Connect with us

Internasional

Rusia Veto Resolusi AS, Dewan Keamanan PBB Tak Berdaya

Published

on

Federasi Rusia di Dewan Keamanan PBB

Rusia melakukan veto terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB yang diusulkan oleh Amerika Serikat (AS).

Seperti dilansir dari Bloomberg, Sabtu (1/10/2022), Duta Besar AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield memperkenalkan resolusi yang meminta negara-negara anggota untuk tidak mengakui perubahan status Ukraina dan mewajibkan Rusia untuk menarik pasukannya.

Dia menilai bahwa upaya pencaplokan wilayah negara berdaulat bertentangan dengan prinsip-prinsip pendirian Perserikatan Bangsa-Bangsa. Dia juga menyatakan Putin melakukan perayaan secara besar-besaran terhadap pelanggaran hukum yang jelas ini.

Baca Juga :  Jenderal AS & Biden Ribut Soal Penarikan Pasukan di Afghanistan

Baca Juga:

  1. Singo Ulung, Tradisi Adat Demi Menepis Rasa Takut Asal Bondowoso
  2. Mumifikasi, Cara Suku Dani Menghormati Jasad Nenek Moyang
  3. Dadiah, Yogurt Tradisional khas Minangkabau

Sepuluh negara memberikan suara mendukung, sementara China, Gabon, India, dan Brasil abstain.

“Tidak ada satu negara pun yang memilih Rusia. Tidak satu pun,” kata Thomas-Greenfield kepada wartawan.

Baca Juga :  ISIS Mengaku Bertanggung Jawab atas Pemboman Mematikan di Kabul

Washington pun akan meminta 193 anggota Majelis Umum PBB untuk mengutuk tindakan Rusia.

“Di Majelis Umum, negara-negara di dunia akan mengatakan dengan lantang dan jelas: Adalah ilegal, dan tidak dapat diterima, untuk mencoba menggambar ulang perbatasan negara lain melalui kekerasan,” kata Thomas-Greenfield.

Sementara itu, abstainnya China dari resolusi tersebut menimbulkan kekhawatiran tentang krisis yang berkepanjangan dan meluas di Ukraina.

Baca Juga :  Pandemi Covid-19, Limbah Sampah Plastik di Thailand Melonjak Pesat

China telah tegas mengkritik sanksi Barat terhadap Rusia, tetapi tidak juga mendukung atau membantu Rusia dalam kampanye militernya.

Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin memproklamirkan kekuasaan Rusia atas empat wilayah yang membentuk 15% wilayah Ukraina, aneksasi terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II.

Internasional

Marilyn Monroe, Icon Perselingkuhan Sepanjang Masa?

Published

on

Marilyn Monroe

Marilyn Monroe

mycity.co.id – Marilyn Monroe adalah seorang aktor yang lahir pada 1 Juni 1926. Tidak hanya menjadi aktor Monroe juga berprofesi sebagai model dan penyanyi berkebangsaan Amerika Serikat.

Ia menjadi salah satu simbol perselingkuhan terpopuler pada 1950-an dan awal 1960-an dan menjadi lambang perubahan sikap terhadap seksualitas pada era tersebut. Kisah perjalan hidupnya banyak di dokumentasikan memalui buku ataupun film.

Namun mengapa ia menjadi icon perselingkuhan terbesar? Ini akibat dari latar belakang kehidupan Monroe yang kurang beruntung.

Ia diasuh oleh ibunya bernama Gladys Pearl Baker yang mempunyai gangguan kesehatan mental dan tidak pernah tahu siapa ayahnya serta berasal dari keluarga yang miskin. Setelah ibunya menikah lagi pada tahun 1923 mereka bercerai dan ia mempunyai 2 saudara angkat.

Baca Juga :  Taliban Larang Petani Afghanistan Panen Bahan Baku Opium

Setelah kematian ibunya akibat gangguan mentalnya itu, hidup Monroe 360 derajat berubah total, ia dititipkan pada keluarga Atkinson dan pernah dilecehkan secara seksual pada saat tersebut.

Kemudia ia dipindahkan ke panti asuhan. Di panti asuhan juga ia merasa dihiraukan dan diasingkan oleh yang lain, ia pernah di dorong oleh pekerja yang ada di panti asuhan tersebut karena berpikir bahwa Monroe akan lebih bahagia jika hidup bersama keluarga di luar sana.

Baca Juga :  Jangan Asal Mendengarkan, Ini 5 Manfaat Musik untuk Kesehatan Tubuh

Marilyn Monroe bisa dibilang seorang korban dari dunia germerlap. Untuk bisa keluar dari lubah hitam kemiskinan, ia dipaksa untuk berhubungan seks dengan produse yng sudah beristri. Monroe pernah membuat skandal dengan produse film, dituduh sebagai pelacur oleh suaminya, dan dituduh  berselingkuh dengan Presiden Kennedy.

Semasa Monroe hidup, kesetaraan gender belum sematang masa sekarang, dalam dunia yang pada saat itu relatif timpang ke arah patriarki milih untuk menjadi wanita yang independen adalah sebuah hal yang masuk akal.

Dengan IQ  yang di atas rata-rata,  Monroe benar-benar tau hal ini dan bagaimana dunia ini berjalan pada umumnya. Untuk tetap menjaga independensinya, ia harus mengikuti tuntutan penggemarnya yang suka dengan perilaku nya, yang di cap oleh suaminya sebagai perilaku pelacur.

Baca Juga :  Pandemi Covid-19, Limbah Sampah Plastik di Thailand Melonjak Pesat

Perjalanan hidup dan karir Monroe bisa dibilang cukup sukses, meskipun ia tidak bisa mengendalikan trauma masa lalunya tentang keluarga dan lingkungannya yang buruk.

