Connect with us

Properti

Rumah Segmen Menengah Kini Jadi Idola Masyarakat Jabodetabek & Banten

Published

on

Rumah segmen menengah
Rumah segmen menengah

IPW merilis riset mengenai kondisi bisnis di sektor properti dan menyebut wilayah Jabodetabek-Banten masih menunjukan peningkatan transaksi maupun harga. Hal lainnya yang kian menarik, peningkatan harga yang terjadi justru untuk segmen di atas Rp500 juta-Rp1 miliar dan wilayah Jabodetabek-Banten menunjukan minat pasar yang terus bergeser ke segmen menengah.

Sektor properti terus menunjukan kinerja bisnis yang baik sejak akhir tahun 2020 hingga sepanjang tahun 2021 ini. Kendati kondisinya belum kembali normal seperti situasi sebelum adanya pandemi Covid-19, pada tahun ini sektor properti terus menunjukan peningkatan kinerjanya.

Menurut survei Indonesia Property Watch (IPW), pada periode kuartal ketiga 2021 pasar perumahan di wilayah Jabodetabek dan Banten menunjukan pertumbuhan nilai penjualan yang sangat tinggi mencapai 53,5 persen secara kuartalan. Sementara untuk unit terjual juga tumbuh 12,4 persen.

Ali Tranghanda, Direktur Eksekutif IPW mengatakan, pertumbuhan unit terjual pada periode kuartal ketiga 2021 yang tumbuh 12,4 persen itu mencapai 2.290 unit. Hal ini menunjukan pertumbuhan nilai penjualan dari rata-rata unit terjual yang lebih tinggi dibandingkann kuartal sebelumnya.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

“Dari harga rata-rata rumah yang terjual juga mengalami pertumbuhan hingga 36,6 persen secra kuartalan. Kenaikan tertinggi harga rumah secara rata-rata terjadi di Tangerang dan sekitarnya mencapai 66,9 persen dan hal ini mengindikasikan banyaknya unit rumah yang terjual di segmen menengah dan menengah ke atas,” ujarnya.

Sementara itu penurunan tertinggi untuk harga jual rumah rata-rata mencapai 19,8 persen yang terjadi di Cilegon. Hal ini mengindikasikan minat pasar yang bergeser ke segmen menengah. Pertumbuhan rumah siap huni (ready stock) pada kuartal ketiga 2021 juga mengalami pertumbuhan hingga 14 persen yang mengindikasikann tren pertumbuhan yang terjadi sejak program insentif pembebasan PPN untuk produk ready stock.

Di sisi lain, insentif PPN ini belum bisa mengubah komposisi penjualan dari produk inden yang masih dominan dengan angka 75,78 persen pada kuartal ketiga 2021. Bandingkan dengan penjualan produk ready stock dengan porsi 24,22 persen.

Berdasarkan wilayah, Cilegon mengalami pertumbuhan unit rumah terjual yang paling tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya dengan peningkatan mencapai 175 persen. Kenaikan unit rumah terjual di Cilegon ini didominasi oleh segmen menengah ke bawah. Dilain pihak wilayah Serang mengalami penurunan unit rumah terjual paling dalam yaitu minus 3,6 persen.

Untuk nilai penjualan, Cilegon kembali membukukkan pertumbuhan nilai penjualan tertinggi dibandingkan sebelumnya dengan peningkatan mencapai 120,6 persen. Kenaikan tertinggi berikutnya dicatat oleh Tangerang dan sekitarnya mencapai 75,8 persen dan terendah di wilayah Bekasi yang sebesar 10 persen.

Sekali lagi pergerakan pasar terus memperlihatkan pergeseran ke segmen menengah hingga atas. Peningkatan yang cukup tinggi di segmen rumah seharga Rp500 juta-Rp1 miliar mencapai 29,1 persen sementara rumah di bawah Rp300 juta sebesar 22,4 persen, Rp300 juta-Rp500 juta 17,9 persen.

“Hingga kuartal ketiga 2021 pasar perumahan di Jabodetabek-Banten terus terkonsentrasi di segmen menengah dan menengah atas. Namun begitu pasar belum menunjukan tingkat kejenuhan tapi para pelaku juga jangan lengah karena semakin cepat peningkatan yang terjadi puncak siklus akan semakin cepat dan kemungkinan pasar akan kembali ke segmen yang lebih membumi,” jelas Ali.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Properti

Penjualan Tertinggi Sektor Properti Justru Terjadi di Masa Pandemi Covid-19

Published

on

Properti

Sektor properti telah membuktikan kinerja bisnis yang baik di segala situasi. Properti juga telah menunjukan peningkatan kinerja bisnisnya selama 10 tahun terakhir bahkan mencatatkan kinerja tertinggi saat situasi pandemi Covid-19 saat industri yang lain mengalami penurunan.

