Connect with us

Infrastruktur

Tak Ada Proyek Infrastruktur Tahun Depan

Published

on

Proyek infratsruktur

Berbagai pengetatan anggaran untuk program kerja tahun 2022 akan berimbas pada pengerjaan proyek infrastruktur. Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR misalnya, tidak lagi mengerjakan proyek baru tapi akan fokus pada proyek berjalan, maintenance, maupun revitalisasi infrastruktur jalan, jembatan, hingga drainase.

Pemerintah tetap menjadikan proyek infrastruktur khususnya jalan maupun jalan tol sebagai salah satu prioritas pembangunan. Hanya saja di tengah berbagai kendala karena pandemi Covid-19 dan keterbatasan anggaran, fokus pembangunan infrastruktur jalan juga mengalami perubahan.

Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan terus melanjutkan pembangunan di bidang konektivitas khususnya penyelesaian proyek jalan dan jembatan yang telah mulai dibangun.

Baca Juga:

  1. Saat Buka Puasa, Sebaiknya Tak Konsumsi 5 Makanan Ini Secara Berlebihan
  2. Hindari 5 Kebiasaan Tak Sehat Ini Saat Berbuka Puasa
  3. Catat! Ini 5 Cara Makan untuk Hindari Asam Lambung Saat Puasa

Hal ini akan menjadi prioritas pekerjaan dikarenakan adanya pengurangan jumlah anggaran untuk tahun 2022 sehingga belum akan mengembangkan proyek baru.

“Adanya konstruksi anggaran yang cukup besar sehingga kami mendapatkan arahan dari Menteri PUPR untuk menggunakan metode optimalisasi, pemeliharaan, operasi, dan rehabilitasi (OPOR). Kita akan fokus menyelesaikan infrastruktur yang sudah dimulai dan memanfaatkan yang sudah terbangun,” ujar Dirjen Bina Marga Hedy Rahardian.

Untuk program-program yang baru yang telah direncanakan sebelumnya selanjutanya akan pagu indikatif anggaran sebesar Rp39,7 triliun. Sebesar Rp37,3 triliun akan digunakan untuk program konektivitas dan Rp2,4 triliun untuk program dukungan manajemen.

Program konektivitas terdiri dari program committed senilai Rp18,2 triliun dan program non committed Rp19,28 triliun dan tidak ada alokasi untuk program baru.

Karena itu tahun 2022 mendatang Bina Marga akan memprioritaskan pembangunan dan duplikasi jembatan sepanjang 4.937 m, preservasi dan penggantiann jembatan sepanjang 88,039 m, pembangunan jalan sepanjang 239 km, peningkatan kapasitas dan preservasi struktur jalan 2.230 km, penanganan mendesak dan tanggap darurat, peningkatan aksesibilitas flyover, underpass, dan terowongan sepanjang 427 m, peningkatan konektivitas jalan bebas hambatan 16,2 km, preservasi rutin jalan dan jembatan nasional, serta revitalisasi drainase.

Dari total anggaran program padat karya Kementerian PUPR sebesar Rp13,6 triliun, Bina Marga mendapatkan alokasi sebesar Rp4,5 triliun. Anggaran ini akan digunakan untuk tahun 2022 dan diharapkan bisa berfungsi lebih besar karena mengalami peningkatan dibandingkan tahun ini yang sebesar Rp3,1 triliun.

“Anggaran padat karya Rp4,5 triliun ini akan digunakan untuk program khusus padat karya maupun program-program lainnya yang menggunakan metode padat karya. Program padat karya bidang Bina Marga juga nantinya akan digunakan untuk preservasi jalan, preservasi jembatan, hingga revitalisasi drainase,” jelas Hedy.

Infrastruktur

17 Agustus Nanti, LRT Jabodebek Resmi Beroperasi

Published

on

LRT Jabodebek

Proyek transportasi publik LRT Jabodebek terus menunjukan progres yang baik dan ditargetkan akan beroperasi pada tahun ini juga. Progres yang baik ini berimbas langsung pada penjualan proyek TOD LRT City yang makin diminati masyarakat maupun kalangan investor.

Proyek transprotasi lintas raya terpadu (LRT) Jabodebek terus menunjukan progres pembangunan yang baik dan ditargetkan akan beroperasi pada pertengahan tahun ini juga. Progres yang baik untuk proyek LRT ini juga terus mendorong penjualan maupun minat masyarakat terkait proyek transit oriented development (TOD) LRT City Jabodetabek.

LRT City merupakan brand untuk proyek properti yang dikembangkan oleh PT Adhi Commuter Properti (ACP). ACP merupakan anak perusahaan PT Adhi Karya (Persero) Tbk yang membangun LRT Jabodebek. Menurut Direktur Utama ACP Rizkan Firman, pihaknya terus mendorong pertumbuhan bisnis maupun kinerja perusahaan khususnya untuk pemasaran proyek LRT City.

