Connect with us

Otomotif

Sejarah Terciptanya Mobil Listrik, dari Alessandro Volta Hingga Thomas Alva Edison

Published

on

Mobil listrik

Pemerintah Indonesia saat ini sedang gencar untuk mengembangkan mobil listrik. Padahal, mobil listrik sebenarnya sudah ada lebih dari 100 tahun lalu.

Alessandro Volta, Michael Faraday, hingga Robert Anderson adalah tiga nama penting di balik sejarah pengembangan mobil listrik dunia.

Ketiganya menyongsong kemajuan zaman. Peran besar mereka jadi awal bagaimana mobil listrik dapat mengaspal di jalan-jalan dunia.

Baca Juga:

  1. Kisah Cucu, Wanita Asal Bandung Yang Tidak Bisa Tidur Sejak 2014
  2. Puncak Berlakukan Ganjil-Genap Pekan Ini
  3. 5 Urutan Skincare Untuk Kulit Berminyak

Jika Cityzen bertanya mengenai siapa pelopor hadirnya mobil listrik, sejatinya agak sulit untuk mengungkapkannya. Dikutip dari Nigel Burton dalam buku History of Electric Cars (2013), penemuan mobil listrik tak terlepas dari ditemukannya sel elektrokimia di Mesopotamia.

Berdasar bukti arkeologi, peradaban Mesopotamia pada tahun 200 SM telah mengenal adanya baterai primitif yang juga dikenal dengan “baterai Baghdad,” yang digunakan untuk electroplating atau proses pelapisan logam dengan menggunakan arus listrik.

Penemuan tersebut lalu dikembangkan oleh ahli kimia dan penemu kesohor, Alessandro Volta. Volta yang lahir di Como, Italia telah menemukan baterai listrik pada 1775. Dalam proses penemuan baterai, Volta mengembangkan temuan profesor asal Swedia, Johan Carl Wilcke yang yang sebelumnya menemukan sebuah hal yang disebut “elektroforesis” atau sebuah alat untuk menghasilkan muatan listrik dengan jalan induksi.

“Volta terpesona oleh potensi listrik. Dia telah melakukan pekerjaan rintisan pada apa yang sekarang dikenal sebagai kapasitans listrik, mengembangkan sarana untuk memelajari potensi dan biaya, serta bereksperimen dengan sistem pengapian yang sangat primitif, membakar metana melalui percikan listrik yang dihasilkan,” tulis Nigel Burton.

Penemuan Volta membuka kemungkinan pada banyak hal yang hampir tak terbatas. Untuk pertama kalinya, para penemu dapat terus memanfaatkan arus listrik selama berjam-jam lewat baterai. Pada 1821, ahli kimia Inggris, Michael Faraday mulai memegang tongkat estafet perkembangan tenaga listrik. Dari beberapa kali eksperimen, Faraday berhasil menemukan motor listrik pertama di dunia.

Mobil listrik pun mulai dikembangkan pada abad ke-18. Beberapa ilmuwan dan inovator dari Hungaria, Belanda, dan Amerika Serikat (AS) mulai berfokus dengan kendaraan bertenaga baterai. Mereka kemudian menciptakan beberapa mobil listrik dalam skala kecil, sehingga banyak yang tak tercatat dalam sejarah.

Melansir Energy, pada akhirnya ilmuwan asal Skotlandia bernama Robert Anderson muncul sebagai pelopor. Anderson telah menggembangkan mobil roda tiga yang menggunakan baterai listrik. Temuan Anderson dianggap sebagai prototipe mobil listrik pertama di dunia pada 1832.

Debut Anderson terus diikuti oleh ahli kimia asal AS, William Morrison yang sukses membuat mobil listrik pada 1890 atau empat tahun setelah pendiri Marcedes Benz Karl Benz mengajukan paten mobil modern pertama di dunia: Benz Patent-Motorwagen.

Kendaraan buatan Morrison mampu menampung hingga enam orang penumpang dan melaju dengan kecepatan 22 kilometer per jam. Upaya pengembangan itu dilanjutkan oleh Ferdinand Porsche pada 1898. Ia menciptakan mobil listrik dengan nama P1.

Senapas dengan itu, Porsche juga menciptakan mobil hybrid pertama di dunia yang dapat digerakkan dengan menggunakan listrik dan bensin. Setelahnya, muncullah banyak istilah, seperti mobil listrik hybrid, plug-in hybrid, atau all-electric.

