Connect with us

Nasional

Polisi: Pelaku Pencurian Bongkar Rumah Mewah di Jakbar Sejak Februari

Published

on

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Ady Wibowo.

Rumah mewah di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, dibongkar lantai keramik hingga perabotannya dicuri komplotan.

Para pelaku rupanya menjalankan aksi itu sejak Februari 2021.

“Sudah sejak bulan Februari dilakukan pembongkaran oleh pelaku,” ujar Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo saat dikonfirmasi, Senin (22/3/2021).

Baca Juga:

  1. Prancis Tegaskan Akan Terus Lawan Ekstremisme Islam
  2. Serukan Boikot Produk Prancis, Erdogan Ditantang Tutup Pabrik Renault
  3. Pernyataan Kontroversial Macron Soal Islam, Negara Arab Ramai-ramai Boikot Produk Prancis

Ady mengatakan pihaknya masih menyelidiki lebih lanjut terkait para pelaku. Namun, Ady memastikan para pelaku tidak pernah menyewa rumah korban.

“Sementara info pendalaman dari beberapa saksi tidak ada menyangkut sewa menyewa,” kata Ady.

Diberitakan sebelumnya, polisi memastikan bahwa rumah mewah di Kebon Jeruk, Jakbar, yang dibongkar dan isi perabotannya dicuri adalah modus pencurian di rumah kosong.

Polisi menyebut pelaku datang ke lokasi sebagai kuli bangunan yang menerima order bongkaran.

Pelaku datang ke rumah korban dengan mengaku menerima order dari pemilik rumah untuk membongkar rumah tersebut. Namun belakangan diketahui bahwa pemilik tidak pernah meminta membongkar rumahnya itu.

“Jadi ini modus pencurian rumsong (rumah kosong) dengan cara terima bongkaran rumah. Jadi orang-orang di sekitar rumahnya nggak anu, karena itu rumah kosong,” jelas Ady.

Saat ini polisi telah mengamankan lima orang pelaku telah ditangkap terkait kasus tersebut. Selain lima pelaku, satu unit truk juga sudah diamankan polisi dari kejadian itu. Saat ini polisi masih mendalami peran kelima orang tersebut.

Ady mengatakan para pelaku tidak hanya mengambil perabotan di rumah mewah itu. Para pelaku juga membongkar kusen, keramik, hingga sanitary.

Advertisement

Nasional

DPR: Pertalite Hanya untuk Motor & Angkot

Published

on

Pemerintah Indonesia segera merilis kebijakan pembatasan kendaraan yang boleh membeli bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Nantinya, beberapa kendaraan terutama mobil pribadi dilarang beli Pertalite dan Solar subsidi.

Namun, tidak semua mobil pribadi tidak boleh beli Pertalite dan Solar subsidi. Untuk mobil pribadi usulannya adalah hanya kendaraan dengan mesin 1.500 cc ke bawah yang boleh membeli Pertalite dan Solar subsidi yang termasuk sebagai Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP).

Namun, Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto tidak setuju dengan usulan tersebut. Dia menilai, BBM subsidi harusnya cuma untuk sepeda motor dan kendaraan umum. Kendaraan jenis itu yang dinilai berhak mendapatkan BBM subsidi.

Baca Juga:

  1. Memahami Four Tasks of Mouning, Tahapan Kala Berduka
  2. Kenali Apa Itu Gaslighting, Manipulasi Pikiran Secara Psikologis
  3. Kenali Relationship Red Flags, Tanda Merah Sebelum Terlambat

Soalnya, menurut Sugeng, kendaraan roda empat kebanyakan dimiliki oleh masyarakat mampu. Jadi menurutnya, kelompok masyarakat mampu yang memiliki kendaraan roda empat tidak berhak menggunakan Pertalite.

“Kita inginkan yang disubsidi hanya untuk kendaraan umum dan motor saja. Titik,” kata Sugeng seperti dikutip CNBC Indonesia, Kamis (28/7/2022).

“Itu untuk membatasi subsidi. Kenapa? Karena tidak adil, masak subsidi untuk orang yang mampu beli. Karena dengan tangki bensin yang lebih besar dari motor justru orang yang mampu beli mobil itulah yang masak disubsidi lebih besar,”

Sugeng mengatakan, pemberian subsidi yang masih berdasarkan barang atau kendaraan masih terjadi potensi tidak tepat sasaran. Oleh karena itu ia mendorong agar ke depan pemberian subsidi dapat langsung ke orang.