Banyak yang beragumen bahwa masa lalunya itu membuat kondisi kejiwaannya terganggu. Mungkin Monroe adalah gambaran nyata bahwa selingkuh itu terkait pada masa lalu dan buruknya lingkungan hidup.

Continue Reading

Internasional

UU Dicabut, Aktivitas Gay & Biseksual Kini Legal di Singapura

Published

on

Singapura secara resmi mencabut Undang-Undang aktiivitas gay. (Reuters)
Singapura secara resmi mencabut Undang-Undang aktiivitas gay. (Reuters)

mycity.co.id – Kabar mengejutkan datang dari negara tetangga Singapura. Parlemen Singapura resmi mencabut pasal undang-undang yang mengkriminalisasi hubungan seks gay.

Dengan demikian, aktivitas seksual gay kini tak lagi dianggap kriminal di Singapura. Singapura pasal UU era kolonial itu pada Selasa (29/11/2022) lalu.

Baca Juga :  Gawat! Defisit APBN Tembus Rp 764,9 Triliun

Meski demikian, parlemen juga mengamandemen UU yang bisa membuka jalan pengajuan tuntutan untuk mengubah definisi pernikahan dan keluarga.

Selama ini, aktivis lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) di negara lain menggunakan UU semacam itu untuk mengubah definisi pernikahan sehingga tak sebatas “ikatan laki-laki dan perempuan.”

Baca Juga :  Pandemi Covid-19, Limbah Sampah Plastik di Thailand Melonjak Pesat

Dengan demikian, negara dapat melegalkan pernikahan sesama jenis, seperti yang terjadi di Taiwan dan Thailand.

Kini, aktivis LGBT di Singapura memang menyambut baik pencabutan UU kriminalisasi seks gay tersebut. Namun, mereka kecewa karena tak bisa mengubah definisi pernikahan melalui jalur hukum.

Kepala kelompok advokasi LGBT Oogachaga, Bryan Choong, mengatakan momen ini memang bersejarah bagi aktivis yang mendesak pencabutan UU tersebut.

Baca Juga :  ISIS Mengaku Bertanggung Jawab atas Pemboman Mematikan di Kabul

Namun, ia menegaskan bahwa pasangan dan keluarga LGBT juga, “Punya hak untuk diakui dan dilindungi.”

Hingga kini, belum diketahui waktu pasti aturan yang baru bakal berlaku. Namun, amandemen kali ini bakal memberikan ruang bagi parlemen untuk memperluas definisi pernikahan.

Continue Reading

Internasional

Anwar Ibrahim Akan Dengar Semua Masukan Sebelum Bentuk Kabinet

Published

on

Anwar Ibrahim, Perdana Menteri baru Malaysia. Foto/Mohd Rasfan/Pool via REUTERS

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan ingin mendengar semua pandangan sebelum memilih kabinetnya. Hal itu diungkapkan Anwar setelah pertemuan Dewan Kepresidenan Pakatan Harapan (PH), Senin (28/11/2022). 

“Proses untuk ini adalah semua orang dapat memberikan pandangan mereka tetapi mereka telah menyerahkan kepada saya untuk membuat keputusan akhir,” kata Anwar, seperti dikutip dari Channel News Asia.

Ketika didesak kapan pengumuman itu akan dilakukan, Anwar mengatakan akan dilakukan “sesegera mungkin”. “Karena ini situasi yang tidak biasa karena pemerintah persatuan melibatkan banyak pihak. 

Baca Juga :  Kemenkes Izinkan Penerima Dosis Lengkap AstraZeneca Pakai Pfizer untuk Booster

Jadi sebelum saya memutuskan saya harus mendengar semua pandangan,” jelasnya. Dia menambahkan bahwa masalah utama yang perlu dipertimbangkan adalah bahwa Kabinetnya akan dirampingkan dan dia tidak akan menunjuk menteri kabinet sebagai bentuk penghargaan.

“Di pemerintahan sebelumnya, pemimpin hanya akan terus menambahkannya. 50? Oke. 60? oke, 70, oke? Tidak cukup? Utusan khusus. Tidak cukup? Penasihat khusus. Saya tidak bersedia melakukan itu,” tambahnya. 

Baca Juga :  Deretan Sanksi Ekonomi Terhadap Rusia Usai Serang Ukraina

Anwar juga ditanya apakah dia akan mempertimbangkan pandangan organisasi non-pemerintah tertentu untuk tidak mempertimbangkan anggota parlemen dengan kasus pengadilan yang sedang berlangsung di Kabinetnya, termasuk ketua BN Ahmad Zahid Hamidi.

“Itu adalah pandangan yang kami pertimbangkan. Tapi dari perspektif hukum, baru setelah ada penilaian (apakah itu penting). Selebihnya akan kami pertimbangkan,” kata Anwar. 

Pada hari Minggu, Anwar mengatakan bahwa dia akan mengumumkan Kabinetnya dalam beberapa hari ke depan, karena dia saat ini sedang berdiskusi dengan anggota koalisi, termasuk empat partai utama di Pakatan Harapan – Parti Keadilan Rakyat (PKR), Partai Aksi Demokratik (DAP), Amanah dan Organisasi Kinabalu Progresif Bersatu. 

Baca Juga :  Kasus Covid-19 di Iran Semakin Menggila

Selama akhir pekan, Anwar juga mengadakan diskusi dengan para pemimpin mitra koalisi PH, seperti ketua Gabungan Rakyat Sabah (GRS) Hajiji Noor dan ketua Gabungan Parti Sarawak Abang Johari Tun Openg.

Continue Reading
Advertisement

Trending