Connect with us

Traveling

Pesona Pacitan, Kota Pemilik 1001 Gua

Published

on

ilustrasi gua

Ketika mendengar Pacitan, yang terlintas mungkin adalah kota dengan 1001 gua. Banyaknya lubang alam berupa gua yang masuk ke permukaan tanah ini terdiri di seantero wilayah Pacitan. Makanya, Pacitan dijuluki dengan kota 1001 gua.

Tentunya, banyaknya gua di wilayah ini menajdi salah satu ciri khas daerah karst atau batuan kapur. Selain itu, apa fakta yang melingkupi Pacitan?

Pejabat senior di lingkup pemerintah kabupaten (Pemkab Pacitan), mendiang S. Endro Waluyo mencetuskan istilah ini. Pada medio 1999 hingga 2000-an. Endro dikenal juga sebagai perupa sekaligus budayawan di Pacitan.

Baca Juga:

  1. Gua Gong, Primadona Pacitan Pemilik Danau dan Ruang Misterius
  2. Berburu Sunset di Pantai Mutiara, Pantai Elit Jakarta Utara
  3. Bukan Hanya Soto, Ini 5 Destinasi Wisata Cantik di Lamongan

Munculnya sematan Pacitan ‘Kota 1001 Gua’ muncul karena ketidaksengajaan. Kala itu, dia mencetuskan istilah Kota 1001 Gua untuk Pacitan karena saking banyaknya gua di wilayah itu.

Kembali ke sebutan Kota 1001 Gua. Rupanya gagasan yang dilontarkan Endro langsung ditanggapi positif Sekda Sudjiman. Meski belum dibakukan secara hukum, namun jargon itu terus diperkenalkan di banyak kesempatan. Bahkan satu per satu tulisan juga terpampang di landmark kota.

Endro yang saat itu masih menjabat Camat Punung, Pacitan bercita-cita mempopulerkan objek wisata gua yang terdapat di Pacitan. Dua objek yang terkenal ialah Gua Gong di Desa Bomo dan Gua Tabuhan di Desa Wareng. Kedua Gua cantik tersebut berada di Kecamatan Punung.


Untuk diketahui, Gua Gong memiliki panorama khas berupa stalagtit dan stalagmit yang masih aktif. Bahkan keindahannya disebut-sebut teratas di Asia Tenggara. Sedangkan Gua Tabuhan memiliki kekhasan lain. Bebatuan di dalamnya jika ditabuh dapat menghasilkan harmoni layaknya musik gamelan.

Gayung bersambut. Pemkab Pacitan saat itu memiliki grup musik campursari ‘Bahana Loka’. Tema seputar pariwisata dan keindahan alam pun banyak menghiasi lagu-lagu pada album yang dikeluarkan. Satu di antaranya berjudul ‘Gua Gong’. Tembang ini sarat gambaran keindahan ciptaan Tuhan yang mewujud pada lukisan alam di dalam gua.

Selain Gua Gong, ada juga lagu Pacitan Kutho Pariwisata yang syutingnya di beberapa objek wisata di Pacitan.

Tertarik mengunjungi Pacitan dan mengeksplorasi gua-guanya yang cantik?

Traveling

6 Destinasi Wisata Ciamik di IKN Nusantara

Published

on

Destinasi wisata IKN Nusantara
Destinasi wisata IKN Nusantara

Secara beretahap, Pemerintah sudah memulai pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Berlokasi di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, IKN Nusantara ternyata memiliki beragam destinasi wisata ciamik.

Kepala Disbudpar Kabupaten Penajam Paser Utara, Andi Israwati di Penajam mengatakan bahwa semua potensi wisata yang ada ingin dikembangkan untuk mendorong potensi wilayah sekitar dalam menyongsong pemindahan IKN.

“Kami melakukan persiapan untuk kembangkan objek wisata seiring pindahnya IKN,” ujarnya.

Baca Juga:

  1. Make Up ‘Nyebrang’ Sunburn Blush, Sempat Trending bikin Rias Wajah Makin Natural
  2. Sejarah Kayu Cendana, Primadona Aroma Segala Aroma
  3. Mudah! Ini Cara Buat Air Mawar Di Rumah

Ia memaparkan kabupaten Penajam Paser Utara memiliki sejumlah tempat wisata yang bisa mendukung IKN Nusantara, sebab daerah berjuluk “Benuo Taka” tersebut berdekatan dengan IKN.

Senada dengan Andi, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyatakan bahwa kementriannya sedang dalam tahap persiapan pengembangan wisata di IKN. Wisata alam dan budaya akan menjadi basis konsep wisata IKN.

“Kami sudah mulai susun dan siapkan, akan ada skema penganggarannya untuk pengembangan pariwisata berdasarkan eco-tourism,” ujarnya.

