Connect with us

Internasional

Pesawat Rimbun Air Hilang Kontak dalam Penerbangan ke Papua

Published

on

Pesawat Rimbun Air

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal mengungkapkan bahwa Pesawat Rimbun Air yang membawa 3 kru hilang kontak saat melakukan penerbangan dari Kabupaten Nabire menuju Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua.

“Pada hari Rabu tanggal 15 September 2021 Pukul 07.37 WIT telah terjadi insiden Hilang Kontak Pesawat Rimbun Air PK OTW di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya dari Kabupaten Nabire,” ujarnya.

Tim gabungan hingga saat ini masih melakukan pencarian terhadap pesawat Rimbun Air yang hilang kontak. Sementara 3 orang kru yang ada di dalam pesawat terdiri dari Hj. Mirza selaku pilot, Fajar selaku copilot, dan Iswahyudi selaku teknisi.

Baca Juga:

  1. Kisah Cucu, Wanita Asal Bandung Yang Tidak Bisa Tidur Sejak 2014
  2. Puncak Berlakukan Ganjil-Genap Pekan Ini
  3. 5 Urutan Skincare Untuk Kulit Berminyak

Pesawat itu membawa kargo bahan bangunan dan take off dari Kabupaten Nabire menuju Kabupaten Intan Jaya.

Yonif Mekanis 521/DY dari Pos Intan Jaya Satgas Pamrahwan Yonif Mekanis 521/DY Mayor Inf Edi Dipramono mengungkapkan, pada pukul 07.22 WIT terlihat pesawat Cargo Rimbun Air Seri 300 PK OTW akan mendarat. Namun karena cuaca berkabut, pesawat batal landing.

Pesawat kemudian berusaha naik mengambil arah kiri bandara. Setelahnya, terdengar suara keras oleh pihak bandara yang berada di landasan. Diduga pesawat jatuh usai menabrak gunung.

“Kemudian terdengar suara seperti pohon jatuh yang sangat keras oleh pihak bandara yang berada di landasan. Diindikasi pesawat tersebut menabrak gunung,” ujar Edi.

Pada pukul 07.37 WIT, Airnav Sugapa melakukan komunikasi terakhir dengan Pilot sebelum Hilang Kontak. Hingga saat ini tidak adanya Kontak dari Pesawat Rimbun Air PK OTW.

Sebelumnya diberitakan, Pesawat Rimbun Air sudah memancarkan sinyal Emergency Locator Transmitter (ELT). Kepala UPBU Nabire Muhammad Navik mengatakan, Pesawat Rimbun Air yang dinyatakan hilang kontak sudah memancarkan sinyal emergency.

“Sejam yang lalu, emergency sinyal sudah dipancarkan oleh rimbun air, kita masih melakukan pemetaan,” kata Navik via telpon.

Advertisement

Internasional

Gadis di Bawah Umur Afghanistan yang Dinikahi Paksa Berhasil Kabur

Published

on

Parwana Malik
Parwana Malik

Lembaga bantuan internasional berhasil menyelamatkan pengantin anak di bawah umur Afghanistan yang kabur.

Seperti dilansir dari AFP, Jumat (3/12/2021), gadis itu bernama Parwana Malik. Dia baru berusia 9 tahun. Sang gadis cilik berhasil kabur bersama saudara dan ibunya.

Para ibu-ibu muda ini berkumpul bersama enam anak menumpang mobil yang melaju menyusuri celah-celah bukit tertutp salju. Mereka meninggalkan kamp darurat di bagian barat laut Afghanistan.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Mereka tak membawa barang apa-apa. Satu-satunya barang yang mereka bawa adalah selimut untuk menghangatkan badan. Mereka kemudian dijemput oleh salah satu lembaga kemanusiaan.

Parwana merupakan salah satu target lembaga itu untuk diselamatkan dari pernikahan paksa terhadap anak di bawah umur.

“Saya amat senang. Mereka (lembaga bantuan) menjuahkan saya dari suami saya yang sudah tua,” ujarnya.

Sebelumnya, Parnawa terpaksa dinikahi di usia sembilan tahun karena keluarganya kelaparan. Sang ayah terpaksa menikahkan Parwana untuk menyambung hidup.

Parwana sempat menangis sejadi-jadinya dan memohon kepada sang ayah agar tak menjualnya. Ia masih ingin pergi bermain dan bersekolah.

Berita tentang derita Parwana pun sontak mengundang keprihatinan. Alhasil, ia berhasil dikembalikan ke sang keluarga karena kecaman masyarakat terhadap pembelinya.

Berkat inisiatif yayasan Too Young to Wed (TYTW) yang bermarkas di Amerika Serikat, Parwana beserta perempuan lain termasuk saudara dan ibunya, berhasil diamankan di safe house.

