Connect with us

Internasional

Rusia Hentikan Serangan jika Ukraina Kabulkan 4 Tuntutan Ini

Published

on

Presiden Rusia Vladimir Putin

Presiden Rusia Vladimir Putin menelpon Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Kamis (17/3/2022) waktu setempat. Dalam sambungan telepon tersebut, Putin menyampaikan empat tuntutan Rusia untuk Ukraina.

Seperti dilansir dari BBC, Jumat (18/3/2022), Rusia bakal berhenti menyerang Ukraina apabila empat tuntutan tersebut dipenuhi.

Jurnalis BBC melaporkan bahwa kedua kepala negara melakukan pembicaraan via telepon sekitar satu setengah jam. Juru bicara Erdogan, Ibrahim Kalin merupakan salah satu pihak yang ikut mendengar pembicaraan Erdogan dan Putin via sambungan telepon itu.

Baca Juga:

  1. Hari Primata Nasional, Menelisik Upaya Pencegahan Kepunahan Primata
  2. Begini Sejarah Hari Toleransi Internasional & Cara Memperingatinya
  3. Hari Olahraga Nasional, Inilah Tips Jitu Agar Tak Cedera Saat Berolahraga di Rumah

Adapun empat tuntutan yang diminta Putin itu terdiri dalam dua kategori.

Pada dua tuntutan di kategori pertama, Putin meminta Ukraina menjadi negara netral dan tidak bergabung dengan Aliansi Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Kalin mengungkapkan tuntutan Rusia itu tak sulit untuk dipenuhi Rusia. Namun, Ukraina disebut masih berat memenuhi dua tuntutan Rusia lainnya.

Tuntutan lainnya yaitu Rusia meminta Ukraina melucuti kekuatan militer atau demiliterisasi untuk memastikan itu bukan ancaman bagi Kremlin.

Putin juga meminta bahwa Ukraina harus menjamin perlindungan bagi warganya yang berbahasa Rusia serta melakukan Denazifikasi.

Tuntutan Rusia itu pun kemungkinan sulit diterima Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Bagi Zelensky, tuntutan soal Denazifikasi amat menyinggung perasaannya karena ia sendiri berasal dari keluarga Yahudi yang pernah jadi korban Nazi.

CityView

Meraih Kemerdekaan dan Kedigdayaan: Amerika Serikat Melompat Jauh Ke depan

Published

on

ilustrasi patung liberty

Amerika tidak akan pernah dihancurkan dari luar. Jika kita goyah dan kehilangan kebebasan kita, maka kita menghancurkan diri kita sendiri”, – Abraham Lincoln

Kini raksasa dunia kian melonglong. Negara Adidaya Amerika Serikat menerima tantangan dari raksasa lain, dari benua yang kaya akan mitos, sejarah dan budaya. China meraung dan memamerkan taringnya dalam unjuk gigi perang dagang.

Negara China mengobarkan semangat mengembalikan kejayaan perdagangan yang telah terkubur berabad-abad silam.

Sementara Amerika Serikat ‘memaksakan diri’ untuk melanjutkan posisi sentralnya sebagai negara penguasa perekonomian global. Sayangnya, artikel ini hanya mengupas sejarah Amerika Serikat merangkak menuju digdaya.

Semua bermula pasca Deklarasi Kemerdekaan, bangsa Amerika telah memperoleh kemerdekaan pada 4 Juni 1776. Founding Father Amerika bukan saja mengumumkan kelahiran sebuah negara baru, melainkan juga mencanangkan sebuah filosofi kebebasan manusia.

Seiring sejalan, negara Amerika senantiasa berusaha meningkatkan kemakmuran rakyatnya melalui upaya diplomatik, yang di kemudian hari menjelma menjadi imperium raksasa, bahkan mempengaruhi segala penjuru bangsa di berbagai belahan dunia.

Demi mematahkan kepentingan Inggris, negara baru Amerika mengoptimalkan kinerja diplomatik dan mengadakan penetrasi militer terhadap pelabuhan dagang yang berada dalam kekuasaan Inggris (pelabuhan dagang West Indies).

