Connect with us

Properti

Sektor Properti Serap 19 Juta Tenaga Kerja

Published

on

Sektor Properti

Menko Perekonomian Airlangga Hartanto menyampaikan pertumbuhan ekonomi triwulan kedua 2021 yang mencapai lebih dari 70 persen dan salah satunya didorong oleh sektor properti. Kondisi perekonomiann yang membaik ini bisa terus didorong khususnya dari sektor properti yang memiliki sub sektor bisnis mencpaai 174 industri.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada periode triwulan kedua 2021 mencapai 70,7 persen secara tahunan (yoy) dan telah menjadi momentum pemulihan yang memberikan optimisme bagi seluruh pelaku ekonomi. Neraca perdagangan juga telah surplus selama 16 bulan terakhir mencapai 4,74 miliar dollar Amerika atau tertinggi sejak Desember 2006.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto, pertumbuhan yang sangat positif ini menandakan berbagai upaya pemerintah sudah pada jalur yang tepat dan capaian ini juga seiring dengan program penanganan Covid-19 yang semakin efektif. Properti juga menjadi salah satu fokus utama pemerintah untuk terus meningkatkan pemulihan ekonomi nasional.

Baca Juga:

  1. NATO Pecat Setengah Diplomat Rusia
  2. Israel Akan Bangun 10 Ribu Unit Rumah di Yerusalem Timur
  3. Pemerintah India Berikan Santunan Rp9,5 Juta untuk Korban Meninggal Akibat Covid-19

“Sektor properti memiliki multiplier effect baik dari sisi forward linkage maupun backward linkage terhadap 174 sub sektor industri baik secara langsung maupun tidak langsung. Penyerapan tenaga kerja langsung untuk industri properti juga mencapai 19 juta orang tenaga kerja,” ujarnya.

Sektor properti akan terus didorong terlebih dengan penduduk perkotaan di Indonesia telah mencapai 56,7 persen dan diprediksi akan mencapai 66,6 persen pada tahun 2035 dan 72,8 persen tahun 2045. Selain itu masih ada 15,5 juta orang yang tinggal di hunian yang tidak layak dan karena itu sektor properti akan terus didorong untuk berkontribusi aktif dalam penyediaan hunian dan untuk itu dibutuhkan strategi yang tepat dalam situasi pandemi ini.

Pemerintah juga telah mengeluarkan berbagai insentif seperti kebijakan loan to value (LTV) dan financing to value (FTV) hingga 100 persen untuk kredit properti. Tahun ini pemerintah juga menerbitkan pemberian insentif PPN untuk produk properti siap huni seharga di bawah Rp2 miliar dan telah diperpanjang pemberlakuannya hingga akhir tahun ini.

Airlangga menyebut, kebijakan PPN ditanggung pemerintah ini telah memberikan dampak pada pergerakan pasar khususnya segmen masyarakat berpenghasilan ke atas dan terjadi pertumbuhan penjualan secara signifikan untuk rumah dengan harga Rp500 juta hingga Rp1 miliar.

Hal ini memberiikan dampak pada kuartal kedua tahun 2021 PDB dari sisi produksi sektor jasa real estat bisa tumbuh 2,82 persen dan ini jauh lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar 0,94 persen. Sementara sektor jasa konstruksi juga tumbuh 4,42 persen secara tahunan termasuk dari sisi investasi penanaman modal yang tumbuh 7,54 persen secara tahunan yang didorong dari pertumbuhan sektor bangunan.

Karena itu Airlangga terus mendorong kepada para pelaku usaha properti untuk tetap optimis dan menjaga semangat guna mendukung pemulihan ekonomi nasional. Mesin pertumbuhan ekonomi saat ini dalam tren membaik dan situasi pandemi semakin terkendali. Simpifikasi regulasi dan perizinan untuk sektor properti juga telah diatur dalam UU Cipta Kerja.

“Di sisi lain sektor properti juga harus mengambil pelajaran dari kasus gagal bayar utang dari perusahaan-perusahaan internasional. Jaga kehati-hatian saat mengekspansi bisnis dan itu harus dibarengi dengan proyeksi pendapatan yang realistis dan menghindari agresivitas dalam berhutang. Properti juga harus mengutamakan transparansi dalam pelaporan keuangannya dan menerapkan tata kelola perusahaan yang baik dan berkelanjutan,” bebernya.

Properti

Penjualan Tertinggi Sektor Properti Justru Terjadi di Masa Pandemi Covid-19

Published

on

Properti

Sektor properti telah membuktikan kinerja bisnis yang baik di segala situasi. Properti juga telah menunjukan peningkatan kinerja bisnisnya selama 10 tahun terakhir bahkan mencatatkan kinerja tertinggi saat situasi pandemi Covid-19 saat industri yang lain mengalami penurunan.