Continue Reading

Internasional

Jokowi: Indonesia Siap Bantu Afghanistan

Published

on

Presiden Jokowi

Pemerintahan inklusif di Afghanistan saat ini belum terbentuk dan hal itu membuat situasi kemanusiaan di sana memburuk. Untuk itu, Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi), menyatakan siap membantu Afghanistan.

Jokowi mengungkapkan hal itu saat berbicara secara virtual pada Sesi Retreat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Europe Meeting (ASEM) ke-13 di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat, 26 November 2021.

“Saat ini, pemerintahan inklusif belum terwujud. Situasi kemanusiaan memburuk. Sekitar 23 juta rakyat Afghanistan terancam krisis pangan. Bantuan kemanusiaan menjadi prioritas. Kami berkomitmen memberikan bantuan, termasuk untuk bantuan kapasitas,” ujar Presiden Jokowi, seperti dikutip dari keterangan resmi Istana.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Selain isu kemanusiaan, ada dua isu yang jadi perhatian Indonesia. Pertama, pemberdayaan perempuan. Presiden Jokowi mengingatkan bahwa penghormatan hak-hak perempuan adalah salah satu janji Taliban.

Berkaitan dengan hal tersebut, Indonesia ingin berkontribusi agar janji tersebut dapat dipenuhi, antara lain melalui Indonesia-Afghanistan Women Solidarity Network yang akan dimanfaatkan untuk kerja sama pemberdayaan perempuan ke depan.

“Kami juga siap memberikan beasiswa pendidikan bagi perempuan Afghanistan. Kami akan terus lanjutkan upaya pemberdayaan perempuan Afghanistan melalui kerja sama dengan berbagai pihak,” jelasnya.

Kedua, kerja sama antarulama. Presiden Jokowi memahami betul peran penting ulama di masyarakat. Pada 2018 Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan trilateral ulama Afghanistan-Pakistan-Indonesia untuk mendukung proses perdamaian.

“Meskipun situasi Afghanistan sudah berbeda, namun ulama tetap berperan penting. Kami siap memfasilitasi dialog antara ulama, termasuk ulama Afghanistan,” tandasnya.

Turut mendampingi Presiden dalam acara tersebut yaitu Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri I Gede Ngurah Swajaya.

Continue Reading

Internasional

Kabar Baik, Masyarakat Indonesia Kini Boleh Kunjungi Uni Eropa

Published

on

bendera Uni Eropa
bendera Uni Eropa

Indonesia mendapatkan kabar baik di tengah pandemi Covid-19. Uni Eropa (UE) memasukkan Indonesia ke dalam daftar negara yang diizinkan mengunjungi kawasan tersebut.

Seperti dinukil dari Reuters, Senin (22/11/2021), kini Warga Negara Indonesia (WNI) kini dapat melakukan kunjungan perjalanan ke-27 negara yang berada di Uni Eropa, yang sebelumnya perjalanan WNI ke wilayah UE hanya untuk keperluan penting (esensial) saja.

Keputusan ini Uni Eropa setelah mempertimbangkan jumlah kasus Covid-19 yang terus menurun. Salah satu yang menjadi pertimbangan Uni Eropa adalah jumlah kasus di bawah 75 dari 100 ribu penduduk dalam dua pekan. Indonesia melaporkan tambahan kasus di bawah di bawah 1.000 sepanjang November, kurang 1 persen dari 100 ribu penduduk.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

“Menyusul review akan pencabutan berkala pembatasan sementara untuk perjalanan non-esensial, Dewan Uni Eropa memperbarui daftar negara yang dicabut larangan perjalanannya, Indonesia yang ditambahkan ke daftar,” demikian keterangan pers yang dirilis oleh Uni Eropa.

Uni Eropa juga mengizinkan warga Cina untuk mengunjungi kawasan tersebut. Namun, dengan catatan, jika Cina memberikan hak yang sama bagi warga Uni Eropa untuk mengunjungi negara Tirai Bambu tersebut.

Uni Eropa memberlakukan pembatasan kunjungan sejak Maret lalu untuk menekan kasus Covid-19. Mereka akan memperbarui daftar negara yang bisa diizinkan untuk masuk ke kawasan tersebut setiap dua minggu.

Bagi WNI yang berencana ke negara-negara Uni Eropa, perlu mempertimbangkan beberapa hal, selain visa, dan kewajiban tes PCR, tentu adalah apakah negara bersangkutan menerima pengunjung yang sudah divaksin Sinovac (jenis vaksin yang paling banyak dipakai di Indonesia), mengingat belum semua negara mau membuka pintu bagi mereka yang divaksin Sinovac (maupun vaksin-vaksin lain).

Daftar 19 Negara yang Boleh Mengunjungi Uni Eropa:

Argentina
Australia
Bahrain
Kanada
Chile
Kolombia
Indonesia
Yordania
Kuwait
Namibia
Selandia Baru
Peru
Qatar
Rwanda
Saudi Arabia
Korea Selatan
United Arab Emirates
Uruguay
China (asas resiprokal)

Continue Reading

Trending