Connect with us

Teknologi

Sudah Meluncur di Indonesia, Begini Cara Pakai TikTok Now

Published

on

Fitur TikTok Now. (Istimewa)

TikTok resmi menghadirkan layanan TikTok Now untuk pengguna di Indonesia. Hal itu dipastikan setelah pengguna kini bisa mengunduh aplikasi TikTok Now melalui App Store dan Google Play Store.

Aplikasi ini tengah dalam tahap uji coba selama beberapa minggu mendatang.

TikTok Now menyediakan cara baru untuk menghibur sekaligus menghubungkan sesama komunitas di platform konten video asal Cina tersebut.

Baca Juga:

  1. Begini Trailer Kisah God of War Ragnarok Terbaru
  2. Inilah 4 Fitur Baru iPhone 14 yang Sudah Lama Ada di Android
  3. Tingkatkan Kualitas SDM Industri, Kemenperin Terapkan TVET 4.0
Baca Juga :  Uang Makan Karyawan RANS Entertainment Cuma Rp29 Ribu

Para pengguna memungkinkan membagikan foto dan video setiap harinya untuk berbagi momen autentiknya dengan orang-orang yang paling berarti di aplikasi tersebut.

Pada aplikasi TikTok Now, pengguna akan menerima permintaan harian untuk merekam video berdurasi 10 detik, ataupun foto, dan membagikannya dengan mudah.

Baca Juga :  Intel Bikin Chip Khusus untuk Tambang Kripto

TikTok Now juga mengundang pengguna untuk mengabadikan apa yang sedang dilakukan.

Untuk mengambil foto atau video, para pengguna dapat melakukannya dengan salah satu kamera, baik depan dan kamera belakang dari perangkat yang digunakan.

pengguna TikTok Indonesia yang ingin menjajal fitur TikTok Now sudah bisa mengunduh aplikasi TikTok Now di Play Store dan App Store mulai Kamis (22/9/2022).

Baca Juga :  Jangan Nonton jika Tak Mau Menyesal, Video Belatung yang Viral di TikTok

Pengguna cukup memasukkan kata kunci “TikTok Now” di kolom pencarian aplikasi. Pengguna bakal menemukan aplikasi “TikTok Now” dengan logo petir serupa huruf “N” dan latar belakang berwarna biru. Aplikasi itu dibuat oleh pengembang TikTok Ltd, sama seperti pengembang aplikasi TikTok utama.

Setelah selesai di-download, pengguna bisa masuk (login) menggunakan akun TikTok yang sudah dimiliknya, atau mendaftarkan akun baru (sign up).

Teknologi

Elon Musk Rekrut Hacker sebagai Karyawan Twitter

Published

on

 

Elon Musk Rekrut Hacker sebagai Karyawan Twitter/Repro

Elon Musk Rekrut Hacker sebagai Karyawan Twitter/Repro

mycity.co.idElon Musk merekrut seorang peretas sebagai karyawan magang Twitter. Bukan sembarang hacker, hacker tersebut adalah George Hotz, yang terkenal sebagai hacker pertama yang membobol iPhone pada tahun 2007.

George Hotz, yang dikenal sebagai hacker iPhone, Hotz tidak diangkat langsung sebagai karyawan tetap, melainkan sebagai karyawan kontrak di Twitter. Ia melamar menjadi magang Twitter selama 12 minggu.

Baca Juga :  TikTok Jadi Aplikasi dengan Ulasan Tertinggi di App Store AS Sepanjang 2020

Elon Musk yang merupakan pemilik dan pimpinan baru raksasa teknologi tersebut, menyambut baik usulan tersebut. Pada 19 November, dia mengunggah tweet yang mengumumkan bahwa dia telah resmi menjadi orang dalam Twitter.

Baca Juga :  Uang Makan Karyawan RANS Entertainment Cuma Rp29 Ribu

“Ini adalah sikap untuk membangun hal-hal hebat,” tulisnya, mencantumkan kesediaannya untuk bekerja magang selama 12 minggu.

“Tentu, mari kita bicara,” Ujar Elon Musk menanggapi tweetnya.

Hotz telah berupaya meningkatkan fungsi pencarian selama 12 minggu. Menghapus undangan juga mencegah orang masuk tanpa masuk.

