Connect with us

Traveling

Taman Nasional Bali Barat, Surga Jalak Bali & Menjangan di Pulau Dewata

Published

on

Taman Nasional Bali Barat

Bali sudah tidak diragukan lagi merupakan lokasi wisata unggulan dan terfavorit di Indonesia. Ada banyak pesona situs alam Bali yang bisa kamu nikmati, mulai dari keramaian kota di malam hari yang semarak, pesona pantai yang bikin santai, hingga taman nasional yang lebih sejuk dan cocok untuk dikunjungi bersama keluarga.

Salah satu cagar alam yang patut kamu kunjungi adalah Taman Nasional Bali Barat (TNBB). TNBB merupakan lokasi pelestarian alam terkomplit dan luas di Pulau Bali.

Ada banyak pilihan spot alam menarik yang bisa kamu kunjungi bersama keluarga atau teman-teman. Mulai dari kebun binatang, pantai, melihat keindahan terumbu karang di bawah laut, candi bersejarah, dan masih banyak lagi.

Baca Juga:

  1. Ragam Potensi Besar Pengembangan Properti di Jakarta Timur
  2. Asal-usul Nama Kramat Jati, Tempatnya Pohon Keramat di Jakarta Timur
  3. Begini Potensi Jakarta Timur Hingga Karawang Jadi Jakarta Garden City

Sebelum melangkah lebih jauh, kamu harus mengetahui terlebih dahulu tempat dimana Taman Nasional Bali Barat berada. Dengan luas sekitar 77.000 hektar, Taman Nasional Bali Barat ini berada di ujung barat pulau Bali, sekitar 2 kilometer dari pelabuhan di Bali Gilimanuk. Yang menarik adalah wilayah Taman Nasional Bali Barat ini berada di 2 kawasan, yaitu kabupaten Buleleng dan kabupaten Jembrana, Bali.

Jika kamu berangkat dari kota Denpasar, maka kamu akan menempuh sekitar 3 jam atau sama dengan 60 kilometer untuk sampai ke Taman Nasional Bali Barat. Untuk rute yang dapat kamu ambil, kamu bisa memilih dari beberapa rute.

Seperti berangkat dari jalur utara lalu melalui Jl. Raya Gilimanuk menuju Singaraja sepanjang pantai utara pulau batik. Atau kamu bisa mengambil Jalur selatan menuju jalan raya Gilimanuk lalu ke Denpasar.

Taman Nasional Bali Barat

Kamu yang barasal dari pulau Jawa juga dapat langsung menuju ke Taman Nasional Bali Barat dengan menyeberangi selat Bali ke Gilimanuk menggunakan kapal feri dengan 30 menit waktu perjalanan. Kamu tidak perlu khawatir, karena kapal penyeberangan feri ini dapat beroperasi selama 24 jam. Setelah itu kamu dapat melanjutkan perjalanan ke Jalan Cekik dengan menggunakan bus.

Kamu bisa berjalan-jalan di alam bebas sambil melihat satwa langka. Taman Nasional Bali Barat terdiri dari dua ekosistem. Daratan meliputi ekosistem hutan mangrove,hutan hujan dataran rendah, evergreen, savana, hutan pantai, hutan musim, dan sungai hutan hujan. Sementara, ekosistem laut terdiri dari perairan laut dangkal dan perairan laut dalam, coral reef, padang lamun, serta pantai berpasir.

Di tempat ini, kamu bisa menemukan sejumlah hewan diindungi seperti rusa, lutung, banteng, dan aneka burung. Demikian pula kekayaan jenis floranya. Sekitar 176 spesies hewan dan tumbuhan dilindungi tinggal di kawasan seluas 190 kilometer persegi ini.

Taman Nasional Bali Barat

Kamu juga bisa mengunjungi Teluk Brumbun. Satu-satunya tempat penangkaran jalak Bali yang hampir punah. Jalak Bali merupakan hewan endemik setempat yang terancam punah. Teluk Brumbun yang ada di Taman Nasional Bali Barat adalah tempat yang tepat untuk dikunjungi, jika ingin melihat langsung interaksi burung jalak di habitat aslinya.

Kamu bisa menyebrang ke resor ini dari Dermaga Labuhan Lalang menggunakan kapal selama 45 menut. Namun, bisa juga menempuh perjalanan darat dengan durasi lebih lama. Selain menyaksikan burung jalak di penangkaran, kamu juga bisa bermain di pantai dan juge berkeliling padang savana.

Kemudian, kamu bisa diving dan snorkeling di Pulau Menjangan, surganya para penyelam. Pulau Menjangan gak mungkin disebut surganya divers kalau pemandangan bawah lautnya biasa saja. Tempat ini punya goa coral yang menakjubkan dengan terumbu karang serta ikan yang indah. Asyiknya lagi, kamu gak cuma bisa menyelam di pagi hingga sore saja, karena tempat ini menyediakan night diving.

Saat bersantai di pinggir pantai, jangan heran dengan sekawanan rusa yang juga ikut ngaso atau bermain air di sekitaran pantai. Pulau Menjangan adalah rumah bagi rusa yang dilindungi pemerintah. Untuk menuju ke sini gak harus dari Bali, kamu juga bisa menyeberang lewat Pantai Watu Dodol, Banyuwangi.

