Connect with us

Traveling

Pulau Labengki, Keindahannya Kini Jadi Bahan Gunjingan Dunia tapi Asing di Telinga Orang Indonesia

Published

on

Pulau Labengki

Ada tempat wisata baru di Indonesia yang saat ini marak dibicarakan turis asing. Padahal, tempat wisata tersebut asing di telinga kita orang Indonesia. Tempat wisata tersebut bernama Labengki.

Kepulauan Labengki sendiri berlokasi di lepas pantai timur provinsi Sulawesi Tenggara, tidak jauh dari kota Kendari. Pergi ke sana hanya memerlukan waktu sekitar 1-2 jam berlayar dengan kapal motor dari Pelabuhan Tanasa.

Lantas, apa yang membuat Labengki mendadak menjadi fenomenal? Selain tentunya pemandangan yang indah, destinasi wisata pulau ini juga memiliki sebuah area yang disebut sebagai miniatur Raja Ampat. Gugusan karangnya yang menyeruak muncul ke permukaan, berbaris seperti pagar, mengingatkan akan formasi serupa yang lebih besar di Papua Barat.

Baca Juga:

  1. Hari Primata Nasional, Menelisik Upaya Pencegahan Kepunahan Primata
  2. Begini Sejarah Hari Toleransi Internasional & Cara Memperingatinya
  3. Hari Olahraga Nasional, Inilah Tips Jitu Agar Tak Cedera Saat Berolahraga di Rumah
Baca Juga :  Warung Kopi di Jalan Buburanda Sulawesi Utara Habis Dilalap Si Jago Merah

Pulau Labengki memiliki gugusan pulau yang ada di tengah laut dan menjadikan panorama tersebut mirip dengan Raja Ampat tepatnya Wayag. Pulau ini juga memiliki satu spot lagi begitu istimewa yakni Teluk Cinta.

Tak heran jika banyak wisatawan yang datang untuk mengabadikan foto dan momen liburannya di spot keren ini. Teluk cinta menjadi spot foto paling favorit dari para wisatawan. Mereka berkunjung ke Pulau Labengki dan takjub dengan adanya teluk yang berbentuk mirip hati.

Bentuknya bisa kita lihat dengan dua cara. Pertama dengan trekking ke puncak bukit atau yang kedua adalah menerbangkan drone. Yang harus diketahui adalah bentuk ini hanya bisa dilihat dari ketinggian dimana wisatawan harus naik ke puncak bukit dengan trekking karena cukup terjal.

Pulau Labengki

Sementara aktivitas yang sering dilakukan para pengunjung adalah snorkeling. Spot snorkeling di Pulau Labengki ini cukup keren. Spotnya tak jauh dari pulau utama dimana pengunjung harus menggunakan perahu selama 20 menit. Kondisi bawah laut disini juga terbilang juara dengan segala sumber dayanya yang ada di darat atau laut terbilang indah.

Baca Juga :  5 Daftar Gunung Dengan Jalur Mudah Yang Cocok Untuk Pendaki Pemula

Banyak yang mengatakan bahwa Pualu labengki ini merupakan miniatur dari Raja Ampat. Tetapi kedua tempat wisata ini akan sangat sulit dipilih mana yang terbaik jika dibandingkan.

Sebab masing-masing memiliki ciri khas dan pesonanya sendiri. Apalagi jika wisatawan datang bersama orang tersayang dan keluarga. Sebab, liburan akan sangat menyenangkan di tempat yang mengesankan.

Ada pantai dengan pasir putih yang masih sepi serta tersembunyi. Pantai ini mirip dengan Pantai Cemara yang ada di Raja Ampat dan sama-sama berpasir putih dengan lokasi yang tersembunyi. Nantinya wisatawan akan menikmati suasana tenang di Pulau Labengki ini yang mampu merefresh pikiran.