“Pada tahun 1901, 38 persen dari mobil-mobil tersebut adalah mobil listrik. Dan 20 persen atau lebih adalah bensin. Dan di tengah-tengah, ada teknologi uap,” kata ahli teknologi dan sejarawan, David Kirsch, dikutip ABC Radio National, Rabu, 2 Februari.

Kisah Camille Jenatzy

Pada era 1980-an, para produsen mobil berlomba-lomba untuk menciptakan mobil listrik. Namun, ada satu cerita yang tak terlupakan. Cerita itu adalah pemecahan rekor yang dilakukan oleh Camille Jenatzy. Ia cukup fenomenal lantaran memecahkan rekor kecepatan menggunakan mobil listrik.

Mobil yang digunakan mampu melesat hingga 105 km/jam pada 29 April 1899. Kecepatan tersebut di era itu merupakan hal yang sangat-sangat fantastis.

Kendaraan yang dipakai oleh Camille Jenatzy berbentuk roket. Seiring berjalannya waktu, mobil listrik semakin berkembang dan hampir menarik minat banyak orang.

Salah satu mobil listrik yang cukup tua adalah Baker Motor Vehicle. Baker Motor Vehicle merupakan perusahaan otomotif dan komponen yang memang bergerak untuk kendaraan listrik.

Perusahan tersebut berdiri sejak 1899 dan berakhir di tahun 1914. Salah satu karya Baker bahkan pernah dibeli oleh Thomas Alva Edison, penemu bohlam lampu.

Thomas Alva Edison mendesain baterai berbahan nikel yang akan digunakan pada kendaraan Baker. Baterai yang didesain Edison kala itu memiliki keawetan yang sangat luar biasa.

Perkembangan Mobil Listrik di Indonesia

Negara kita, Indonesia, juga terus berupaya untuk menghadirkan inovasi mobil listrik di Tanah Air. Menteri Investasi/Kepala BKPM menyebutkan pemasangan tiang pancang (groundbreaking) pabrik baterai kendaraan listrik pada 15 September 2021.

“Insya Allah tanggal 15 besok September kita sudah mulai groundbreaking pembangunan pabrik LG yang kami teken di awal tahun 2021,” kata Bahlil dalam video virtual, Rabu (8/9/2021).

Dia merinci keseluruhan dana dikucurkan untuk proyek tersebut ialah sebesar USD9,8 miliar Tahap awal proyek ini akan membangun pabrik dengan kapasitas daya 10 giga watt hours (GWh).

“Kita bangunnya dari hulu, lalu kita hajar bangun bateray cell-nya tapi bukan dari smelter. Agar nilai tambah dimanfaatkan,” katanya.

Selanjutnya, Indonesia menjadi salah satu negara produsen terbesar baterai mobil listrik dunia. Sebab, 20% cadangan nikel di dunia berada di Indonesia.

“Cadangan nikel di dunia, 20% ada di Indonesia. Kita ingin Indonesia menjadi salah satu negara produsen terbesar untuk pembangunan baterai mobil,” katanya.

Otomotif

Selo, Mobil Listrik BUMN di Era Dahlan Iskan Bakal Kembali Hadir

Published

on

mobil listrik Selo
mobil listrik Selo

Mobil listrik Selo sempat heboh pada saat Dahlan Iskan menjabat sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kini, mobil itu akan kembali hadir dalam bentuk generasi kedua.

“Saat ini saya juga sedang melanjutkan kegiatan pengembangan kendaraan listrik dengan membagikan teknologi ke anak muda dan pembuatan Selo generasi kedua,” ujar praktisi mobil listrik Ricky Elson secara daring dalam seminar Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2021 pada pekan lalu.

Ricky merupakan ahli motor penggerak listrik yang dikenal sebagai salah satu percancang Selo. Ia sudah malang melintang pada industri ini sejak 2012 atau saat Dahlan menjadi menteri.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Ia dahulu mendapat mandat dari Dahlan untuk merancang mobil listrik nasional pada 2013 bersama lima praktisi lainnya.

Dari sana sempat terwujud motor mobil listrik dengan kerjasama bersama Pindad. Lalu satu tahun kemudian lahir mobil listrik konsep bernama Selo dan Gendhist.

Selo diketahui merupakan mobil listrik yang bentuknya seperti supercar.

Pengembangan Selo disebut menghabiskan Rp1,5 miliar. Selo juga sempat dipamerkan pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC 2013 di Bali.

