Connect with us

Internasional

Presiden Prancis Emmanuel Macron Asyik Gendong Bayi & Susuri Jalan Bali

Published

on

Presiden Prancis Emmanuel Macron. (Istimewa)

Ada beragam kejadian unik yang mewarnai perhelatan KTT G20 di Bali. Satu di antaranya dilakukan oleh Presiden Prancis, Emmanuel Macron.

Seusai pertemuan KTT G20 hari pertama, Selasa (15/11/2022), Macron tampak jalan santai menyusuri Bali dengan didampingi banyak ajudan.

Baca Juga :  Mendarat di Indonesia, Olga Vasyliv Kritik Panitia Miss Grand International 2022

Kunjungan Macron pun menyorot perhatian warga lokal yang sedang ada di lokasi.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Mendadak Gunduli Rambut, Ternyata Ini Alasannya

Tampak banyak warga sekitar mengatakan “Halo, sir” kepadanya dengan nada girang. Macron pun merespons mereka yang menyambutnya dengan lambaian tangan dan senyum semringah.

Baca Juga :  Lawar, Kuliner Tradisional Bali Jadi Simbol Pemersatu

Dalam salah satu cuplikan video, Macron yang mengenakan kemeja putih dengan lengan yang digulung setengah, terlihat menggendong seorang bayi perempuan memakai penutup kepala berwarna merah marun.

Macron bahkan sempat mencium pipi sang bayi dengan senyum lebar terpampang pada wajahnya.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Dorong Asia Timur Perkokoh Fondasi Perdamaian Indo-Pasifik

Macron juga menyapa sejumlah warga lainnya yang ada di lokasi tersebut.

Baca Juga: Survei Capres LSJ: Prabowo Teratas, Ganjar dan Anies Merangkak Naik

“Ramah sekali presiden Prancis ini,” kata seorang netizen.

Internasional

Sesuai Janji, Anwar Ibrahim Tak Akan Ambil Gaji Perdana Menteri

Published

on

Pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan, telah mendapatkan mayoritas di parlemen untuk membentuk pemerintahan baru (DW)

Mycity.co.id – Pemilihan umum ke-15 Malaysia telah berakhir. Datuk Seri Anwar Ibrahim dari Pakatan Harapan (PH) sekarang menjadi Perdana Menteri ke-10 negara tersebut. Sesuai janji yang ia ucapkan ketika berkampanye, Anwar tidak akan mengambil gajinya sebagai perdana menteri.

Hal ini tertuang dalam pernyataan pers pertama Anwar sebagai Perdana Menteri Malaysia yang ia rilis pada Kamis (24/11/2022). Pada poin ke-7 pernyataan pers itu, Anwar mengaku tetap menolak untuk menerima gaji sebagai Perdana Menteri.

Ada 8 poin yang termuat dalam pernyataan pers pertama Anwar ini. Yang pertama adalah komitmen mempertahankan Bahasa Melayu, agama Islam sebagai agama resmi negara dan kedudukan Raja-Raja Melayu, hak keistimewaan kaum Melayu tanpa meminggirkan hak kaum Cina, India, suku kaum Sabah dan Sarawak serta Orang Asli.

Baca Juga :  Video Tentara Ukraina Siksa Tawanan Perang Rusia Viral di Dunia Maya

Poin kedua, pemerintahan dibentuk dengan dukungan padu dan mantap dari tiga gabungan terbesar yakni Harapan, Barisan Nasional, dan Gabungan Parti Sarawak. Poin ketiga, kerajaan akan menjamin dan menjaga hak semua rakyat Malaysia, khususnya golongan yang terpinggir dan melarat tanpa kira bangsa dan agama Poin 4, fokus nomor satu saat ini adalah agenda pengukuhan ekonomi.

Poin ke-5 melawan rasuah dan penyelewengan secara serius dan habis-habisan dengan menggerakkan agenda reformasi tatakelola pemerintahan. Dan yang terakhir, Anwar memutuskan Senin (28/11/2022) sebagai hari libur nasional.

