Connect with us

Traveling

Rasakan Sensasi Purbakala Jurrasic World di Pulau Biawak

Published

on

Pulau Biawak, Indramayu

Setiap orang pasti sudah tidak asing dengan Pulau Komodo, di mana reptil purba raksasa komodo hidup berkeliaran di sana. Namun, bagaimana dengan Pulau Biawak yang ada di Indramayu?

Diketahui tempat ini menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi. Pengunjung akan dimanjakan dengan pesona keindahan pantainya serta hamparan pasar yang putih dan bersih.

Sesuai dengan namanya, pulau ini menyimpan banyak biawak, yakni lebih dari 300 satwa tersebut hidup dengan bebas. Wisatawan pun dapat memberi makannya dengan ikan ataupun umpan daging dari dekat.

Kalian bisa menjelejahi Pulau Biawak disetiap jengkalnya jika berani. Mercusuar kuno setinggi 65 meter yang sudah ada sejak jaman Belanda akan menyambut para pengunjung, kala perahu merapat di pantai Pulau Biawak yang berpasir putih.

Baca Juga:

  1. Cocok untuk Healing, Inilah 4 Pulau Terindah di Jawa Tengah
  2. Pulau Sempu, Surga Tersembunyi Indonesia yang Terlarang untuk Wisatawan
  3. Pulau Labengki, Keindahannya Kini Jadi Bahan Gunjingan Dunia tapi Asing di Telinga Orang Indonesia

Selain itu dengan melalui tangga berputar untuk melihat seluruh bagian pulau, pengunjung dapat naik ke puncak mercusuar. Sangat menakjubkan bukan?

Tak hanya pemandangan daratannya saja, pemandangan alam bawah laut sekitar Pulau Biawak pun tak kalah indahnya. Sambil bersnorkling, pengunjung dapat menikmati terumbu karang yang cantik serta ikan-ikan beraneka warna.

Sementara itu, untuk harga paket trip ke Pulau Biawak Indramayu sendiri mulai dari Rp.400.000/orang tergantung agen wisata yang dipakai. Pengunjung telah dapat layanan transportasi, konsumsi, penginapan dan lainnya dari harga tiket trip tersebut.

Traveling

Menikmati Keindahan Alam Sambil Uji Nyali di Tebing Citatah Padalarang, Berani Coba?

Published

on

By

Tebing Citatah

Salah satu destinasi wisata alam yang menyuguhkan keindahan gunung kapur yang mempesona adalah Tebing Citatah Padalarang. Tebing ini adalah perbukitan yang terbentuk dari adanya gunung kapur.

Hal tersebut membuat Tebing Citatah cukup unik, dan mengundang daya tarik bagi setiap pengunjung. Diketahui ada tiga bagian dari tebing ini, yakni Tebing Citatah 125, Citatah 90, dan juga Citatah 48. Di mana nama itu diambil berdasarkan dari ukuran ketinggian yang dimiliki oleh masing-masing tebing.

Tebing-tebing tersebut juga memiliki ciri khas yang berbeda, seperti Tebing Citatah 48 sendiri dengan sebuah tugu berbentuk pisau belatinya yang menancap tepat pada puncak tebing. Sementara untuk tebing 90 memiliki jenis batuan kars, atau batuan kapur dengan tingkat kesulitannya tersendiri. Sedangkan yang terakhir, tebing 125 terletak pada gunung kapur paling tinggi di wilayah tersebut

Kawasan ini pun terbilang aman untuk dipanjat karena mempunyai karakter batu kapur yang cukup terjamin. Sehingga bagi kalian yang menyukai tantangan, sangat tepat menjajal tebing yang satu ini.

Baca Juga:

  1. 5 Gunung Unik di Indonesia yang Wajib Kamu Kunjungi
  2. Pesona Desa Hilisimaetano Nias, Salah Satu Desa Wisata Terindah di Indonesia
  3. Pesona Telaga Cicerem, Airnya Berwarna Biru

Pemandangan dari atas ketinggian tebing akan terlihat tampak begitu indah. Tak ayal banyak wisatawan yang datang untuk mendaki Tebing Citatah Padalarang.

Keindahan tebing yang begitu memposona membuat siapa saja pasti terpukau melihatnya. Kawasan ini pun memiliki ciri khas tersendiri dibanding perbukitan lainnya, yang mana suatu wilayah berbukit serta berbentuk pegunungan kapur.

Wisata yang cukup menantang adrenalin ini berada di Desa Citatah, Kecamatan Citatah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Bagi para pecinta panjat tebing, tentunya lokasi ini menjadi tempat favorit untuk mereka habiskan akhir pekan atau liburan.

