Connect with us

Hangout

Roti Djoen, Toko Roti Legendaris Yogya yang Sudah Ada Sejak Tahun 1935

Published

on

Roti Djoen

Selain Gudeg dan Bakpia, Yogyakarta juga memiliki panganan lain yang tak kalah nikmatnya yang berjenis roti. Cityzen bisa menikmatinya di Toko Roti Djoen lama yang telah ada semenjak tahun 1935.

Toko Djoen namanya, kini terkenal dengan nama Djoen Lama, terletak di Jalan Margo Mulyo No 78, Yogyakarta, atau tepat berada di ruas jalan kawasan Malioboro.

Menempati bangunan tua berlantai dua. Aroma roti yang baru diangkat dari oven langsung menyeruak di seluruh ruangan. Wangi semerbak. Roti hangat pun tersaji setiap lepas tengah hari.

Baca Juga:

  1. Kisah Cucu, Wanita Asal Bandung Yang Tidak Bisa Tidur Sejak 2014
  2. Puncak Berlakukan Ganjil-Genap Pekan Ini
  3. 5 Urutan Skincare Untuk Kulit Berminyak

Masuk ke toko roti Djoen Lama seakan masuk dalam lorong waktu ke masa silam. Interior dengan nuansa jadul masih kental. Rak toko berwarna merah jambu, kaleng-kaleng roti lawas masih terpajang di toko itu.

Toko Roti Djoen Lama menyediakan aneka pilihan roti klasik yang tentunya sedap, enak, halal, bergizi dan melegenda. Resep roti dan kue yang digunakan tidak ada perubahan, tetap dipertahankan seperti yang dulu. Toko roti lawas ini pun tidak memakai bahan-bahan tambahan pangan modern seperti pengawet, pengembang dan pewarna. Sekalipun tanpa bahan tambahan, roti tetap bisa empuk dan enak.

Roti Djoen

Di bagian lorong toko yang memanjang, Anda akan disambut dengan roti-roti segar yang diletakkan di etalase kaca. Roti disini masih diolah secara manual dengan resep sederhana dan tidak memakai oven. Itu sebabnya roti produksi Toko Djoen Lama hanya bisa bertahan satu hari saja, karena sejak dulu menghindari bahan pengawet.

Peralatan-peralatan kuno masih dipertahankan dan dimanfaatkan. Mulai dari loyang-loyang besi dan pemanggang roti super besar seperti tungku perapian pada rumah-rumah bergaya zaman Belanda. Salah satu menu yang banyak digandrungi para penikmat kuliner ialah roti buaya dan roti bantal.

Roti tawar berbentuk pipih oval dan ditaburi wijen di atasnya, ini juga merupakan varian pertama roti di Toko Djoen Lama. Seiring berjalannya waktu, toko ini kemudian menjual berbagai varian roti, baik basah maupun kering. Beberapa varian untuk roti basah misalnya, ada roti isi cokelat, kelapa, pisang, daging.

Roti Djoen

Salah satu yang banyak pula diburu pembeli adalah Ontbitjtkoek. Kue persegi panjang kecil ini adalah kue rempah manis yang cukup laris di era Kolonial Belanda. Roti ini dibumbui dengan cengkeh dan kayu manis. Dengan rasa jahe yang kuat, membuat cita rasa unik saat mencicipinya. Tentunya cita rasanya masih terjaga sejak zaman penjajahan.

Dapur roti ini beroperasi setiap hari. Kegiatan meracik, membuat adonan dan memanggang sejak pukul 9 pagi dilakukan oleh pekerja yang telah menjadi bagian dari keluarga Toko Djoen Lama sejak dulu. Selain itu ada pula Toko Djoen “Muda” yang masih dikelola oleh sesama keluarga. Rasanya tentu tak jauh beda lantaran menggunakan resep yang sama.

Hangout

Peuyeum, Si Manis Ikonik Kota Bandung yang Disukai Orang Eropa

Published

on

Peuyeum
Peuyeum

Bandung merupakan daerah yang terkenal dengan kuliner-kuliner tradisional. Salah satunya yakni peuyeum sampeu atau tapai singkong.

Namun, tahukah Cityzen bagaimana awal mula singkong sebagai panganan pokok pada saat itu yang diubah menjadi peyeum atau tape singkong? Rupanya, hal tersebut bermula saat krisis pangan di masa penjajahan Belanda sekitar tahun 1.800-an silam.

