Connect with us

Internasional

Presiden Iran Nilai Kehadiran AS di Afghanistan Hanya Timbulkan Kehancuran

Published

on

Mengutip pangkalan informasi kepresidenan, Presiden Republik Islam Iran Hujjatul Islam Sayyid Ibrahim Raisi datang ke Tajikistan pada Kamis sore, bertemu dengan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan membahas tentang hubungan kedua negara karena sejarah dan budaya.

 Selama pertemuannya dengan PM Pakistan, Ibrahim mengatakan bahwa seharusnya kami tidak membiarkan hasutan dan kenakalan orang asing mempengaruhi hubungan baik ini.

“Sejarah 20 tahun pasukan AS dan Barat di Afganistan tidak memiliki konsekuensi selain penghancuran, pemindahan dan pembunuhan lebih dari 35.000 anak-anak Afganistan, ribuan pria dan wanita Afganistan,” kata Presiden Iran Sayyid Ibrahim Raisi.

Dia menilai penarikan pasukan Amerika adalah kesempatan bersejarah untuk membentuk pemerintahan demokratis di Afghanistan dan untuk membawa perdamaian ke negara tersebut.

Baca Juga :

  1. Menteri Luar Negeri Prancis: Taliban Berbohong, Kami Tidak Mengakui Pemerintahan Baru
  2. Jokowi Berikan Bonus untuk Atlet Peraih Medali Paralimpiade Tokyo 2020
  3. Cerita Ayah Chandra Liow Buat Deddy Corbuzier Menangis

Dia mengatakan bahwa ada kapasitas yang utuh dan berharga di Iran dan Pakistan untuk memperluas hubungan baik. Republik Islam Iran bertekad untuk mempromosikan hubungan dan kerja sama regional, terutama dengan negara-negara tetangga, dan Pakistan memiliki tempat khusus dalam hal ini.

Merujuk pada panjangnya perbatasan antara kedua negara dan kemampuan untuk memperluas interaksi ekonomi di wilayah perbatasan, Presiden mengatakan bahwa membangun keamanan di wilayah perbatasan dapat mengaktifkan kapasitas signifikan wilayah ini untuk pertukaran ekonomi, perdagangan dan berkontribusi pada kemakmuran dari daerah-daerah ini

Raisi melanjutkan percakapannya dengan Perdana Menteri Pakistan, menerima permintaannya untuk mengadakan pertemuan bersama tentang perkembangan di Afghanistan.

“Kita harus mencoba untuk membentuk pemerintahan di Afghanistan yang mencakup semua kelompok etnis dan muncul dari kehendak rakyat negeri ini. Kunci untuk memecahkan masalah Afghanistan adalah membentuk pemerintahan yang inklusif dan mencegah campur tangan asing dalam urusan,” kata Raisi.

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan dalam pertemuan ini, yang berlangsung di kediaman Presiden negara Iran, memuji posisi konstruktif dan sikap persaudaraan Republik Islam Iran terhadap Pakistan dan mengatakan bahwa adanya kerja sama antara Iran dan Pakistan khususnya di bidang transportasi, yakin dengan meningkatkan kerja sama antara dua Negara akan memiliki efek regional dan global yang positif.

“Afghanistan akan aman dan terjamin untuk kepentingan semua negara di kawasan dan dunia,” kata Imran Khan.

Imran Khan menyatakan bahwa Iran dan Pakistan harus bekerja erat dan berinteraksi satu sama lain agar Afghanistan berhasil melewati tahap pembangunan negara dan pembentukan pemerintahan yang inklusif.

Internasional

Jokowi: Saatnya Indonesia Memimpin Negara-Negara Terkaya di Dunia

Published

on

Jokowi di Presidensi G20
Jokowi di Presidensi G20

Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi), ingin ajang G20 dimanfaatkan Tanah Air sebagai ajang untuk menunjukkan kepemimpinan di mata dunia.

“Sekarang ini kita memimpin negara-negara terkaya dunia untuk membangun dunia yang lebih baik, yang lebih berkeadilan bagi kita semua, bagi masyarakat masa depan dunia,” kata Jokowi saat memberikan sambutan dalam Pembukaan Kongres IV Persatuan Alumni GMNI, Senin (6/12/2021).

Jokowi menganggap Presidensi G20 ini sebagai hal yang sakral. Dia mengibaratkan kerja keras Indonesia di Presidensi G20 selayaknya perjuangan Presiden Soekarn ketika mendukung negara-negara jajahan untuk memperoleh kemerdekaan.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Perjuangan itu juga diibaratkan seperti perjuangan Bung Karno dalam memimpin kedaulatan negara-negara Asia Afrika. Jokowi ingin momentum Presidensi G20 dimanfaatkan Indonesia untuk memperjuangkan kepentingan negara-negara berkembang.