Continue Reading

Traveling

5 Gunung Unik di Indonesia yang Wajib Kamu Kunjungi

Published

on

By

Ilustrasi Gunung Unik di Indonesia

Indonesia diketahui sebagai salah satu negara yang memiliki jumlah gunung terbanyak di dunia. Beragam gunung yang ada pun menawarkan keindahan pemandangannya masing-masing.

Saat ini, mendaki gunung juga telah menjadi kebiasan baru bagi sebagian besar orang. Banyak orang dari berbagai kalangan mulai menjajal untuk menjelajahi gunung-gunung yang ada di Tanah Air. Keindahan dan keunikan gunung membuat setiap wisatawan begitu antusias untuk dapat melihatnya.

Berikut mycity telah merangkum 5 gunung unik di Indonesia yang wajib dikunjungi:

Gunung Kelimuti

Gunung Kelimuti yang berada di Moni, Flores, Nusa Tenggara Timur ini mewarkan pemandangan yang menakjubkan mata. Pemandangan begitu indah ditawarkan oleh gunung ini bagi para wisatawan yang datang. Diketahui, gunung ini sangat memukau dan tidak dapat ditemukan di wilayah lainnya. Di mana keindahan Danau Tiga Warna yang terkenal dapat kalian rasakan ketika telah sampai di puncaknya.

Gunung Bromo

Kemudian ada Gunung Bromo yang juga menjadi salah satu gunung unik di Indonesia. Di mana gunung ini terletak di Jawa Timur dan berada di antara 4 wilayah kabupaten. Bahkan gunung ini juga menjadi yang dikagumi oleh seluruh dunia karena keindahannya.

Baca Juga:

  1. Indahnya Gunung Prau, Cocok untuk Pendaki Pemula
  2. Pesona Gunung Merbabu, Sang Primadona Jawa Tengah
  3. Inilah 5 Gunung Terindah di Indonesia

Bentuk yang khas dengan kawah belerangnnya menjadi daya tarik tersendiri untuk Gunung Bromo. Dengan diameter mencapai 800 meter, kawah kaldera gunung ini menjadi salah satu yang terbesar di dunia.

Gunung Rinjani

Gunung yang terletak di kabupaten Lombok Timur, NTB, Sembalun, Sembalun pasti sudah tidak asing lagi terdengar di telinga kalian. Bagaimana tidak? keindahan dari gunung ini memang sudah bukan rahasia umum lagi. Bahkan Gunung Rinjani selalu masuk ke dalam list gunung yang wajib untuk dikunjungi bagi para pendaki.

Gunung Api Banda

Gunung yang satu ini pasti banyak belum diketahui oleh pendaki pemula. Meski begitu, Gunung Api Banda merupakan salah satu gunung unik di Tanah Air yang wajib untuk dikunjungi. Hal ini dikarenakan gunung ini menawarkan keindahan panorama alam yang benar-benar canti dan berbeda dari yang lainnya. Untuk lokasinya sendiri berada di bandanera, Maluku Tengah.

Gunung Ijen

default

Terakhir, gunung unik di Indonesia yang wajib dikunjungi adalah Gunung Ijen. Pemandangan api biru yang tersaji di lokasinya ini membuat Gunung Ijen begitu unik dan menarik. Keindahan pemandangannya tersebut tentunya tidak akan ditemui pendaki di gunung-gunung lainnya yang ada di Tanah Air. Oleh sebab itu gunung ini wajib menjadi destinasi kalian yang ingin mendaki.

Continue Reading

Traveling

Pesona Desa Hilisimaetano Nias, Salah Satu Desa Wisata Terindah di Indonesia

Published

on

Desa Hilisimaetano

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, menganugerahkan Desa Hilisimateno menjadi Desa Wisata. Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022 ini disambut hangat warga Desa Hilisimateno, Kecamatan Maniamolo, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, Rabu (22/6/2022) petang.

Sandiaga Uno mengungkapkan ketakjubannya terhadap keindahan alam hingga kekayaan budaya lokal di Desa Hilisimaetano.

”Saya ucapkan selamat kepada Bapak Bupati yang telah bisa meningkatkan gairah ekonomi dalam tatanan ekonomi baru dengan Desa Wisata Hilisimaetano, tepuk tangan untuk kita semua,” ucap Sandi disambut riuh tepuk tangan warga Desa Hilisimaetano.