Traveling

Pesona Desa Hilisimaetano Nias, Salah Satu Desa Wisata Terindah di Indonesia

Published

on

Desa Hilisimaetano

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, menganugerahkan Desa Hilisimateno menjadi Desa Wisata. Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022 ini disambut hangat warga Desa Hilisimateno, Kecamatan Maniamolo, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, Rabu (22/6/2022) petang.

Sandiaga Uno mengungkapkan ketakjubannya terhadap keindahan alam hingga kekayaan budaya lokal di Desa Hilisimaetano.

”Saya ucapkan selamat kepada Bapak Bupati yang telah bisa meningkatkan gairah ekonomi dalam tatanan ekonomi baru dengan Desa Wisata Hilisimaetano, tepuk tangan untuk kita semua,” ucap Sandi disambut riuh tepuk tangan warga Desa Hilisimaetano.

Baca Juga:

  1. Mahfud MD: Pemerintah Mulai Pindah ke IKN Juli 2024
  2. Sejarah Jakarta Selatan, Kota Administratif Terkaya di Jakarta
  3. Melihat Komunitas Sastra di Kota Bekasi

Menurutnya, hal tersebut dapat terlihat pada saat memasuki desa, terdapat Batu Megalitik yang menandakan pada zaman megalitikum masyarakat Nias menggunakan peralatan dari batu besar.

“Kemudian 50 rumah adat yang bangunannya masih terpelihara dengan baik. Namun sangat disayangkan, ada satu rumah adat tertua yang runtuh akibat dampak dari tsunami Aceh tahun 2004,” ujarnya.

Tidak hanya itu, sistem pemerintahan yang dijalankan masih mengikuti sistem adat di mana sistem kepemimpinan adat desa masih dipegang oleh Si’ulu atau Raja yang merupakan kaum bangsawan Nias.

“Kemudian, para cendikiawan atau yang disebut Si’ila berperan sebagai pemberi nasihat kepada bangsawan. Dan Sato atau Fa’abanuasa (masyarakat) yang terus bergotong-royong dalam menjaga Lakhömi mbanua (marwah desa),” katanya.

Ketika mengunjungi desa wisata tersebut, pengunjung dapat melihat batu megalitik yang menjadi tanda bahwa pada zaman megalitikum masyarakat Nias menggunakan peralatan dari batu besar. Kemudian juga ada 50 bangunan rumah adat yang terpeliharan dengan baik, meski salah satu yang tertua runtuh akibat tsunami Aceh tahun 2004.

Desa Hilisimaetano

Keunikan lain dari desa ini adalah sistem pemerintahannya yang masih mengikuti adat. Sistem kepemimpinan desa masih dipegang oleh Si’ulu atau Raja yang merupakan kaum bangsawan Nias. Sementara itu Si’ila atau para cendekiawan berperan sebagai penasihat bangsawan. Dalam sistem ini, Dan Sato atau Fa’abanuasa (masyarakat) terus bergotong-royong dalam menjaga Lakhömi mbanua (marwah desa).

Masyarakat desa ini juga punya tradisi kerajnan tangan yaitu membuat anyaman topi caping, pahatan, ukiran, dan pedang besi (manöfa) yang dulunya berfungsi sebagai alat perang. Pada zaman dahulu, ketika menang perang melawan musuh, maka kepala musuh akan disematkan di ujung sarung pedang.

Selain itu, Desa Hilisimaetano juga memiliki kawasan persawahan terbesar di Nias Selatan dan memiliki potensi besar untuk dijadikan daerah agrowisata.

“Sekarang kami sangat khawatir dengan adanya ancaman krisis pangan, krisis energi, tapi Nias Selatan ini khususnya di Desa Wisata Hilisimaetano justru memiliki potensi untuk bisa memiliki ketahanan pangan dan kemandirian energi ini bisa kita kembangkan ke depan,” ujar Sandiaga.

Untuk dikembangkan menjadi desa wisata berkelanjutan, Desa Hilisimaetano akan bebenah, mulai dari fasilitas toilet dan penginapan. Desa ini akan mengembangkan produk ekonomi kreatifnya agar lapangan kerja semakin terbuka dan meningkatkan penghasilan masyarakat.

“Kita akan memberikan pendampingan, pelatihan, kita akan ada peningkatan destinasi wisata lainnya, seperti toilet, begitupun dengan homestay karena di sini hanya ada satu, kita akan tingkatkan, juga kita ingin jadikan desa wisata ini sebagai tujuan wisata selagi ada WSL Pro, untuk membangkitkan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Seperti yang sudah disebutkan, di Desa Hilisimaetano kita masih bisa melihat rumah adat Nias. Salah satunya adalah Oma Sebua, rumah tradisional yang dibangun di pusat desa khusus untuk kediaman para kepala negeri (tuhenori), kepala desa (salawa), atau kaum bangsawan.

