Connect with us

Otomotif

Tanda Oli Sepeda Motor Harus Diganti, Jangan Sampai Telat!

Published

on

Pelumas atau oli tidak dapat digunakan selamanya pada kendaraan sepeda motor. Oli mesin motor wajib diganti secara berkala agar oli tetap dapat melindungi komponen mesin .

Kualitas dan volume oli dapat menurun seiring dengan pemakaian. Saat dua hal tersebut terjadi, maka ini menjadi suatu bumerang untuk mesin kendaraan. Oleh karena itu, hindari terjadinya masalah pada kompenen mesin dengan cara rutin mengganti oli.

Bayu Kurniawan, Head of Marketing PT Perkasa Teknologi Indolube (Motul Indoesia), menyatakan terdapat 4 ciri oli motor yang sudah harus diganti, yaitu:

1. Jarak Tempuh

Pertama, ciri yang paling mudah mengetahui oli sudah harus diganti adalah dengan mengukur dari jarak tempuh sepeda motor. Pemilik motor disarakan untuk mengikuti batas jarak tempuh dan waktu penggunaan atau penggantian sesuai dengan yang ditentukan pada buku panduan.

Baca Juga:

  1. Lagi, Jokowi Beri Jabatan Baru untuk Luhut Binsar Pandjaitan
  2. Pantai Marunda, Lokasi Asyik Melihat Migrasi Burung di Utara Jakarta
  3. Asal Usul Sagu Porno dari Kepulauan Sangihe

Pemilik motor dapat mengganti pelumas setelah motor menempuh jarak minimal 2.000 km dan maksimal 3.000 km.

2. Oli yang Berkurang

Jumlah oli yang tersedia di tabung penyimpanan perlu di cek secara berkala. Apakah oli masih tersedia sesuai dengam ambang batas yang ditentukan atau tidak. Jika oli sudah mulai berkurang, sebaiknya segera lakukan penggantian oli baru.

3. Warna Hitam Pekat

Pemilik kendaraan sepeda motor perlu memeriksa warna dan kualitas oli yang tersisa. Apabila warna oli telah menjadi hitam, maka disarankan untuk mengganti oli dengan yang baru. Warna oli yang menghitam menandai oli berhasil membersihkan kerak sisa pembakaran dalam mesin.

4. Performa Mesin Turun dan Kasar

Performa mesin yang menurun menjadi tanda oli harus segera diganti. Pada kasus ini, pemilik umumnya akan merasakan perbedaan pada mesin.

Tidak hanya itu, suara mesin pun akan terdengar lebih kasar. Mesin yang kasar menandai oli yang sudah turun.

Advertisement

Otomotif

Selo, Mobil Listrik BUMN di Era Dahlan Iskan Bakal Kembali Hadir

Published

on

mobil listrik Selo
mobil listrik Selo

Mobil listrik Selo sempat heboh pada saat Dahlan Iskan menjabat sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kini, mobil itu akan kembali hadir dalam bentuk generasi kedua.

“Saat ini saya juga sedang melanjutkan kegiatan pengembangan kendaraan listrik dengan membagikan teknologi ke anak muda dan pembuatan Selo generasi kedua,” ujar praktisi mobil listrik Ricky Elson secara daring dalam seminar Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2021 pada pekan lalu.

Ricky merupakan ahli motor penggerak listrik yang dikenal sebagai salah satu percancang Selo. Ia sudah malang melintang pada industri ini sejak 2012 atau saat Dahlan menjadi menteri.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Ia dahulu mendapat mandat dari Dahlan untuk merancang mobil listrik nasional pada 2013 bersama lima praktisi lainnya.

Dari sana sempat terwujud motor mobil listrik dengan kerjasama bersama Pindad. Lalu satu tahun kemudian lahir mobil listrik konsep bernama Selo dan Gendhist.

Selo diketahui merupakan mobil listrik yang bentuknya seperti supercar.

Pengembangan Selo disebut menghabiskan Rp1,5 miliar. Selo juga sempat dipamerkan pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC 2013 di Bali.