Baca Juga:

  1. Mahfud MD: Pemerintah Mulai Pindah ke IKN Juli 2024
  2. Sejarah Jakarta Selatan, Kota Administratif Terkaya di Jakarta
  3. Melihat Komunitas Sastra di Kota Bekasi

Menurutnya, hal tersebut dapat terlihat pada saat memasuki desa, terdapat Batu Megalitik yang menandakan pada zaman megalitikum masyarakat Nias menggunakan peralatan dari batu besar.

“Kemudian 50 rumah adat yang bangunannya masih terpelihara dengan baik. Namun sangat disayangkan, ada satu rumah adat tertua yang runtuh akibat dampak dari tsunami Aceh tahun 2004,” ujarnya.

Tidak hanya itu, sistem pemerintahan yang dijalankan masih mengikuti sistem adat di mana sistem kepemimpinan adat desa masih dipegang oleh Si’ulu atau Raja yang merupakan kaum bangsawan Nias.

“Kemudian, para cendikiawan atau yang disebut Si’ila berperan sebagai pemberi nasihat kepada bangsawan. Dan Sato atau Fa’abanuasa (masyarakat) yang terus bergotong-royong dalam menjaga Lakhömi mbanua (marwah desa),” katanya.

Ketika mengunjungi desa wisata tersebut, pengunjung dapat melihat batu megalitik yang menjadi tanda bahwa pada zaman megalitikum masyarakat Nias menggunakan peralatan dari batu besar. Kemudian juga ada 50 bangunan rumah adat yang terpeliharan dengan baik, meski salah satu yang tertua runtuh akibat tsunami Aceh tahun 2004.

Desa Hilisimaetano

Keunikan lain dari desa ini adalah sistem pemerintahannya yang masih mengikuti adat. Sistem kepemimpinan desa masih dipegang oleh Si’ulu atau Raja yang merupakan kaum bangsawan Nias. Sementara itu Si’ila atau para cendekiawan berperan sebagai penasihat bangsawan. Dalam sistem ini, Dan Sato atau Fa’abanuasa (masyarakat) terus bergotong-royong dalam menjaga Lakhömi mbanua (marwah desa).

Masyarakat desa ini juga punya tradisi kerajnan tangan yaitu membuat anyaman topi caping, pahatan, ukiran, dan pedang besi (manöfa) yang dulunya berfungsi sebagai alat perang. Pada zaman dahulu, ketika menang perang melawan musuh, maka kepala musuh akan disematkan di ujung sarung pedang.

Selain itu, Desa Hilisimaetano juga memiliki kawasan persawahan terbesar di Nias Selatan dan memiliki potensi besar untuk dijadikan daerah agrowisata.

“Sekarang kami sangat khawatir dengan adanya ancaman krisis pangan, krisis energi, tapi Nias Selatan ini khususnya di Desa Wisata Hilisimaetano justru memiliki potensi untuk bisa memiliki ketahanan pangan dan kemandirian energi ini bisa kita kembangkan ke depan,” ujar Sandiaga.

Untuk dikembangkan menjadi desa wisata berkelanjutan, Desa Hilisimaetano akan bebenah, mulai dari fasilitas toilet dan penginapan. Desa ini akan mengembangkan produk ekonomi kreatifnya agar lapangan kerja semakin terbuka dan meningkatkan penghasilan masyarakat.

“Kita akan memberikan pendampingan, pelatihan, kita akan ada peningkatan destinasi wisata lainnya, seperti toilet, begitupun dengan homestay karena di sini hanya ada satu, kita akan tingkatkan, juga kita ingin jadikan desa wisata ini sebagai tujuan wisata selagi ada WSL Pro, untuk membangkitkan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Seperti yang sudah disebutkan, di Desa Hilisimaetano kita masih bisa melihat rumah adat Nias. Salah satunya adalah Oma Sebua, rumah tradisional yang dibangun di pusat desa khusus untuk kediaman para kepala negeri (tuhenori), kepala desa (salawa), atau kaum bangsawan.

Oma Sebua dibangun di atas tumpukan kayu uli besar dengan atap menjulang. Di budaya Nias dulunya sering terjadi perang antar desa sehingga desan rumah pun dibuat agar tahan terhadap serangan. Omo Sebua sendiri punya satu akses masuk lewat tangga sempit dengan pintu kecil. Omo Sebua juga terbukti tahan gempa karena pondasinya berdiri di atas lempengan batu besar dan balok diagonal.

Kemudian ada Omo Hada, yang dihuni masyarakat biasa. Rumahnya berbentuk persegi dengan pintu yang menghubungkan setiap rumah. Di Nias juga ada Osali, rumah yang dulunya dipakai secara khusus untuk menyimpan berhala.

Continue Reading

Trending