Baca Juga :  Vatikan Negara Mungil, Jalur Keretanya Pun Terpendek di Dunia

Ada satu hal lagi yang unik dan tak bisa ditemui di tempat wisata lainnya. pengunjung bisa menjumpai salah satu spesies Kima terbesar di dunia. Kima merupakan jenis kerang raksasa yang besarnya bisa mencapai hampir 50 cm.

Pulau Labengki

Uniknya, ternyata Kima yang ada di Pulau Labengki ini tercatat sebagai yang terbesar kedua di dunia. Tak heran jika Labengki menjadi pulau yang dijadikan tempat penelitian dan konservasi. Ada juga yang menyebut Pulau Labengki dengan sebutan Giant Clam Marine Park Reservation.

Pulau Labengki merupakan tempat tinggal dari Suku Bajo dengan kepala keluarga sekitar 100 orang. Meski terbilang sedikit namun adanya suku ini tentu menambah keragaman dan membuat wisatawan bangga mengenal secara langsung bagaimana suku tersebut bertahan hidup dengan menjaga apa-apa yang menjadi keleluhurannya.

Traveling

Bandara I Gusti Ngurah Rai Kemabli Layani Rute Hong Kong-Bali-Hong Kong

Published

on

Cathay Pacific kembali layani penerbangan rute Hong Kong-Bali-Hong Kong. Foto: Humas AP I

Cathay Pacific kembali layani penerbangan rute Hong Kong-Bali-Hong Kong. Foto: Humas AP I

mycity.co.id – Menjadi destinasi pilihan pelancong domestik dan mancanegara, Bali sudah mulai membuka kembali. Ini terlihat dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai yang membuka kembali penerbangan internasional reguler rute  Hong Kong-Bali-Hong Kong yang dioperasikan oleh maskapai penerbangan Cathay Pacific, pada Minggu (27/11/2022). Dengan kembali beroperasinya rute tersebut, kini Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali melayani 24 rute penerbangan internasional reguler.

Baca Juga :  Giat Pelatihan Potensi SAR Digelar di Wilayah Sulawesi Tenggara

Dalam penerbangan perdananya, pesawat dengan nomor penerbangan CX785 tersebut mendarat di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali pada Minggu (27/11/2022) pada 14.59 WITA dengan mengangkut 178 penumpang. Untuk rute sebaliknya, penerbangan CX784 melanjutkan perjalanan kembali ke Bandara Internasional Hong Kong di hari yang sama pada pukul 16.36 WITA dengan mengangkut 132 penumpang. Penerbangan tersebut dilayani dengan menggunakan pesawat tipe Airbus A321.

Baca Juga :  Pulau Labengki, Surga Tersembunyi dari Sulawesi Utara

“Kami menyambut baik pembukaan kembali rute Hong Kong-Bali-Hong Kong yang dioperasikan oleh Cathay Pacific. Perlahan tapi pasti, rute internasional reguler yang dilayani Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali sebelum pandemi kini sudah berangsur beroperasi kembali,” ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi yang dikutip dari siaran pers Senin (28/11/2022) .

“Pada akhir tahun 2019, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali melayani 48 rute penerbangan internasional reguler dan 34 maskapai penerbangan internasional. Dengan beroperasinya kembali rute ini, kini Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali melayani sebanyak 24 rute penerbangan internasional reguler, serta 27 maskapai internasional yang beroperasi,” lanjut Faik Fahmi.

Baca Juga :  Pantai Napabale, Kepingan Surga Sulawesi Tenggara yang Menyimpan Cerita Bajak Laut

Menurut jadwal, maskapai Cathay Pacific melayani rute Hong Kong-Bali pp dengan frekuensi tujuh penerbangan dalam sepekan.

Sebagai informasi, sebelum pandemi global Covid-19, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali mencatat melayani sebanyak 671.168 pergerakan penumpang dan 2.764 pergerakan pesawat udara dari dan ke Hong Kong sepanjang tahun 2019.