Mobil ini hadir dengan laburan warna kuning yang jika dilihat sepintas mirip MCLaren MP12C. Namun mobil ini diselimuti isu pernah dinyatakan tidak lulus uji emisi untuk digunakan di jalan raya

Rencananya, Selo dibangun dengan 70 persen bodi dan interior. Sementara itu, baterai dan motor listrik didatangkan dari luar negeri. Ricky tak menjelaskan sudah sejauh mana pengembangan generasi Selo itu.

Continue Reading

Otomotif

Indonesia Bakal Pamer Kendaraan Listrik di KTT G20 Bali

Published

on

kendaraan listrik Genesis
kendaraan listrik Genesis

Kendaraan listrik bakal jadi alat transportasi resmi dalam perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 Bali pada tahun 2022. Hal itu merujuk pada tema yang diangkat dalam KTT tersebut, yakni masalah lingkungan.

Hal itu ditegaskan Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves, Ayodhia GL Kalake. Pemerintah rencananya menyiapkan beragam kendaraan listrik seperti roda empat, sepeda motor, dan bus.

“Pada ajang besar ini pemerintah Indonesia akan menggunakan kendaraan listrik baik bus, roda empat, roda dua, sebagai kendaraan resmi maupun operasional,” katanya, Rabu (24/11/2021).

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Ayodhia tak merinci model ataupun nama kendaraan yang bakal digunakan. Namun dia bilang pemerintah ingin menunjukkan komitmennya menurunkan emisi melalui penggunaan mobil berbasis baterai.

“Ini menunjukkan kepada dunia komitmen Indonesia menurunkan emisi melalui dukungan ke kendaraan listrik dan showcase terhadap kendaraan yang diproduksi di Indonesia,” ucap dia.

Pada kesempatan sama Kepala Staff Presiden Moeldoko menambahkan bahwa Presiden Joko Widodo akan membawa isu transisi energi terbarukan pada konferensi tersebut.

Jokowi, dikatakan Moeldoko, ‘ngotot’ ingin Indonesia mempercepat langkah transisi dari penggunaan energi fosil, dalam hal ini bahan bakar, ke energi terbarukan.

“Transisi energi dari fosil ke energi terbarukan keharusan dan tidak bisa ditunda. Oleh sebab itu harus ada perencanaan terukur dan alur waktu jelas,” kata Moeldoko.

Kedua, menurut Moeldoko, sesuai arah presiden, yaitu kendaraan listrik tidak lagi dapat ditawar-tawar. Lalu ketiga, kesempatan investasi harus dibuka selebar-lebarnya, jangan dipersulit.

Sejauh ini satu kendaraan listrik yang dipastikan bakal dipakai untuk KTT G20 di Bali adalah Genesis Electrified G80. Hal ini sudah diumumkan pemerintah pada akhir Oktober lalu.

Continue Reading

Otomotif

Baru Ada Total 14.400 Kendaraan Listrik di Indonesia

Published

on

kendaraan listrik
kendaraan listrik

Kendaraan listrik di Indonesia hingga saat ini masih menjadi barang langka. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat baru ada total 14.400 unit kendaraan listrik di Tanah Air hingga pertengahan November 2021.

Rinican kendaraan listrik tersebut adalah 1.656 mobil penumpang, 262 kendaraan roda tiga, 12.464 sepeda motor listrik, 13 bus, dan 5 mobil barang. Data tersebut diungkap Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi.

Saat ini, sambungnya, sudah ada beberapa APM mobil listrik di Indonesia. Sedikitnya 13 unit bus yang sudah mengajukan uji tipe, salah satunya dipakai oleh TransJakarta dan akan disusul oleh PPD dan Damri.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Sementara, berdasarkan data yang dihimpun oleh Kementerian ESDM pada September 2021 jumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) telah mencapai 187 unit yang tersebar di 155 lokasi di Pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi.

“Saat ini kami sudah berbicara dengan Badan Standardisasi Nasional (BSN) untuk mendorong semua APM sepeda motor, produsen sepeda motor listrik untuk memproduksi baterai dengan ukuran yang sama sehingga mempermudah masyarakat dalam penggunaan dan pengisian ulang baterai,” ujar Budi dalam keterangannya, dikutip Selasa (23/11/2021).

Dengan semakin banyaknya jumlah infrastruktur penunjang ini, Budi berharap kepercayaan masyarakat untuk menggunakan kendaraan listrik meningkat.

Continue Reading

Trending