Pemerintah negara baru Amerika menjalin relasi dengan para pedagang, terutama yang berkebangsaan Amerika, sehingga Inggris tersudutkan dan terpaksa membuka pelabuhan lainnya di daerah koloninya.

Langkah sukses berupaya dipertahankan, bahkan negara baru tersebut terus-menerus menggerogoti imperium Inggris di benua Amerika.

Baca Juga:

  1. Mengenal Presiden Amerika Tersingkat
  2. Ambang Kehancuran Meksiko
  3. Asmara di Tengah Konflik: Kisah Cinta Para Pejuang di Masa Revolusi Fisik

Bangsa Amerika menyakini revolusi ini merupakan tonggak awal untuk mengakhiri kolonialisme Eropa sekaligus pertanda kebangkitan imperium raksasa yang akan menguasai daratan dan lautan.

Relatif cukup lama, bangsa Amerika menyusun pilar-pilar imperium kontinental, terlebih mengembangkan perdagangan yang mengusung perekonomian pasar ekspansif dengan target seluruh penjuru dunia, guna menggantikan posisi dan peran bangsa Eropa (Portugal pada abad ke-16; Belanda pada abad ke-17; Inggris pada abad ke-18).

Akhir abad ke-20, bangsa Amerika boleh bangga atas prestasinya yang mempengaruhi bangsa-bangsa di dunia, baik dari segi politik, ekonomi, militer maupun budaya.

Semenjak perang dingin (cold-war) usai, Uni Soviet tumbang, dan Amerika Serikat terangkat menuju podium tertinggi panggung dunia.

Kemajuan Amerika Serikat dapat dilacak, berawal dari penetapan kebijakan luar negeri guna melakukan ekspansi agresif ke beberapa wilayah disekitarnya.

Dengan menjunjung nilai-nilai kebebasan individu, Amerika Serikat menunjukkan sikap dan ketegasannya dalam kebijakan politik luar negerinya.

Setiap ekspansi militer mengusung kepentingan perekonomian Amerika, karena prinsipnya tak jauh beda dengan kolonialisme Eropa, yang membonceng perusahaan dibalik tank dan ribuan serdadu bersenjata.

Tahun 1776, Amerika Serikat sudah terdiri dari 13 negara bagian yang harus menghadapi negara-negara imperalis Eropa, seperti Inggris, Perancis dan Spanyol.

Oleh karena itu, menurut David F. Burg dalam The America Revolution, Amerika Serikat berperan aktif mengupayakan cara diplomasi untuk menjaga dan memperluas wilayah teritorialnya. Ekspansi militer pun berlangsung sporadis sejak zaman koloni.

Para pionir Amerika menjelajah ke arah barat untuk membuka lahan-lahan baru sampai ke pegunungan Appalachian.

Setelah mendapatkan wilayah Lousina, Amerika Serikat masih dihadapkan dengan ancaman dari Inggris yang masih menguasai wilayah Canada.

John Soule dalam Garis Besar Sejarah America melanjutkan, terpikat oleh tanah yang subur yang belum pernah dijumpai, mendorong para perintis berdatangan ke pegunungan Appalachian dan daerah disekitarnya.

Hingga pada 1790, penduduk daerah lintas pegunungan Appalanchian berkembang mencapai angka 120.000 jiwa.

Keadaan Negara terus berkembang mantab, disusul migrasi dari Eropa meningkat. Penduduk Amerika pun mulai pindah kearah barat.

Penduduk New England dan Pennsylvania beranjak ke Ohio, sedangkan orang-orang Virginia dan Carolina masuk ke Kentucky dan Tennessee.

Lahan pertanian yang bagus bisa dimiliki dengan harga murah, tenaga kerja sangat dibutuhkan.

Faktor yang paling utama adalah meningkatnya perkembangan industri kapas yang sangat besar di wilayah selatan yang terdorong oleh pengenalan jenis-jenis baru teknologi pembangunan.