Pandemi Covid-19 yang telah kita jalani dua tahun terakhir telah membuat banyak adaptasi dalam aktivitas bisnis. Sektor perekonomian juga terus menunjukan perbaikan termasuk bisnis properti yang juga terus membaik. Membaiknya sektor properti ini bahkan diprediksi akan terus berlanjut hingga tahun depan.

Menurut Pengamat Properti dari Epic Property M. Gali Ade Novran, tren yang baik di sektor properti ini salah satu indikator yang paling nyata adalah terus meningkatnya kinerja penjualan dari perusahaan developer termasuk penyaluran pembiayaan perumahan (KPR) dari perbankan.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

“Terlebih saat ini ada banyak regulasi dan stimulus yang dikeluarkan pemerintah untuk terus mendorong perekonomian melalui sektor properti karena sektor ini merupakan lokomotif yang membawahi seratusan lebih industri terkait lainnya. Properti yang telah terbukti mampu bertahan di berbagai situasi sulit ini tidak mengherankan kalau dijadikan prioritas oleh pemerintah,” ujarnya.

Lebih lanjut, tren peningkatan bisnis properti ini diprediksi akan melampaui pertumbuhan angka produk domestik bruto (PDB). Saat PDB nasional terpuruk hingga minus 2,1 persen akibat dampak pandemi Covid-19, sektor properti mampu mencatatkan pertumbuhan mencapai 2,3 persen.

Tahun 2020 lalu juga nilai ekonomi nasional yang disumbang dari sektor properti cukup besar mencapai Rp324,3 triliun. Angka ini merupakan porsi hingga lebih dari 3 persen dari total perekonomian nasional dan merupakan kontribusi dari sektor padat modal yang tertinggi terhadap perekonomian nasional.

Dalam kurun 10 tahun terakhir sektor properti juga terus mencatatkan angka yang tinggi dibandingkan sektor lainnya. Capaian ini menjadi sejarah baru yang diraih oleh sektor properti dan tentunya sangat membanggakan karena capaian yang tinggi ini justru diraih saat situasi bisnis yang sulit akibat pandemi.

Di sisi lain, penurunan yang sempat terjadi pada sektor properti sifatnya selalu sementara karena setelah itu biasanya sektor ini akan kembali mengalami tren kenaikan. Untuk situasi saat pandemi ini juga menunjukan beberapa segmen rumah yang terus meningkat khususnya untuk segmen menengah ke bawah disusul untuk segmen menengah dan menengah ke atas.

“Tren ini diprediksi akan terus berlanjut karena ada banyak dorongan untuk membuat sektor ini terus meningkat. Perbankan juga telah menjadikan penyaluran pembiayaan perumahan menjadi sektor bisnis utamanya karena kinerjanya yang terus meningkat terlebih dengan berbagai kemudahan yang dikeluarkan pemerintah,” beber Gali.

Continue Reading

Properti

Dukung Go Green, Bank BTN Wajibkan Pemilik Rumah Tanam Pohon

Published

on

Bank BTN
Bank BTN

Untuk mendukung konsep wawasan lingkungan dan green home, Bank BTN yang fokus dalam pembiayaan perumahan mewajibkan menanam satu pohon untuk setiap unit rumah yang dibiayainya. Bank BTN juga menggandeng BUMN lain seperti PLN untuk penyediaan kompor listrik guna mempercepat target pengurangan kompor LPG.

Pengembangan yang berwawasan lingkungan untuk menciptakan green housing perlu didorong oleh semua pihak. Dalam hal ini kalangan perbankan juga ikut aktif dengan memberikan syarat tertentu untuk pembiayaan yang disalurkan kepada masyarakat (KPR) maupun perusahaan developer (kredit konstruksi).

Bank BTN misalnya, menggandeng perusahaan BUMN lain seperti PT PLN (Persero) dengan menyediakan kompor induksi (kompor listrik) untuk debitur KPR hingga mewajibkan penanaman satu pohon di setiap perumahan yang dibiayainya.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Menurut Direktur Wholesale Risk and Asset Management Bank BTN Elisabeth Novie Riswanti, Bank BTN terus mendorong baik debitur maupun perusahaan pengembang dalam setiap proses pembangunan perumahannya harus memerhatikan aspek lingkungan sebagai bentuk partisipasi aktif perusahaan terhadap konsep lingkungan hidup.

“Bank BTN akan terus mendorong pembiayaan perumahan berbasis ramah lingkungan dengan menggandeng berbagai pihak seperti PLN maupun kalangan pengembang hingga masyarakat. Hal ini untuk mendorong target pemerintah dalam menyukseskan program sejuta rumah dan satu juta kompor induksi untuk pengalihan dari gas (LPG) ke listrik,” ujarnya.

Hal ini juga baru diterapkan saat Bank BTN melakukan akad masal untuk KPR subsidi dengan skema Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Implementasi go green lainnya dengan penanaman pohon hingga seribu pohon di berbagai perumahan yang dibiayainya.

