Connect with us

Hangout

Sega Jamblang, Kuliner Andalan di Zaman Penjajahan

Published

on

Dari berbagai macam kuliner yang ada di Indonesia, ada salah satu kuliner yang unik yaitu nasi jamblang, yang mana keunikan dari nasi jamblang ini dibungkus dengan daun jati.

Banyak yang mengira jika kuliner ini, disebut-sebut berasal dari tumbuhan atau pohon jamblang. Faktanya tidak ada sama sekali menggukanan pohon jamblang.

Nasi jamblang diambil dari kata ‘Jamblang’, dari nama sebuah desa di sebelah barat Kota Cirebon, yaitu Desa Jamblang, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon. Desa ini merupakan daerah kuliner Cirebon yang menjadi ciri khas.

Baca Juga :

  1. Begini Cara Dapat Token Listrik Gratis
  2. Masalembu, Pulau Mistis di Tengah Segitiga Bermuda Indonesia
  3. Mandai, Makanan Khas Banjar Berbahan Cempedak

Sega jamblang alias nasi jamblang disebut sebagai kuliner yang paling identik dengan Kota Cirebon. Tidak mengherankan, banyak orang yang bilang, rugi banget kalau jalan-jalan ke Kota Udang ini tanpa mencicipi nasi jamblang.

Jika anda membeli nasi jamblang anda bisa padukan dengan macam macam jenis lauk mulai dari varian ikan, daging, sayur hingga tempe dan tahu yang diolah dengan beragam rasa.

Asal usul Nasi Jamblang itu sendiri di mulai dari pembangunan jalan raya, pada masa penjajahan Belanda, yang pada saat itu banyak sekali masyarakat pribumi yang dihadapkan dengan masalah kelaparan. Faktor yang membuat para pekerja kelaparan, dikarenakan nasi yang dibawa oleh mereka dari rumah, menjadi lebih cepat basi dan tidak tahan lama, mengingat hanya daun pisang saja yang saat itu digunakan untuk membungkus nasi.

Beruntung ada sekelompok masyarakat yang berasal dari Cirebon, tepatnya dari Desa Jamblang, yang mengakali akar masalah tersebut. Yaitu dengan mengenalkan daun jati sebagai pembungkus nasi, dikarenakan daun jati memiliki pori pori daun yang cukup besar, hal itulah yang membuat nasi menjadi tahan lama dan tidak cepat basi.

Sedikit demi sedikit mereka mulai melengkapinya dengan beberapa lauk di dalamnya, seperti ikan asin, tempe, tahu, dan sambal. Karena dari mulut ke mulut, makanan ini mulai banyak diminati, dan seiring perkembangan zaman mulailah bermunculan yang menjual Nasi Jamblang tersebut. Sehingga sampai sekarang Nasi Jamblang pasti akan banyak kalian temui di berbagai tempat di Cirebon, Jawa Barat.

Walaupun awalnya makanan khas Cirebon satu ini ditunjukkan untuk para pekerja kasar, tapi nyatanya sampai sekarang Nasi Jamblang ini disukai oleh semua kalangan. Selain rasanya yang enak, rata-rata para penjual Nasi Jamblang membanderol makanan jualan mereka dengan harga yang cukup terjangkau.

Beda dari tempat makan lainnya, Nasi Jamblang pada umumnya disediakan dengan cara prasmanan. Jadi kalian bisa bebas pilih lauk apa saja yang kalian mau makan, untuk nasinya mungkin tidak cukup untuk makan satu nasi saja, karena ukurannya setara dengan nasi kucing (dengan porsi yang sedikit). Kalau kalian ada rencana berkunjung ke Cirebon, Nasi Jamblang adalah makanan wajib yang harus kalian datangi.

Hangout

5 Sambal Super Pedas Khas Surabaya

Published

on

By

Ilustrasi Sambal

Masyarakat Indonesia sangat menggemari sambal. Bahkan suatu hidangan masakan, dianggap kurang lengkap jika tidak ditemui sambal di dalamnya.

Sambal kerap dijadikan pelengkap suatu hidangan. Memiliki cita rasa yang pedas, sehingga membuat setiap orang ketagihan. Dalam istilah kuliner Indonesia, sambal merujuk pada saus maupun kondimen pedas lainnya. Berbahan dasar cabai yang diulek atau dihaluskan, sehingga mengeluarkan sari dari cabai itu sendiri. Pembuatan sambal biasanya ditambah dengan bahan-bahan lainnya, seperti bawang, tomat, dan garam.

