Connect with us

Hangout

Sate Bulayak, Sate Sedap Khas Lombok yang Sarat Nilai Filosofis

Published

on

sate, makanan khas Indonesia

Selain menjadi tuan rumah MotoGP maret yang lalu, Lombok memiliki sejumlah kuliner khas yang sedap untuk disantap ketika Cityzen mampir di wilayah Indonesia yang cantik ini. Salah satu kuliner yang bisa Anda coba adalah sate Bulayak.

Sate Bulayak sebenarnya hampir sama dengan sate-sate lainnya. Yang membedakan sate Bulayak dengan sate lainnya ada pada bumbu dan bulayaknya (lontong). Dinamakan sate Bulayak karena sate ini biasanya dinikmati bersama bulayak itu.

Bulayak, lontong khas Lombok yang bahannya terbuat dari beras ketan. Bentuknya agak bulat memanjang dan dibungkus daun kelapa atau daun enau (nira) muda.

Konon, bulayak berarti memutar. Ini mengacu pada cara membukanya yang terlebih dahulu menekan ujung kulit, lalu diputar.

Ukuran bulayak ini lebih kecil dibanding lontong biasa. Bentuknya mengerucut. Cara melilitnya pun unik. Daun dililit secara spiral. Untuk membukanya harus dengan gerakan memutar.

Bulayak memiliki tekstur lembut dan rasa gurih yang didapat dari penggunaan daun enau sebagai pembungkusnya. Baunya pun harum.

Sedangkan satenya berbahan daging sapi, ayam atau kambing, dan ada juga jeroan sapi. Daging dipotong kecil-kecil lalu ditusuk seperti sate pada umumnya.

Nah, yang menggoda dari sate bulayak ini adalah bumbunya. Bumbu kacangnya terbuat dari kacang tanah yang disangrai, ditumbuk, lalu direbus bersama santan serta bumbu-bumbu lain seperti ketumbar, jintan, bawang merah, bawang putih, lada, santan kelapa, kemiri, cabai, dan air jeruk nipis.

Rasa bumbu kacangnya mirip bumbu kari. Yang menonjol dari bumbu ini adalah rasa pedas sebagai ciri khas masakan Lombok.

Untuk menikmati sate ini, cukup dengan membuka daun yang melilit bulayak, lalu bulayak dicelupkan ke saus kacang.

Baca Juga:

  1. Sate Susu, Kuliner Khas Bali yang Hanya Muncul Saat Ramadan
  2. Wajib Coba, Inilah 5 Tempat Makan Sate Terenak Seantero Jakarta Pilihan MyCity
  3. Aurra Kharisma Tampil dengan Kostum Bertema ‘Sate Ayam’

Mengutip lombokbaratkab.go.id, sate bulayak ini berasal dari kota Narmada. Narmada merupakan taman peninggalan raja Mataram.

Menurut sebagian warga setempat, sate bulayak ini sudah ada sejak zaman lawas. Dulunya, makanan khas ini tidak hanya berupa sate bulayak saja, tetapi lengkap dengan saur (parutan kelapa), kacang kedelai dan urap jambah.

Media menu inilah yang dihidangkan dalam sebuah media/wadah dulang, ditutupi tebolaq yang dihiasi kaca cermin dan keke (kerang).

Filosofi kaca cermin dan kerang yang dituangkan dalam tutup tebolaq ini, ternyata menggambarkan sebuah peringatan kepada penyantapnya.

Kaca cermin ini, menurut salah seorang sesepuh adat di Narmada, memberi makna yang menyantap makanan tersebut hendaknya senantiasa bercermin/diberi peringatan agar jangan menikmati makanan terlalu kenyang agar tidak menjadi sumber penyakit.

Sedangkan kerang (keke) menjadi simbol kematian. Kerang atau siput kosong ini, memberi makna peringatan kepada kita, agar ingat terhadap kematian.

“Kedua media, antara cermin dan kerang ini memberi peringatan, jangan terlalu banya makan, apalgi sampai sakit. Akibatnya kematian yang datang menjemput,” kata L. Pangkat Ali, Pranata Humas Pelaksana Lanjutan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat seperti dilansir lombokbaratkab.go.id.

Namun dalam perkembangannya, kelengkapan menu tadi tak bisa lagi kita temukan. Menu sate bulayak tak lagi lengkap seperti awalnya.