Oma Sebua dibangun di atas tumpukan kayu uli besar dengan atap menjulang. Di budaya Nias dulunya sering terjadi perang antar desa sehingga desan rumah pun dibuat agar tahan terhadap serangan. Omo Sebua sendiri punya satu akses masuk lewat tangga sempit dengan pintu kecil. Omo Sebua juga terbukti tahan gempa karena pondasinya berdiri di atas lempengan batu besar dan balok diagonal.

Kemudian ada Omo Hada, yang dihuni masyarakat biasa. Rumahnya berbentuk persegi dengan pintu yang menghubungkan setiap rumah. Di Nias juga ada Osali, rumah yang dulunya dipakai secara khusus untuk menyimpan berhala.

Continue Reading

Traveling

Pesona Telaga Cicerem, Airnya Berwarna Biru

Published

on

By

Telaga Cicerem

Saat ini, Kabupaten Kuningan memiliki berbagai destinasi wisatanya yang menarik untuk dikunjungi. Salah satunya seperti Telaga Cicerem yang begitu banyak mengundang minat khalayak luas.

Bahkan tempat wisata yang satu ini diketahui begitu ramai dipadati pengunjung. Setiap mata wisatawan akan disuguhkan dengan jajaran pepohonan yang menjulang dan air terjun buatan, kala memasuki gerbang telaga.

Tak hanya itu saja, pengunjung akan semakin dimanjakan saat telah memasuki area telaga. Di mana beningnya air telaga dengan nuansa biru kehijauan tersaji di sana.

Bahkan, dari tepian telaga pun sampai dapat terlihat jelas ikan dewa dan kancra bodas yang berenang kesana kemari. Bagi para pengunjung juga turut disediakan spot foto yang keren oleh pihak pengelola.

Baca Juga:

  1. Ini Dia 5 Tempat Wisata Alam yang Ngehits di Batu Malang
  2. Pesona Gunung Merbabu, Sang Primadona Jawa Tengah
  3. Inilah 5 Gunung Terindah di Indonesia

Mereka bisa mengabadikan moment berayun diantara jernihnya telaga dengan pemandangan ikan-ikan di bawahnya. Sangat menarik bukan?

Selain itu, pengunjung yang ingin berenang di telah pun diperbolehkan. Namun, bagi kalian yang ingin tetap menikmati telaga tanpa berbasah-basahan bisa menaiki perahu dan juga bebek dayung yang telah disediakan.

Sementara itu untuk lokasinya sendiri, Telaga Biru Cicerem berada di kaki gunung Ciremai dengan ketinggian 315 mdpl. Tak ayal jika udara di tempat ini begitu sejuk atau adem.

Kalian yang ingin berkunjung ke tempat wisata menarik ini pun tak perlu khawatir soal tarifnya. Sebab, hanya denga mengeluarkan uang sebesar Rp 5.000 kalian sudah bisa menikmati pesona telaga yang airnya sebening kaca.

Continue Reading

Traveling

Indahnya Gunung Prau, Cocok untuk Pendaki Pemula

Published

on

By

Gunung Prau

Kini mendaki gunung telah menjadi kegemaran bagi banyak orang dari berbagai kelangan. Saat ini juga telah ada banyak gunung yang mudah untuk diakses pendaki pemula.

Salah satunya seperti Gunung Prau yang berlokasi di kabupaten wonosobo, jawa tengah yang cocok bagi mereka yang baru ingin mulai merasakan sensasi pendakian. Kawasan gunung yang satu ini mempunyai suhu yang begitu dingin. Hal ini dikarenakan letaknya yang berada di dataran tinggi Dieng.

Diketahui, via patakbanteng dan via dieng adalah nama jalur yang cukup terkenal bagi kalangan pendaki. Meski demikian, sebanarnya Gunung Prau memiliki sejumlah jalu pendakian yang lainnya.

Dikabarkan gunung ini sejak awal 2019 lalu telah ditambahkan beberapa fasilitas. Misalnya seperti sejumlah kursi untuk para pendaki duduk sambil menikmati keindahan pemandangn yang memanjakan mata.

Baca Juga:

  1. Ini Dia 5 Tempat Wisata Alam yang Ngehits di Batu Malang
  2. Mantap, Gunung Rinjani Segera Punya Kereta Gantung Terpanjang di Dunia
  3. Mantap, Gunung Rinjani Segera Punya Kereta Gantung Terpanjang di Dunia

Berbicara soal keindahan gunung ini memang tak ada habisnya. Itu mengapa jika akhir pekan, Gunung Prau sangat ramai oleh pengunjung yang datang. Bahkan saat ingin mendaki, wisatawan haru rela mengantri.

Sementara itu, untuk jarak tempuhnya dari basecamp, yakni sekitar 4 jam. Namun hal tersebut jika pendaki melalui jalur dengan cepat, sedangkan untuk pemula membutuhkan waktu sekitar 5-6 jam.

Bagi kalian yang ingin menjajal pendakian di gunung ini tak perlu khawatir soal biaya. Karena untuk perorangnya hanya perlu mengeluarkan uang senilai 10 ribu saja, dan untuk parkir permotonya pun juga sebesar 10 ribu.

Continue Reading

Trending