Connect with us

Bisnis

Sampai Korbankan Motor, Begini Kisah Perjalanan Nikuba Sampai Dapat Pendanaan Rp36 Miliar

Published

on

Nikuba

Warga Cirebon, Jawa Barat bernama Aryanto Misel diketahui berhasil menciptakan alat yang dapat mengubah air menjadi bahan bakar kendaraan yang dinamai Nikuba.

Menurut channel YouTube Aryanto Misel, alat ini akan memisahkan Hidrogen dan Oksigen yang terkandung dalam air melalui proses yang disebutnya elektrolisis.

“Dengan alat ini air dapat terproses secara elektrolisis untuk dijadikan hidrogen, H2O dipecah secara elektrolisis menjadi H2 dan O2, H2 atau Hidrogen inilah yang dimanfaatkan untuk menjadi bahan bakar kendaraan” kata Aryanto dalam channel YouTube Aryanto Misel.

Baca Juga:

  1. Gandeng Pemprov DKI, WIR Group Kembangkan Metaverse Jakarta
  2. Gali Masa Depan Dunia, Indosat Lebarkan Sayap ke Metaverse
  3. Rusia Uji Coba Rudal Antar Benua, Putin: Musuh Pasti Bakal Was-Was

Aryanto mengaku jika alat yang diberi nama Nikuba itu telah dilakukan uji coba pada kendaraan roda empat, sepeda motor, mesin genset, dengan efisiensi penghematan BBM sampai tujuh puluh persen pada mobil dan hingga seratus persen pada motor.

Terlihat dalam salah satu postingan di akun sosial media Instagram @aryantomisel, memperlihatkan alat Nikuba tersebut tengah diuji coba oleh anggota TNI.

Dalam keterangan juga disebut jika 1 cc air yang digunakan dapat menempuh jarak hingga 40 km.

“Nikuba Zero Emisi Uji di jalan Tanjakan di Cililin Bandung Oleh Anggota TNI Kodam Siliwangi, Dengan 1 cc air bisa menempuh jarak hingga 40Km , tenaga super maksimal,” ujar Aryanto.

“Dalam jangka lima tahun saya melakukan riset. Kurang lebih saya sudah menghabiskan dua unit motor,” dia menambahkan.

Karya Aryanto itu pun dijual dengan harga Rp4,5 juta per unit. Kemampuan atau daya tahan sekali bepergian bisa menempuh jarak dari Cirebon hingga Semarang, pulang-pergi.

Dapat Pendanaan

Nikuba

Chief Executive Officer (CEO) perusahaan rintisan Nikuba Hydrogen Nusantara, Narliswandi Piliang, menceritakan bagaimana dia bisa terlibat dalam proyek alat Nikuba. Perangkat ini dikatakan mampu mengubah air menjadi bahan bakar kendaraan berbasis hidrogen untuk kendaraan roda dua, menggantikan bahan bakar.

Pria yang kerap disapa Iwan ini mengaku mengenal Aryanto Misel, penemu alat Nikuba sejak 11 tahun lalu. Saat itu, Aryanto dikenal sebagai penemu sejumlah inovasi produk seperti bahan kain alami tanah air dan alat pemadam api berbahan dasar singkong.

Proyek Nikuba dimulai pada 2017. Saat itu, peralatan Nikuba yang dipasang di kendaraan roda dua mampu menghemat konsumsi bahan bakar 30% hingga 40%.

“Pak Aryanto membuat penghemat bahan bakar menggunakan genset, menghasilkan hidrogen dan kemudianmencampur (campur) dengan BBM,” ujarnya seperti dilansir dari Katadata, Sabtu (21/5/2022).

Nikuba

Masih di tahun yang sama, mereka berdua memperoleh pendanaan berupa pendanaan awal senilai Rp 2,5 miliar yang sahamnya saat ini dipegang oleh Santi Sandra Widana dan Aryanto yang juga merupakan pemegang saham mayoritas.

“Karena itu adalah produk dari penemuan baru Bagikan (saham) mayoritas kita usahakan tetap di tangan inventor,” lanjut Iwan.

Kembali pada tahun 2015, Iwan memberikan kuliah tamu di Sekolah Staf dan Komando TNI (SESKO), Bandung. Di sana ia bertemu Kunto Arif Wibowo yang saat itu berpangkat Kolonel.

Belakangan, saat Kunto menjadi Pandam III Siliwangi, Iwan kembali ke Kunto untuk menawarkan pemasangan Nikuba di sejumlah sepeda motor Aviar 200 CC. Sepeda motor ini biasanya digunakan sebagai operasional Babinsa.

