Connect with us

Nasional

Singgung Era SBY, Jokowi Ungkap Alasan Utama Pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Timur

Published

on

Presiden Jokowi

Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi), kembali buka suara perihal keputusannya memindahkan Ibu Kota Negara (IKN) dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur.

Jokowi menegaskan bahwa rencana memindahkan ibu kota negara sejatinya telah berlangsung lama. Awalnya, rencana pemindahan ibu kota negara dicetuskan oleh Presiden Sukarno pada tahun 1957.

“Sebetulnya sudah dari proses yang panjang,” tegas Jokowi dalam tayangan video yang diunggah Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (15/3/2022).

Baca Juga:

  1. Hanya Dalam 30 Detik, Koin Kripto Lesti Kejora dan Rizky Billar Laku Rp3,1 Miliar
  2. Giliran Lesti Kejora dan Rizky Billar Bikin Token Kripto
  3. Jangan Sampai Tertipu, Ini Daftar Token Kripto yang Lolos Aturan Bappebti

Tongkat estafet rencana pemindahan ibu kota kemudian berlanjut ke Presiden Soeharto. Namun, krisis 1998 juga membuat kajian pemindahan berhenti di tempat.

Jokowi juga menyinggung kajian pemindahan ibu kota yang pernah dilakukan di masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beberapa tahun lalu.

“Zaman Presiden SBY juga melakukan kajian kajian untuk memindahkan ibu kota karena banyak juga alasan,” sambung Jokowi.

Baru kemudian di awal pemerintahannya pada 2014, Jokowi menginstruksikan kepada Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas untuk menggodok lagi kajian pemindahan IKN.

“Sehingga dari banyak lokasi, diciutkan menjadi tiga. Kemudian diputuskan di Kalimantan Timur di Penajam Paser Utara dan Kukar karena memang ini titik paling tengah kalau kita ambil dari bagian Barat, Timur, Utara, Selatan,” tuturnya.

Jokowi mengatakan, pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur salah satunya memang karena ketersediaan lahan yang mumpuni. Namun, itu bukanlah satu-satunya alasan.

“Paling penting adalah perpindahan ini untuk pemerataan, untuk keadilan karena kita memiliki 17 ribu pulau yang 56% ada di Jawa, 156 juga populasi Indonesia ada di pulau Jawa padahal kita punya 17 ribu pulau,” ungkapnya.

“Kemudian juga PDB ekonomi, perputaran ekonomi 58% ada di Jawa khususnya di Jakarta. Artinya apa? Magnet ada di pulau Jawa dan Jakarta. Oleh sebab itu, harus ada magnet yang lain sehingga dari 17 ribu pulau tidak menuju ke Jawa ke Jawa ke Jawa sehingga beban pulau Jawa beban Jakarta tidak semakin berat,” demikian Jokowi.

Nasional

Warga Palangka Raya Sukses Pecahkan Rekor MURI Memasak Hidangan Kalimantan Tengah

Published

on

Tradisi Mangenta

Warga Bundaran Besar Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), sukses mencatatkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) pada Minggu (22/5/2022) untuk peserta memasak mangenta terbanyak.

Gubernur Provinsi Kalteng Sugianto Sabran, mengambil peluang itu dengan memperkenalkan mangenta ke masyarakat luas melalui Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) tahun 2022.

Setidaknya, sebanyak 1.043 peserta turut berpartisipasi dalam kegiatan itu, dan hal ini dinilai sebagai langkah untuk melastarikan warisan budaya kuliner Kalteng.

Baca Juga:

  1. Dikenal Sebagai Kota Pahlawan, Inilah Sederet Rekomendasi Wisata Sejarah di Surabaya
  2. Keris dan Perubahan Budaya bagi Masyarakat Jawa
  3. Gua Liang Bua, Rumah Manusia Kerdil Indonesia dari NTT

“Mangenta merupakan proses mengolah bahan dari padi menjadi kenta dan ini merupakan warisan kuliner khas Kalimantan Tengah sebagai kearifan lokal”, ujar Sugianto Sabran selaku Gubernur Kalteng, Minggu (22/5/2022).

Orang nomor satu di Bumi Tambun Bungai ini juga berharap, melalui kegiatan tersebut masyarakat luas dapat mengenal kuliner khas Kalteng dan mengembangkannya menjadi aneka varian rasa, sehingga dapat dinikmati banyak orang termasuk generasi milenial.

“Tidak hanya sekedar varian original saja, sehingga kuliner kenta bisa menjadi kuliner modern yang digemari semua orang termasuk generasi milenial,” tambahnya.