Hangout

Jangan Cuma Healing, Ayo Kunjungi 5 Wisata Sejarah Malang yang Ciamik

Published

on

Wisata Sejarah Malang. (Istimewa)

Berlokasi di dataran tinggi dengan luas 142,28 kilometer persegi, Kota Malang memang tak salah jika dipilih sebagai tempat liburan para wisatawan. Hanya saja, mayoritas destinasi wisata alam di kawasan Malang Raya hampir seluruhnya berada di Kabupaten Malang dan Kota Batu.

Menyadari hal itu, Kota Malang pun berbenah dan menawarkan konsep pariwisata yang berbeda, yakni lewat kampung tematik yang sukses menjadi tulang punggung wisata Kota Malang.

Baca Juga:

  1. Singo Ulung, Tradisi Adat Demi Menepis Rasa Takut Asal Bondowoso
  2. Mumifikasi, Cara Suku Dani Menghormati Jasad Nenek Moyang
  3. Dadiah, Yogurt Tradisional khas Minangkabau

Uji coba pembukaan kampung tematik ini sendiri telah disetujui oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif selama protokol kesehatan untuk menangani covid 19 diterapkan dengan baik serta harus memenuhi kesiapan untuk menerapkan aplikasi PeduliLindungi pada tiap-tiap destinasi wisata.

Di Malang terdapat museum, candi, dan bangunan bersejarah yang menarik. Lokasi-lokasi ini menjadi wisata sejarah yang cukup populer. Wisata sejarah di Malang bisa menjadi plesir seru sekaligus edukatif.

Berikut MyCity telah meragkum berbagai wisata sejarah yang ada di Malang.

Balai Kota Malang

Balai Kota Malang

Balai Kota Malang dibangun sejak tahun 1927 dan baru digunakan pada November 1929. Ketika itu, Kota Malang berada dalam pemerintahan Ir. EA Voorneman sebagai wali kota. Kamu bisa melihat arsitektur bangunan yang ada di Jalan Bundaran Tugu yang masih asli. Bangunan terdiri dari lobby sebagai ruang utama disertai dengan lorong ke kanan dan ke kiri dengan berbagai ruangan yang berjejer.

Tugu Merdeka

Tugu Merdeka

Tugu Merdeka juga dikenal dengan Alun-Alun Tugu atau Alun-Alun Bunder. Sebutan Alun-Alun Tugu karena di tengahnya terdapat tugu. Penyebutan Alun-Alun Bunder karena bentuknya yang bulat.

Alun-Alun tersebut berada di depan Balai Kota dan Gedung DPRD Kota Malang. Kamu bisa melihat berbagai jenis tanaman bunga di sana atau hanya sekedar bersantai dan berburu foto.

Candi Badut

Candi Badut

Candi Badut berada di perbatasan Kota dan Kabupaten Malang, tepatnya di Dusun Badut, Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Kamu bisa melihat candi yang diyakini dibangun pada masa Raja Gajayana yang memimpin Kerajaan Kanjuruhan pada Tahun 682 Saka atau 760 Masehi. Selain itu, kamu bisa menjelajah area candi dengan berjalan kaki.

Klenteng Eng An Kiong

Klenteng Eng An Kiong

Untuk berkunjung ke Kelenteng Eng An Kiong, kamu bisa menuju Jalan Laksamana Martadinata. Berdiri sejak tahun 1825, klenteng tersebut merupakan kelenteng tertua di Malang. Kamu bisa melihat arsitektur kelenteng yang didominasi warna merah tersebut. Pada momen-momen tertentu, kamu juga bisa melihat beragam atraksi yang ditawarkan dari klenteng, seperti pertunjukan barongsai.

Ijen Boulevard

Ijen Boulevard

Ijen Boulevard atau Jalan Raya Ijen dikenal sebagai kawasan kota mandiri pada saat pemerintahan Kolonial Belanda. Di kawasan itu, kamu bisa menjelajah komplek perumahan khas Belanda. Di sana, kamu bisa melihat rumah-rumah dengan gaya arsitektur yang klasik. Kamu juga bisa mampir ke Gereja Ijen yang menjadi salah satu gereja tua di Malang.

Continue Reading

Hangout

Tempoyak, Sambal Fermentasi Durian yang Rasanya Mengejutkan

Published

on

Tempoyak. (Istimewa)

Buah durian paling enak dimakan saat sudah matang, setelah tercium harum wanginya. Namun, buah berduri ini rasanya akan menjadi asam bila terlalu lama dibiarkan, setelah dibuka.

Untuk memperpanjang masa simpan dan penganekaragaman produk, durian dapat diolah melalui serangkaian pengolahan. Proses yang melibatkan mikroba atau diproses secara mikrobiologi [fermentasi].