Sambal merupakan salah satu unsur khas hidangan masakan Indonesia. Oleh sebab itu, ada banyak sekali jenis-jenis sambal di negeri ini. Nah contohnya seperti sambal khas Surabaya yang terkanal super pedas. Berikut mycity telang merangkum 5 sambal terpedas khas Surabaya:

Sambal bawang Bu Rudy khas Surabaya

Sambal Bawang Bu Rudy

Nama sambal ini sudah sangat populer, bahkan pendistribusiannya telah sampai hingga ke luar negeri. Sambal tersebut terkenal dengan tingkat kepedasannya yang super dahsyat. Sambal buatannya ini dikerasikan bersama udang goreng, yang menambahkan cita rasa dan tekstur tersendiri. Tak ayal kalau sambal ini begitu digemari oleh banyak orang, karena cita rasa yang pedas dan istimewa. Sambal Bu Rudy ini, sudah menjadi oleh-oleh khas Surabaya yang wajib untuk dibeli.

Baca Juga:

  1. Base Genep Bumbu Rahasia Bali Berusia Ribuan Tahun
  2. Sambel Colek Ikan Wader, Hidangan Para Raja Majapahit
  3. Wajib Mampir, Ini 5 Cafe Retro Paling Hits di Solo

Sambal bebek di Tugu Pahlawan khas Surabaya

Sambal di Bebek Tugu Pahlawan

Tempat makan ini terelat di Jl. Tembangan, Alun-alun Contong, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya, Jawa Timur. Sambal bebek ini terkenal sangat pedas, namun hal ini lah yang membuat warung ini ramai dikunjungi. Campuran cabai dengan bahan-bahan lain yang begitu selaras, menciptakan khas sambal Surabaya yang begitu pedas dan nikmat.

Sambal terasi warung Bu Kris khas Surabaya

Sambal terasi warung Bu Kris

Di rumah makan ini menawarkan menu penyet dan olahan lain khas Jawa Timur. Sambal penyetnya digadang-gadang sebagai sambal penyet terpedas, yang membuat setiap orang kualahan untuk menghabiskannya. Meski begitu, sambal tersebut dinilai sangat enak, terlebih disantap dengan nasi hangat.

Sambal di Cafe Aiola khas Surabaya

Sambal di Cafe Aiola

Sambal ini juga merupakan salah satu sambal khas Surabaya terpedas, yang wajib kalian coba. Lokasinya berada di Jl. Slamet nomor 16, Ketabang, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya. Sambal di tempat ini pun sudah sangat terkenal pedasnya. Biasanya, mereka para pengunjung menikmati sambal tersebut dengan nasi dan berbagai lauk lainnya.

Sambal di bebek Sinjay di Surabaya

Sambal di Bebek Sinjay

Terakhir, sambal khas Surabaya terpedas diduduki oleh sambal di bebek Sinjay. Tempat ini berada di dekat Jembatan Surabaya Madura (Suramadu). Sambal yang disajikan bersama bebek goreng ini memilki level kepedasan yang begitu tinggi. Oleh karena itu, untuk kalian pecinta pedas harus mencicipi sambal yang satu ini.

Continue Reading

Hangout

Unik, Wisata Bogor Devoyage Memberikan Kesan Seperti di Eropa

Published

on

By

Devoyage

Luar negeri, biasanya menjadi destinasi wisata yang paling ingin dikunjungi oleh banyak orang. Devoyage hadir sebagai tempat wisata di Bogor yang memberikan nuansa seperti di Eropa.

Devoyage terletak di Nirwana Residence, Jalan Indigo Raya, Mulyaharja, Bogor Selatan, Jawa Barat. Tempatnya tidak terlalu jauh dari pusat Kota Bogor, hanya sekitar 14 kilometer (km) saja. Waktu yang ditempuh kurang lebih 40 menitan dari kota tersebut. Hal ini lah yang membuat Devoyage menjadi rekomendasi wisata yang harus dikunjungi, oleh kalian yang ingin berlibur besama teman, keluarga, ataupun pasangan.

Tempat ini menyajikan banyak sekali spot foto ala Eropa yang tersebar di seluruh arenya. Sekitar 150 tempat yang bisa digunakan oleh pengunjung yang datang, untuk berfoto ria di sana. Hal ini sangat cocok untuk mengabadikan momen dengan view yang unik dan menarik.

Konsep yang diusung oleh taman ini berisi dengan bangunan atau landmark terkenal dari berbagai negara Eropa. Buat kalian yang memiliki impian untuk berkunjung ke negara Eropa, bisa menjadikan tempat ini sebagai alternatif untuk dapat merasakan suasana seperti di sana.