Di masa lalu ketika terjadi perang oleh tentara Belanda, masyarakat Jawa Barat tidak bisa makan termasuk mendapatkan beras karena para penjajah menyita seluruh padi yang dimiliki oleh masyarakat. Sehingga masyarakat hanya mengandalkan tumbuhan umbi-umbian termasuk singkong sebagai bahan konsumsi utama pengganti nasi.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Dikutip dari kebudayan.kemdikbud.go.id, awal mula proses pengawetan singkong berasal dari inisiatif masyarakat di Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung.

Di masa penjajahan saat itu masyarakat Cimenyan mulai memperhatikan ketahanan pangan di masa perang dengan memanfaatkan komoditas singkong di wilayahnya dengan cara mengawetkannya melalui proses peragian agar tidak busuk.

Untuk membuat peuyeum, hal pertama yang harus diperhatikan adalah pemilihan singkong berkualitas dan bersih agar tidak mengalami kegagalan di tengah prosesnya. Kualitas singkong yang kurang baik memang bisa tetap menjadi peuyeum, tapi hasilnya akan rusak dan tidak enak dimakan.

Peuyeum
Peuyeum

Pengolahan singkong dilakukan lewat proses fermentasi dengan menggunakan ragi. Pengolahan model ini sudah ada sejak tahun 1800-an. Singkong yang sudah dikupas dan dibersihkan kemudian direbus di air mendidih sampai matang. Setelah itu ditiriskan sampai dingin dan dimasukkan ke dalam wadah berlapis daun pisang, lalu ditaburi ragi dan dibiarkan dua sampai tiga hari dalam tempat tertutup.

Selama proses fermentasi berlangsung, wadah sebaiknya tidak dibuka-tutup untuk mengindari masuknya udara dan akan berpengaruh pada rasanya. Setelah didiamkan beberapa hari, singkong tersebut selesai diolah dan akan menjadi lebih lembek dan mengeluarkan rasa manis dan siap disantap.

Bila dilihat dari bentuknya, peuyeum masih serupa dengan singkong, hanya teksturnya saja yang sudah berubah menjadi lebih lembek dan manis. Selain itu, peuyeum juga memiliki rasa yang khas dan kandungan alkohol di dalamnya pun termasuk tinggi yaitu sekitar 7-10 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan bir yang biasanya sekitar 0-3 persen.

Peuyeum
Peuyeum

Setelah proses fermentasi selesai, peuyeum bisa langsung dikonsumsi begitu saja untuk merasakan versi orisinal. Namun, bisa juga diolah dengan berbagai cara. Paling mudah adalah membuat peuyeum goreng dengan mencampurkan tepung, air, dan gula mirip seperti pengolahan pisang goreng. Ini adalah cara paling sederhana dalam mengolah peuyeum dan mudah, tetapi nikmati untuk teman minum teh.

Bisa juga membuat colenak atau dicocol enak khas Bandung, yaitu sajian peuyeum bakar yang disantap bersama kelapa parut yang dicampur dengan saus gula merah. Selain itu, ada juga peuyeum bol, yaitu kue bola-bola serupa donat yang terbuat dari bahan peuyeum, gula, dan tepung kemudian dibentuk bulat-bulat, digoreng, dan ditaburi gula halus.

Di toko oleh-oleh juga biasanya tersedia bolu peuyeum yang memiliki rasa unik dan khas. Bolu dibuat dari adonan tepung, telur, susu, mentega, esens vanila, dan pastinya potongan peuyeum kemudian dicampur dan dipanggang. Variasi lain adalah brownies dari bahan peuyeum.

Continue Reading

Hangout

8 Makanan yang Mendadak Viral Selama Pandemi Covid-19

Published

on

Tahu wajik
Tahu wajik

Sejak mewabah pada Maret 2020, masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Untuk melawan rasa bosa, banyak orang melakukan kegiatan yang mengasah skill, contohnya memasak.

Salah satu program yang sampai saat ini masih dijalankan oleh sebagian orang adalah work from home (WFH) atau study from home (SFH). Program tersebut menuntut masyarakat untuk bekerja atau belajar di rumah guna menghindari kontak di tempat-tempat ramai, seperti kantor dan sekolah.