Baca Juga:

  1. Ragam Bahaya yang Menanti di Balik Metaverse
  2. Korea Selatan Bangun Metaverse Seoul, Kota Digital Pertama di Dunia
  3. Tren Baru, Orang Kaya Ramai-Ramai Beli Tanah di Metaverse

“Seiring perkembangan proyek transportasi LRT dan sosialisasi terhadap proyek TOD yang kami kembangkan, kami akan terus mendorong progres pembangunan seluruh proyek LRT City. Dalam waktu dekat kami akan melakukan groundbreaking Tower Adenium di Oase Park Member of LRT City dan peresmian area komersial di seluruh LRT City untuk menyambut beroperasinya LRT Jabodebek,” ujarnya.

Progres pembangunan proyek LRT City lainnya juga akan terus didorong. Misalnya, groundbreaking LRT City Cibubur serta topping off LRT City Tebet. Pada tahun ini juga masih ada beberapa proyek LRT City yang akan melakukan serah terima unit seperti di Tower Sapphire Cisauk Point Member of LRT City, Tower Bandoneon LRT City Jatibening, Tower Azzure LRT City Ciracas, hingga Klaster Bhumi Svarga Adhi City Sentul.

Firman juga menyebut, berbagai kolaborasi maupun aliansi strategis dengan pihak lain akan terus didorong untuk percepatan pengembangan proyek LRT City. Berbagai mitra yang akan digandeng ini nantinya akan mengoptimalkann kinerja maupun operasional perusahaan sehingga kian menarik khususnya bagi konsumen maupun investor.

Berbagai aktivitas bisnis yang terus didorong ini juga berdasarkan keyakinan yang besar kalau tahun ini merupakan timing untuk kebangkitan sektor properti seteleh terpuruk cukup dalam khususnya karena pandemi Covid-19. Ini juga untuk terus mengoptimalkan berbagai regulasi dan program stimulus yang dikeluarkan pemerintah untuk mendorong sektor properti tanah air.

Berbagai stimulus untuk sektor properti itu telah memudahkan masyarakat untuk membeli. Misalnya, penerapan uang muka 0 persen, relaksasi pajak, tren suku bunga yang terus turun, hingga program diskon PPN yang diperpanjang hingga pertengahan tahun ini.

“Berbagai kemudahan dan tren bisnis properti yang semakin baik telah mendorong masyarakat untuk membeli produk LRT City. Hal ini tentunya juga tidak terlepas dari potensi produk yang kami pasarkan yang akan terus meningkat value-nya seiring meningkatnya traffic dari aktivitas pengguna LRT,” pungkas Rizkan.

Continue Reading

Infrastruktur

Bendungan Baru Rampung, Bandung Kini Bebas Banjir?

Published

on

Kolam Retensi Andir
Kolam Retensi Andir

Berbagai proyek infrastruktur khususnya untuk pengendali banjir juga terus dilakukan. Kementerian PUPR telah membangun berbagai infrastruktur pengendali banjir untuk wilayah Bandung seperti floodway, kolam retensi, dan beberapa polder yang akan mengurangi risiko banjir khususnya di wilayah Bandung bagian selatan.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus menambah kapasitas infrastruktur pengendalian banjir di Bandung sesuai amanat Presiden Joko Widodo melalui Perpres No. 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum.

Setelah Terowongan Nanjung, sodetan (floodway) Cisangkuy dan Kolam Retensi Cieunteung, saat ini juga telah dirampungkan pembangunan Kolam Retensi Andir dan empat polder di Kabupaten Bandung sebagai tambahan tampungan pengendali banjir untuk mengurangi risiko banjir khususnya di Kawasan Bandung Selatan.

Baca Juga:

  1. Mengenal Web 3.0 yang disebut Masa Depan Internet
  2. Begini Ramalan Bill Gates Soal Metaverse
  3. Korea Selatan Bangun Metaverse Seoul, Kota Digital Pertama di Dunia

Menurut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, keberhasilan Program Citarum Harum memerlukan sinergitas antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan masyarakat yang telah disepakati dalam rencana aksi yang mengatur tanggung jawab masing-masing stakeholder.

Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan Endra S. Atmawidjaja yang juga Juru Bicara Kementerian PUPR mengatakan, pembangunan kolam retensi Andir dan empat polder menjadi bagian dari proyek penanggulangan banjir Kabupaten Bandung yang sudah direncanakan.

“Selain proyek pengendalian banjir ini, Kementerian PUPR juga telah menyelesaikan Sodetan Cisangkuy, Kolam Retensi Cieunteung dan beberapa normalisasi anak sungai Citarum yang lainnya. Dengan begitu bila ada curah hujan yang tinggi alirannya akan bisa lebih terkendali,” katanya.

Endra juga mengatakan, pembangunan kolam retensi Andir dan empat polder merupakan kerja sama Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menanggulangi banjir musiman di wilayah Dayeuhkolot dan Baleendah di Kabupaten Bandung. Sejak era tahun 1980-an, kawasan Bandung Selatan seperti Dayeuh Kolot, Baleendah, hingga Rancaekek telah menjadi kawasan langganan banjir dengan ketinggian lebih dari satu meter.