Merujuk pada ocehannya di Twitter, Hotz mengaku tanggung jawab yang diberikan cukup berat dalam waktu yang sangat singkat.

Baca Juga :  Siap-siap, Mulai 12 April Euro 4 Mobil Diesel Berlaku di Indonesia

Sebelumnya, Hotz bekerja hampir di bawah Elon Musk di Tesla. Tetapi pembicaraan itu dibatalkan karena Musk sering mengubah ketentuan kedua kontrak tersebut, kata Hotz.

Hotz juga pernah magang di perusahaan besar lainnya. Seperti Facebook, Google, Space X. Saat ini, Hotz mendirikan perusahaannya sendiri yang bernambernama Comma.ai.

Continue Reading

Teknologi

Data 5,4 Juta Pengguna Twitter Bocor, Dijual RP 472 Juta di Forum Hacker

Published

on

Ilustrasi Hacker, Digital Art Wallpapers

Data pribadi milik 5,4 juta pengguna Twitter dilaporkan bocor dan dibagikan gratis di forum peretas (hacker). Data ini kabarnya bocor akibat adanya kerentanan Application Programming Interface (API) di Twitter.

Di antara data pribadi pengguna yang bocor meliputi ID Twitter, nama pengguna, status pengguna, lokasi, jumlah pengikut, tanggal pembuatan akun, dan informasi lainnya. Karena sifatnya cukup umum, data-data ini dibagikan ke publik. 

Baca Juga :  Jangan Nonton jika Tak Mau Menyesal, Video Belatung yang Viral di TikTok

Selain beberapa di atas, ada pula informasi seperti alamat e-mail dan nomor telepon, tetapi tidak dimasukkan dalam data yang dipublikasikan hacker. Data inilah yang kemudian dijual di forum peretasan seharga 30.000 dollar AS (Rp 472 juta).

Informasi pengguna Twitter itu dihimpun pada Desember 2021 dengan memanfaatkan kerentanan API Twitter. Kerentanan ini memungkinkan orang mengirimkan nomor telepon dan e-mail-nya ke API, untuk mengambil ID Twitter yang berkaitan. 

Baca Juga :  Induk Facebook Rugi Rp43 Triliun karena Proyek Metaverse

Kerentanan itu terungkap dalam program pelacakan bug HackerOne dan kemudian diperbaiki pada Januari 2022. Sayangnya, ID Twitter itu juga memungkinkan haicker untuk mengorek informasi lainnya. 

Para hacker bahkan memakai memanfaatkan bug Twitter itu untuk mencuri data pribadi pengguna, dihimpun KompasTekno dari BleepingComputer. 

Jadi, selain 5,4 juta data yang dijual tadi, ternyata ada tambahan 1,4 data profil pengguna Twitter lainnya yang ditangguhkan hacker. Data ini dihimpun memakai API yang berbeda.

Baca Juga :  Paling Banyak Diunduh Sedunia, TikTok Jadi Raja Aplikasi Media Sosial

Twitter sendiri sudah mengonfirmasi adanya pelanggaran data yang memanfaatkan bug API, kemudian diperbaiki pada Januari 2022. Namun perusahaan belum memberikan tanggapan soal adanya tambahan 1,4 juta data yang bocor dari bug yang sama.

Continue Reading

Teknologi

Elon Musk Marah-marah dan Ancam Apple di Twitter, Ada Apa?

Published

on

Elon Musk sebut dirinya bisa saja meninggal secara misterius setelah cekcok dengan kepala badan antariksa Rusia Roscosmos (Foto: Reuters)

Pemilik sekaligus CEO Twitter, Elon Musk, kembali terlibat perseteruan. Kali ini “lawannya” tidak main-main, yakni raksasa teknologi Apple. Salah satu hal yang memicu perseteruan ini adalah perkara iklan dan moderasi konten di Twitter. 

Dalam serangkaian twit pada Senin (28/11/2022), Elon Musk mempertanyakan bila Apple membenci kebebebasan berbicara di Amerika Serikat sehingga menghentikan sebagian besar iklannya di Twitter. “Apple kebanyakan berhenti beriklan di Twitter. 

