Connect with us

Internasional

Rusia Tanggapi Laporan IAEA Soal Kegiatan Nuklir Iran

Published

on

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan Moskow memahami langkah nuklir Iran terbaru, mengingat bahwa sanksi sepihak AS tetap berlaku dan tidak ada kemajuan yang dibuat dalam menghidupkan kembali IAEA.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan langkah Iran untuk memproduksi uranium logam dan meningkatkan kapasitas pengayaan adalah pengalihan lain dari Dewan IAEA, tetapi kami memahami bahwa alasan untuk mengambil langkah tersebut adalah kurangnya hasil praktis untuk menghidupkan kembali perjanjian nuklir, sementara sanksi sepihak AS terhadap Iran dan negara-negara ketiga yang bekerja sama dengan Iran terus berlanjut.

Baca Juga :

  1. Instruksi Jokowi ke Menteri & Kepala Daerah: Jaga Stabilitas Harga Pangan!
  2. Mobil Ambulans Lewat, Iring-iringan Jokowi Minggir
  3. Seba Baduy, Tradisi Suku Baduy Syukuri Hasil Bumi

“Namun, kami khawatir bahwa masalah ini akan semakin mengalihkan kami dari tujuan utama dan dengan demikian menjadi lebih sulit untuk menciptakan kondisi bagi implementasi Barjam yang berkelanjutan,” kata Zakharova.

Dia juga mengatakan dimulainya kembali pembicaraan Wina sesegera mungkin adalah satu-satunya jalan keluar dari situasi ini dan meminta semua pihak, termasuk Amerika Serikat, untuk mengambil langkah cepat untuk mencegah normalisasi situasi.

Badan Energi Atom Internasional mengklaim dalam laporan terbarunya bahwa Iran sebelumnya telah menggunakan 164-cascade sentrifugal IR-6 untuk memperkaya uranium hingga 60 persen di Natanz, tetapi sekarang selain 164-cascade, total 153 Beberapa IR- 4 sentrifugal juga digunakan untuk pengayaan hingga 60%.

Juga menurut laporan baru oleh Badan Energi Atom Internasional; Iran telah memproduksi lebih dari 200 gram uranium logam yang diperkaya 20%. Diklaim bahwa Iran telah menggunakan 257 gram 20% uranium yang diperkaya U-235 dalam bentuk UF4 (uranium tetrafluoride) untuk menghasilkan 200 gram 20% uranium logam yang diperkaya U-235.

Di sisi lain, diklaim bahwa Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett, akan ke Gedung Putih minggu ini dengan rencana anti-Iran yang, menurut pendapatnya akan mencegah Iran mendekati titik pelarian nuklir.

Rupanya, rencana ini mencakup strategi yang menghilangkan kebutuhan Amerika Serikat untuk kembali ke Dewan IAEA, dan pada saat yang sama, dapat melawan program nuklir dan kegiatan regional Iran.

Robert Mali, utusan khusus AS untuk Iran, menyebut nasib kesepakatan nuklir sebagai “tanda tanya besar” dan berbicara tentang dua opsi yang mungkin untuk tindakan AS jika pembicaraan Wina gagal.

Menurut dia, salah satu usulannya adalah Washington dan Teheran akan menandatangani perjanjian yang benar-benar terpisah yang memiliki parameter berbeda dari perjanjian saat ini. Kasus lainnya adalah serangkaian tindakan hukuman yang dikoordinasikan oleh sekutu Eropa.

Tuduhan itu muncul ketika Amerika Serikat telah menyerahkan kembali pembicaraan Wina ke Iran, berpura-pura bahwa pihak Iranlah yang menghindari pembicaraan lebih lanjut, sementara Teheran telah berulang kali menekankan dengan menarik garis merahnya sendiri bahwa ia tidak akan menyerah pada Amerika dengan dimasukkannya program rudal dan kegiatan regional sejalan dengan Dewan keamanan PBB.

Internasional

Gadis di Bawah Umur Afghanistan yang Dinikahi Paksa Berhasil Kabur

Published

on

Parwana Malik
Parwana Malik

Lembaga bantuan internasional berhasil menyelamatkan pengantin anak di bawah umur Afghanistan yang kabur.

Seperti dilansir dari AFP, Jumat (3/12/2021), gadis itu bernama Parwana Malik. Dia baru berusia 9 tahun. Sang gadis cilik berhasil kabur bersama saudara dan ibunya.

Para ibu-ibu muda ini berkumpul bersama enam anak menumpang mobil yang melaju menyusuri celah-celah bukit tertutp salju. Mereka meninggalkan kamp darurat di bagian barat laut Afghanistan.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Mereka tak membawa barang apa-apa. Satu-satunya barang yang mereka bawa adalah selimut untuk menghangatkan badan. Mereka kemudian dijemput oleh salah satu lembaga kemanusiaan.

Parwana merupakan salah satu target lembaga itu untuk diselamatkan dari pernikahan paksa terhadap anak di bawah umur.

“Saya amat senang. Mereka (lembaga bantuan) menjuahkan saya dari suami saya yang sudah tua,” ujarnya.

Sebelumnya, Parnawa terpaksa dinikahi di usia sembilan tahun karena keluarganya kelaparan. Sang ayah terpaksa menikahkan Parwana untuk menyambung hidup.

Parwana sempat menangis sejadi-jadinya dan memohon kepada sang ayah agar tak menjualnya. Ia masih ingin pergi bermain dan bersekolah.