Perang tahun 1812, dalam batas tertentu merupakan perang kemerdekaan kedua, karena sebelumnya Amerika Serikat masih dianggap setara dengan rumpun bangsa terjajah lainnya.

Dengan diakuinya negara baru Amerika, banyak kesulitan serius yang menerjangnya. Persatuan nasional di bawah konstitusi membawa keseimbangan antara kemerdekaaan dan ketertiban.

Utang nasional yang rendah dan tanah yang luas menunggu untuk diolah menjadi modal utama yang diharapkan dapat menunjang kemakmuran dan kemajuan negara baru tersebut.

Melalui semangat itulah kemudian Amerika berkeinginan menyalurkan hasratnya dengan mengadakan ekspansi dan politk luar negerinya.

Continue Reading

Internasional

5 Fakta Unik Thailand Izinkan Warga Tanam Ganja di Rumah

Published

on

Gajna di Thailand

Thailand menjadi negara Asia Tenggara pertama yang menghapus ganja dari daftar obat-obatan terlarang. Negeri Gajah Putih mengizinkan menanam hingga mengonsumsi ganja di rumah sejak Januari 2022.

Meski demikian, setiap warga harus memberitahu pemerintah daerah masing-masing jika menanam tanaman tersebut di rumah. Pemerintah Thailand rencananya bakal mengesahkan legalitas penanaman dan kepemilikan ganja pada 9 Juni 2022.

Bahkan, pemerintah Thailand berencana membagikan satu juta pohon ganja ke rumah warga negara itu pada Juni.

Baca Juga:

  1. Make Up ‘Nyebrang’ Sunburn Blush, Sempat Trending bikin Rias Wajah Makin Natural
  2. Sejarah Kayu Cendana, Primadona Aroma Segala Aroma
  3. Mudah! Ini Cara Buat Air Mawar Di Rumah

Mengutip Firstpost, Thailand bakal mengizinkan masyarakat mengembangkan ganja di rumah mulai 9 Juni. Pemberian pohon ganja gratis ini dilakukan untuk mendukung kebijakan baru negara itu.

Menteri Kesehatan Thailand, Anutin Charnvirakul, mengatakan ia bermaksud menjadikan pohon ganja sebagai salah satu “tanaman rumah tangga.”

“Ini bakal membuat masyarakat dan pemerintah untuk mendapatkan keuntungan lebih dari 10 miliar bath [Rp4,2 triliun] per tahun dari marijuana dan ganja,” ujar Charnvirakul dalam unggahan Facebook-nya pada 10 Mei lalu.

Pemerintah Thailand juga berharap keputusan ini dapat menjadikan Bangkok sebagai salah satu pemain bisnis ganja baru. Pemerintah juga menyasar tanaman ganja sebagai salah satu cara menarik wisatawan.

Meski Thailand telah mengizinkan penanaman ganja dalam masyarakat, ada beberapa aturan yang harus dilaksanakan.

Warga Thailand yang ingin menanam ganja harus memberitahu pemerintah lokal. Tak hanya itu, tanaman ganja yang dirawat harus masuk dalam kategori medis dan digunakan hanya untuk tujuan medis.

Berikut MyCity telah merangkum berbagai fakta menarik mengenai Pemerintah yang mengizinkan masyarakat mengembangkan ganja di rumah

Denda Salah Gunakan Ganja

Menteri Kesehatan Thailand, Anutin Charnvirakul mewanti-wanti tanaman ganja tetap tidak dapat digunakan untuk tujuan komersial tanpa izin.

Kementerian Kesehatan pekan ini akan mengajukan draf undang-undang kepada parlemen soal perincian penggunaan ganja, termasuk produksi dan penggunaan komersial.

RUU itu akan mencakup hukuman denda 200 ribu baht atau Rp85 juta bagi warga yang menanam ganja tanpa memberitahu pemerintah setempat, dan hukuman 3 tahun penjara dan/atau denda hingga 300 ribu baht (Rp130 juta) bagi setiap warga yang ketahuan menjual ganja tanpa izin.