Baca Juga :  Mendarat di Indonesia, Olga Vasyliv Kritik Panitia Miss Grand International 2022

Setelah resmi menjadi Perdana Menteri Malaysia, sejumlah musuh politiknya menyampaikan selamat pada Anwar. Di antara mereka adalah presiden MCA Datuk Seri Dr Wee Ka Siong, presiden Pejuang Datuk Seri Mukhriz Tun Dr Mahathir, ketua Sabah Barisan Nasional (BN) Datuk Seri Bung Moktar Radin, sekretaris jenderal UMNO Datuk Seri Ahmad Maslan dan wakil Parti Sosialis Malaysia (PSM) ketua S. Arutchelvan.

Dia juga mengatakan menghormati keputusan Yang Mulia untuk pembentukan pemerintah persatuan untuk mengembangkan ekonomi untuk kesejahteraan rakyat. “Mudah-mudahan, di bawah kepemimpinan Perdana Menteri yang baru, kita bisa memberantas politik balas dendam dan menghindari perpecahan dalam masyarakat majemuk,” katanya, seperti dikutip dari Bernama.

Baca Juga :  Jokowi: Saatnya Indonesia Memimpin Negara-Negara Terkaya di Dunia

Sementara itu, Mukhriz berharap pembentukan pemerintahan baru yang terdiri dari Pakatan Harapan, BN, Gabungan Parti Sarawak dan partai-partai lain akan menstabilkan situasi setelah lebih dari dua tahun gejolak politik. “Pejuang berdoa agar pemerintah di bawah kepemimpinan Anwar mendorong Malaysia keluar dari gejolak ini dan menghidupkan kembali negara ini, sehingga mengembalikannya ke jalurnya,” katanya dalam sebuah pernyataan hari ini.

Continue Reading

Internasional

Anwar Ibrahim Minta Suku Melayu, China, dan India Tak Pecah Belah

Published

on

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim meminta agar tidak ada perpecahan suku di negaranya. Ucapan itu diberikan usai ada retorika negatif terkait suku-suku setelah pemilu Malaysia 2022/AFP

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim meminta agar tidak ada perpecahan suku di negaranya. Ucapan itu diberikan usai ada retorika negatif terkait suku-suku setelah pemilu Malaysia 2022/AFP

mycity.co.idPerdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim meminta agar tidak ada perpecahan suku di negaranya. Ucapan itu diberikan usai ada retorika negatif terkait suku-suku setelah pemilu Malaysia 2022.

Anwar Ibrahim yang unggul dalam pemilu meminta agar tidak ada lagi retorika yang bisa memecah kerukunan suku Melayu, suku China, suku India, maupun suku dari wilayah Sabah dan Sarawak.

Baca Juga :  Jokowi: Saatnya Indonesia Memimpin Negara-Negara Terkaya di Dunia

Lebih lanjut, politisi senior itu menyebut retorika itu dipanas-panasi oleh orang-orang yang kepentingannya terdesak di tengah pemilu. Retorika itu dinilai mengganggu upaya membangun pemerintahan.

“Saya bimbang melihat sentimen dan retorik perkauman yang terus diapikan oleh segelintir pihak yang terdesak dan berkepentingan terutamanya di saat penting seperti sekarang,” ungkap Anwar Ibrahim melalui Facebook resminya, dikutip mycity.co.id, Jumat (25/11/2022).

Baca Juga :  Mendarat di Indonesia, Olga Vasyliv Kritik Panitia Miss Grand International 2022

Ia pun menegaskan agar pemilu tidak berakhir dengan kekacauan antar-suku, dan bahwa semua suku di Malaysia adalah bersaudara.

