Connect with us

Hangout

Roti Gambang, Disebut Bantalan Rel, Ternyata Terbaik di Dunia

Published

on

roti gambang

Cityzen punya bayangan yang jelas apa itu roti? Namun, pernahkah Cityzen -terutama anak-anak muda generasi Z- mendengar atau mencicipi roti gambang?

Bagi generasi Z mungkin mereka lebih akrab dengan pizza atau roti-roti ala Barat tapi tidak dengan gambang. Padahal roti gambang ini merupakan makanan khas Indonesia.

 Tepatnya roti ini menjadi bagian budaya masyarakat Betawi dan Semarang. Panganan ini juga masih bisa kita temui di dua daerah itu.

Mungkin karena dianggap legendaris, pada awal Mei ini CNN memasukkan roti gambang dalam daftar 50 roti terbaik di dunia. Roti ini sejajar dengan Biskuit dari Amerika Serikat, Appam (Sri Lanka), Gyeran-ppang (Korea Selatan), Tortillas (Meksiko), Roti canai (Malaysia), Kare pan (Jepang), Paratha (India), Baguette (Prancis), Pai bao (Hong Kong).

Kisah Roti Gambang

Menurut cerita, roti ini dipercaya sudah ada sejak zaman kolonial. diceritakan dulu ada sebuah perusahaan roti di Batavia yang dibuat orang Belanda.

Ia kemudian memilih bentuk roti yang mirip dengan bilah-bilah alat musik gambang kromong asal Betawi. Karena mirip dengan alat musik itulah roti ini diberi nama roti gambang.

Dari Betawi, roti ini berkembang ke Semarang. Jika di Betawi disebut roti gambang, di Semarang roti ini disebut roti ganjel rel. Penamaan ini mengacu pada bentuk dan tekstur roti yang tebal seperti bantalan rel.

Saat Belanda menjajah Indonesia, roti ini memang menjadi menu sarapan mereka, khususnya Belanda yang tinggal di Betawi dan Semarang.

Ketika Indonesia merdeka, orang Indonesia berusaha meniru pembuatan roti ini. Tentu dengan sejumlah modifikasi. Misalnya mereka mengganti tepung terigu dengan tepung gaplek.

Di tangan orang Indonesia, aroma roti juga diubah. Misalnya mereka menggunakan berbagai rempah khas tanah air seperti kapulaga, kayu manis, dan berbagai rempah lainnya yang kemudian dicampur dengan gula, tepung, dan telur.

Baca Juga:

  1. Roti Djoen, Toko Roti Legendaris Yogya yang Sudah Ada Sejak Tahun 1935
  2. Simak, Sejarah Roti Cinnamon Roll Asal Swedia Menjadi Favorit Dunia
  3. Lezat! 3 Menu Roti dan Telur Ini Mengenyangkan dan Padat Nutrisi

Adapun tekstur roti gambang yang padat membuat makanan ini cocok menjadi menu sarapan karena sifatnya yang mengenyangkan.

Di Jakarta, kita bisa menjumpai roti dini di toko Roti Lauw dan Roti Tan Ek Tjoan. Sementara di Semarang, roti ini salah satunya bisa kita jumpai di Toko Oen Semarang.

Menurut Budayawan Betawi Yahya Adi Saputra, jika dilihat kembali pada masa kolonial, banyak perusahaan roti di Batavia (sekarang Jakarta), yang menggunakan bentuk menyerupai bilah pada Gambang Kromong.

Roti Gambang di Betawi biasa dihidangkan ketika pagi hari sebelum memulai aktivitas. Yahya mengaku semasa kecil, orang tuanya kerap membekali dirinya dengan roti ini untuk bekal sekolah. Tapi karena keras dan mengenyangkan, ia hanya mampu makan setengah dan setengahnya dihabiskan di rumah.

Menurut Jenny Megaradjasa, pemilik toko Oen Semarang, Roti Ganjel Rel itu berasal dari roti Belanda yang namanya Ontbijtkoek. Ia menduga kemungkinan besar resep roti Belanda ini merupakan akulturasi Indonesia dan Belanda.

“Roti ini dibuat dengan rempah-rempah dari Indonesia, seperti kapulaga, manis jangan, dan macam-macam rempah Indonesia, dicampur dengan tepung terigu, gula, dan telur,” ujar Jenny.

Roti gambang atau roti ganjel rel terkenal akan cita rasanya yang manis dan teksturnya kasar dengan warna cokelat dan taburan wijen di punggungnya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hangout

Pesona Pasar Baroe, Pasar Paling Bersejarah di Bogor

Published

on

Pasar Baroe Bogor

Terletak di Jalan Klenteng No. 88 RT.02 RW.07 Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Hotel Pasar Baroe merupakan salah satu hotel tertua di Bogor, dibangun bersamaan dengan Hotel Belavue dan Hotel Salak pada tahun 1873 oleh seorang Tionghoa bernama Tan Kwan Hong.