Bagi-bagi Tanaman Ganja

Pemerintah Kerajaan Thailand akan memberikan satu juta tanaman ganja gratis ke rumah-rumah di negara itu mulai Juni. Pemberian tanaman dilakukan untuk merayakan aturan baru masyarakat diizinkan menanam ganja di rumah mereka.

Charnvirakul dalam unggahan Facebook pribadinya mengatakan kebijakan ini diterapkan agar tanaman ganja bisa dikembangkan layaknya tanaman rumah tangga. Dengan demikian pemerintah dan warga akan mendapat untung lebih dari 10 miliar baht atau senilai Rp4,2 triliun per tahun dari ganja.

Tak hanya untuk medis, pemerintah Thailand juga mengizinkan penggunaan ganja dalam minuman dan kosmetik.

Menarik Wisatawan

Thailand bakal mengizinkan masyarakat mengembangkan ganja di rumah mulai 9 Juni. Pemberian pohon ganja gratis ini dilakukan untuk mendukung kebijakan baru negara itu.
Selain itu, pemerintah juga menyasar tanaman ganja sebagai salah satu cara untuk menarik wisatawan mancanegara.

Meski ganja sudah legal di Thailand, ada beberapa aturan yang harus dilaksanakan, di antaranya warga yang ingin menanam ganja harus berkoordinasi dahulu dengan pemerintah lokal.

Tak hanya itu, tanaman ganja yang dirawat harus masuk dalam kategori medis dan digunakan hanya untuk tujuan medis. Masyarakat diizinkan menggunakan seluruh bagian tanaman ganja, termasuk bunga dan bijinya.

Namun kandungan tetrahydrocannabinol (THC) harus dijaga kurang dari 0,2 persen dalam produk ganja, sebagai antisipasi mabuk bagi pengguna.

Continue Reading

Internasional

Ambang Kehancuran Meksiko

Published

on

ilustrasi patung veteran di meksiko

Rakyat Meksiko berharap kemerdekaan akan membawa perbaikan ekonomi dan mewujudkan masyarakat yang lebih egaliter. Akan tetapi, harapan menjemput pupus setelah terbentur berbagai masalah warisan kolonial.

Mentalitas korup yang mencapai tahap memprihatinkan berkelindan dalam birokrasi pemerintahan Meksiko, sehingga kemerdekaan hanyalah ‘istilah lain’ dari pergantian rezim.

Selama perang kemerdekaan, Meksiko menumpuk hutang, dan menanggung pula beban kerugian materiil yang kedepannya menjelma menjadi persoalan rumit.

Sebagian besar veteran perang kemerdekaan dipecat untuk mengurangi anggaran pengeluaran, dan justru memicu berbagai masalah baru, pengangguran meningkat dan kriminalitas merebak.

Kala pemerintah kekurangan dana dan sibuk mencari pinjaman, kondisi perniagaan malah memperparah dengan kemerosotan yang menyebabkan perekonomian Meksiko hancur.

 Laju perekonomian lumpuh, sementara hutang negara meroket. Kudeta berdarah, dan peralihan kekuasaan yang singkat menimbun tumpukan masalah. Rakyat Meksiko membenci kaisar Agustin de Iturbide, dan sistem monarkhinya (kerajaan) yang menindas.

Republik Meksiko pun lahir, dengan hanya mengizinkan agama Kristen Katolik, dan mempersembahkan pers untuk menjadi alat kebebasan berbicara. Upeti untuk bangsa Indian dan perbudakan secara resmi dihapuskan.

Menurut Lynn V. Foster dalam A Brief History of Mexico, Peralihan sistem pemerintahan mengundang masalah lain, rakyat Meksiko yang terisolasi di pedesaan tidak memperoleh hak suara.

Mereka yang sebagian besar buta huruf dan tidak dapat berbicara bahasa Spanyol, menetang keputusan penobatan Benito Juarez sebagai presiden pertama Meksiko.

