Connect with us

Bisnis

Sampah Plastik Disulap Jadi Bata Beton

Published

on

Bata Beton Terbuat dari Sampah plstik

Sampah plastik sampai saat ini masih menjadi permasalahan yang belum bisa dipecahkan, pasalnya sampah plastik masih merupkan permasalahan yang dapat mencemari lingkungan.

Belum lama ini, tengah ramai diperbincangkan tentang cuitan salah satu akun twitter membagikan sebuah bata beton yang terbuat dari sampah plastik, di akun tersebut juga mengajak masyarakat dengan gerakan daur ulang sampah plastik.

Cuitan tersebut dibgikan oleh akun @alderina, pada unggahannya itu terlihat foto yang menampilkan bata beton dan beberapa kantong sampah plastik yang ternyata bata tersebut di buat dari sampah plastik tersebut.

Baca Juga:

  1. Prancis Tegaskan Akan Terus Lawan Ekstremisme Islam
  2. Serukan Boikot Produk Prancis, Erdogan Ditantang Tutup Pabrik Renault
  3. Pernyataan Kontroversial Macron Soal Islam, Negara Arab Ramai-ramai Boikot Produk Prancis

Dalam unggahannya itu juga ia mengutarakan sebuah gerakan daur ulang sampah plastik yang diubah menjadi bata beton (paving block).

Gerakan ini rupanya telah menghasilkan produk bernama Rebricks. Rebricks sendiri didirikan oleh dua orang pengusaha wanita bernama Ovy Sabrina dan Tan Novita yang sudah berjalan sejak 2019. 

Dalam cuitan akun tersebut, mengatakan keinginannya untuk membeli, tetapi turut mengirimkan sampah yang akan didaur ulang pada Rebricks.

Rupanya, cuitan aku tersebut berhasil menarik perhatian hingga disukai sebanyak 41,1 ribu kali. Cara pembuatannya sendiri juga dibeberkan.

Dikutip dari akun Instagram Rebricks, mengatakan cara membuat bata beton dari sampah plastik, dimulai dengan mengumpulkan sampah plastik seperti jenis sachet yang memiliki alumunium di belakangnya.

Sampah bungkus dan bumbu mi instan, label botol, bubble wrap, plastik kemasan minyak goreng serta plastik kresek. Pastikan semua plastik dalam keadaan bersih dan kering. Setelah terkumpul, plastik dicacah jadi kecil-kecil.

Kemudian cacahan plastik diracik dengan menggunakan agregat dan ditambah formula organik milik Rebricks. Jadilah hasil akhirnya berupa bata beton.

Bisnis

Inilah 3 Fakta Snack TRICKS yang Bergambar Karikatur Kaesang

Published

on

Kaesang Pangarep
Kaesang Pangarep

Snack kentang bergambar karikatur wajah anak Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep, menjadi kontroversi setelah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk memutuskan untuk menariknya. Snack tersebut memiliki merek TRICKS.

PT Jaya Swarasa Agung Tbk atau Tays Bakers (TAYS) selaku perusahaan yang memproduksi snack bergambar karikatur wajah Kaesang Pangarep.

Terkait hal itu, PT Garuda Indonesia (persero) Tbk melalui Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk, Irfan Setiaputra, mengatakan telah menarik snack tersebut. Dia juga memastikan insiden masuknya snack berbahan dasar kentang itu tidak disengaja.

MyCity telah merangkum berbagai fakta menarik seputar snack bergambar karikatur wajah Kaesang ini.

Duta TRICKS

Anak Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, bekerjasama dengan produsen makanan ringan PT jaya Swarasa Agung TBK atau Tays Bakers.

Lewat penandatanganan nota kesepahaman antara Tays Bakers dan PT Harapan Bangsa Kita, pada 7 Januari 2022, Kaesang Pangarep resmi menjadi brand ambassador dan co-branding snack bernama Tricks.

Bisnis kuliner Kaesang

PT Harapan Bangsa Kita atau GK Hebat disebut sebagai perusahaan induk sejumlah bisnis kuliner milik Kaesang Pangarep dan Gibran Rakabuming, dua anak Jokowi.

Sebagai bagian kerja sama dengan Tays Bakers, produsen makanan itu meluncurkan kemasan baru Tricks dengan ilustrasi wajah Kaesang Pangarep pada awal 2022.

Snack bergambar karikatur Kaesang di Penerbangan Garuda

Wajah Kaesang telah muncul pada snack Tricks yang beredar di dalam penerbangan Garuda. Snack yang bergambar wajah Kaesang dalam bentuk kartun itu disediakan maskapai dalam penerbangan Desember 2021.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra pun mengatakan akan menarik snack Tricks bergambar Kaesang dengan kemasan polos. Meski ia menegaskan jika keberadaan snack bergambar Kaesang tak memiliki tujuan khusus.