Proses pengolahan yang melibatkan bakteri asam laktat atau fermentasi ini, dikenal dengan nama tempoyak.

Baca Juga:

  1. Singo Ulung, Tradisi Adat Demi Menepis Rasa Takut Asal Bondowoso
  2. Mumifikasi, Cara Suku Dani Menghormati Jasad Nenek Moyang
  3. Dadiah, Yogurt Tradisional khas Minangkabau

Tempoyak umumnya disajikan sebagai lauk dan dimakan bersama nasi. Tetapi bisa juga dicampur sebagai bumbu dan penyedap sambal.

Bahan utama tempoyak adalah durian masak pohon atau durian yang agak berair. Daging buah durian perlu dihaluskan dan diberi garam agar proses fermentasinya lebih cepat. Adonan lalu dimasukkan dalam stoples rapat dan didiamkan selama 3-5 hari.

Hasilnya olahan durian ini beraroma menyengat. Teksturnya lembek dengan rasa asam yang khas. Rasa asam kabarnya berasal dari tingginya kadar Lactic Acid Bacteria (LAB) yang terbentuk saat proses fermentasi.

Tempoyak. (Istimewa)

Tempoyak sangat populer di Pulau Sumatera terutama Jambi, Palembang dan Lampung. Juga Kalimantan. Penjual tempoyak paling banyak ditemui saat musim durian.

Masyarakat Sumatera mengolah tempoyak hingga menjadi sajian khas seperti sambal atau dijadikan bumbu campuran bersama ikan. Salah satu yang populer adalah brengkes atau pepes tempoyak dari Jambi.

Berdasarkan Jurnal Teknologi dan Industri Hasil Pertanian yang ditulis oleh N. Yuliana, Tempoyak diketahui telah menjadi bahan pelengkap masakan di Sumatra Selatan, Lampung, Jambi, Bengkulu, dan Kalimantan. Penyebaran makanan ini ke beberapa lokasi tadi terjadi akibat rute perdagangan masyarakat Melayu pada abad ke-14 oleh Kerajaan Melayu yang berlokasi di Jambi.

Olahan tempoyak di beberapa daerah memiliki ciri khas yang berbeda-beda. Di Palembang misalnya, tempoyak diolah menjadi bumbu daging ayam serta menjadi brengkes ikan. Lalu di Jambi, tempoyak diolah menjadi campuran ikan patin dan baung. Bengkulu menjadikan tempoyak campuran udang, serta di Lampung yang diolah menjadi sambal atau rujak.

Selain nikmat untuk dikonsumsi, ternyata dalam 100 gram tempoyak mengandung 28,3 gram karbohidrat, 2,5 gram lemak, 2,5 gram protein, dan 1,4 gram serat. Selain itu tempoyak juga mengandung vitamin B1, B2, C, dan mineral seperti kalium, kalsium, dan fosfor yang sangat baik untuk tubuh.

Continue Reading

Hangout

5 Destinasi Wisata Jawa Barat yang Siratkan Cerita Rakyat

Published

on

Destinasi wisata Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat. (Istimewa)

Seperti daerah lainnya, di Indonesia, Jawa Barat terkenal dengan cerita-cerita legenda. Ada berbagai kisah legenda bisa kita temukan, bahkan tak sedikit yang mempercayai kisah legenda tersebut, termasuk yang berkaitan dengan destinasi wisata di Bumi Pasundan. 

Beragam kisah legenda yang pernah kita dengar ternyata juga melekat di sejumlah tempat yang menjadi destinasi wisata. Tentunya, dengan adanya cerita legenda tersebut justru menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.

Berikut ini beberapa lokasi wisata yang Jawa Barat yang tak lepas dari cerita legenda. Di antaranya adalah: 

Baca Juga:

  1. Danau Weekuri, Bertugas Manjakan Mata Wisatawan
  2. Cukang Taneuh, Green Canyon Milik Indonesia
  3. Danau Sentani, Gugusan 22 Pulau Memesona di Papua

1. Gunung Tangkuban Parahu

Gunung Tangkuban Parahu. (Istimewa)

Gunung Tangkuban Parahu lekat dengan kisah Sangkuriang. Menurut legenda, gunung ini tercipta karena kemarahan Sangkuriang yang gagal menikahi Dayang Sumbi.