“Usaha dan ikhtiar dalam menubuhkan kerajaan yang bertanggungjawab dan stabil tidak seharusnya berakhir dengan kekacauan kerana kaum Melayu, China, India, Orang Asli, suku kaum Sabah dan Sarawak adalah bersaudara sebagai manusia dan rakyat Malaysia yang cintakan keamanan,” tegas Anwar Ibrahim.

Baca Juga :  Israel Jalin Kerja sama dengan Pemerintah Palestina

Anwar lantas meminta agar pemimpin kepolisian Malaysia bersikap tegas agar retorika SARA tersebut tidak digunakan di perpolitikan Malaysia.

Aliansi politik Pakatan Harapan yang dipimpin Anwar Ibrahim berhasil unggul di pemilu Malaysia dengan 83 kursi di parlemen. Namun, ia belum pasti menjadi perdana menteri, sebab partainya belum meraih mayoritas. Muhyiddin Yassin pun masih terus membangun koalisi agar menjadi mayoritas.

Continue Reading

Internasional

PM Malaysia Sempat Trending di Medsos

Published

on

Anwar Ibrahim telah resmi menjadi Perdana Menteri Malaysia ke-10, Kamis (24/11/2022). Setelah negosiasi berhari-hari dan di tengah-tengah ketidakpastian politik,/AFP

Anwar Ibrahim telah resmi menjadi Perdana Menteri Malaysia ke-10, Kamis (24/11/2022). Setelah negosiasi berhari-hari dan di tengah-tengah ketidakpastian politik,/AFP

mycity.co.idAnwar Ibrahim telah resmi menjadi Perdana Menteri Malaysia ke-10, Kamis (24/11/2022). Setelah negosiasi berhari-hari dan di tengah-tengah ketidakpastian politik, akhirnya Raja Malaysia memutuskan untuk menunjuk perdana menteri baru setelah bertemu dengan konferensi penguasa.

Melansir Malaysia Kini, sosok Anwar Ibrahim pun resmi menggantikan Perdana Menteri Ismail Sabri Yaakob dan menjabat menjadi Perdana Menteri ke-10.

Baca Juga :  Brasil Capai 1 Juta Kasus Covid-19

Pelantikan pun digelar di Istana Negara dan di depan Raja Malaysia yaitu Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah.

Dalam pelantikan tersebut, Anwar juga membacakan sumpah jabatan sebagai PM Malaysia pada sore hari waktu setempat.

“Saya, Anwar Ibrahim setelah ditunjuk untuk memegang jabatan Perdana Menteri, bersumpah dengan sungguh-sungguh bahwa saya akan dengan jujur menjalankan tugas jabatan saya dengan segala upaya saya dan bahwa saya akan mengabdikan kesetiaan saya yang sejati kepada Malaysia,” kata Anwar ketika membaca sumpah jabatan.

Baca Juga :  Israel Jalin Kerja sama dengan Pemerintah Palestina

Terpilihnya Anwar menjadi Perdana Menteri Malaysia juga disambut baik oleh publik terutama warganet yang bersyukur dengan terpilihnya dia sebagai Perdana Menteri Malaysia saat ini.

“Saya suka bagaimana Anwar Ibrahim tidak menghabiskan waktu untuk mengganti bio Twitternya yang menyatakan bahwa dia sekarang adalah PM ke-10 Malaysia,” tulis akun Twitter @sadhosays.

Baca Juga :  Video Tentara Ukraina Siksa Tawanan Perang Rusia Viral di Dunia Maya

“Siapapun yang jadi PM Malaysia harini, itu akan menjadi situasi yang sulit baginya untuk bermanuver,” kata @karmenlunarx.

“Salam dan selamat dato, semoga dilimpahkan kesehatan sehingga bisa melayani kami dengan kemampuan terbaik buat kerja biar setara dengan gaji pls!! Juga skrng takde kabinet lagi, tapi saya harap Anda dan tim dapat melakukan sesuatu tentang ini,” tulis akun @brskaaa___.

Continue Reading
Advertisement

Trending