Continue Reading

Bisnis

Snack Bergambar Karikatur Wajah Kaesang Jadi Kontroversi, Ini Komentar Produsennya

Published

on

Snack bergambar karikatur wajah Kaesang Pangarep
Snack bergambar karikatur wajah Kaesang Pangarep

PT Jaya Swarasa Agung Tbk atau Tays Bakers (TAYS) selaku perusahaan yang memproduksi snack bergambar karikatur wajah Kaesang Pangarep, putra Presiden Jokowi, buka suara mengenai penarikan produk mereka dari PT Garuda Indonesia Tbk.

PT Jaya Swarasa Agung Tbk baru-baru ini meluncurkan kemasan produk makanan Tricks yang menampilkan ilustrasi wajah Kaesang. Ini merupakan bentuk kerja sama co-branding dengan PT Harapan Bangsa Kita (GK Hebat). Kesepakatan kerja sama ini sejak Desember 2021.

Kemasan baru yang menampilkan wajah Kaesang Pangarep khusus bagi distribusi pasar ritel sekaligus mendorong promosi UMKM nasional.

Baca Juga:

  1. Demi Cegah Penyebaran Covid-19, Wagub Minta Warga Tak Nobar Timnas Indonesia
  2. Mampukah Timnas Balas Kekalahan Telak dari Thailand? Ini Jawaban Shin Tae-yong
  3. Ford Tahun Depan Siap Kembali Jualan Mobil di Indonesia

“Kemasaran baru ini ditujukan untuk memperkenalkan Tays Bakers di pasar ritel mengingat sosok Kaesang Pangarep yang dekat dengan UMKM Indonesia,” ujar CEO Tays Bakers, Alexander Anwar dikutip dari keterangan tertulis.

Ia menuturkan, sejauh ini respons pasar terhadap kemasan baru tersebut cukup positif dan diharapkan akan dapat mendorong penjualan.

Sebelumnya, Tays Bakers juga telah menjalin kerja sama dengan PT Aerofood Indonesia (Aerofood ACS) selama satu tahun terakhir. Berjalan sejak akhir 2020 dengan sediakan Tricks kemasan standar.

Tays Bakers menyediakan produk TRICKS kepada Aerofood ACS untuk keperluan distribusi di berbagai maskapai yang menggunakan jasa Aerofood ACS. Hal ini berlangsung sebelum Kaesang menjadi endorser produk Tricks.

Adapun untuk pendistribusian di maskapai, akan digunakan produk TRICKS dengan kemasan standar tanpa ilustrasi endorser.

“Kami akan menukar semua produk TRICKS pada Aerofood ACS dengan kemasan standar,” tambah Alex.

Sebelumnya, PT Garuda Indonesia (persero) Tbk melalui Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk, Irfan Setiaputra, mengatakan telah menarik snack tersebut. Dia juga memastikan insiden masuknya snack berbahan dasar kentang itu tidak disengaja.

Continue Reading

Bisnis

Perusahaan Startup Budidaya Ikan eFishery Dapat Dana Rp1 Triliun dari Softbank Hingga Temasek

Published

on

e-Fishery
e-Fishery

eFishery, perusahaan startup yang bergerak di bidang akuakultur, mengumumkan mendapatkan dana sebesar 9 juta dolar AS atau Rp1 triliun dari sejumlah perusahaan Seri C seperti Temasek, SoftBank Vision Fund 2, dan Sequoia Capital India.

eFishery bakal menggunakan dana itu untuk meningkatkan platform eFishery dan memperluas ke 10 negara teratas perusahaan startup akuakultur, termasuk China dan India.

Produk EFishery mencakup perangkat lunak seperti eFarm, yang memungkinkan pembudidaya udang memantau operasi mereka. Ada pula eFisheryKu, yang melakukan hal sama untuk pembudidaya ikan.

Baca Juga:

  1. Tren Baru, Orang Kaya Ramai-Ramai Beli Tanah di Metaverse
  2. Elon Musk Akui Tak Tertarik dengan Metaverse
  3. Bill Gates: Bakal Banyak Orang Berkantor di Metaverse

Di sektor produk pembiayaan termasuk eFund, menghubungkan pembudidaya ikan dengan lembaga keuangan untuk produk layanan bayar di kemudian hari untuk membeli persediaan.

Menurut data eFund lebih dari 7.000 petani telah menggunakan layanan sejauh ini, dengan total pinjaman yang disetujui lebih dari $28 juta atau sekitar Rp400 juta.

Produk lain adalah smart feeder yang kini digunakan lebih dari 30.000 petani di Indonesia. Dalam sebuah pernyataan direktur investasi di SoftBank Investment Advisers, Anna Lo, menilai Indonesia merupakan produsen ikan terbesar di dunia.

“Kami percaya industri akuakulturnya dapat memainkan peran yang berarti dalam memberi makan populasi dunia yang terus bertambah,” kata Lo seperti dikutip Techcrunch.

Selain eFishery, startup agtech Indonesia lain yang baru-baru ini mengumpulkan pendanaan yang signifikan di antaranya TaniHub dan Eden Farm, perusahaan perikanan Aruna dan startup sosial commerce Chilibeli.

Continue Reading

Trending