Continue Reading

Traveling

Jalan-jalan Ke Timor Leste Cukup Bawa Dollar AS Untuk Jajan

Published

on

Mata uang Timor Leste dollar AS dan koin centavo. Foto: Istimewa

Mata uang Timor Leste dollar AS dan koin centavo. Foto: Istimewa

mycity.co.idTimor Leste salah satu negara kecil yang berada dan menyatu dengan Indonesia ini memiliki alam yang fantastis. Di mana ketika berkunjung ke negara ini, pantai menjadi salah satu incarannya. Sehingga, Timor Leste bisa menjadi pilihan destinasi liburan.

Nah, ketika ke sana bagaimana ya dengan mata uang yang digunakan untuk berbelanja, masuk ke tempat wisata dan lainnya? Ternyata Timor Leste menggunakan dollar Amerika Serikat (AS). Bisa dikatakan, saat ini dollar AS menjadi mata uang resmi Timor Leste dan sudah berlaku.

Baca juga: Anak Usaha Telkom Telkomcel Buat Aplikasi MyTimor, Mirip Gojek dan Grab di Timor Leste

Baca Juga :  Luar Biasa, Raja Ampat & Bali Masuk Kategori 5 Pulau Terbaik Asia

Hal ini disampaikan secara resmi bank sentral Timor Leste yakni Banco Central de Timor Leste pada Sabu (16/11/2022). Para pelancong yang mampir ke Timor Leste tidak perlu repot menukar mata uang lain karena dollar AS bisa untuk pembayaran tunai.

Dilansir dari berbagai laman sumber, sejak 10 November 2003 Banco Central de Timor-Leste mengeluarkan koin yang dikenal sebagai “centavos” yang dicetak khusus untuk digunakan di negara tersebut. Ada koin yang dicetak dengan tahun penerbitan 2003, 2004, 2005, 2006, 2011, 2012, 2013 dan 2017.

Sedangkan mata uang kertas yang digunakan yakni dollar AS. Adapun beberapa macam denominasi uang koin yang dikeluarkan oleh Timor Leste yakni 1 centavo, 5 centavos, 10 centavos, 25 centavos, 50 centavos, 100 centavos, dan 200 centavos.

Baca Juga :  Vatikan Negara Mungil, Jalur Keretanya Pun Terpendek di Dunia

Baca juga: 300 Rumah Instan Sehat Dibangun di Perbatasan Timorleste

Pasti banyak yang bertanya, 1 centavos berapa rupiah? Centavos memiliki nilai yang setara dengan sen AS. Yang mana 100 centavos setara dengan 100 sen AS. Untuk diketahui, sebelum berpisah dengan Indonesia, negara ini masih menggunakan rupiah sebagai mata uangnya.

Kemudian setelah terpisah dan mengubah nama Timor Timur menjadi Timor Leste, negara ini kemudian menggunakan dollar AS sebagai mata uang sah mereka. Dollar AS sendiri dipilih Timor Leste sejak tahun 2000 dengan dikeluarkannya Regulation 2000/7 pada 24 Januari 2000.

Baca Juga :  Pantai Napabale, Kepingan Surga Sulawesi Tenggara yang Menyimpan Cerita Bajak Laut

Baca juga: Rakyat Semakin Menjerit, Angka Kemiskinan di Indonesia Terus Melejit!

Aturan tersebut berbunyi, bahwa semua transaksi resmi harus menggunakan dollar AS. Namun begitu, masyarakat masih diperbolehkan menggunakan mata uang lain yang juga masih beredar cukup banyak seperti rupiah, bath (Thailand), escudo (Portugis) dan dollar Australia.

Saat itu, UNTAET (PBB) dan pemerintahan transisi Timor Leste beralasan, dollar AS dipilih karena mata uang tersebut stabil dan kuat serta diterima di seluruh dunia. Keputusan itu kemudian disahkan oleh National Concultative Council (NCC) yang wewenang dan tugasnya mirip dengan MPR RI di Indonesia.