Continue Reading

Nasional

Jokowi Perintahkan Masyarakat Indonesia Kembali Kenakan Masker

Published

on

Presiden RI Joko Widodo

Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi), kembali memerintahkan seluruh masyarakat Indonesia untuk menggunakan masker di dalam dan luar ruangan.

“Saya juga ingin mengingatkan kepada kita semuanya bahwa Covid-19 masih ada. Oleh sebab itu, baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan, memakai masker adalah masih sebuah keharusan,” ujarnya.

Jokowi tidak menjelaskan secara spesifik alasannya kembali menganjurkan masyarakat memakai masker di luar ruangan. Namun, Jokowi menekankan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dan waspada.

Baca Juga:

  1. Begini Upaya Pemerintah Atasi PMK pada Hewan Ternak Jelang Idul Adha
  2. 5 Tradisi Unik Idul Adha di Indonesia
  3. 5 Cara Menenangkan Hati yang Gelisah Menurut Islam

“Karena emang faktanya Covid-19 itu masih ada, utamanya yang varian BA.4 dan BA.5 di semua negara. Alhamdulillah kita masih berada pada angka-angka yang masih terkendali, negara-negara lain ada yang masih di atas 100 ribu kasus hariannya,” katanya.

Pada Mei lalu, Jokowi dengan lantas mengumumkan kebijakan pelonggaran penggunaan masker. Keputusan tersebut diambil sejalan dengan penanganan pandemi Covid-19 yang semakin terkendali.

“Pemerintah memutuskan untuk melonggarkan kebijakan pemakaian masker. Jika masyarakat sedang beraktivitas di luar ruangan, atau di area terbuka yang tidak padat orang, maka diperbolehkan untuk tidak menggunakan masker,” kata Jokowi.

Namun, Jokowi menggarisbawahi pemakaian masker tetap dianjurkan saat masyarakat berada di dalam ruangan. Memakai masker juga wajib bagi masyarakat yang memiliki komorbid atau sakit.

“Masyarakat yang berkategori rentan, lansia atau ada komorbid maka saya sarankan memakai masker saat beraktivitas,” demikian Jokowi.

Continue Reading

Nasional

Pertamina Tegaskan Aplikasi MyPertamina Bukan Satu-satunya Cara Beli Pertalite

Published

on

Aplikasi MyPertamina

Pembelian BBM jenis Pertalite saat ini harus melalui aplikasi MyPertamina. Namun, Pertamina menyangkal bahwa isu yang menyebut pembelian BBM bersubsidi Pertalite cuma bisa dilakukan menggunakan aplikasi MyPertamina.

Hal itun ditegaskan oleh Coroprate SDecretary PT Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting. Dia mengatakan, mengatakan pembelian BBM bersubsidi masih bisa dilakukan dengan cara konvensional sampai saat ini.

Aplikasi MyPertamina saat ini sedang banyak digunakan masyarakat karena dipakai untuk uji coba pembelian BBM subsidi, Pertalite dan Solar, di 11 daerah pada 1-30 Juli 2022. Sebab itu, aplikasi sempat menjadi buruan masyarakat yang ingin membeli Pertalite maupun Solar.

Baca Juga:

  1. Diperiksa Kasus ‘Stupa Jokowi’, Roy Suryo Penuhi Panggilan Polda Metro
  2. Ibu Iriana, Ibu Negara Pertama yang Kunjungi Ukraina
  3. Pesan Menyentuh Sri Mulyani Kepada PNS yang Dapat Gaji ke-13 1 Juni 2022

Sejak penggunaannya meningkat banyak warga menanggapi pemakaian aplikasi yang sebagian di antaranya mengungkap respons melalui tagar #MyPertaminaUnFaedah. Tagar ini sempat trending topic di Twitter.

Rating aplikasi Android MyPertamina di Playstore saat ini 1,2 setelah 224 ribu review dan sudah diunduh lebih dari 5 juta kali. Sementara versi iOS di App Store terlihat 2,3 dari sekitar 13.400 ulasan.

Continue Reading

Trending