“Ini sebagai momentum untuk menunjukkan kepemimpinan Indonesia di dunia internasional, kepemimpinan Indonesia untuk mewarnai arah dunia,” ujarnya.
Jokowi mengatakan, dunia yang semakin terbuka belakangan ini melahirkan gelombang globalisasi.

Sementara, globalisasi melahirkan dunia yang hiperkompetisi. Oleh karenanya, ia ingin Indonesia memenangkan kompetisi, baik dalam negeri, di pasar global, dan pasar luar negeri. Presiden ingin Indonesia menemukan cara-cara baru untuk lebih unggul dan mendahului negara lain.

Continue Reading

Internasional

Terlanjur Kaya, Orang Ini Beli 1 Kota AS

Published

on

Mark Cuban

Orang yang terlanjur memiliki harta berlebih memang terkadang melakukan hal-hal di luar nalar. Pemilik klub Dallas Maverick, Mark Cuban, membeli sebuah kota kecil Mustang di Texas.

Seperti dinukil dari CNN International, Senin (6/12/2021), Kota kecil di Texas ini hanya berpenghuni 21 orang. Menariknya, Cuban memutuskan membeli kota ini karena rekomendasi.

“Saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan dengan itu,” kata Cuban.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Hingga saat ini, belum diketahui berapa biaya yang harus dibayarkan oleh Cuban. Namun, kota ini pada tahun 2017 sempat dijual seharga 4 juta dolar AS.

Mustang sendiri merupakan lahan kosong seluas 77 hektar. Kota ini didirikan pada awal 1970-an, ketika sebagian besar wilayah ini dikenal sebagai sumber air lokal di Navarro County yang mengalami kekeringan.

Saat ini, di kota tersebut hanya ada taman trailer dan klub tari telanjang, Wispers Cabaret, yang dilaporkan dalam kondisi rusak di kota tersebut. Selain itu, menurut broker real estate Dallas Mike Turner, kota ini juga memiliki seekor buaya di salah satu kolamnya.

Dari kota ini, hanya membutuhkan waktu 45 menit ke utara menuju Kota Dalas. Disebutkan para penggemar sejarah akan senang mengetahui bahwa kota Waco hanya berjarak lebih dari satu jam berkendara ke barat daya dari Mustang.

Continue Reading

Internasional

Hubungan Memanas, Rusia Ngamuk Gegara Jet Tempur AS Wara-wiri

Published

on

Hubungan Rusia dan AS
Hubungan Rusia dan AS

Hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan Rusia memanas. Rusia mengirimkan ancaman kepada AS pada Minggu (5/12/2021) waktu setempat.

Seperti dilansir dari Reuters, Senin (6/12/2021), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menyebut penerbangan sipil di bawah ancaman karena tindakan Angkatan Udara AS di Laut Hitam. AS bersama sekutunya NATO bahkan dianggap tengah mempertaruhkan nyawa banyak warga sipil.

Hal ini terjadi akibat peningkatan intensitas penerbangan NATO di dekat perbatasan Rusia. Jumat, Pusat Kontrol Pertahanan Nasional Rusia melaporkan pesawat mata-mata AS, RC-135 dan CL-600 Artemis wara-wiri di atas Laut Hitam.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

“Ini menciptakan risiko munculnya insiden berbahaya sehubungan dengan pesawat sipil,” tulis Zakharova dimuat media Rusia TASS, Senin (3/12/2021).

Rusia sendiri menyebut jet tempur Su-30SM dan Su-27 dikerahkan untuk mencegat jet mata-mata itu. Saat itu, pesawat maskapai komersil Aeroflot tujuan Tel Avib-Moskow diminta mengubah ketinggian untuk memastikan penerbangan mereka tetap aman di atas perairan terbuka Laut Hitam.

Sebelumnya, ketegangan Rusia dengan AS dan sekutu memanas beberapa bulan ini. November lalu, Rusia mencegat sebuah pesawat Angkatan Udara Inggris yang posisinya disebut 30 kilometer (km) dari teritori negeri Vladimir Putin.

Pesawat pegintai Inggris RC-135 mencoba mendekati perbatasan Federasi Rusia di wilayah bagian barat daya semenanjung Krime,” tegas kementerian Rusia.

Rusia sendiri mengirimkan Su-30 untuk mendesaknya pergi. Rusia menyebut jet Inggris berbalik ketika jet Rusia mendekat.

Continue Reading

Trending