Sangkuriang tak tahu bahwa Dayang Sumbi adalah ibu kandungnya sendiri. Untuk menggagalkan pernikahan itu, Dayang Sumbi pun memberi syarat agar Sangkuriang membuat perahu dan telaga yang harus tercipta dalam waktu semalam saja dengan membendung aliran Sungai Citarum.

Singkat cerita, Sangkuriang nyaris berhasil. Namun, upaya itu digagalkan oleh kecerdikan Dayang Sumbi yang membuat waktu seolah-olah sudah pagi. Karena kecewa, Sangkuriang menendang perahu yang dibuatnya itu dan secara ajaib perahu itu berubah menjadi Gunung Tangkuban Parahu yang dikenal sampai saat ini.

Terlepas dari kisah legenda itu, gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Subang dan Kabupaten Bandung Barat tersebut masih tercatat sebagai gunung api aktif. Ada 3 kawah yang bisa ditemukan yaitu Kawah Upas, Kawah Ratu, dan Kawah Domas. Kawah-kawah tersebut terbentuk akibat besarnya letusan gunung beberapa tahun silam. Dari 3 kawah itu, Kawah Ratu paling mudah dijangkau dan menjadi daya tarik utama dari destinasi wisata Tangkuban Parahu.

2. Situ Bagendit

Situ Bagendit, Garut, Jawa Barat. (Istimewa)

Danau atau Situ Bagendit menjadi daya tarik wisata yang berada di Kabupaten Garut. Danau ini memiliki ukuran yang luas sehingga dijadikan sebagai salah satu sumber air untuk memenuhi kehidupan masyarakat di sekitar.

Menurut legenda, danau tersebut tercipta akibat keserakahan dari seorang tokoh bernama Nyai Bagendit. Meski kehidupannya bergelimang harta, ia enggan berbagi kepada warga yang tidak mampu.

Suatu hari, datang seorang kakek meminta bantuan Nyai Bagendit. Namun kakek itu justru diusir dan dihina. Karena kecewa, kakek misterius tersebut menancapkan tongkatnya ke tanah dan ketika dicabut keluar air secara terus menerus. Warga yang tinggal di sekitar kediaman Nyai Bagendit berlarian menyelamatkan diri. Nyai Bagendit sendiri terlambat lari sehingga ia dan hartanya tak bisa diselamatkan. Kini kondisi Situ Bagendit sudah ditata dengan rapi. Presiden RI Joko Widodo berharap Situ Bagendit bisa menjadi wisata kelas dunia.

3. Situ Cangkuang dan Kampung Pulo

 Situ Cangkuang dan Kampung Pulo. (Istimewa)

Selain Situ Bagendit, Kabupaten Garut juga memiliki Situ Cangkuang yang tidak kalah populer. Di sini wisatawan bisa menikmati daya tarik danau serta bangunan candi kuno yang diperkirakan sudah berdiri sejak abad 8 M.

Selain Situ Cangkuang, di lokasi ini juga terdapat Kampung Pulo yang kaya akan sejarah. Menurut cerita turun temurun, dulunya Kampung Pulo dihuni Eyang Embah Dalem Arief Muhammad, seorang penyebar agama Islam yang namanya sudah melegenda.

Eyang Embah Dalem Arief Muhammad memiliki keturunan 6 anak perempuan dan 1 laki-laki. Sampai saat ini, semua keluarganya tidak ada yang meninggalkan Kampung Pulo karena sudah menjadi tradisi dari leluhur.

Lokasi Kampung Pulo sendiri berada tepat di depan gerbang masuk Candi Cangkuang. Jadi wisatawan bisa mendapatkan banyak daya tarik wisata apabila berkunjung ke tempat ini.

4. Gua Sunyaragi

Gua Sunyaragi, Cirebon, Jawa Barat. (Istimewa)

Gua Sunyaragi merupakan situs bersejarah peninggalan Kesultanan Kasepuhan Cirebon yang konon dibangun pada abad ke-17 hingga 18 M. Gua ini didirikan sebagai tempat meditasi para sultan dan keturunannya sehingga dinamakan Sunya (sunyi/sepi) dan Ragi (raga).

Berbagai cerita legenda hingga mitos-mitos bisa didengar wisatawan yang berkunjung ke tempat ini. Di Gua Sunyaragi, terdapat beberapa tempat yang disakralkan. Bahkan menurut keterangan juru pelihara setempat, ada satu ruangan yang biasa didatangi sultan zaman dulu untuk bermeditasi dan memberangkatkan sukmanya ke Tanah Suci Mekah.