MyCity telah merangkum berbagai destinasi wisata indah yang ada di sekitar IKN Nusantara.

Taman Hutan Raya Bukit Soeharto, Kutai Kartanegara

Taman Hutan Raya Bukit Soeharto, Kutai Kartanegara

Bukit Soeharto dulunya merupakan kawasan tambang batu bara yang terletak di antara Kota Balikpapan dan Samarinda. Sebelum diakuisisi menjadi taman hutan raya, tempat ini dikuasai oleh RDR pada 1982 dan diserahkan ke gubernur yang akhirnya ditetapkan menjadi hutan lindung. Maka dari itu, di kawasan ini juga terdapat Hutan Pendidikan dan Pelatihan bukit Soeharto (HPPBS) Universitas Mulawarman.

Kawasan ini dipenuhi berbagai jenis flora dan fauna. Beruang madu, macan dahan, landak dan orang utan merupakan beberapa jenis fauna yang menghiasi bukit ini. Selain itu, terdapat pelayanan kesehatan, translokasi, dan reintroduksi orang utan ke habitat yang aman di tempat ini. Beberapa tanaman seperti kapur, kayu tahan, mahang, mengkungan, nyatoh dan lainnya juga tumbuh di Bukit Soeharto.

Pantai Tanjung Jumlai, Penajam Paser Utara

Pantai Tanjung Jumlai, Penajam Paser Utara

Pantai ini menjadi salah satu tempat dengan suasana tenang yang sangat cocok untuk melepaskan penat. Pohon kelapa serta tambak ikan milik warga setempat menghiasi sepanjang perjalanan menuju pesisir.

Berbagai kegiatan dan festival yang diselenggarakan di pantai ini juga menjadi daya tarik bagi para pengunjung, seperti acara pentas seni, family day, lomba layang-layang, juga festival band favorit. Pantai ini juga memiliki beberapa spot foto favorit, salah satunya adalah tumpukan batu dengan jejeran pohon kelapa. Aktivitas lainnya yang bisa dilakukan di pantai ini adalah melakukan olahraga air seperti banana boat atau flying fox dan berkemah.

Desa Budaya Pampang, Samarinda

Desa Budaya Pampang, Samarinda

Desa ini berisikan Suku Dayak yang berada di Pulau Kalimantan. Setelah bertahun-tahun hidup pindah tempat ke tempat untuk menyambung hidup, Suku Dayak Apokayan akhirnya memilih untuk menetap dan memutuskan untuk mulai melakukan kegiatan masyarakat pada umumnya, seperti gotong royong, panen raya, dan merayakan hari raya keagamaan. Pemerintah melihat bahwa desa tersebut memiliki kegiatan positif yang dapat dijadikan aset wisata unggulan, baik lokal maupun mancanegara.

Beberapa hiburan di desa ini adalah tarian tradisional khas Suku Dayak seperti Hudoq, Ajay Piling, Bangen Tawai, dan lainnya di Laman Adat Pamung Tawai, rumah adat Suku Dayak. Pengunjung juga dapat mengabadikan foto mengenakan pakaian sewaan adat khas Suku Dayak serta berfoto langsung dengan masyarakat Suku Dayak.

Taman Batu Bukit Sembinai, Paser

Taman Batu Bukit Sembinai, Paser

Bukit Sembinai merupakan salah satu wisata alam tersembunyi di Tana Paser. Sebagai pulau yang dahulu kala menjadi pusat pemerintahan beberapa kerajaan besar Indonesia seperti Kerajaan Kutai, mayoritas wilayahnya masih asri dengan hutan hujan tropis lebat yang mengelilinginya.

Lebatnya pepohonan dan air sungai yang jernih disuguhkan kepada pengunjung selama perjalanan menuju bukitnya. Untuk menikmati pemandangan indah dari atas Bukit Sembinai, pengunjung harus melalui perjalanan yang panjang melewati jalan berkelok dengan turunan dan tanjakan. Namun, semua usaha tersebut akan terbayarkan dengan pemandangan cantik nan asri di puncak bukit.

Selama perjalanan menuju puncak bukit, pemandangan yang disuguhkan tak kalah menarik. Sebelum sampai di bukit, akan ada gua besar bernama Haji Saini, tempat warga menyimpan harta seperti uang dan emas selama masa penjajahan. Selain itu, pengunjung akan melihat hamparan hutan hijau yang luas letak Kecamatan Batu Sopang. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan di bukit ini adalah trekking, camping dan menyusuri gua.