“Kenapa saya menawarkan untuk menggunakannya? Ini analogi yang sama seperti awal mula laptop ditemukan. Pengguna komputer lipat pertama adalah seorang tentara Amerika. Dan Kunto sebagai pribadi senang dengan penemuan (invention) tersebut,” kata Iwan.

Nikuba adalah alat memiliki fungsi memisahkan antara Hidrogen (H2) dan Oksigen (O2) yang terkandung dalam Air (H2O) melalui proses elektrolisis.

Hidrogen yang telah dihasilkan kemudian dialirkan ke ruang pembakaran kendaraan bermotor sebagai bahan bakar. Sementara Oksigennya akan kembali dielektrolisis menjadi Hidrogen dan dialirkan lagi ke ruang pembakaran kendaraan bermotor.

Hanya saja, kata Aryanto, Air yang bisa dikonversi menjadi Hidrogen untuk bahan bakar kendaraan bermotor melalui alat Nikuba adalah air yang sudah tidak memiliki kandungan logam berat.

Advertisement

Bisnis

Lagi, Netflix PHK 300 Karyawan

Published

on

Netflix

Imbas menurunnya pendapatan secara siginifkan, layanan streaming Netflix kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 300 karyawan.

Juru Bicara Netflix menyatakan proses PHK ini melibatkan 3 persen dari total 11 ribu karyawan. Sebagian besar PHK itu terjadi di Amerika Serikat (AS). Demikian dilansir dari CNN International, Jumat (24/6/2022).

“Sementara kami terus berinvestasi secara signifikan dalam bisnis, kami membuat penyesuaian ini sehingga biaya kami tumbuh sejalan dengan pertumbuhan pendapatan kami yang lebih lambat,” ujar sang Juru Bicara.

Baca Juga:

  1. Inilah 5 Gunung Terindah di Indonesia
  2. Tak Hanya di Mesir, Di Sudan Ternyata Ada Piramida Lho
  3. Desa Coal, Menikmati Sensasi Alam dan Budaya Desa yang Memanjakan Mata

Ini menandai proses PHK gelombang kedua yang dilakukan Netflix. Sebelumnya, mereka melakukan PHK terhadap 150 karyawan usai merugi karena kehilangan pelanggan dalam jumlah besar.

“Sayangnya, kami melepaskan sekitar 150 karyawan hari ini, sebagian besar berbasis di AS,” ungkap perwakilan perusahaan

Perusahaan layanan streaming itu menyatakan PHK dilakukan karena perkembangan bisnis, di mana pendapatan perusahaan menurun sejalan dengan berkurangnya jumlah pelanggan.

Continue Reading

Bisnis

Menteri Koperasi & UKM: Kerugian 8 Koperasi Bermasalah Capai Rp26 Triliun

Published

on

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki

Kementerian Koperasi dan UKM saat ini berupaya keras untuk menyelesaikan sejumlah permasalahan dari koperasi yang bermasalah.

Menteri Koperasi dan UKM (MenKop UKM), Teten Masduki menyatakan, pihaknya tengah menangani delapan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) besar yang bermasalah. Dia mencatat, total nilai kerugian masyarakat yang ditimbulkan mencapai Rp26 triliun.

“Saat ini, KemenKopUKM sedang menangani 8 KSP bermasalah dengan total kerugian mencapai Rp26 triliun,” kata MenKopUKM Teten Masduki dalam pembukaan Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan (Rakortekcan) Bidang Koperasi, UMKM dan Kewirausahaan Tahun 2022 di Bali, Senin (20/6/2022).

Baca Juga:

  1. Mahfud MD: Pemerintah Mulai Pindah ke IKN Juli 2024
  2. Sejarah Jakarta Selatan, Kota Administratif Terkaya di Jakarta
  3. Melihat Komunitas Sastra di Kota Bekasi

Teten menyampaikan, permasalahan tersebut timbul lantaran masih banyak pengelola KSP yang memiliki pola berfikir lemah. Hal ini ditandai dengan minimnya pemanfaatan teknologi canggih untuk mengembangkan bisnis.

“Banyak koperasi jadul, mindsetnya masih lemah. Saya kira perlu reforma, bagaimana transformasi koperasi dengan mengadopsi teknologi digital,” jelasnya.

Untuk menyelesaikan persoalan tersebut, Kementerian telah membentuk Satgas guna memastikan delapan koperasi bermasalah menjalankan putusan PKPU.