Beberapa ruangan lain juga memiliki makna khusus tersendiri. Contohnya ruang tamu yang dibangun dengan langit-langit tidak tinggi. Itu dimaknakan agar setiap orang yang datang selalu membungkuk dengan maksud merendahkan diri.

Bangunan lainnya dibuat sedemikian rupa hingga menyerupai wajah barongsai. Hal tersebut dimaksudkan sebagai penghormatan kepada bangsa Tiongkok yang tinggal di kawasan Cirebon.

5. Gunung Padang

Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat. (Istimewa)

Jawa Barat menyimpan banyak keajaiban, salah satunya Situs Megalitikum Gunung Padang yang tertelak di Kabupaten Cianjur. Oleh beberapa ahli sejarah, Gunung Padang disebut-sebut sebagai situs tertua di dunia mengalahkan Piramida Gaza yang ada di Mesir. Situs ini kabarnya ditemukan pada tahun 1891 dan terus diteliti hingga sekarang.

Di sana wisatawan bisa menemukan sisa-sisa bangunan peninggalan zaman megalitikum. Konon kabarnya, masih terdapat banyak sisa bangunan yang tertimbun dalam tanah sehingga menarik perhatian peneliti dari berbagai penjuru dunia.

Situs Gunung Padang diduga sebagai tempat pemujaan dan upacara masyarakat. Bahkan menurut legenda, tempat ini juga pernah disinggahi Prabu Siliwagi untuk bermeditasi.

Itulah lima destinasi wisata di Jawa Barat yang lekat dengan kisah legenda dan dipercaya banyak masyarakat. Manakah yang membuat Anda tertarik berkunjung? 

Continue Reading
Hangout20 mins ago

Jangan Cuma Healing, Ayo Kunjungi 5 Wisata Sejarah Malang yang Ciamik

Investment2 hours ago

WIR Asia Bidik Ekspansi di 3 Unit Ini

Investment3 hours ago

Akhir 2022, PT WIR Asia Bidik Pertumbuhan Pendapatan 197 Persen

Internasional4 hours ago

Rusia Veto Resolusi AS, Dewan Keamanan PBB Tak Berdaya

Hangout5 hours ago

Tempoyak, Sambal Fermentasi Durian yang Rasanya Mengejutkan

Teknologi7 hours ago

Pornhub Murka Akun Resmi Dihapus Permanen Instagram

Showbiz8 hours ago

Senangnya, Tiara Andini Dapat Hadiah Ultah Vespa Edisi Justin Bieber dari Alshad Ahmad

Nasional8 hours ago

Dijagokan Nyapres Bareng Jokowi, Ini Komentar Prabowo

Properti22 hours ago

Berkat Program Ini, Milenial Punya Rumah Jadi Lebih Mudah

Nasional22 hours ago

Menkeu: Mayarakat Pasrah, Kalau Gelombang Volatilitas Dibiarkan Masuk

Nasional23 hours ago

PBSI: Konflik Kevin Sanjaya dan Herry IP Telah Berakhir

Investment1 day ago

Sebelumnya Berada di Zona Merah, Hari Ini IHSG Ditutup Naik 0,07 Persen

Nasional1 day ago

Presiden Jokowi Minta Percepat Belanja Produk Dalam Negeri

Investment1 day ago

Sekilas Info: Telkom (TLKM) Bakal IPO Bisnis Data Center

Lifestyle1 day ago

Tak Hanya Utamakan Gaya Hidup, Milenial Juga Harus Berinvestasi

Hangout1 day ago

5 Destinasi Wisata Jawa Barat yang Siratkan Cerita Rakyat

Culture1 day ago

Keunikan 5 Kain Adat Indonesia beserta Filosofi di Dalamnya

Teknologi1 day ago

Dikenal Sebagai “Negeri KW”, Cina Tawarkan iPhone 14 Pro Max Seharga Rp1,1 Juta

Hangout1 day ago

Berani Coba? Liburan Ekstrem di Gunung Sangiang NTB

Properti1 day ago

Makin Cepat Beli Rumah Makin Untung, Nggak Percaya?