Menurut Lim Hie Nio, cucu mantan pengurus Hotel Pasar Baroe, yaitu Lim Siang Hien, hotel tersebut beroperasi sejak zaman kolonial Belanda.

Hotel tersebut didirikan pada 1873 oleh keturunan China bernama Tan Kwan Hong. Kemudian hotel itu dibeli keluarga Lim dan Lie setelah dua kali berpindah tangan. Bangunan yang berdiri di atas lahan seluas 1.200 meter persegi tersebut memiliki keunikan arsitektur Eropa kombinasi Tionghoa.

Baca Juga:

  1. Mahfud MD: Pemerintah Mulai Pindah ke IKN Juli 2024
  2. Sejarah Jakarta Selatan, Kota Administratif Terkaya di Jakarta
  3. Melihat Komunitas Sastra di Kota Bekasi

Pasar Baru Bogor ini kian berkembang. Kini bahkan diberi gelar sebagai pasar tersibuk karena buka sepanjang hari. Jam 12 tengah malam, semua sayuran dan komoditi lainnya datang dari Puncak Bogor Cianjur. Pada jam tersebut biasanya pengumpul atau penadah membeli hasil panen petani dengan transaksi langsung secara tunai.

Kemudian pasar kembali sibuk pada jam 5-6 pagi. Inilah yang disebut pasar tumpah. Biasanya mulai jam 6.00 petugas mulai hilir mudik bersih-bersih, menyapu dan mengumpulkan sampah. Satpol PP pun bersiaga disana. Hingga sore dan malam hari pasar tetap buka dan melayani para pembeli.

Pedagang di pasar Baru Bogor cukup beragam. Mulai dari pedagang sayuran, ikan basah, aneka jenis ikan asin, daging ayam, daging sapi, kikil, tahu, tempe, bakso yang siap konsumsi, kerupuk, dan roti semuanya tersaji lengkap di dalam pasar.

Pasar Baroe Bogor

Pedagang perlengkapan dapur ini terlihat cukup sabar menantikan pembeli. Dia menata barang dagangan dengan menarik terlihat dari berbagai warna yang ‘eye catching’ itu. Pasar rakyat memang pasar terlengkap dan super murah. Kita bisa menemukan apa saja dengan harga relatif murah, ramah di kantong. saya rasa kualitasnya pun masih baik untuk digunakan jangka panjang. Tidak semua barang di pasar itu berkualitas rendah, ada juga yang tahan lama seperti centong nasi plastik, gayung, saringan dan lain-lain.

Ada juga pedagang yang berdagang sayuran. Pedagang tetap melayani pembeli dengan santai. Pedagang dan pembeli sesekali saling pandang, saling senyum dan menawar harga. Interaksi seperti ini tentu hanya ada di pasar rakyat.

Pasar Baroe Bogor

Pedagangnya pun beragam usia dan jenis kelaminnya. Mulai dari laki-laki, perempuan, bahkan yang menarik ada anak remaja pedagang sayur bayam. Anak lelaki dan para pembeli terlihat sangat akrab sesekali mereka saling bersendagurau. Ini pertanda terjalinnya hubungan positif antara sesama pedagang, pedagang dan pembeli.

Pasar rakyat ternyata menjadi tempat bagi sebagian orang mencari rezeki. Masih ada yang bergantung pada pasar rakyat dalam memenuhi kebutuhan pokoknya. Bagaimana mungkin kita meniadakan bahkan mengabaikan pasar rakyat di Indonesia, jika rakyat sendiri masih banyak yang mengandalkan hidup dan menggantungkan kesejahteraannya dari pasar tersebut. Mari kembali ke pasar rakyat.

Continue Reading

Hangout

Inilah Ragam Fakta Unik Dufan yang Wajib Kamu Tahu

Published

on

Dunia Fantasi

Dunia Fantasi (Dufan) merupakan tempat wisata hiburan di Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara dan memiliki banyak wahana permainan serta sebagai kawasan edutainment. Dunia Fantasi merupakan theme park pertama di Indonesia layaknya Disney Land, Universal Studios atau Trans Studio.

Saat berkunjung ke Dufan Ancol, pengunjung akan merasakan tema-tema bernuansakan Indonesia, Jakarta, Asia, Eropa, Amerika, Yunani, Hikayat, dan Kalila. Dunia Fantasi Ancol dibuka untuk umum pada tahun 1985 dan hingga saat ini masih terus menambah unit wahana permainan dan kawasan bertematik.