“Terus terang jika ini tidak diatasi, bisa menjadi bom waktu di kemudian hari. Sebagaimana yang telah dilakukan Bareskrim dan PPATK, semoga ini berjalan baik,” bebernya.

Selain membentuk Satgas, pihaknya juga mendorong dilakukannya revisi Undang-Undang (UU) Perkoperasian dalam waktu dekat. Hal ini bertujuan untuk memperkuat pengawasan dan tata kelola KSP.

“Kita mesti memperbaiki sektor pengawasan agar lebih baik. Sehingga kami melihat perlunya meninggalkan legacy perbaikan koperasi ke depan yang perlu diprioritaskan, yakni lewat Revisi Undang-Undang (UU) Perkoperasian,” tutupnya.

Continue Reading

Bisnis

Bebas Dari Ancaman Kepailitan, Ini 5 Fakta dibalik PT Garuda Indonesia

Published

on

maskapai garuda indonesia

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk akhirnya bisa terus melanjutkan bisnisnya. Usai sempat menunda jadwal pemungutan suara (voting) dalam proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), agenda pemungutan suara tersebut telah terlaksana di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jumat (17/6).

Voting ini diketahui menjadi tahapan yang sangat penting bagi Garuda Indonesia, karena menentukan nasibnya untuk terus melanjutkan bisnis penerbangan atau dinyatakan pailit. Pada proses voting ini, ada lima fakta yang telah dirangkum oleh MyCity.co.id, yakni sebagai berikut;

  • 347 kreditor setujui rencana perdamaian PT Garuda Indonesia

Voting yang dilakukan sebagai respons proposal perdamaian dan rencana bisnis Garuda ini dilaksanakan oleh 365 kreditor konkuren, yakni 326 kreditor hadir secara fisik, dan 39 lainnya secara daring.

Melalui proses voting ini, sebanyak 347 kreditor atau 95,07 persen dari total suara menyetujui rencana perdamaian Garuda. Sedangkan yang menolak sebanyak 15 kreditor atau 4,11 persen, dan abstain sebanyak 3 kreditor atau 0,82 persen. Total jumlah suara yang dikumpulkan sebanyak 12.479.432 suara.

Baca Juga:

  1. Perdana Sejak Pandemi, Garuda Indonesia Berangkatkan Jemaah Haji
  2. 1 Juli, Garuda Indonesia Mulai Bayar Uang Pensiun Dini Karyawan
  3. Karyawan Garuda Ramai-Ramai Daftar Pensiun Dini

Dengan demikian, seluruh kreditor sepakat dengan perdamaian Garuda termasuk yang menolak dan abstain, karena mengikuti perolehan suara terbanyak.

  • Total utang PT Garuda Indonesia sebesar Rp142,42 triliun

Dari Daftar Piutang Tetap (DPT) yang dibuat oleh Tim Pengurus PKPU Garuda Indonesia pada 14 Juni 2022, Garuda memiliki total utang Rp142,42 triliun kepada 501 kreditor. Utang tersebut terdiri dari 123 lessor pesawat sebesar Rp104,37 triliun, 23 kreditor non-preferen sebesar Rp3,95 triliun, dan 300 kreditor non-lessor sebesar Rp 34,09 triliun.

  • PT Garuda Indonesia akan resmi akhiri kepailitan

Berdasarkan hasil voting yang unggul untuk berdamai, PT Garuda Indonesia dinyatakan bebas dari kepailitan. Hal ini akan disahkan atau homologasi oleh majelis hakim atau persetujuan antara debitor dan kreditor untuk akhiri kepailitan Garuda pada 20 Juni 2022.

  • Komitmen Garuda pasca rencana perdamaian

Pihak Garuda Indonesia berkomitmen untuk menghasilkan keuntungan dan terus melanjutkan rencana bisnis ke depan. Garuda juga akan kembali mengudara dengan jumlah dan jenis pesawat yang sesuai kebutuhan dan terukur. Garuda juga akan memangkas jumlah rute penerbangan.

  • Pembayaran utang oleh PT Garuda Indonesia

Garuda akan membayar utang yang besarannya di bawah Rp225 juta menggunakan kas perusahaan. Sedangkan utang di atas Rp225 juta, terutama utang kepada lessor dan pemegang sukuk, akan dibayarkan menggunakan penerbitan kupon surat utang baru senilai total US$825 juta dan konversi utang menjadi saham senilai total US$330 juta.

Utang Garuda terhadap bank dan perusahaan milik Negara, akan diperpanjang dengan tenor 22 tahun disertai bunga sebesar 0,1 persen per tahunnya.

Continue Reading

Trending