Penduduk pedesaan melayangkan banyak protes terhadap penobatan pahlawan keturunan Indian tersebut, dan mengundang reaksi keras.

Guadalupe Victoria, memobilisasi massa, memimpin pemberontakan dan menggulingkan kekuasaan Benito Juarez, kemudian memproklamirkan diri sebagai raja, meski tanpa pengalaman administratif yang mumpuni.

Guadalupe Victoria menggiring Meksiko menuju kepiluan. Pola pikir dan ketakutan akan kudeta, membuatnya menghabiskan banyak uang negara untuk membentuk militer dan menjaga loyalitas kroni-kroninya.

Reaksi keras pun kembali muncul, di pos-pos militer yang disebut yang disebut caudillos, hadir sosok pemimpin militer tangguh, General Antoio Lopes de Santa Anna.

Santa Anna yang semula hanya pemimpin militer tingkat desa, sering sejalan karirnya menanjak, hingga menjadi simbol perlawanan rakyat Meksiko dalam menentang agresi militer Amerika Serikat.

Riuh ricuh masalah internal Meksiko berhenti sejenak, menanggapi ekspansi Amerika Serikat. Santa Anna yang telah memegang jabatan strategis angkatan darat Meksiko, berupaya membendung arus gelombang ekspansi militer Amerika Serikat.

Ia merekrut banyak pasukan tak berpengalaman, dan menggunakan serangan balasan dengan strategi gerilya, yang memang cocok untuk pertempuran berat sebelah.

Dalam film The Alamo (1960), digambarkan bahwa Santa Anna tidak sanggup mencegah ekspansi Amerika Serikat, tetapi gerakan tentara negeri Paman Sam tersebut dapat terhambat. Akhirnya, kedua kubu dapat mereorganisasi tentaranya, dan bersiap untuk pertempuran paling menentukan di Alamo.

Baca Juga:

  1. Mengenal Presiden Amerika Tersingkat
  2. Politik Stigma Belanda: Tarekat dan Stigma Gendheng
  3. Asmara di Tengah Konflik: Kisah Cinta Para Pejuang di Masa Revolusi Fisik

Serangkaian pertempuran brutal berhasil dimenangkan Amerika. Santa Anna dan pasukannya tersudut dan terus menerus mengambil langkah mundur. Upaya terakhir Santa Anna pun dapat dipatahkan, dan tentara Amerika Serikat menerebas masuk.

Warga kota Veracruz menolak menyerah, dan melanjutkan perlawanan yang berujung sia-sia. Sementara beberapa kota lainnya, mencoba mengajukan negoisasi perdamaian. Dan beberapa provinsi di Meksiko memanfaatkan momentum untuk melepaskan diri dari pemerintah pusat yang korup.

Disamping itu, Santa Anna kembali mengumpulkan tentara tak berpengalaman. Bahkan, Santa Anna sekali lagi unggul dalam jumlah tentara, tetapi timpang jauh terkait persenjataan dan professionalitas.

Pasukan Meksiko menerima kekalahan telak dalam pertempuran Churubusco yang terjadi di pinggiran kota. Rezim korup pun runtuh, dan Santa Anna yang pamornya melesat, mengambil peluang negoisasi untuk mengukuhkan posisinya dan mengulur waktu.

Sekali lagi, Santa Anna yang keras kepala, merekut tentara tak berpengalaman untuk digabungkan dengan sisa pasukannya, dan menantang tentara Amerika Serikat dalam pertempuran di Molina del Rey. Santa Anna beserta pasukannya kembali memperoleh kekalahan, kemudian memilih langkah mundur.

Perjanjian Guadalupe Hidalgo (2 Februari 1848) mengakhiri konflik antara Meksiko dan Amerika Serikat. Sebagai pihak yang kalah, Meksiko kehilangan wilayah utara yang luas, dan harus setuju menukar wilayahnya dengan kompensasi uang sebesar 18 juta dollar atau kurang dari setengah anggaran tahunan.

Continue Reading

Trending