Connect with us

Inspirasi

Samia Suluhu Hassan, Presiden Wanita Tanzania Pertama

Published

on

Samia Suluhu Hassan

Bulan lalu Tanzania memiliki presiden baru yang mencetak sejarah. Adalah Samia Suluhu Hassan yang merupakan pemimpin wanita pertama di sana.

Samia sebelumnya adalah wakil presiden yang kemudian mengambil alih posisi setelah Presiden John Magufuli meninggal. Samia kini merupakan satu-satunya pemimpin nasional wanita di Afrika.

Samia Suluhu Hassan yang juga sering dipanggil sebagai Mama Samia mengejutkan publik ketika dipilih menjadi pasangan calon presiden di 2015.

Baca Juga:

  1. Prancis Tegaskan Akan Terus Lawan Ekstremisme Islam
  2. Serukan Boikot Produk Prancis, Erdogan Ditantang Tutup Pabrik Renault
  3. Pernyataan Kontroversial Macron Soal Islam, Negara Arab Ramai-ramai Boikot Produk Prancis

Ketika akhirnya terpilih sebagai wakil presiden, ia menjadi satu dari sedikit wanita yang menjadi pemimpin di Afrika. Kini kepemimpinannya sangat diantisipasi karena jejak-jejak politiknya yang positif.

Samia pertama kali masuk pemerintahan pada tahun 2000. Di 2005, ia sempat ditunjuk sebagai menteri dari tenaga kerja, perkembangan gender, dan anak di Zanzibar.

Saat itu, wanita 61 tahun ini membalik aturan bahwa wanita tidak boleh kembali ke sekolah setelah melahirkan. Sayangnya setelah Magufuli jadi presiden, sebuah aturan baru dibuat yang serupa dengan yang sebelumnya.

Dia menjadi wakil Majelis Konstituen di 2014 dan bertanggung jawab menciptakan konstitusi baru. Ketika itu Mama Samia dipuji karena sikap tenangnya dalam mengelola kekacauan politik di Tanzania dan caranya menangani beberapa anggota dewasa yang sering bicara blak-blakan.

Sikap tenang Samia juga sering disandingkan dengan Presiden John Magufuli. Magufuli dikatakan sering bersikap impulsif dan bicara ‘apa adanya’ sedangkan Mama Samia dinilai lebih bijaksana dan penuh pertimbangan. Dia juga dibilang adalah pendengar yang baik dan suka menuruti aturan dengan baik.

Samia Suluhu Hassan telah menjadi presiden selama lima tahun belakangan dan akan menjalani tugas barunya selama lima tahun ke depan. Ia merupakan presiden keenam di negeri tersebut.

Setelah naik jabatan, banyak orang bicara mengenai tantangannya sebagai pemimpin. Selain pandemi Corona yang juga sedang dihadapi seluruh dunia, Samia juga harus mencari cara untuk menangani dari dampak ekonominya.

Samia juga dihadapkan dengan tugas memulihkan negara yang terpolarisasi selama bertahun-tahun oleh Presiden Magufuli.

Ia pun perlu membangun basis politiknya sendiri untuk bisa memerintah secara efektif. Sejauh ini salah satu langkahnya yang dipuji adalah mendapatkan vaksin COVID-19 yang sebelumnya tidak dilakukan.

Advertisement

Inspirasi

Arsad Sadik Sangaji, Tokoh Vokal Maluku Utara

Published

on

Arsad Sadik Sangaji

Direktur TOMA Malut, Arsad Sadik Sangaji, merupakan salah satu tokoh yang vokal dalam mengritik kebijakan Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Maluku Utara (Malut).

Lantas, siapa itu Arsad Sadik Sangaji? Dia tercatat dua kali menjabat sebagai Anggota DPRD Kabupaten Halmahera Selatan, yakni pada periode 2009-2014 dan 2014-2019.

Dia mengawali kiprah di dunia politik di Universitas Pattimura Ambon. Selama berkuliah, dia aktif di berbagai organisasi seperti HMI Cabang Ambon, Organisasi Intra Senat Mahasiswa Fakultas Ilmu Politik dan Ilmu Sosial (FISIP) dan Senat Mahasiswa Universitas Pattimura.

“Waktu kuliah itu pilihan jalur politik karena Kemauan dan cita-cita sebagai Politikus untuk melihat masyarakat yang lebih baik,” ujarnya kepada MyCity, Selasa (30/11/2021).

