Connect with us

CityView

Pujakusuma Adu Nasib di Ujung Pulau Sumatera

Published

on

Sumatera Selatan, Lampung (istimewa)

Pujakesuma atau Putera Jawa keturunan Sumatera banyak tersebar di wilayah Lampung. Setelah transmigrasi besar-besaran pada tahun 1950, banyak dari mereka mengadu nasib dengan berladang dan berternak untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Kini banyak pula dari mereka yang mulai membangun membangun usaha.

Para transmigran dari suku Jawa yang berada dilampung membawa dampak meningkatnya suku jawa yang mendiami wilayah lampung dibandingkan suku asli lampung sendiri. Menurut katada.co.id suku jawa menempati posisi pertama terbanyak di Indonesia sekitar 40,22 persen diikuti suku Sunda dan Batak.

Menurut hasil penelitian dari laman lib.ui.ac.id, populasi Suku Jawa di Provinsi Lampung di tahun 2000 mencapai 61,8% dari total penduduk yang ada. Sementara itu, penduduk yang asli Lampung hanya 11,9% saja, menjadikan suku jawa lebih mendominasi wilayah lampung.

Baca juga: Nikmatnya Kopi Durian Lampung, Kopi Peningkat Libido Lelaki

Menurut satu dari transmigran suku jawa di lampung mengaku mereka berpindah dari Jawa dikarenakan keadaan ekonomi yang tak memungkinkan pada jaman dahulu ditambah jumlah penduduknya yang lebih besar daripada daerah lain sehingga mereka diharuskan transmigrasi ke daerah Sumatra oleh pemerintah.

“Di Blitar ekonominya lagi gak bagus pada saat itu, saya pindah ke seputih banyak bareng sama saudara-saudara. Itu saya diajak sama saudara saya awalnya, disana kita dikasih 2 hektar tanah yang masih bentuk hutan sama pak presiden Suharto. Lalu, kita buat rumah dari kayu dan kebun.” Ujar mbah Romijah.

Baca juga: Wisata Gajah di Taman Nasional Waykambas Lampung Timur

Jika kita lihat kembali ke belakang Pada tanggal 12 Desember 1950, pemerintah RI untuk pertama kalinya setelah merdeka, memindahkan penduduknya sebanyak 23 kepala keluarga ke daerah Lampung. Tanggal itu diperingati sebagai hari Bakti Transmigrasi.

Transmigrasi saat itu memiliki tujuan untuk memeratakan jumlah penduduk, mengurangi angka pengangguran, meningkatkan kesejahteraan warga transmigrasi, meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara dan menjaga wilayah NKRI.

Pada tahun 1962 dimana ada pristiwa alam besar yang sulit dilupakan oleh masyarakat pulau Jawa. Terjadinya letusan Gunung Merapi dan Gunung Agung, mengakibatkan pemerintah Republik Indonesia membuat keputusan untuk kembali mengirimkan sebagian penduduk pulau Jawa bertransmigrasi.

Baca juga: 5 Pantai Keren di Lampung yang Tak Boleh Kamu Lewatkan

Program pembangunan jangka panjang tahap 1 di jaman orde baru berhasil memindahkan 1,4 juta kepala keluarga atau sebanyak 7 juta jiwa yang berasal dari Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Barat. Sejarah mengenai jejak transmigrasi ini diabadikan pada Museum Nasional Ketransmigrasian di Desa Bagelan, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung yang buka pada pukul 08.00-15.00 WIB.

Di zaman ini bukan atas suruhan dari pemerintah, melainkan banyak orang yang melakukan transmigrasi untuk memperbaiki kehidupan mereka sebelumnya ke kota atau pulau lain.

Advertisement

CityView

Masa Depan Bisnis Wisata di Tahun 2023 Cerah

Published

on

Masa depan pariwisata Indonesia di tahun 2023 cerah. (kompas)
Masa depan pariwisata Indonesia di tahun 2023 cerah. (kompas)

mycity.co.id – Pertumbuhan ekonomi nasional di tahun 2023 mendatang menjadi perhatian sejumlah lembaga keuangan dunia. Lembaga dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 0223 cukup baik.

“Berbagai lembaga dunia, baik itu OECD, IMF, World Bank, ADB (Asian Development Bank) itu memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kita antara 4,7 sampai 5,1% di tahun depan,” ujar Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Ia menjelaskan proyeksi tersebut didasarkan pada peningkatan penanganan risiko COVID-19 dan percepatan vaksinasi yang relatif baik, dukungan fungsi APBN fiskal sebagai shock absorber, harga-harga komoditas yang tinggi, dan sukses presidensi G20 yang meningkatkan kredibilitas Indonesia di pasar internasional.

“Kemudian yang kedua, tentu kita memperhatikan lingkungan geopolitik global, inflasi global, scarring effect terhadap inflasi, kemudian cuaca ekstrem, dan terkait dengan inflasi,” tambahnya.

Oleh sebab itu, Airlangga memperkirakan inflasi dapat terkendali di angka 5,34 sampai 5,5% sampai akhir tahun. Sebelumnya, inflasi Indonesia tercatat di angka 5,9%, 5,72%, dan terakhir 5,34%.