Masih dalam perhelatan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Provinsi Kalteng ke 62. Selain Mangenta, Pemerintah Daerah Provinsi Kalteng juga memecahkan rekor bakar jagung sebanyak 62 ribu bonggol atau tongkol. Hal ini menjadi penanda, direbutnya predikat Muri bakar jagung yang sebelumnya dipegang oleh Kota Jember, Provinsi Jawa Timur dengan total 52 ribu.

Continue Reading

Nasional

Tugas Baru Jokowi untuk Luhut: Bereskan Masalah Minyak Goreng

Published

on

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengaku mendapatkan tugas baru dari Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi). Tugas tersebut adalah menyelesaikan permasalahan minyak goreng.

Luhut menyampaikan kabar tersebut dalam sambutannya secara virtual pada acara Perayaan Puncak Dies Natalis ke-60 Gamki pada Sabtu (21/5/2022).

“Tiba-tiba Presiden memerintahkan saya untuk mengurus minyak goreng. Jadi sejak 3 hari lalu, saya mulai menangani masalah kelangkaan minyak goreng dan kita berharap itu tidak terlalu lama kita selesaikan,” kata Luhut.

Baca Juga:

  1. Gandeng Pemprov DKI, WIR Group Kembangkan Metaverse Jakarta
  2. Gali Masa Depan Dunia, Indosat Lebarkan Sayap ke Metaverse
  3. Rusia Uji Coba Rudal Antar Benua, Putin: Musuh Pasti Bakal Was-Was

Sebelumnya, Presiden Jokowi kembali membuka ekspor minyak goreng pada Senin (23/5/2022). Keputusan tersebut diambil pemerintah setelah memperhatikan kondisi pasokan dan harga minyak goreng saat ini serta mempertimbangkan para tenaga kerja dan petani di industri sawit.

“Berdasarkan kondisi pasokan dan harga minyak goreng saat ini serta mempertimbangkan adanya 17 juta orang tenaga kerja di industri sawit, baik petani, pekerja, dan juga tenaga pendukung lainnya, maka saya memutuskan bahwa ekspor minyak goreng akan dibuka kembali pada Senin, 23 Mei 2022,” kata Jokowi.

Jokowi menegaskan bahwa pemerintah akan terus memantau dan mengawasi dengan ketat untuk memastikan minyak goreng tersedia dengan harga terjangkau di tanah air.

“Meskipun ekspor dibuka, pemerintah akan tetap mengawasi dan memantau dengan ketat untuk memastikan pasokan tetap terpenuhi dengan harga terjangkau,” ujarnya.

Continue Reading

Nasional

IKN Nusantara Disebut Minim Pendanaan, Ini Komentar Luhut

Published

on

Luhut Binsar Pandjaitan

Banyak kabar beredar mengenai pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara minim pendanaan. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi , Luhut Binsar Pandjaitan, pun buka suara mengenai hal itu.

Luhut menyampaikan hal itu saat memberikan pengarahan dalam Perayaan Dies Natalis ke 60 Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI). Dia menyatakan banyak investor dari negara lain yang ingin berinvestasi di IKN Nusantara.

“Saya sudah bertemu Mohammed Bin Salman, putera mahkota Kerajaan Arab Saudi yang menyatakan akan berinvestasi sangat besar,” ujarnya.

Baca Juga:

  1. Dikenal Sebagai Kota Pahlawan, Inilah Sederet Rekomendasi Wisata Sejarah di Surabaya
  2. Keris dan Perubahan Budaya bagi Masyarakat Jawa
  3. Gua Liang Bua, Rumah Manusia Kerdil Indonesia dari NTT

Bahkan, Luhut menyatakan Uni Emirat Arab melalui Indonesian Investment Fund (INA) telah menyatakan komitmen investasi sebesar USD 20 miliar.

“IKN will be world-class city for all. Sudah banyak pihak memberi hormat atas konsep kita membangun ibu kota baru,’ jelasnya.

Luhut menegaskan ibu kota baru nantinya akan diperuntukkan bagi generasi muda di masa depan. Desain kota ini, kata dia, diklaim tidak akan kalah dengan pembangunan kota modern lainnya seperti Neom, Arab Saudi hingga Dubai, UEA.

Sebelumnya, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menepis kabar yang menyebutkan dana haji akan dipergunakan untuk pembangunan ibu kota negara (IKN) di Provinsi Kalimantan Timur.

Hal tersebut ditegaskan Gus Yaqut, sapaan akrabnya dalam keterangan pers usai rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) membahas persiapan pelaksanaan ibadah haji 1443 di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

“Saya ingin menyampaikan bahwa tidak benar ada hoax yang mengatakan dana haji digunakan untuk keperluan pembangunan IKN,” kata Gus Yaqut beberapa waktu lalu.

Continue Reading

Trending