Mobil ini hadir dengan laburan warna kuning yang jika dilihat sepintas mirip MCLaren MP12C. Namun mobil ini diselimuti isu pernah dinyatakan tidak lulus uji emisi untuk digunakan di jalan raya

Rencananya, Selo dibangun dengan 70 persen bodi dan interior. Sementara itu, baterai dan motor listrik didatangkan dari luar negeri. Ricky tak menjelaskan sudah sejauh mana pengembangan generasi Selo itu.

Continue Reading

Otomotif

Indonesia Bakal Pamer Kendaraan Listrik di KTT G20 Bali

Published

on

kendaraan listrik Genesis
kendaraan listrik Genesis

Kendaraan listrik bakal jadi alat transportasi resmi dalam perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 Bali pada tahun 2022. Hal itu merujuk pada tema yang diangkat dalam KTT tersebut, yakni masalah lingkungan.

Hal itu ditegaskan Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves, Ayodhia GL Kalake. Pemerintah rencananya menyiapkan beragam kendaraan listrik seperti roda empat, sepeda motor, dan bus.

“Pada ajang besar ini pemerintah Indonesia akan menggunakan kendaraan listrik baik bus, roda empat, roda dua, sebagai kendaraan resmi maupun operasional,” katanya, Rabu (24/11/2021).

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Ayodhia tak merinci model ataupun nama kendaraan yang bakal digunakan. Namun dia bilang pemerintah ingin menunjukkan komitmennya menurunkan emisi melalui penggunaan mobil berbasis baterai.

“Ini menunjukkan kepada dunia komitmen Indonesia menurunkan emisi melalui dukungan ke kendaraan listrik dan showcase terhadap kendaraan yang diproduksi di Indonesia,” ucap dia.

Pada kesempatan sama Kepala Staff Presiden Moeldoko menambahkan bahwa Presiden Joko Widodo akan membawa isu transisi energi terbarukan pada konferensi tersebut.

Jokowi, dikatakan Moeldoko, ‘ngotot’ ingin Indonesia mempercepat langkah transisi dari penggunaan energi fosil, dalam hal ini bahan bakar, ke energi terbarukan.

“Transisi energi dari fosil ke energi terbarukan keharusan dan tidak bisa ditunda. Oleh sebab itu harus ada perencanaan terukur dan alur waktu jelas,” kata Moeldoko.

Kedua, menurut Moeldoko, sesuai arah presiden, yaitu kendaraan listrik tidak lagi dapat ditawar-tawar. Lalu ketiga, kesempatan investasi harus dibuka selebar-lebarnya, jangan dipersulit.

Sejauh ini satu kendaraan listrik yang dipastikan bakal dipakai untuk KTT G20 di Bali adalah Genesis Electrified G80. Hal ini sudah diumumkan pemerintah pada akhir Oktober lalu.

Continue Reading

Otomotif

Baru Ada Total 14.400 Kendaraan Listrik di Indonesia

Published

on

kendaraan listrik
kendaraan listrik

Kendaraan listrik di Indonesia hingga saat ini masih menjadi barang langka. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat baru ada total 14.400 unit kendaraan listrik di Tanah Air hingga pertengahan November 2021.

Rinican kendaraan listrik tersebut adalah 1.656 mobil penumpang, 262 kendaraan roda tiga, 12.464 sepeda motor listrik, 13 bus, dan 5 mobil barang. Data tersebut diungkap Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi.

Saat ini, sambungnya, sudah ada beberapa APM mobil listrik di Indonesia. Sedikitnya 13 unit bus yang sudah mengajukan uji tipe, salah satunya dipakai oleh TransJakarta dan akan disusul oleh PPD dan Damri.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Sementara, berdasarkan data yang dihimpun oleh Kementerian ESDM pada September 2021 jumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) telah mencapai 187 unit yang tersebar di 155 lokasi di Pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi.

“Saat ini kami sudah berbicara dengan Badan Standardisasi Nasional (BSN) untuk mendorong semua APM sepeda motor, produsen sepeda motor listrik untuk memproduksi baterai dengan ukuran yang sama sehingga mempermudah masyarakat dalam penggunaan dan pengisian ulang baterai,” ujar Budi dalam keterangannya, dikutip Selasa (23/11/2021).

Dengan semakin banyaknya jumlah infrastruktur penunjang ini, Budi berharap kepercayaan masyarakat untuk menggunakan kendaraan listrik meningkat.

Continue Reading

Trending