Namun, adanya WFH atau SFH ini tidak menghalangi masyarakat untuk terus berkreasi. Terbukti dengan banyaknya konten-konten viral yang menyebar di media sosial. Salah satunya konten makanan.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Konten makanan tersebut pada awalnya disebarkan oleh salah satu warganet di media sosial, menyebar, dan sampai di tangan warganet lainnya. Tampilannya yang menarik serta rasa yang enak, membuat konten makanan tersebut diikuti oleh banyak orang.

MyCity telah merangkum beberapa makanan yang mendadak terkenal selama pandemi Covid-19 melanda.

Korean garlic cheese bread

Korean garlic cheese bread

Awalnya, korean garlic cheese bread merupakan jajanan kaki lima di Korea Selatan. Berupa roti bun berisi saus bawang putih dan krim keju yang lumer.

Rasanya gurih dan aromanya harum. Setelah viral, korean garlic cheese bread diburu para pencinta kuliner. Dijual melalui online maupun offline, roti khas Korea ini hampir selalu sold out.

Korean sweet potato bread

Korean sweet potato bread
Korean sweet potato bread

Korean sweet potato bread merupakan camilan manis yang populer di Korea Selatan.Terbuat dari ubi yang dihaluskan dan dicampur dengan keju.

Dibalut dengan kulit moci yang diberi warna ungu. Bentuknya unik seperti ubi ungu sungguhan. Warnanya cantik dan teksturnya yang lembut membuatnya disukai banyak orang.

Cloud bread

Cloud bread

Awalnya, cloud bread atau roti awan ini viral di TikTok. Disebut cloud bread karena teksturnya lembut dan mengembang seperti awan. Menariknya, bagian dalam roti ini berwarna biru dan putih.

Cloud bread ini disebut sebagai roti yang sehat karena tanpa menggunakan tepung terigu. Bahan bakunya terdiri dari telur, maizena, dan gula pasir.

Roti Tawar Topping Meses

Roti Tawar Topping Meses
Roti Tawar Topping Meses

Pada awal pandemi, media sosial diramaikan oleh netizen yang berkreasi menyusun meses di atas roti tawar. Meski terlihat biasa saja, tetapi butuh ketekunan dan kesabaran ketika menyusunnya.

Banyak orang yang mengikuti tren tersebut dengan membuat berbagai macam gambar, mulai dari bunga, gunung, logo brand, pemandangan, hingga muka dari orang terkenal, salah satunya Chef Arnold Poernomo.

Dessert Box

Dessert Box

Tak lengkap rasanya jika dessert box nggak dimasukkan ke dalam daftar makanan yang viral selama pandemi. Kudapan ini memang sangat viral hingga banyak orang-orang yang memanfaatkannya sebagai lahan bisnis di bidang kuliner.

Dessert box biasanya disajikan dalam kotak bening dan diberi berbagai lapisan yang terdiri dari kue sponge, krim yang lembut, taburan atau lelehan cokelat (bisa diganti dengan selai), lalu diberi topping biskuit, cokelat batang, atau buah-buahan.

Permen Dalgona

Permen Dalgona

Para penonton film “Squid Game” pasti tahu permen yang fenomenal ini. Dalgona candy atau permen dalgona sendiri merupakan jajanan tradisional asal Korea Selatan yang terbuat dari gula putih yang dibakar.

Walaupun disebut sebagai jajanan tradisional, tetapi permen berwarna cokelat ini kembali dikenal tidak hanya oleh warga Korea Selatan saja. Namun, hingga ke seluruh dunia termasuk Indonesia.

Viral-nya film asal Korea Selatan, “Squid Game” menjadi asal muasal keberadaan permen dalgona yang mendunia itu. Bahkan, masyarakat yang mengetahuinya mencoba untuk membuat dan memakannya ala skenario dari “Squid Game”.

Croffle

Croffle

Croffle atau kepanjangan dari croissant and waffle menjadi viral di media sosial. Sesuai dengan namanya, croffle merupakan roti croissant yang di-press menggunakan mesin pembuat waffle.

Keberadaan croffle sebenarnya sudah ada sejak lama yaitu pada tahun 2017 yang dibuat oleh chef cafe La Petite Boulangerie. Namun, croffle baru viral pada tahun 2021 sebagai camilan dan makanan yang cocok untuk sarapan.