Pandemi Covid-19 yang telah kita jalani dua tahun terakhir telah membuat banyak adaptasi dalam aktivitas bisnis. Sektor perekonomian juga terus menunjukan perbaikan termasuk bisnis properti yang juga terus membaik. Membaiknya sektor properti ini bahkan diprediksi akan terus berlanjut hingga tahun depan.

Menurut Pengamat Properti dari Epic Property M. Gali Ade Novran, tren yang baik di sektor properti ini salah satu indikator yang paling nyata adalah terus meningkatnya kinerja penjualan dari perusahaan developer termasuk penyaluran pembiayaan perumahan (KPR) dari perbankan.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

“Terlebih saat ini ada banyak regulasi dan stimulus yang dikeluarkan pemerintah untuk terus mendorong perekonomian melalui sektor properti karena sektor ini merupakan lokomotif yang membawahi seratusan lebih industri terkait lainnya. Properti yang telah terbukti mampu bertahan di berbagai situasi sulit ini tidak mengherankan kalau dijadikan prioritas oleh pemerintah,” ujarnya.

Lebih lanjut, tren peningkatan bisnis properti ini diprediksi akan melampaui pertumbuhan angka produk domestik bruto (PDB). Saat PDB nasional terpuruk hingga minus 2,1 persen akibat dampak pandemi Covid-19, sektor properti mampu mencatatkan pertumbuhan mencapai 2,3 persen.

Tahun 2020 lalu juga nilai ekonomi nasional yang disumbang dari sektor properti cukup besar mencapai Rp324,3 triliun. Angka ini merupakan porsi hingga lebih dari 3 persen dari total perekonomian nasional dan merupakan kontribusi dari sektor padat modal yang tertinggi terhadap perekonomian nasional.

Dalam kurun 10 tahun terakhir sektor properti juga terus mencatatkan angka yang tinggi dibandingkan sektor lainnya. Capaian ini menjadi sejarah baru yang diraih oleh sektor properti dan tentunya sangat membanggakan karena capaian yang tinggi ini justru diraih saat situasi bisnis yang sulit akibat pandemi.

Di sisi lain, penurunan yang sempat terjadi pada sektor properti sifatnya selalu sementara karena setelah itu biasanya sektor ini akan kembali mengalami tren kenaikan. Untuk situasi saat pandemi ini juga menunjukan beberapa segmen rumah yang terus meningkat khususnya untuk segmen menengah ke bawah disusul untuk segmen menengah dan menengah ke atas.

“Tren ini diprediksi akan terus berlanjut karena ada banyak dorongan untuk membuat sektor ini terus meningkat. Perbankan juga telah menjadikan penyaluran pembiayaan perumahan menjadi sektor bisnis utamanya karena kinerjanya yang terus meningkat terlebih dengan berbagai kemudahan yang dikeluarkan pemerintah,” beber Gali.

Continue Reading

Properti

Dukung Go Green, Bank BTN Wajibkan Pemilik Rumah Tanam Pohon

Published

on

Bank BTN
Bank BTN

Untuk mendukung konsep wawasan lingkungan dan green home, Bank BTN yang fokus dalam pembiayaan perumahan mewajibkan menanam satu pohon untuk setiap unit rumah yang dibiayainya. Bank BTN juga menggandeng BUMN lain seperti PLN untuk penyediaan kompor listrik guna mempercepat target pengurangan kompor LPG.

Pengembangan yang berwawasan lingkungan untuk menciptakan green housing perlu didorong oleh semua pihak. Dalam hal ini kalangan perbankan juga ikut aktif dengan memberikan syarat tertentu untuk pembiayaan yang disalurkan kepada masyarakat (KPR) maupun perusahaan developer (kredit konstruksi).

Bank BTN misalnya, menggandeng perusahaan BUMN lain seperti PT PLN (Persero) dengan menyediakan kompor induksi (kompor listrik) untuk debitur KPR hingga mewajibkan penanaman satu pohon di setiap perumahan yang dibiayainya.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Menurut Direktur Wholesale Risk and Asset Management Bank BTN Elisabeth Novie Riswanti, Bank BTN terus mendorong baik debitur maupun perusahaan pengembang dalam setiap proses pembangunan perumahannya harus memerhatikan aspek lingkungan sebagai bentuk partisipasi aktif perusahaan terhadap konsep lingkungan hidup.

“Bank BTN akan terus mendorong pembiayaan perumahan berbasis ramah lingkungan dengan menggandeng berbagai pihak seperti PLN maupun kalangan pengembang hingga masyarakat. Hal ini untuk mendorong target pemerintah dalam menyukseskan program sejuta rumah dan satu juta kompor induksi untuk pengalihan dari gas (LPG) ke listrik,” ujarnya.

Hal ini juga baru diterapkan saat Bank BTN melakukan akad masal untuk KPR subsidi dengan skema Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Implementasi go green lainnya dengan penanaman pohon hingga seribu pohon di berbagai perumahan yang dibiayainya.