Pariwisata Indonesia di Tahun 2023 Cerah

Di sisi lain, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno tetap optimistis terkait pariwisata Indonesia di tahun 2023.

Dia menyatakan, di tengah kondisi ketidakpastian global, Sandi optimistis pergerakan wisatawan nusantara bisa tercapai 1,2 hingga 1,4 miliar pergerakan.

“Optimis, kita bisa mencapai target pergerakan wisatawan Nusantara 1,2 sampai 1,4 miliar pergerakan wisata nusantara,” kata Sandiaga Uno dalam siaran langsung Profit CNBC Indonesia TV.

Sandi juga menyatakan kunjungan wisatawan mancanegara yang akan dibidik untuk ambang batas bawah berada di angka 3,6 juta kunjungan. Batas atas 7,2 juta kunjungan. Di mana angka tersebut juga merupakan dua kali lipat dari target kunjungan pada tahun 2022.

“Optimis kita bisa menarik wisatawan yang lebih berkualitas dan berkelanjutan. Dan sangat optimis untuk penciptaan 4,4 juta lapangan kerja baru di tahun 2024,” ujarnya.

Sandi menyampaikan, pihaknya saat ini tengah Menyusun paket bangga berwisata di Indonesia. Hal ini melihat dari banyaknya generasi muda yang mulai mengambil ancang-ancang menyiapkan liburan. Namun, lanjut dia, banyak dari mereka yang ternyata belum mengetahui destinasi wisata menarik di Indonesia.

Oleh karena itu, untuk memaksimalkan pergerakan wisatawan nusantara yang ditargetkan 1,2 sampai dengan 1,4 miliar pergerakan atau perjalanan wisata nusantara, Kemenparekraf telah meluncurkan program Beti Dewi (Beli Kreatif Desa Wisata).

Continue Reading

CityView

Kontroversi Ikan Mujair, Bagaimana dengan di Danau Rawa Babon?

Published

on

Danau Rawa Babon : Guntur Ramadhan

Danau Rawa Babon : Guntur Ramadhan

Mycity.co.id Ikan merupakan sumber protein hewani yang diperlukan tubuh. Namun, memakan ikan yang mengandung kontaminan dapat menyebabkan kontaminan tersebut menumpuk di dalam tubuh manusia.

Konsumsi ikan yang terkontaminasi dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko penyakit pada orang dewasa, tetapi bisa sangat berbahaya bagi anak-anak dan bayi karena tubuh mereka masih berkembang.

Contohnya Ikan Mujair, ikan ini dapat memakan kotorannya sendiri atau kotoran hewan lain. Kotoran tersebut merupakan sumber bakteri, kuman, dan parasit yang tidak terlihat.

Ikan yang memakan kotorannya berisiko terkontaminasi. Walaupun sudah dicuci dan dimasak secara higienis, tidak menutup kemungkinan ikan tersebut dapat menimbulkan penyakit.

Danau rawa babon merupakan rawa yang di dalam airnya cukup banyak yang memancing saat siang dan sore hari.

Salah satu pemancing berhasil diwawancarai oleh mycity.co.id pada (1/12/2022) mengatakan, ikan air tawar disana masih layak di konsumsi.

“Menurut saya ikan mujair disini aman-aman aja sih, dirumah aja kadang saya makan ikan mujair hasil tangkapan saya,” katanya.

Pemancing tersebut juga mengungkap cara membersihkan ikan mujair sebelum dimasak.

“Cara nyucinya mah gampang,cuci ikan nya kalo bisa 2 kali, keluarin kotorannya, sama tulangnya juga diambil(dibuang),” Ungkapnya.

Mari kita jaga lingkungan kita agar tetap aman dan bersih. Khususnya Danau Rawa Babon supaya ikan-ikan disini tidak terkontaminasi.

Itu sebabnya harus ada upaya untuk melestarikan danau. Kita menunggu kapan dan siapa yang akan menjaga kelestarian danau tersebut, karena kita harus berusaha turun tangan untuk menjaga keberadaan danau tersebut, terutama di lingkungan kita dalam skala kecil atau di negara kita dalam skala besar.

Tentunya hal ini membutuhkan peran semua pihak dalam pelaksanaannya, baik secara individu, di masyarakat maupun di pemerintah daerah dan pusat.

Continue Reading

CityView

5 Rekomendasi Tempat Street Food Terkenal di Korea Selatan

Published

on

Kawasan Myeongdong merupaka tempat populer bagi para turis dan terdapat banyak yang menjual street food, fashion, skincare, dan kosmetik/IVisitKorea.

Kawasan Myeongdong merupaka tempat populer bagi para turis dan terdapat banyak yang menjual street food, fashion, skincare, dan kosmetik/IVisitKorea.

mycity.co.id – Akhir-akhir ini tren dari Korea Selatan ramai digemari oleh semua kalangan terutama kalangan remaja.

Mulai dari musik korea (KPOP), drama korea (drakor) maupun fashion yang dapat menjadi inspirasi dalam hal berpakaian.