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

“Yang menjadi Dasar sebagai Aktivis itu karena mau menyampaikan aspirasi masyarakat lewat Jalur organisasi dan dunia Aktivis pada saat itu adalah momen yang tepat untuk menyuarakan kepentingan rakyat atau masyarakat,” dia menambahkan.

Arsad juga tercatat masuk dalam Tokoh Pemuda, Ormas, dan Mahasiswa Pembentukan Provinsi Maluku Utara tahun 1997-1999. Dia juga juga menjadi salah satu aktivis saat kerusuhan yang terjadi pada Mei 1998.

Arsad Sadik Sangaji
Arsad Sadik Sangaji

“Suka dan duka jadi aktivis itu duka adalah dikejar-kejar sama aparat penegak hukum. Sukanya adalah pengalaman hidup,” kenang dia.

“Hal yang paling saya ingat adalah kerusuhan tahun 1998 yakni ketika Suharto menyerahkan mandat kepada BJ Habibi sebagai Presiden. Tokoh-tokoh yang hadir pada saat itu Gus Dur, MH Ainun Najib, Megawati, Amien Rais. Saya ada di Istana Negara dan Jakarta rusuh. Kebakaran di mana-mana, ada juga penjarahan dll,” ungkap dia.

Kini, Arsad telah meninggalkan dunia politik. Dia memilih fokus di bidang bisnis. Kendati demikian, dia mengaku tetap akan vokal melancarkan kritik demi kemajuan Maluku Utara.

“Sebenarnya saya tiga periode. Cuma periode tahun 2004-2009 saya kena Pergantian Antar Waktu (PAW) karena melawan keputusan partai dan sudah mau istirahat. Saya belum tahu ke depannya seperti apa,” ujarnya.

“Sebenarnya, pengabdian bukan hanya di DPRD. Di mana saja kita berada, kita bisa berbuat untuk rakyat,” tegas dia.

Arsad juga menilai Maluku Utara memiliki masa depan yang cerah. Namun, untuk menyongsong masa depan cerah tersebut, Malut harus memiliki nahkoda yang baik.

“Masa depan Malut ini sangat bergantung kepada nahkoda. Seorang nahkoda harus memiliki komitmen dan konsisten terhadap dunia interpreneurship dan mau memperjuangkan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi, golongan, dan kelompok,” demikian Arsad.

Continue Reading

Inspirasi

Geser Jack Ma, Ini Orang Terkaya di China

Published

on

Zhong Shanshan
Zhong Shanshan

Pendiri Alibaba, Jack Ma, kini bukan lagi orang terkaya China. Posisinya kini diambialih oleh penguasaha air mineral kemasan, Zhong Shanshan.

Seperti dilansir dari Forbes, Selasa (9/11/2021), Pimpinan Nongfu Spring ini memiliki total kekayaan sebesar 65,907 miliar dolar AS atau Rp933 triliun. Padahal tahun lalu, dia hanya menempati posisi ketiga dengan kekayaan sebesar 53,9 miliar dolar AS.

Kekayaan Zhong melesat saat Nongfu Spring IPO di Hong Kong Stock Exchange pada September 2020. Kemudian, sekitar seperenam kekayaannya berasal dari perusahaan vaksin Beijing Wantai Biological Pharmacy yang melantai di bursa saham pada April 2020.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Zhong sendiri bukanlah berasal dari keluarga kaya. Dia putus sekolah sejak SD. Setelah itu, dia bekerja di bidang konstruksi. Dia juga pernah bekerja sebagai reporter di sebuah surat kabar.

Pada 1997, Zhong mendirikan perusahaan pendahulu Nongfu di kampung halamannya, Hangzhou. Perusahaan tersebut, yang dikenal dengan air mineral kemasan, juga menjual minuman kemasan lainnya seperti teh dan jus.

Adapun peringkat kedua orang terkaya China tahun ini diduduki oleh pendiri perusahaan pengembang TikTok ByteDance, Zhang Yiming, dengan nilai kekayaan US$59,4 miliar. Kemudian, petinggi produsen baterai kendaraan listrik Contemporary Amperex Technology Robin Zheng menduduki peringkat ketiga dengan harta US$50,8 miliar.

