Connect with us

Religi

Sambangi MUI, Dubes Arab Saudi Luruskan Masalah Polemik Ibadah Haji 2021

Published

on

Syekh Essam bin Abed Al-Thaqafi

Polemik mengenai keputusan Indonesia batal mengirimkan jemaah untuk Ibadah Haji 2021 akhirnya terjawab sudah. Duta Bedsar Arab Saudi untuk Indonesia, Syekh Essam bin Abed Al-Thaqafi, bersama rombongan berkunjung ke Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk memberikan penjelasan terkait hal ini.

Sejak pertama kali dilantik, ini merupakan kunjungan perdana Dubes Arab Saudi untuk Indonesia ke MUI. Tujuan utama Syekh Essam bin Abed Al-Thaqafi adlaah untuk meluruskan pemberitaan mengenai Ibadah Haji 2021 yang ramai di media.

Syekh Essam menegaskan, pembatalan haji itu sama sekali tidak terkait dengan hubungan Indonesia dan Arab Saudi yang kurang baik. Beberapa kalangan sebelumnya memang menilai pembatalan ini akibat masalah diplomasi.

Baca Juga:

  1. Saat Buka Puasa, Sebaiknya Tak Konsumsi 5 Makanan Ini Secara Berlebihan
  2. Hindari 5 Kebiasaan Tak Sehat Ini Saat Berbuka Puasa
  3. Catat! Ini 5 Cara Makan untuk Hindari Asam Lambung Saat Puasa

“Masalah pembatalan keberangkatan jamaah haji Indonesia tidak ada kaitannya dengan hubungan baik yang sudah terjalin antara Arab Saudi dan Indonesia. Tidak ada pula hubungannya dengan penggunaan merek vaksin tertentu dan produsen tertentu seperti yang selama ini berkembang di media,” ujarnya.

Dia menambahkan, sampai saat ini, Kerajaan Arab Saudi bahkan belum mengirimkan undangan haji ke negara lain termasuk Indonesia. Ini tidak lain karena jika dilaksanakan, ibadah haji tahun ini masih dalam situasi pandemi Covid-19.

Selain membahas haji, Duta Besar Arab Saudi juga membahas rencana kerjasama antara MUI dengan Arab Saudi. Kerjasama itu meliputi bidang ukhuwah, dakwah, dan sebagainya (ta’awun wa tabadulul ara’) yang berorientasi pada penguatan Islam Wasathiyah di kawasan Arab Saudi, Indonesia, maupun dunia internasional.

Religi

Inilah Hukum Islam Pakai Baju Baru Saat Lebaran

Published

on

Hukum Islam pakai baju baru saat Lebaran

Kurang lengkap rasanya jika lebaran tidak memakai baju baru. Membeli baju baru seakan telah menjadi suatu kebiasaan umat muslim ketika merayakan Idul Fitri. Dari sini banyak yang mempertanyakan, tentang hukum pakai baju baru lebaran.

Bagi sebagian orang, memakai baju baru ketika lebaran memberikan kesenangan tersendiri. Meskipun pada hari lain mereka juga bisa membeli baju baru. Namun hal ini tentu berbeda ketika mereka membeli dan memakai baju baru saat hari raya Idul Fitri.

Pengasuh Al Bahjah KH Yahya Zainul Ma’arif alias Buya Yahya memberikan penjelasan terkait hal ini. Menurutnya, membeli baju baru lebaran adalah kebiasaan orang dalam berhari raya.

Baca Juga:

  1. Mendengar Tembang Dakwah Sunan Drajat, Si Sunan yang Gemar Mencipta Lagu
  2. Peran Sunan Gresik, Si Kakek Bantal dalam Membangun Sistem Irigasi di Tanah Jawa
  3. Pelabuhan Gresik: Bahari Para Wali, Awal Mula Islamisasi

“Imam Bukhari meriwayatkan satu hadis dari Sayyidina Abdullah bin Umar bahwasanya Sayyidina Umar bin Khattab itu beli jubah dari sutra. Kemudian dibawa jubah itu dan berkata nabi, beli ini dan pakailah untuk hari raya dan menyambut tamu,” katanya dikutip dari YouTube Al Bahjah TV, Senin (25/4/2022).

Rasulullah SAW mendengar apa yang disampaikan Sayyidina Umar. Lalu Rasul berkata bahwa baju tersebut adalah milik orang yang tidak mendapatkan baju di akhirat. Rasul juga mengatakan tidak diperkenankan memakai baju sutra bagi laki laki seperti dirinya dan Sayyidina Umar.

Meski Rasulullah SAW melarang memakai baju sutra untuk laki-laki, namun kata Buya Yahya, Rasulullah SAW tidak melarang memakai baju bagus saat hari raya. Para ulama menyebut jika menggunakan baju bagus dan baru saat hari raya adalah sunah.

“Sunahnya kita pakai baju yang bagus kalau bisa baru, kalau punya duit. Gak usah ngutang, gak wajib. Nanti gara-gara wajib para suami bingunglah semuanya,” tutur Buya Yahya.

Buya Yahya mengingatkan, hari raya Idul Fitri bukan soal bajunya yang baru. Tapi, orang yang berhari raya itu adalah yang imannya bertambah.

“Boleh pakai baju yang bagus, tapi jangan maksa siapapun membelikan baju yang baru. Yang penting menutup aurat dulu, baru nanti peningkatan kalau ada rezeki,” ujarnya.