Bukit Bangkirai, Kutai Kartanegara

Bukit Bangkirai, Kutai Kartanegara

Menurut Indonesia Kaya, Bukit Bangkirai dulunya merupakan kawasan hutan tropis alami yang pernah mengalami kebakaran hebat sebanyak dua kali karena musim kering panjang. Dua kejadian tersebut menyebabkan kemusnahan pada sebagian besar tumbuhan, namun terdapat sebagian kecil kawasan yang selamat berisikan kelompok pohon bangkirai. Maka dari itu, kawasan tersebut dilestarikan dan diolah untuk dijadikan taman rekreasi.

Selain berbagai flora dan fauna yang dapat dinikmati pengunjung di sana, Bukit Bangkirai memiliki jembatan kanopi yang terbentang di antara pohon-pohon raksasa tinggi menjulang sebagai daya tariknya. Dibangun oleh Canopy Construction Associated pada 1998, jembatan kanopi di Bukit Bangkirai menjadi yang terpanjang kedua di Asia, dan kedelapan di dunia.

Pulau Kumala, Kutai Kartanegara

Pulau Kumala, Kutai Kartanegara

Pulau Kumala dengan luas 76 hektare ini dahulu kala merupakan lahan tidur dan semak belukar. Terletak di tengah Sungai Mahakam, pulau tersebut kini menjadi taman rekreasi yang memadukan teknologi modern dan budaya tradisional.

Sebagian areanya kini telah lengkap dengan berbagai fasilitas seperti sky tower setinggi 100 meter, kereta api mini, serta kereta gantung. Pulau Kumala juga memiliki penginapan dengan kolam renang. Selain itu, pulau ini memiliki akuarium raksasa yang menjadi rumah bagi ikan pesut dan lumba-lumba air tawar.

Continue Reading

Traveling

Taman Nasional Taka Bonerate, Surga Karang Cantik & Kawasan Terumbu Karang Ketiga Terbesar di Dunia

Published

on

Taman Laut Bonerate

Keindahan alam Indonesia tidak ada habisnya. Tak terkecuali keindahan bawah lautnya. Keindahan bawah laut merupakan salah satu daya tarik bagi wisatawan mancanegara untuk berkunjung.

Taman Laut Taka Bonerate merupakan destinasi cantik yang ada di Sulawesi Selatan dan terkenal sebagai tempat terbaik untuk menyelam, snorkeling, dan wisata bahari. Topografinya di kawasan yang menarik di mana terdapat atol yang terdiri dari gugusan pulau-pulau gosong dan karang serta terumbu karang yang luas.

Taman Laut Bonerate

Siapa yang menyangka bahwa Taman Laut Bonerate ini memang terbilang menjadi kawasan atol atau terumbu karang terbesar ketiga di dunia. Setelah adanya Kwajifein yang ada di kepulauan Marshall dan sebuah negara kepulauan yang ada di Samudera Pasifik di bagian barat serta Suvadiva di Kepulauan Maladewa, Taman Laut Taka Bonerate ini menjadi yang terbesar.

Kawasan terumbu karang yang ada disini sekitar 220.000 hektare. Sementara sebaran terumbu karangnya ada di 500 km persegi. Tentu hal ini membanggakan dimana Indonesia sebagai pemilik Taman Laut Bunaken yang bisa mengembangkannya lagi.

Tak banyak yang tahu bahwa Taman Laut Bonerate ini merupakan letusan gunung berapi yang ternyata terendam sekitar 200 meter di bawah permukaan air laut. Disinilah hidup beraneka macam tanaman laut dan menawarkan sejuta keindahan yang ada.

Menurut Departemen Kehutanan Takabonerate, objek wisata ini memiliki setidaknya 244 jenis moluska dan banyak nudibranch atau yang sering disebut dengan siput telanjang.

Taka Bonarate memiliki setidaknya lima belas pulau yang masing-masing memiliki kemampuan untuk menawan hati siapa saja. Seperti Pulau Lantigiang dan Pulau Tinabo. Pesona pulau-pulau tersebut bisa Teman Traveler nikmati dengan cara snorkeling atau diving.

Taman Laut Bonerate

Sebelum resmi menjadi taman nasional, kawasan ini sebelumnya ditetapkan sebagai Cagar Alam melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 100/Kpts-II/1989. Tidak lama kemudian, kawasan ini ditunjuk menjadi taman nasional berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 280/Kpts-II/1992 pada tanggal 26 Februari 1992.

Selanjutnya secara resmi ditetapkan menjadi taman nasional berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 92/Kpts-II/2001 pada tanggal 15 Maret 2001 tentang perubahan status menjadi Taman Nasional Taka Bonerate dengan luas wilayah sebesar 530.765 hektar.