Continue Reading

Inspirasi

Profil Basaria Panjaitan, Presiden Komisaris PT Sentul City Tbk

Published

on

By

Foto Basaria Panjaitan, Presiden Komisaris PT Sentul City Tbk.

Basaria Panjaitan menjabat Presiden Komisaris PT Sentul City Tbk usai perseroan mengubah jajaran komisaris dan direksi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Rabu, 14 Oktober 2020.

Basaria Panjaitan menggantikan Tranggono Ting yang sebelumnya menjabat sebagai Presiden Komisaris PT. Sentul City TBK.

Baca Juga:

  1. Kisah Cucu, Wanita Asal Bandung Yang Tidak Bisa Tidur Sejak 2014
  2. Puncak Berlakukan Ganjil-Genap Pekan Ini
  3. 5 Urutan Skincare Untuk Kulit Berminyak

Sebelumnya Basaria Panjaitan, S.H., M.H. adalah perempuan pertama yang terpilih menjadi komisioner KPK.

Basaria Panjaitan terpilih dalam pemilihan yang dilakukan secara terbuka oleh Anggota Komisi III DPR RI pada bulan Desember 2015.

Basaria Panjaitan menjabat Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi RI Masa jabatan 21 Desember 2015 – 20 Desember 2019.

Masa jabatan 03 September 2015 – 20 Desember 2015.

Basaria Panjaitan Lahir 20 Desember 1957 di Pematangsiantar, Sumatra Utara.

Almamater

Sepamilsukwan Polri (1984).

Pangkat PDU IRJEN KOM.png Inspektur Jenderal PolisiSatuan Reserse (Polwan).

Basaria Panjaitan tercatat sebagai perempuan pertama yang berpangkat Inspektur Jenderal (bintang dua) di dalam sejarah Kepolisian Negara Republik Indonesia.

melalui kenaikan pangkat berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI Nomor: 81/ Polri RI/ Tahun 2015 dan Surat Telegram Kapolri Nomor: STR/843/X/2015 tertanggal 20 Oktober 2015.

Basaria Panjaitan adalah Sarjana Hukum lulusan Sepamilsukwan Polri I Tahun Angkatan 1983/1984.

Lulus sebagai polwan berpangkat Ipda, Basaria langsung ditugaskan di Reserse Narkoba Polda Bali.

Sementara Pendidikan pascasarjana yang ditempuhnya adalah Magister Hukum Ekonomi Universitas Indonesia.

Basaria Panjaitan mengabdi dalam bidang reserse di Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Basaria adalah Kabag Serse Narkoba Polda NTB (1997 – 2000), Kabag Narkoba Polda Jabar (2000 – 2004), Dirserse Kriminal Polda Kepri (2006 – 2008).

Jenderal bintang dua ini sebelumnya menjabat sebagai Kapusprovos Divpropam Polri (2009), Karo Bekum SDelog Polri (2010), Widyaiswara Madya Sespim Polri Lemdikpol.

Basaria masuk Sekolah Calon Perwira (Sepa) Polri di Sukabumi dan ditempa di sana. Lulus sebagai polwan berpangkat Ipda, Basaria langsung ditugaskan di Reserse Narkoba Polda Bali.

Dari sana, Basaria malang melintang di berbagai pos penugasan.

Dia pernah menjadi Kepala Biro Logistik Polri, Kasatnarkoba di Polda NTT dan menjadi Direktur Reserse Kriminal Polda Kepulauan Riau.

Dari Batam, Basaria ditarik ke Mabes Polri, menjadi penyidik utama Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim.

Dia pernah memeriksa mantan Kabareskrim, Komjen Susno Duadji, soal pelanggaran kode etik.

Tahun 2010 hingga 2015, Basaria menjabat sebagai Widyaiswara Madya Sespim Polri.

– Paur Subdisbuk Disku Mabes Polri (1984)

– Panit Sat. Idik Baya Ditserse Mabes Polri (1990)

– Kasat Narkoba Polda NTB (1997)

– Kabag Narkoba Polda Jabar (2000)

– Dir Reskrim Polda Kepri (2007)

– Penyidik Utama Dit V/Tipiter Bareskrim Polri (2008)

– Kapusprovos Divpropam Polri (2009)

Karobekum Sdelog Polri.

– Widyaiswara Madya Sespim Polri (2010).

– Sahlisospol Kapolri (2015)

– Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Indonesia (2015–2019).

Continue Reading

Trending