musa, wiski telah memiliki izin cukai sejak 2003.

Continue Reading

Trending