“Memang diimbau kita keluarga untuk menyenangkan keluarganya di hari raya itu. Apakah dengan makan enak, baju bagus, itu sunah. Dengan catatan tidak boleh melakukan sunah dengan cara yang haram, mencuri, mengambil harta orang lain, dan sebagainya,” pungkasnya.

Continue Reading

Pojok

Begini Doa Saat Dapat Hampers & Bingkisan Lebaran

Published

on

hampers lebaran
Hampers Lebaran

Hari Raya Idul Fitri merupakan omen suka cita bagi seluruh umat Islam di dunia. Setelah sebulan penuh berpuasa, umat Islam merayakannya dengan kegiatan silaturahmi, saling memaafkan, dan berbagi.

Satu di antara kebiasaan menjelang Lebaran adalah bertukar hantaran lebaran. Hantaran ini bisa berupa parcel, hampers, dan hadiah-hadiah lainnya. Tujuan memberi hantaran ini adalah sebagai wujud berbagi suka cita lebaran.

Menerima hantaran pastinya menjadi rezeki yang menyenangkan. Sebagai bentuk rasa syukur, ada doa yang bisa dibaca ketika menerima hantaran lebaran. Doa ini sekaligus juga bisa menjadi doa untuk pemberi hantaran.

Baca Juga:

  1. Ini 7 Keunggulan OPPO A96
  2. Twitter Akhirnya Setuju Jual Perusahaan ke Elon Musk
  3. Resmi Jadi Pemilik Baru, Elon Musk Ingin Semua Orang Bebas Berbicara di Twitter

Berikut MyCity telah merangkum beberapa doa ketika kita mendapatkan hampers atau bingkisan Lebaran.

Doa pertama

Allahumma aktsir malahu wa barik lahu fima a’thoitahu wa yassir lahu ayyaf’ala fihi khoiran wa qonni’hu fima a’thoitahu waj’alna wa iyyahu minasy syakirin.

Artinya: “Ya Allah, perbanyaklah hartanya, berkahilah rezeki yang Engkau berikan padanya, mudahkanlah dia melakukan kebaikan dengan rezeki tersebut, berilah kelapangan hati padanya agar menerima rezeki yang Engkau berikan, jadikanlah kami dan dia bagian dari orang-orang yang bersyukur”.

Doa kedua

Allahumma barik lahum fima rozaqtahum waghfirlahum warhamhum.

Artinya: “Ya Allah, berilah keberkahan atas apa yang Engkau rezekikan pada mereka, ampunilah dan kasihanilah mereka.”

Doa ketiga

Berikut doa saat mendapat rezeki yang tak terduga:

Alhamdulillahil ladzi razaqoni haza min ghairi hawlin minni wala quwwatin. Allahumma barik fihi.

Artinya: ” Segala puji bagi Allah yang telah memberikan rezeki ini kepadaku tanpa daya dan upayaku. Ya Allah, berilah keberkahan di dalamnya.”

Sementara, bagi yang memberikan hampers atau bingkisan Lebaran, doanya adalah sebagai berikut.

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

‘Robbanaa taqobbal minnaa innaka antas samii’ul aliim

Artinya:

“Wahai Tuhan kami, terimalah dari kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”

Continue Reading

Pojok

Wajib Tahu, Ini Doa Sebelum Membaca Alquran di Bulan Ramadan

Published

on

Membaca Alquran

Dalam Islam, setiap kegiatan yang kita lakukan alangkah baiknya selalu dimulai dan diakhiri dengan membaca doa. Dengan doa, setiap kegiatan yang kita lakukan akan mendapat berkah dan menjadi satu amalan ibadah untuk yang membacanya.

Seperti ibadah yang lainnya, dalam membaca Al-Qur’an kita juga dianjurkan untuk membaca doa terlebih dahulu.

Allah SWT telah menurunkan Al-quran kepada Nabi Muhammad SAW sebagai pembawa kebenaran yang terbaru. Hal tersebut sesuai dengan isi surah An-Nisa ayat 105 yang berbunyi demikian:

اِنَّآ اَنْزَلْنَآ اِلَيْكَ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ لِتَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ بِمَآ اَرٰىكَ اللّٰهُ ۗوَلَا تَكُنْ لِّلْخَاۤىِٕنِيْنَ خَصِيْمًا ۙ –

Baca Juga:

  1. Selangkah Lagi, XL Matikan Layanan 3G
  2. NFE 2022, Ajang Berkumpulnya Kreator Hingga Kolektor NFT
  3. Samsung, Vivo & Xiaomi Kalah, Ini Dia Raja Ponsel Baru RI

Artinya: “Sungguh, Kami telah menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu (Muhammad) membawa kebenaran, agar engkau mengadili antara manusia dengan apa yang telah diajarkan Allah kepadamu, dan janganlah engkau menjadi penentang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang yang berkhianat.”

Allah SWT juga menjelaskan tentang penjagaan atas Al-quran dalam surah Al Hijr ayat 9. Berikut bacaannya:

اِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَاِنَّا لَهٗ لَحٰفِظُوْنَ – ٩

Artinya: “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an, dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya”.

Berikut adalah doa sebelum membaca Alquran:

“Allohummaftah ‘alayya hikmataka wansyur ‘alayya rohmataka wa dzakkirnii maanasiitu yaa dzal jalaali wal ikhroomi”

“Ya Allah bukakanlah hikmahMu padaku, bentangkanlah rahmatMu padaku dan ingatkanlah aku terhadap apa yang aku lupa, wahai dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan.”

Continue Reading

Trending