Sebagai tujuan wisata untuk keluarga, terutama di musim liburan anak sekolah, Dunia Fantasi juga cocok untuk pengunjung yang ingin merasakan keseruan hiburan bermain di wahana permainan, menonton parade dan atraksi serta berpetualang menyusuri berbagai kawasan bertematik di Dufan.

Baca Juga:

  1. Mahfud MD: Pemerintah Mulai Pindah ke IKN Juli 2024
  2. Sejarah Jakarta Selatan, Kota Administratif Terkaya di Jakarta
  3. Melihat Komunitas Sastra di Kota Bekasi

Berikut MyCityy telah merangkum berbagai fakta unik mengenai Dufan yang pastinya Cityzen belum mengetahui.

Peran komponis Sudharnoto

Saat pertama kali memasuki area depan Dufan, biasanya pengunjung akan disambut dengan lagu tema Dufan yang ikonik dan menyambut kedatangan wisatawan. Terus digunakan sejak pertama kali berdiri hingga saat ini, nyatanya banyak yang mengaku sudah lekat dengan lagu Dufan.

Menjadi lagu yang di saat bersamaan menciptakan kenangan bermain di taman hiburan sejak tahun 1980-an, beberapa orang bahkan mengaku jika lagu tema tersebut telah menjadi simbol yang kerap kali membuat mereka ingin kembali berkunjung ke taman hiburan satu ini.

Tak terlepas dari kepopuleran lagu dufan, ternyata ada sosok berpengaruh yang berperan besar sebagai penciptanya, yakni Prohar Sudharnoto, seorang komponis yang juga menggubah lagu Mars Pancasila menjadi lagu yang saat ini dikenal dengan judul Garuda Pancasila.

Berasal dari Kendal, sosok komponis yang telah wafat pada tahun 2000 tersebut juga menciptakan berbagai lagu untuk setiap tema area atau wahana yang ada di Dufan. Sudharnoto mengaransemen lagu berjudul Harapan Suci ciptaan Teddy Darmanto, yang kemudian menjadi lagu untuk wahana istana boneka yang masih ada dan menjadi favorit hingga saat ini.

Lain itu ia juga menciptakan lagu tema atau suara latar belakang untuk wahana Balada Kera dan Puri Misteri, yang saat ini sudah tidak beroperasi dan digantikan dengan wahana lain.

Asal usul istilah ‘Segede Gaban’

Di masa kini, ada beberapa orang yang kerap menggunakan istilah unik untuk mendeskripsikan sesuatu, salah satu yang populer adalah istilah ‘segede gaban’ yang biasanya digunakan untuk mendeskripsikan sesuatu berukuran besar.

Rupanya, istilah tersebut juga memiliki kaitan dengan Dufan. Lebih tepatnya, di sekitar tahun 1990-an, Dufan membangun sebuah patung robot setinggi 10 meter yang dikenal sebagai Robot Gaban. Bukan nama sesungguhnya, patung yang dimaksud sendiri merupakan karakter dari film asal Jepang bernama Space Sheriff Gavan, yang populer di kalangan anak-anak Indonesia kala itu.

Saat dipajang, otomatis titik patung tersebut kerap menjadi lokasi foto favorit bagi anak-anak dan keluarga yang berkunjung ke Dufan. Penyebutan Gaban sendiri disebut disebabkan karena orang Jepang sulit melafalkan huruf ‘V’ dan akhirnya menggantinya dengan huruf ‘B’.

Sejak saat itu, istilah segede gaban banyak digunakan oleh berbagai kalangan hingga sekarang. Meski wujud patungnya sudah tidak ada, namun istilah tersebut tetap dikenal hingga saat ini.

Jejak wahana Puri Misteri dan Rama Shinta

Ada berbagai jenis wahana di Dufan yang masih berdiri dengan kokoh dan jadi favorit hingga saat ini, salah satu seperti yang disebutkan di atas adalah wahana Istana Boneka. Namun ada juga wahana yang sudah tidak beroperasi, dan di kalangan pengunjung atau masyarakat muncul berbagai rumor misteri mengenai tragedi penutupannya.

Salah dua wahana yang dimaksud adalah Puri Misteri dan Rama Shinta. Awalnya Puri Misteri lebih dulu dibuka dan kemudian mengalami kebakaran pada tahun 1990-an. Setelah itu, lokasinya digantikan oleh wahana Rama Shinta yang juga berhenti beroperasi karena kembali terbakar di tahun 2001.