Bahkan sampai saat ini, minat masyarakat terutama anak muda masih cukup tinggi. Terbukti dari beberapa coffee shop mulai memasukan croffle ke dalam menu mereka.

Tahu Walik

Tahu Walik

Mirip dengan bakso, tahu walik menjadi viral karena bentuknya yang unik. Berbeda dengan tahu pada umumnya, camilan khas Banyuwangi ini dikenal karena teksturnya yang kenyal dan terdaoat aci di dalamnya.

Tidak hanya bentuknya yang unik dengan rasa yang menggugah selera, tahu walik yang viral ini dapat dimasak sendiri dengan bahan-bahan yang mudah didapatkan.

Continue Reading

Hangout

Segera Hadir di Jakarta, Lounge in The Sky: Sensasi Makan di Atas Langit

Published

on

Lounge in the sky
Lounge in the sky

Konsep makan makanan mewah di gedung pencakar langit atau di pinggir jurang memang sudah biasa di Jakarta. Akan tetapi, pernahkah Cityzen merasakan makan di atas langit?

Ya, bagi yang biasa bepergian ke luar negeri mungkin sudah tak asing dengan istilah Lounge in The Sky. Ini merupakan sebuah pengalaman yang ditawarkan kepada mereka, yang ingin merasakan sensasi menyantap hidangan ala restoran di ‘langit’ yang sebenarnya, dan sudah pasti berbeda dengan menikmati hidangan di restoran pada sebuah gedung tinggi yang menyuguhkan pemandangan langit semata.

Selama ini diketahui baru hadir di beberapa negara lain atau paling dekat di negara tetangga yaitu Malaysia, belakangan dipastikan bahwa kesempatan untuk dapat merasakan sensasi Lounge in The Sky akan hadir di Jakarta.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Kabar hadirnya Lounge in The Sky dikonfirmasi oleh pemilik konsep dari pengalaman kuliner ini yaitu Dinner in The Sky Asia, yang berkolaborasi dengan Mangkuluhur City yang memiliki tujuan untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata lokal dan internasional.

Nantinya, Lounge in The Sky yang dimaksud akan berlokasi di Boca Rica Tapas Bar & Lounge Mangkuluhur City, yang berada di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Pengalaman kuliner yang tak biasa ini kabarnya akan beroperasi selama tiga bulan mulai Januari 2022, dan menjanjikan pemandangan langit Jakarta dengan sudut pandang 360 derajat dari ketinggian 45-50 meter, bergantung pada kondisi cuaca di setiap pelaksanaannya.

Lebih detail, wujud dari Lounge in The Sky yang dimaksud adalah sejumlah tamu yang telah melakukan reservasi untuk merasakan pengalaman ini, akan duduk pada sebuah rangkaian meja yang telah diatur sedemikian rupa dengan tingkat keamanan tinggi.

Selanjutnya, rangkaian meja tersebut akan diangkat dengan crane sampai di ketinggian 45-50 meter sehingga dapat menyaksikan pemandangan langit Jakarta secara nyata. Dari ketinggian tersebut pula, para tamu akan menikmati pemandangan sambil menyantap rangkaian menu yang disiapkan mulai dari hidangan pembuka, hidangan utama, hingga penutup.

Masih menurut sumber yang sama, berbeda dengan menikmati hidangan di restoran biasa tentu ada sejumlah ketentuan yang harus dipenuhi oleh para tamu untuk dapat merasakan pengalaman kuliner istimewa ini.

Lounge in the sky
Lounge in the sky

Demi memenuhi syarat keamanan, tamu yang mengikuti penawaran wisata kuliner ini minimal harus berusia 17 tahun dengan tinggi minimal 135 sentimeter dan berat maksimal 150 kilogram. Untuk kapasitas, rangkaian lounge yang dimaksud disebut dapat menampung hingga 32 orang tamu dalam sekali pelaksanaan.

Akan dilangsungkan secara terbatas selama tiga bulan, nantinya waktu pelaksanaan menikmati santapan dari langit ini dilakukan dalam dua sesi pada hari kerja yang masing-masing memiliki durasi 60 menit, yaitu mulai pukul 17:00-18:00 dan 18:30-19:30.

Continue Reading

Trending