Apakah mereka membenci kebebasan berbicara di Amerika?” kata Elon Musk. Apple sendiri dilaporkan menjadi salah satu pengiklan terbesar di Twitter. The Washington Post menyebutkan, Apple menghabiskan 48 juta dollar AS atau setara 755,6 miliar untuk beriklan di Twitter pada kuartal I (Januari-Maret) 2022 saja. 

Selain Apple, Twitter disebut telah kehilangan setengah dari 100 pengiklan teratasnya semenjak dibeli oleh Elon Musk.

Perusahaan besar seperti AT&T, CNN, Dell, Allstate, DirecTV, HP, Nestle, Coca-Cola, Verizon, General Mills, Volkswagen, Wells Fargo, dan lainnya disebut tak lagi beriklan di Twitter. Hal ini pun tak ayal membuat Twitter menghadapi kerugian besar dalam pendapatan iklan.

Baca Juga :  Khaby Lame, Kena PHK Kini Berjuta Pengikut

Musababnya, para pengiklan teratas ini menghabiskan 2 miliar dollar AS atau sekitar Rp 31,4 triliun pada tahun 2020. Tahun ini, pengiklan 750 juta dollar AS atau setara Rp 11,8 triliun pada tahun 2022, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari MacRumors, Selasa (29/11/2022).

Twitter terancam dihapus dari App Store? 

Dalam twit terpisah, Elon Musk juga mengeklaim bahwa Apple mengancam akan menghapus Twitter dari toko aplikasi App Store tanpa alasan. Sebagai konteks, Elon Musk mendeskripsikan dirinya sendiri sebagai “free speech absolutist” atau pemegang teguh prinsip kebebasan berbicara. 

Makanya, Musk ingin membeli Twitter guna mengatur moderasi konten dan memprioritaskan kebebasan berbicara.

Salah satu “bukti” yang diambil Elon Musk soal kebebasan berbicara adalah dengan membuka blokir akun Twitter pribadi mantan Presiden AS Donald Trump. Padahal, di era kepemimpinan Jack Dorsey, Twitter tidak memberi ampun bagi akun @realdonaldtrump yang permanen sejak Januari 2021. 

Baca Juga :  Apple Akan Gunakan Layar Fleksibel di Apple Watch?

Akun Trump diblokir selama-lamanya setelah dua kicauannya dinilai melanggar kebijakan Twitter dan berisiko melanggengkan kekerasan dan ujaran kebencian, terkait peristiwa kerusuhan di gedung DPR/MPR Amerika Serikat (AS) yang menelan korban jiwa. 

Selain soal moderasi, Elon Musk juga tampak tidak senang dengan aturan komisi 30 persen yang dipungut Apple dari pembelian aplikasi atau konten di App Store. 

Twitter sendiri saat ini mulai gencar memonetisasi layanan berlangganan Twitter Blue. Angka 30 persen tersebut tentu akan dipungut di setiap transaksi, termasuk langganan Twitter Blue.

Apple sendiri belum memberikan tanggapan dari pertanyaan Elon Musk tersebut. Namun, Apple memang memiliki aturan yang ketat untuk memperbolehkan aplikasi muncul di toko aplikasi App Store, termasuk soal moderasi. 

Baca Juga :  Siap-siap, Mulai 12 April Euro 4 Mobil Diesel Berlaku di Indonesia

Apple tak segan-segan menghapus aplikasi yang dinilai tak melakukan moderasi konten yang cukup dari App Store. Misalnya seperti yang dialami “Parler”, aplikasi media sosial yang digunakan para konservatif dan ekstremis sayap kanan pendukung Donald Trump tahun lalu.

Musababnya, Parler memiliki aturan moderasi konten yang longgar sehingga membuat aplikasi menjadi sarang unggahan yang mendorong kekerasan dan perbuatan kriminal. Aplikasi Parler baru bisa kembali muncul di App Store setelah mengimplementasikan sistem moderasi konten berbasis kecerdasan buatan (atificial intelligence/AI) di platformnya. 

Pada 2018, Apple juga sempat menghapus Tumblr gara-gara konten dewasa di mikroblog tersebut, sebagaimana dihimpun dari Engadget. Bila moderasi konten di Twitter menjadi longgar, tak menutup kemungkinan Apple juga bakal menghapus Twitter dari App Store. Namun, Apple memberikan komentar terkait masalah Twitter ini.

Continue Reading
Advertisement

Trending