Investment7 days ago

UMKM Harus Bersiap, Indonesia Jadi Negara Ekonomi Terbesar Keempat Dunia Tahun 2045

Teknologi1 day ago

Dikenal Sebagai “Negeri KW”, Cina Tawarkan iPhone 14 Pro Max Seharga Rp1,1 Juta

Investment1 week ago

Meluncur November, Inilah Pengertian Papan New Economy BEI & Kriteria Perusahaan yang Masuk Papan Pemantauan Khusus

Investment1 week ago

Inilah Ragam Tantangan Perekonomian Indonesia di Tahun 2023

Nasional6 days ago

Perjuangan Aspar Jaelolo Jadi Raja Panjat Tebing Dunia 2022

Investment6 days ago

Indonesia Bukukan Transaksi Bisnis Rp23,3 Triliun dari CAExpo 2022

Nasional6 days ago

Menang Lawan Curacao, Peringkat FIFA Timnas Indonesia Merangkak Naik

Lifestyle3 days ago

Jakarta Gelar Pameran Bertajuk “Hotel for Play”, Edukasi Seks Khusus Usia 18+

Teknologi1 week ago

Elon Musk Ciptakan Manusia Pekerja, Jutaan Karyawan Terancam

Culture2 days ago

Mane’e, Tradisi Menangkap Ikan di Kepulauan Talaud

Anggota Komisi I DPR RI Fadli Zon. (DPR RI)
Nasional1 week ago

Luhut: Orang Luar Jawa Tak Bisa Jadi Presiden RI, Fadli Zon Singgung Politik Identitas

Investment2 days ago

Kasus Indosurya, Kasus Penipuan Investasi Bodong Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia

BEI
Investment1 week ago

BEI Catat Ada 29 Perusahaan Siap IPO, Berikut Daftarnya

Internasional3 days ago

Setelah 13 Tahun Berlalu, Film ‘Avatar 2: The Way of Water’ Tetap Mencuri Perhatian

Investment5 days ago

IHSG Bergerak di Zona Merah Dipicu Kekhawatiran Resesi Global

Internasional6 days ago

Mengenal Sosok Joelle Rich, Pacar Baru Johnny Depp

Investment1 week ago

Kredit Mesra, Solusi Pemprov Jabar Agar Warganya Tak Terlilit Hutang Rentenir

CityView1 week ago

Harumnya Tembakau Deli, Bikin Kota Medan Beraroma Eropa

Nasional5 days ago

Peran Generasi Muda Sangat Penting Tingkatkan Literasi Digital

Investment1 week ago

Investasi Berbasis Perusahaan Hijau Kini Makin Diminati

Hangout5 months ago

Pasar Cimol Gedebage, Pusatnya Baju Bekas Bermerek di Bandung

Traveling5 months ago

Desa Wisata Sawai, Desa Tertua di Maluku yang Punya Sungai Keramik

Nasional5 months ago

Kalisari, Surga Takjil di Jakarta Timur

Properti6 months ago

Kisah Pengusaha Properti Bangun Rumah Subsidi untuk Berdayakan Masyarakat Banjarmasin

Uncategorized6 months ago

Kisah Mumun, Sang Hantu Legendaris Cibubur

Advetorial6 months ago

Pentingnya Literasi Finansial Melalui Kesetaraan Gender untuk Generasi Milenial

Showbiz11 months ago

Tega! Ada Youtuber Bikin Konten Mistis Soal Vanessa Angel

Showbiz11 months ago

Detik-detik Usai Mobil Vanessa Angel Alami Kecelakaan

Nasional11 months ago

The Power of Emak-Emak! Bubarkan Demo yang Blokir Jalan

Showbiz12 months ago

Inilah yang Terjadi Usai Miss World Malaysia Klaim Batik dari Negaranya

Showbiz12 months ago

Skandal Aborsi, Aktor Kim Seon-ho Tinggalkan 1 Day 2 Nights

Teknologi12 months ago

Mark Zuckerberg Rugi Triliunan Rupiah, Saham Facebook Anjlok

Nasional12 months ago

Mensos Risma Ngamuk Lagi, Warga Marahi Balik

Showbiz12 months ago

Akui Salah, Baim Wong Ingin Temui Kakek Suhud

Showbiz12 months ago

Kakek Suhud Penjual Buku Agama, Bukan Pengemis Seperti Anggapan Baim Wong

Internasional12 months ago

Eropa Krisis Energi, Peta Kekuatan Dunia Akan Berubah?

Sport12 months ago

Indonesia Juara Piala Thomas, Merah Putih Tak Bisa Berkibar

Culture12 months ago

Ampyang Maulid, Cara Leluhur Berintropeksi Diri di Perayaan Maulid Nabi

Internasional1 year ago

Kronologi Bom Bunuh Diri di Bandara Kabul

COVID-19Update1 year ago

Aturan Ibadah Ramadhan Pemkot Tangsel: SOTR Dilarang-Tarawih 50%

Advertisement

Trending