Selain itu banjir yang kerap terjadi di kawasan-kawasan ini juga bisa berlangsung lama sehingga masyarakat sangat dirugikan aktivitas sosial maupun ekonominya. Karena itu keberadaan berbagai infrastruktur pengendali banjir ini sangat dibutuhkan.

Kolam Retensi Andir dirancang dan dibangun oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum Ditjen Sumber Daya Air untuk mampu menampung genangan banjir sebanyak kurang lebih 160 ribu m3. Banjir yang biasa menggenangi wilayah Dayeuhkolot dan Baleendah nantinya bisa ditampung oleh kolam retensi ini dan dipompa ke sungai setelah kondisinya normal.

Kolam retensi Andir dibangun dengan luas daerah tangkapan air (catchment area) 149 hektar dan dilengkapi pompa tiga unit berkapasitas masing-masing 500 liter/detik. Selain itu juga telah dibangun empat polder yakni Polder Cipalasari-1 dengan catchment area seluas 22 hektar dan volume tampungan 1.250 m3; Polder Cipalasari-2 dengan catchment area 21 hektar dan volume 1.250 m3; Polder Cijambe dengan catchment area 137 hektar dan volume 1.250 m3, dan Polder Cisangkuy dengan catchment area 8 hektar dan volume 450 m3.

“Saya juga menekankan pentingnya perhatian kita pada aspek estetika. Untuk itu lansekap Kolam Retensi Andir harus dilengkapi dengan tanaman yang indah, rindang, dan produktif, seperti pohon pulai, angsana, manggis, duren, mangga dan lain-lain,” pungkas Endra.

Sebelumnya Kementerian PUPR juga telah melakukan pembangunan Kolam Retensi Cieunteung dengan luas genangan 4,75 hektar dan volume tampung 190.000 m3. Tujuan pembangunan Kolam Retensi yang selesai pada tahun 2018 lalu ini untuk mereduksi banjir seluas 91 hektardan memiliki potensi sebagai area wisata.

Selanjutnya juga telah dirampungkan pembangunan floodway Cisangkuy dan Cisangkuy yang akan mengalirkan debit banjir sebesar 230 m3/detik yang semula bermuara ke Dayeuhkolot menjadi bermuara ke Pameungpeuk sehingga mengurangi lama genangan dan luas genangan di daerah Dayeuhkolot, Baleendah, Andir, dan sekitarnya.

Continue Reading

Infrastruktur

Tekad Membara Jokowi Bangun 57 Bendungan Sebelum Pensiun Jadi Presiden RI

Published

on

Presiden Jokowi

Sebelum mengakhiri masa jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) bertekad untuk membangun 57 bendungan di seluruh Indonesia.

Jokowi menyampaikan keinginan itu saat meresmikan bendungan dk-29 di masa pemerintahannya, Jokowi menegaskan air adalah kunci dalam ketahanan dan kemandirian pangan.

Jokowi juga menegaskan bendungan adalah cara pemerintah memastikan ketersediaan air untuk masyarakat.

Baca Juga:

  1. Ada yang Laku Hingga Rp61 Miliar, Begini Cara Beli Tanah di Metaverse
  2. Elon Musk Kirim Sindiran Pedas untuk Metaverse
  3. Bill Gates: Bakal Banyak Orang Berkantor di Metaverse

“Insyaallah nanti pada akhir 2024 total bendungan yang akan diselesaikan adalah 57 bendungan di seluruh Tanah Air Indonesia,” terang Jokowi di Kabupaten Sumbawa Barat.

Jokowi menyampaikan Bendungan Bintang Bano dibangun sejak 2015. Pemerintah mengeluarkan dana hingga Rp1,44 triliun untuk mengongkosi proyek bendungan ini.

Mantan wali kota Solo itu menyebut Bendungan Bintang Bano mampu menampung air sebanyak 76 juta meter kubik. Bendungan ini mampu mengairi sawah seluas 6.700 hektare (ha).

“Kita harapkan bendungan ini akan mendukung ketersediaan air di Sumbawa Barat, mendukung ketahanan pangan di Provinsi NTB, dan juga bisa memenuhi kebutuhan air baku,” ucap Jokowi.

Sebelumnya, Jokowi menggenjot pembangunan bendungan di seluruh wilayah Indonesia. Ia ingin bendungan menjadi tumpuan untuk menciptakan kemandirian pangan.

Pada tahun lalu, Jokowi meresmikan 13 bendungan di 9 provinsi. Bendungan-bendungan itu adalah Bendungan Tukul, Jawa Timur; Bendungan Tapin, Kalimantan Selatan; Bendungan Napungete, NTT; Bendungan Sindangheula, Banten; Bendungan Bendo, Jawa Timur.

Continue Reading

Trending