Bukan hanya itu, makanan korea pun sekarang mulai digemari oleh banyak orang. Terinspirasi dari makanan yang ada pada drakor ataupun video makan banyak (mukbang) yang ada di sosial media.

Jajanan (street food) khas korea juga tak luput dari penggemar, bahkan di Korea sendiri terdapat wilayah khusus yang menjual macam-macam street food.

Baca juga:10 Tempat Wisata Bagi Para Wibu

Ketika berlibur ke Negeri Ginseng, tidak lengkap rasanya jika tidak mendatangi tempat street food yang menjual banyak jajanan khas yang mungkin jarang ada di tempat lain.

Dilansir mycity.co.id dari berbagai laman media, berikut rekomendasi tempat street food yang terkenal di Korea Selatan:
1. Myeongdong
Myeongdong menjadi salah satu tempat street food di Korea Selatan yang kerap dikunjungi oleh para pelancong. Kawasan ini menyajikan beragam street food khas Korea Selatan dan kekinian, seperti tteokbokki, odeng, bunggeopang, gyeranppang, dan masih banyak lagi.

Bukan hanya makanan, toko kosmetik dan fashion juga banyak ditemui di Myeongdong, sehingga pengunjung tidak perlu jauh berpindah tempat jika ingin shopping.

Kawasan Myeongdong ini memang menjadi kawasan turis, sehingga tidak heran jika banyak ditemukan street food halal yang dijual pada kawasan ini.

2. Dongdaemun Market

Dongdaemun Market merupakan pasar yang menjual berbagai street food dan kebutuhan/Busy Tourits.

Dongdaemun Market merupakan pasar yang menjual berbagai street food dan kebutuhan/Busy Tourits.

Dibuka pada tahun 1905, Dongdaemun Market menjadi salah satu pasar terbesar di Korea Selatan yang menawarkan berbagai kebutuhan.

Selain itu, terdapat aneka street food khas Korea Selatan yang rasanya sangat lezat dan harganya terjangkau. Pasar ini juga dikenal sebagai pusat grosir dan eceran, sehingga cocok untuk mencari oleh-oleh atau kebutuhan lainnya.

Baca juga: Sister City, Kota Kembar Antara Jepang dan Indonesia

3. Namdaemun Market
Namdaemun Market merupakan pasar yang menjual banyak ragam street food khas Korea. Mulai dari yang asin atau pedas seperti, tteokbokki, odeng, corndog, hingga yang manis seperti hotteok yang merupakan pancake goreng berisi kacang-kacangan dan gula.

Namdaemun Market buka pada pagi dan malam hari. Pasar ini juga cocok untuk mencari oleh-oleh karena bisa menemukan beragam hal tentang Korea.

Salah satu stan street food korea yang ada di Namdaemun Market/Alamy.

Salah satu stan street food korea yang ada di Namdaemun Market/Alamy.

4. Hongdae
Kawasan Hongdae terletak di pusat kota Seoul, dan menjadi tempat yang cukup popular, karena tempat ini merupakan kawasan anak muda di Seoul.

Di sepanjang jalan Hongdae banyak terdapat stan makanan yang menjual street food khas Korea.

Mulai dari makanan tradisional Korea seperti tteokbokki, odeng, hingga makanan yang lebih kekinian. Selain itu juga terdapat street food yang terbuat dari daging maupun seafood seperti udang kepiting, cumi-cumi dan masih banyak lagi.

Tak hanya menjadi pusat kuliner yang terdiri dari street food dan kafe-kafe berkonsep lucu dan unik. Kawasan Hongdae menjadi pusat anak muda untuk berkreasi dengan seni yang sering ditampilkan di jalanan.

Di sekitar kawasan Hongdae juga banyak berdiri kampus, sehingga Hongdae dipenuhi oleh kalangan muda-mudi Korea.

Kawasan Hongdae merupakan kawasan anak muda di Seoul dan menjual banyak street food/Creatrip.

Kawasan Hongdae merupakan kawasan anak muda di Seoul dan menjual banyak street food/Creatrip.

Baca juga: Kampung Tokyo, Desa Wisata Rasa Jepang di Bogor

5. Gwanjang Market

Gwanjang Market merupakan salah satu pasar tertua di Seoul yang menjual berbagai Street food/SilveKris.

Gwanjang Market merupakan salah satu pasar tertua di Seoul yang menjual berbagai Street food/SilverKris.

Gwangjang Market merupakan salah satu pasar tertua yang terletak di Seoul dan masih beroperasi sampai saat ini. Gwangjang Market dipenuhi oleh berbagai macam makanan serta budaya nasional Korea.

Beberapa street food Korea dapat ditemukan di Gwanjang Market, salah satunya adalah mayak kimbap. Mayak kimbap merupakan makanan yang paling terkenal dan favorit di pasar ini.

Mayak kimbab terdiri dari nasi yang dibumbui dengan minyak wijen, diisi wortel, acar lobak, kemudian digulung dengan rumput laut.

Selain mayak kimbap, makanan lain yang terkenal di Gwangjang Market adalah bindaetteok, yaitu pancake gurih yang terbuat dari kacang hijau serta berbagai macam sayuran dan daging.

Continue Reading
Advertisement

Trending