Continue Reading

Culture

Mie Kocok, Makanan Berkuah Legendaris Bandung

Published

on

Mie kocok Bandung, makanan legendari dengan cita rasa nusantara. Foto: Wikipedia

Jawa Barat memiliki ragam kuliner yang banyak varian. Bahkan bisa dikatakan, setiap kota di Jawa Barat punya ciri khasnya tersendiri. Seperti di Bandung yang terkenal dengan mie kocoknya. Ternyata ada sejarahnya kenapa diberi nama mie kocok.

Memiliki cita rasa yang melegenda, mie kocok ini bisa disantap oleh siapa pun baik itu anak-anak maupun orang tua. Menjadi makanan ciri khas kota Bandung, mie kocok sudah ada sejak tahun 1958 silam.

Baca juga: Hidangan Lezat Nasi Ulam Khas Betaw

Nama mie kocok sendiri diambil dari proses pembuatanya dengan cara mengocok-ngocok mie dan tauge dalam wadah logam bolong-bolong bergagang sambil dicelupkan ke dalam air panas sampai layu. Ini lah kenapa disebut sebagai mie koco.

Baca Juga :  Keluar dari Red List Inggris, Kunci Kebangkitan Sektor Pariwisata Indonesia

Hidangan mie kocok terdiri dari mie kuning, irisan kikil atau kaki sapi, tauge, bakso, irisan seledri, daun bawang, bawang goreng dan disiram dengan kuah kaldu sapi kental. Karena memiliki kuah kaldu yang kental, ini membuat rasanya lebih gurih dari bakso.

Baca juga: Ini Sejarah Semur Jengkol yang Jadi Makanan Legendaris Masyarakat Betawi

Mie yang digunakan adalah mie kuning gepeng yang bertekstur lebih lembut. Untuk menambah cita rasa saat menikmati mie kocok, biasanya akan menambahkan kecap manis dan sambal.

Untuk menikmati sajian legenda Bandung ini, mycity.co.id merangkum dari berbagai laman sumber, beberapa tempat makan mie kocok yang legendaris.

Baca Juga :  Hari Ini, Jokowi Keliling Bali & Sulawesi Tenggara

Baca juga: Balai Kota Bandung dan Sejarah Tempo Dulu

Mie Kocok Persib
Namanya seperti persatuan sepak bola Bandung, mie kocok ini berlokasi di depan Stadion Sidolig, Bandung. Warung yang satu ini sudah berdiri sejak tahun 1963. Harga seporsi mie kocok di warung ini Rp30 ribu

Mie Kocok Cepay
Sudah ada sejak 40 tahun silam, mi kocok ini berada didua lokasi yakni Gor Padjajaran dan Jalan Samiaji.

Mie Kocok Dadeng
Memiliki lokasi di Jalan Banteng No.67, mie kocok ini dikenal sejak tahun 1960.

Mie Kocok Nanang Tea
Terbilang muda, karena berdiri sejak tahun 90-an. Memiliki lokasi di Jalan Ternate, No 2, Citarum, Kota Bandung.

Baca Juga :  Giat Pelatihan Potensi SAR Digelar di Wilayah Sulawesi Tenggara

Mie Kocok Kebon Jukut
Mie kocok yang satu ini cukup menarik perhatian karena pembelinya yang selalu mengantre. Memiliki rasa yang lezat, mie kocok ini berlokasi di Jalan Kebon Jukut No 3, Babakan Ciamis, Kota Bandung.

Terkait mie kocok ini bagaimana sih kata pengunjung? Mycity.co.id mewawancarai salah seorang pengunjung di warung mie kocok. Yosephin mengatakan, rasa mie kocok biasa saja. Tetapi rasa kuahnya cukup melekat dan lebih memilih makan dengan nasi dibandingkan dengan mie.

“Saya lebih suka mie kocok bagian daging dan kuah. Rasa kuahnya cukup nikmat dan kalau makan dengan nasi lebih sedap,” ungkapnya.

Continue Reading
Advertisement

Trending