Pada masa pemerintahan Kerajaan Bone, kawasan taman nasional ini dikenal sebagai Bone Riattang yang berarti kerajaan Bone di bagian selatan atau juga bisa diartikan sebagai gundukan pasir di selatan. Kemudian pada masa pemerintahan Kerajaan Gowa dinamakan Gowa Irate yang berarti Kerajaan Gowa di selatan.

Dalam studi lain, Taka Bonerate diartikan sebagai hamparan karang yang berada di atas pasir. Sementara di dalam Sebaran dan Perkembangan Terumbu Karang di Indonesia Timur disebutkan bahwa Taka Bonerate adalah Atol Harimau (Tiger Island).

Nama gugusan pulau yang berada di kawasan taman nasional ini (Taka Bonerate) dalam sejarahnya telah melalui tiga kali perubahan nama. Tingkatan perubahan tersebut dimulai dari nama yang diberikan Molengraff di tahun 1929, kemudian nama yang berada di dalam Peta Dishidors, dan terakhir nama yang diberlakukan oleh penduduk setempat.

Salah satunya adalah Kepulau Macan yang penamaannya dimaknai berbeda-beda. Salah satunya adalah letak taka yang menyerupai gigi macan yang rapat dan juga tajam. Hal ini menyiratkan peringatan agar manusia yang ingin masuk ke kawasan ini terlebih dahulu wajib mengenal kondisi alamnya dengan baik.

Continue Reading

Traveling

Ini 5 Tempat Wisata Tersembunyi di Bali yang Wajib Kamu Tahu

Published

on

By

Bali

Wisata pantai, sudah sangat populer di Bali. Hal ini karena Bali memang banyak menawarkan keindahan-keindahan pantainya yang luar biasa.

Akan tetapi, ternyata di wilayah ini juga terdapat sejumlah wisata tersembunyi yang menarik untuk dikunjungi. Wisata tersembunyi atau hidden gem ini dapat menjadi opsi kalian kala tengah berlibur ke Bali.

Berikut mycity telah merangkum 5 tempat wisata tersembunyi di Bali yang wajib cityzen tahu:

Alas Harum Agrotourism

Tempat menawan yang berada di Gianyar, Bali ini menyajikan hamparan persawahan yang berundak-rundak. Pemandangan yang ada di Alas Harum Agrotourism tentunya sangat memanjakan mata. Selain itu, pengalaman berwisata yang cukup menantang pun turut tersedia di sini.

Sebut saja seperti flying fox dan single sky bike yang menegangkan. Masih kurang? tenang, masih ada super extreme swing yang lebih menguji nyali kalian. Di mana kalian akan berayun di atas ketinggian 25 meter dari tanah.

Baca Juga:

  1. Taman Nasional Bali Barat, Surga Jalak Bali & Menjangan di Pulau Dewata
  2. Rasakan Sensasi Purbakala Jurrasic World di Pulau Biawak
  3. Cocok untuk Healing, Inilah 4 Pulau Terindah di Jawa Tengah

Arung Jeram Sungai Ayung

Kondisi sungai yang masih bersih, alami, serta memiliki pemandangan indah ini membuatnya cukup terkenal di Bali. Tak ayal jika sejumlah resort, hotel, atau restoran memilih posisi berdekatan dengan sungai yang satu ini.

Debit sungai yang lumayan deras pun menjadikan Sungai Ayung sebagai lokasi untuk bermain arung jeram. Bagi arung jeram pemula, tempat ini sangat cocok karena tingkat kesulitannya masih berada di tingkat II dan III.

Savana Tianyar

Pemandangan menakjubkan dari Savana Tianya pasti tidak akan dapat kalian lupakan jika sudah mengunjunginya. Wisatawan akan disambut dengan hamparan rumput membetang seperti permadani di sana. Ditambah lagi saat langit tak berawan, pemandangan Gunung Agung yang menjulang akan menyuguhkan latar yang sempurna jika dilihat dari kejauhan.

Taman Bunga Gemitir

Taman Bunga Gemitir yang berlokasi di Desa Temukus, Kabupaten Karangasem turut menjadi tempat wisata tersembunyi yang wajib kalian tahu. Tempat ini menyajikan pemandang yang tak kalah canti dari tempat yang lainnya. Pengunjung akan sangat dimanjakan dengan hamparan tanaman bunga gemitir yang berwarna oranye kekuningan di tempat ini.

Taman Jinja Besakih

Berikutnya, ada Taman Jinja Besakih yang terletak di kaki Gunung Agung. Tempat wisata yang satu ini sangat cocok bagi kalian yang gemar berfoto. Hal itu dikarenakan Taman Jinja Besakit memiliki spot foto menarik di setiap sudutnya. Nuansa Jepang pun akan dapat dirasakan oleh wisatawan yang melihat deretan pilar-pilar berwarna merah.

Continue Reading

Trending