Penanaman pohon ini juga akan diwajibkan kepada masyarakat maupun developer di setiap unit rumah. Targetnya, Bank BTN bisa menanam 45 ribu pohon dalam rangka perayaan HUT KPR ke-45 tahun pada bulan Desember mendatang. Untuk wilayah NTB misalnya, potensi untuk pembiayaan maupun penerapan konsep green sangat besar karena kawasannya tengah berkembang dengan diresmikannya Sirkuit Mandalika oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.

Dari sirkuit ini saja akan menumbuhkan kegiatan ekonomi yang berimbas juga pada sektor perumahan. Karena itu Bank BTN juga ikut mendukung pengembangan kawasan Mandalika khususnya melalui potensi pariwisata dan terus menjalin kerja sama dengan developer untuk pengembangan proyek perumahan, hotel, maupun produk pariwisata lainnya.

Saat acara akad kredit masal KPR BP2BT di Lombok Barat, Bank BTN menyalurkan KPR untuk 1.300 unit rumah dan skema ini akan terus didorong hingga tersalurkan mencapai 11 ribu unit hingga akhir tahun ini. Hingga 20 November lalu Bank BTN telah menyalurkan sekitar 6.357 unit KPR BP2BT dan kami optimistis bisa mencapai target 11 ribu hingga Desember,” beber Novie.

Continue Reading

Properti

Pandemi Covid-19, Potensi Bisnis Kavling Industri & Pergudangan Makin Seksi

Published

on

kavling industri
kavling industri

Sektor properti telah menjadi bisnis yang sangat menguntungkan saat situasi pandemi. Anak perusahaan BUMN Krakatau Steel, PT Krakatau Sarana Properti akan merambah berbagai kawasan industri untuk meraih potensi kavling industri, pergudangan, residensial, dan berbagai potensi bisnis properti lain yang bisa diraih.

Pandemi Covid-19 telah memunculkan beberapa segmen properti yang paling banyak dicari. Rumah tapak, produk komersial ataupun ruang usaha, hingga kawasan industri menjadi beberapa segmen properti yang banyak dicari saat pandemi ini. Hal ini membuat kalangan pengembang terus berinovasi menghadirkan produk yang tepat.

Salah satunya PT Krakatau Sarana Properti (KSP) yang merupakan anak usaha perusahaan BUMN PT Krakatau Steel. Untuk terus meningkatkan kinerja bisnisnya, KSP merambah kawasan di luar spesialisasinya selama ini yaitu Cilegon, Banten, untuk menangkap peluang besar di wilayah lain.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Menurut Direktur Utama PT Krakatau Sarana Properti Ridi Djajakusuma, unit usaha Krakatu Steel yang membidangi lini bisnis properti khususnya penyediaan kaveling industri dan pergudangan ini sangat optimistis untuk terus meningkatkan kinerja bisnis khususnya untuk terus memperluas landbank perusahaan.

“Kami berencana untuk terus mengembangkan dan mengambil lahan di luar Cilegon misalnya membeli lahan industri di Batang, Subang, maupun kawasan industri lainnya. Mimpi besar kami untuk terus mempebesar landbank sehingga ada kesinambungan sebagai pengelola kawasan industri,” ujarnya.

Ridi juga menyebut salah satu prospek bisnis yang memiliki potensi besar yaitu pergudangan yang okupansinya terus meningkat. Okupansi sektor pergudangan ini juga terus menunjukan peningkatan saat situasi pandemi Covid-19 karena itu pihaknya terus berupaya melakukan berbagai kajian untuk merambah bisnis pergudangan di luar wilayah Cilegon.

Strategi lainnya, bagiamana sebagai perusahaan bisa mandiri untuk menghidupi setiap lini bisnis dengan berbagai inovasi yang dikeluarkan. KSP juga akan aktif untuk mendatangkan tenant maupun investor sehingga bisa terus mendorong kinerja bisnis seiring tren bisnis properti yang terus membaik.

Di sisi lain, KSP yang juga bergerak di bidang sarana infrastruktur prooperti juga memiliki aset yang sangat luas khususnya melalui Kawasan Industri Krakatau Cluster 1, 2, dan 3 yang mencakup kawasan industri seluas 550 hektar. Lini bisnis properti ini juga menyediakan kaveling industri, pergudangan, properti komersial, hingga beberapa hotel dan restoran seperti Hotel & Golf The Royale Krakatau Restoran The Surosowan, Krakatau Water World, hingga lini residencial melalu Pejaten Mas Estate dan Bumi Rakata Asri.

“Kami juga memiliki sumber daya dari pekerja mencapai 600 orang dan seluruh pekerja kami memiliki visi yang sama untuk merealisasikan visi perusahaan. Bila dikaitkan dengan masa pandemi saat ini, kami terus mencari berbagai adaptasi maupun penerapan new normal dikaitkan dengan kebutuhan properti dan kami optimistis masih ada banyak peluang dan kesempatan yang bisa diraih,” pungkas Ridi.

Continue Reading

Trending