Penanaman pohon ini juga akan diwajibkan kepada masyarakat maupun developer di setiap unit rumah. Targetnya, Bank BTN bisa menanam 45 ribu pohon dalam rangka perayaan HUT KPR ke-45 tahun pada bulan Desember mendatang. Untuk wilayah NTB misalnya, potensi untuk pembiayaan maupun penerapan konsep green sangat besar karena kawasannya tengah berkembang dengan diresmikannya Sirkuit Mandalika oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.

Dari sirkuit ini saja akan menumbuhkan kegiatan ekonomi yang berimbas juga pada sektor perumahan. Karena itu Bank BTN juga ikut mendukung pengembangan kawasan Mandalika khususnya melalui potensi pariwisata dan terus menjalin kerja sama dengan developer untuk pengembangan proyek perumahan, hotel, maupun produk pariwisata lainnya.

Saat acara akad kredit masal KPR BP2BT di Lombok Barat, Bank BTN menyalurkan KPR untuk 1.300 unit rumah dan skema ini akan terus didorong hingga tersalurkan mencapai 11 ribu unit hingga akhir tahun ini. Hingga 20 November lalu Bank BTN telah menyalurkan sekitar 6.357 unit KPR BP2BT dan kami optimistis bisa mencapai target 11 ribu hingga Desember,” beber Novie.

Continue Reading

Properti

Pandemi Covid-19, Potensi Bisnis Kavling Industri & Pergudangan Makin Seksi

Published

on

kavling industri
kavling industri

Sektor properti telah menjadi bisnis yang sangat menguntungkan saat situasi pandemi. Anak perusahaan BUMN Krakatau Steel, PT Krakatau Sarana Properti akan merambah berbagai kawasan industri untuk meraih potensi kavling industri, pergudangan, residensial, dan berbagai potensi bisnis properti lain yang bisa diraih.

Pandemi Covid-19 telah memunculkan beberapa segmen properti yang paling banyak dicari. Rumah tapak, produk komersial ataupun ruang usaha, hingga kawasan industri menjadi beberapa segmen properti yang banyak dicari saat pandemi ini. Hal ini membuat kalangan pengembang terus berinovasi menghadirkan produk yang tepat.

Salah satunya PT Krakatau Sarana Properti (KSP) yang merupakan anak usaha perusahaan BUMN PT Krakatau Steel. Untuk terus meningkatkan kinerja bisnisnya, KSP merambah kawasan di luar spesialisasinya selama ini yaitu Cilegon, Banten, untuk menangkap peluang besar di wilayah lain.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Menurut Direktur Utama PT Krakatau Sarana Properti Ridi Djajakusuma, unit usaha Krakatu Steel yang membidangi lini bisnis properti khususnya penyediaan kaveling industri dan pergudangan ini sangat optimistis untuk terus meningkatkan kinerja bisnis khususnya untuk terus memperluas landbank perusahaan.

“Kami berencana untuk terus mengembangkan dan mengambil lahan di luar Cilegon misalnya membeli lahan industri di Batang, Subang, maupun kawasan industri lainnya. Mimpi besar kami untuk terus mempebesar landbank sehingga ada kesinambungan sebagai pengelola kawasan industri,” ujarnya.

Ridi juga menyebut salah satu prospek bisnis yang memiliki potensi besar yaitu pergudangan yang okupansinya terus meningkat. Okupansi sektor pergudangan ini juga terus menunjukan peningkatan saat situasi pandemi Covid-19 karena itu pihaknya terus berupaya melakukan berbagai kajian untuk merambah bisnis pergudangan di luar wilayah Cilegon.

Strategi lainnya, bagiamana sebagai perusahaan bisa mandiri untuk menghidupi setiap lini bisnis dengan berbagai inovasi yang dikeluarkan. KSP juga akan aktif untuk mendatangkan tenant maupun investor sehingga bisa terus mendorong kinerja bisnis seiring tren bisnis properti yang terus membaik.

Di sisi lain, KSP yang juga bergerak di bidang sarana infrastruktur prooperti juga memiliki aset yang sangat luas khususnya melalui Kawasan Industri Krakatau Cluster 1, 2, dan 3 yang mencakup kawasan industri seluas 550 hektar. Lini bisnis properti ini juga menyediakan kaveling industri, pergudangan, properti komersial, hingga beberapa hotel dan restoran seperti Hotel & Golf The Royale Krakatau Restoran The Surosowan, Krakatau Water World, hingga lini residencial melalu Pejaten Mas Estate dan Bumi Rakata Asri.

“Kami juga memiliki sumber daya dari pekerja mencapai 600 orang dan seluruh pekerja kami memiliki visi yang sama untuk merealisasikan visi perusahaan. Bila dikaitkan dengan masa pandemi saat ini, kami terus mencari berbagai adaptasi maupun penerapan new normal dikaitkan dengan kebutuhan properti dan kami optimistis masih ada banyak peluang dan kesempatan yang bisa diraih,” pungkas Ridi.

Continue Reading

Trending