Meski tak menimbulkan korban jiwa, waktu itu disebutkan kalau kerugian yang dialami akibat kebakaran mencapai Rp10 miliar. Kini, titik lokasi dua wahana yang ditutup karena kebakaran tersebut telah digantikan dengan wahana Ice Age yang dibuka pada tahun 2014, dan kabarnya membutuhkan biaya sekitar Rp200 miliar dalam pembangunannya.

Continue Reading

Hangout

Sate Bulayak, Sate Sedap Khas Lombok yang Sarat Nilai Filosofis

Published

on

sate, makanan khas Indonesia

Selain menjadi tuan rumah MotoGP maret yang lalu, Lombok memiliki sejumlah kuliner khas yang sedap untuk disantap ketika Cityzen mampir di wilayah Indonesia yang cantik ini. Salah satu kuliner yang bisa Anda coba adalah sate Bulayak.

Sate Bulayak sebenarnya hampir sama dengan sate-sate lainnya. Yang membedakan sate Bulayak dengan sate lainnya ada pada bumbu dan bulayaknya (lontong). Dinamakan sate Bulayak karena sate ini biasanya dinikmati bersama bulayak itu.

Bulayak, lontong khas Lombok yang bahannya terbuat dari beras ketan. Bentuknya agak bulat memanjang dan dibungkus daun kelapa atau daun enau (nira) muda.

Konon, bulayak berarti memutar. Ini mengacu pada cara membukanya yang terlebih dahulu menekan ujung kulit, lalu diputar.

Ukuran bulayak ini lebih kecil dibanding lontong biasa. Bentuknya mengerucut. Cara melilitnya pun unik. Daun dililit secara spiral. Untuk membukanya harus dengan gerakan memutar.

Bulayak memiliki tekstur lembut dan rasa gurih yang didapat dari penggunaan daun enau sebagai pembungkusnya. Baunya pun harum.

Sedangkan satenya berbahan daging sapi, ayam atau kambing, dan ada juga jeroan sapi. Daging dipotong kecil-kecil lalu ditusuk seperti sate pada umumnya.

Nah, yang menggoda dari sate bulayak ini adalah bumbunya. Bumbu kacangnya terbuat dari kacang tanah yang disangrai, ditumbuk, lalu direbus bersama santan serta bumbu-bumbu lain seperti ketumbar, jintan, bawang merah, bawang putih, lada, santan kelapa, kemiri, cabai, dan air jeruk nipis.

Rasa bumbu kacangnya mirip bumbu kari. Yang menonjol dari bumbu ini adalah rasa pedas sebagai ciri khas masakan Lombok.

Untuk menikmati sate ini, cukup dengan membuka daun yang melilit bulayak, lalu bulayak dicelupkan ke saus kacang.

Baca Juga:

  1. Sate Susu, Kuliner Khas Bali yang Hanya Muncul Saat Ramadan
  2. Wajib Coba, Inilah 5 Tempat Makan Sate Terenak Seantero Jakarta Pilihan MyCity
  3. Aurra Kharisma Tampil dengan Kostum Bertema ‘Sate Ayam’

Mengutip lombokbaratkab.go.id, sate bulayak ini berasal dari kota Narmada. Narmada merupakan taman peninggalan raja Mataram.

Menurut sebagian warga setempat, sate bulayak ini sudah ada sejak zaman lawas. Dulunya, makanan khas ini tidak hanya berupa sate bulayak saja, tetapi lengkap dengan saur (parutan kelapa), kacang kedelai dan urap jambah.

Media menu inilah yang dihidangkan dalam sebuah media/wadah dulang, ditutupi tebolaq yang dihiasi kaca cermin dan keke (kerang).

Filosofi kaca cermin dan kerang yang dituangkan dalam tutup tebolaq ini, ternyata menggambarkan sebuah peringatan kepada penyantapnya.

Kaca cermin ini, menurut salah seorang sesepuh adat di Narmada, memberi makna yang menyantap makanan tersebut hendaknya senantiasa bercermin/diberi peringatan agar jangan menikmati makanan terlalu kenyang agar tidak menjadi sumber penyakit.

Sedangkan kerang (keke) menjadi simbol kematian. Kerang atau siput kosong ini, memberi makna peringatan kepada kita, agar ingat terhadap kematian.

“Kedua media, antara cermin dan kerang ini memberi peringatan, jangan terlalu banya makan, apalgi sampai sakit. Akibatnya kematian yang datang menjemput,” kata L. Pangkat Ali, Pranata Humas Pelaksana Lanjutan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat seperti dilansir lombokbaratkab.go.id.

Namun dalam perkembangannya, kelengkapan menu tadi tak bisa lagi kita temukan. Menu sate bulayak tak lagi lengkap seperti awalnya.

Continue Reading

Trending