Berita tentang derita Parwana pun sontak mengundang keprihatinan. Alhasil, ia berhasil dikembalikan ke sang keluarga karena kecaman masyarakat terhadap pembelinya.

Berkat inisiatif yayasan Too Young to Wed (TYTW) yang bermarkas di Amerika Serikat, Parwana beserta perempuan lain termasuk saudara dan ibunya, berhasil diamankan di safe house.

Continue Reading

Internasional

Jokowi: Indonesia Siap Bantu Afghanistan

Published

on

Presiden Jokowi

Pemerintahan inklusif di Afghanistan saat ini belum terbentuk dan hal itu membuat situasi kemanusiaan di sana memburuk. Untuk itu, Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi), menyatakan siap membantu Afghanistan.

Jokowi mengungkapkan hal itu saat berbicara secara virtual pada Sesi Retreat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Europe Meeting (ASEM) ke-13 di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat, 26 November 2021.

“Saat ini, pemerintahan inklusif belum terwujud. Situasi kemanusiaan memburuk. Sekitar 23 juta rakyat Afghanistan terancam krisis pangan. Bantuan kemanusiaan menjadi prioritas. Kami berkomitmen memberikan bantuan, termasuk untuk bantuan kapasitas,” ujar Presiden Jokowi, seperti dikutip dari keterangan resmi Istana.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Selain isu kemanusiaan, ada dua isu yang jadi perhatian Indonesia. Pertama, pemberdayaan perempuan. Presiden Jokowi mengingatkan bahwa penghormatan hak-hak perempuan adalah salah satu janji Taliban.

Berkaitan dengan hal tersebut, Indonesia ingin berkontribusi agar janji tersebut dapat dipenuhi, antara lain melalui Indonesia-Afghanistan Women Solidarity Network yang akan dimanfaatkan untuk kerja sama pemberdayaan perempuan ke depan.

“Kami juga siap memberikan beasiswa pendidikan bagi perempuan Afghanistan. Kami akan terus lanjutkan upaya pemberdayaan perempuan Afghanistan melalui kerja sama dengan berbagai pihak,” jelasnya.

Kedua, kerja sama antarulama. Presiden Jokowi memahami betul peran penting ulama di masyarakat. Pada 2018 Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan trilateral ulama Afghanistan-Pakistan-Indonesia untuk mendukung proses perdamaian.

“Meskipun situasi Afghanistan sudah berbeda, namun ulama tetap berperan penting. Kami siap memfasilitasi dialog antara ulama, termasuk ulama Afghanistan,” tandasnya.

Turut mendampingi Presiden dalam acara tersebut yaitu Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri I Gede Ngurah Swajaya.

Continue Reading

Internasional

Kabar Baik, Masyarakat Indonesia Kini Boleh Kunjungi Uni Eropa

Published

on

bendera Uni Eropa
bendera Uni Eropa

Indonesia mendapatkan kabar baik di tengah pandemi Covid-19. Uni Eropa (UE) memasukkan Indonesia ke dalam daftar negara yang diizinkan mengunjungi kawasan tersebut.

Seperti dinukil dari Reuters, Senin (22/11/2021), kini Warga Negara Indonesia (WNI) kini dapat melakukan kunjungan perjalanan ke-27 negara yang berada di Uni Eropa, yang sebelumnya perjalanan WNI ke wilayah UE hanya untuk keperluan penting (esensial) saja.

Keputusan ini Uni Eropa setelah mempertimbangkan jumlah kasus Covid-19 yang terus menurun. Salah satu yang menjadi pertimbangan Uni Eropa adalah jumlah kasus di bawah 75 dari 100 ribu penduduk dalam dua pekan. Indonesia melaporkan tambahan kasus di bawah di bawah 1.000 sepanjang November, kurang 1 persen dari 100 ribu penduduk.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

“Menyusul review akan pencabutan berkala pembatasan sementara untuk perjalanan non-esensial, Dewan Uni Eropa memperbarui daftar negara yang dicabut larangan perjalanannya, Indonesia yang ditambahkan ke daftar,” demikian keterangan pers yang dirilis oleh Uni Eropa.

Uni Eropa juga mengizinkan warga Cina untuk mengunjungi kawasan tersebut. Namun, dengan catatan, jika Cina memberikan hak yang sama bagi warga Uni Eropa untuk mengunjungi negara Tirai Bambu tersebut.

Uni Eropa memberlakukan pembatasan kunjungan sejak Maret lalu untuk menekan kasus Covid-19. Mereka akan memperbarui daftar negara yang bisa diizinkan untuk masuk ke kawasan tersebut setiap dua minggu.

Bagi WNI yang berencana ke negara-negara Uni Eropa, perlu mempertimbangkan beberapa hal, selain visa, dan kewajiban tes PCR, tentu adalah apakah negara bersangkutan menerima pengunjung yang sudah divaksin Sinovac (jenis vaksin yang paling banyak dipakai di Indonesia), mengingat belum semua negara mau membuka pintu bagi mereka yang divaksin Sinovac (maupun vaksin-vaksin lain).

Daftar 19 Negara yang Boleh Mengunjungi Uni Eropa:

Argentina
Australia
Bahrain
Kanada
Chile
Kolombia
Indonesia
Yordania
Kuwait
Namibia
Selandia Baru
Peru
Qatar
Rwanda
Saudi Arabia
Korea Selatan
United Arab Emirates
Uruguay
China (asas resiprokal)

Continue Reading

Trending