Baca Juga:

  1. 6 Tempat Bulan Madu Paling Romantis di Bandung
  2. Wajib Mampir, Ini 5 Cafe Retro Paling Hits di Solo
  3. Keren, Ada Warteg di Jepang

Bangunan rumah-rumah yang berjejer sangat colorful, sehingga memanjakan setiap mata yang memandangnya. Di tempat ini juga terdapat banyak miniatur bangunan Eropa, di setiap areanya. Banyaknya spot foto yang disediakan, membuat kalian memiliki stok foto untuk instagram yang beragam.

Tidak hanya itu saja, di tempat wisata tersebut juga tersedia permainan memanah di Robin Hood. Untuk kalian yang suka berpetualang, sangat tepat untuk menjelejahi wahana yang satu ini.

Sementara teruntuk kalian, yang lebih menyukai wahana yang tenang bisa menaiki perahu kano untuk menyusuri sungai buatan dengan dihiasi berbagai pemandangan. Tidak merasa puas? Devoyage ternyata juga menyediakan gondola lho. Wahana ini diperuntukan bagi siapa saja, yang ingin mencoba merasakan sensasi menggunakan gondola ini.

Tempat wisata Bogor yang begitu eyecathing dan instragramable tersebut buka setiap hari, pada pukul 09.00 WIB – 18.00 WIB. Untuk harga tiket yang ditawarkan tempat ini juga sangat terjangkau, yaitu hanya sekitar Rp 30.000 untuk hari biasa, dan Rp 40.000 di hari libur.

Continue Reading

Hangout

Base Genep Bumbu Rahasia Bali Berusia Ribuan Tahun

Published

on

By

Base genep

Makanan tradisional Indonesia begitu kaya akan rempah-rempah yang berlimpah. Seperti halnya bese genep khas Bali yang terkenal mampu membuat masakan menjadi bercita rasa.

Bali adalah sebuah provinsi di Indonesia yang ibu kotanya bernama Denpasar. Bali juga merupakan salah satu pulau di Kepulauan Nusa Tenggara. Bali terkenal akan makanan tradisionalnya yang enak seperti sate lilit, dan ayam atau bebek betutu.

Dalam menyajikan makanan tersebut, biasanya mereka menambahkan bumbu dasar khas bali yaitu base genep. Bumbu ini terdiri dari berbagai jenis macam rempah, sehingga menghasilkan rasa yang begitu kompleks di lidah.

Base merupakan bahasa Bali yang berarti bumbu. Ada banyak base yang dimiliki oleh masyarakat Bali, salah satunya yang terkenal dan menjadi andalan adalah base genap. Base genep dipercaya mampu membuat masakan menjadi lebih nikmat.

Baca Juga:

  1. Tengkleng, Simbol Semangat Bertahan Hidup Wong Solo
  2. Mie Caluk, Spaghetti Asli Aceh
  3. Kenalan dengan Puthu Lanang Legendaris Malang, Sudah Ada dari Zaman Penjajahan

Bahan dan jenis bumbu Bali terbagi menjadi empat, yaitu bumbu basah, bumbu kering, bumbu penyedap, dan bungkilan. Base genep, merupakan bumbu yang hampir menggunakan semua jenis bumbu kering dan basah.

Untuk Bumbu basah terdiri dari bawang merah, bawang putih, cabai kecil. Sementara bumbu kering berisikan ketumbar, merica, kemiri, pala, jinten, kapulaga, dan sejenis cabai kecil kecil.

Sejarah base genep

Dalam kitab lontar peninggalan kerajaan terdahulu, mencatat tentang penggunaan base genep dalam masakan Bali. Sudah sejak dua ribuan tahun yang lalu, base genep menjadi warisan leluhur dan budaya kuliner Bali.

Sebagian mengatakan bahwa base genep sudah menjadi rahasia kelezatan masakan Bali sejak abad ke-19. Akulturasi budaya antara pedagang India dengan pedagang Bali, yang membuat rempah-rempah tersebut masuk ke pulau Dewata.

Base genep memiliki arti dan filosofi tersendiri bagi masyarakat Bali, bukan hanya sekedar untuk bumbu dasar saja. Kunyit yang berada di arah barat, menjadi wakil dari Dewa Mahadewa. Kemudian kencur yang berwarna putih, adalah representasi dari Dewa Iswara. Dan terakhir adalah jahe berwarna hitam di utara, merupakan simbol Dewa Wisnu.

Pembuatan base genep ini cukup ini karena tidak memakai timbangan atau alat apapun dalam menakarnya. Mereka, masyarakat setempat hanya menggunakan jari tangan untuk mengukur bahan-bahan yang akan di masukan kemudian dihaluskan.

Continue Reading

Trending