Connect with us

Edukasi

Pesan Jokowi untuk Pelajar di Pekanbaru: Jangan Copot Masker!

Published

on

Presiden Jokowi

Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi) menekankan pentingnya menggunakan masker saat berbincang dengan peserta vaksinasi SMA N 5 Pekanbaru, Riau di sela peninjauan vaksinasi untuk pelajar di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis (19/8/2021).

“Saya titip pakai masker ini harus meskipun sudah di vaksin, tetap. Karena yang namanya covid, virus corona ini selalu bermutasi,” ujarnya.

Jokowi memberi contoh bahwa dulu tak ada yang menyangka jika Virus Covid-19 bakal bermutasi menjadi Varian Delta. Hal itu menjadi penyebab utama melonjaknya berbagai kasus di dunia.

Baca Juga:

  1. Indonesia ke-9, Inilah Daftar 10 Negara Pemilik Gedung Pencakar Langit Terbanyak di Dunia
  2. Ancaman Rusaknya Kelestarian Komodo & Tata Ruang Hidup Masyarakat Akibat Jurrasic Park
  3. 5 Rekomendasi Pantai Terindah di Pulau Jawa Pilihan MyCity

“Dulu kita enggak nyangka bahwa kita pikir hanya ada varian pertama, tau-tau keluar varian delta yang sangat menular sekali,” jelasnya.

Jokowi berharap kegiatan pembelajaran secara tatap muka bisa segera diberlakukan. Namun, kepala negara menegaskan bahwa hal tersebut tidak akan dilakukan setidaknya hingga kasus benar-benar terkendali.

“Kita semuanya harus hati-hati jangan sampai nanti lepas dibuka belajar tatap muka ada yang terpapar Covid. Ini harus kita hindari,” Jokowi menutup.

Edukasi

Kemendikbudristek: Libur Natal 24 Desember dan Akhir Semester Ganjil 2021/2022 di DKI Ditiadakan

Published

on

Libur natal dan tahun baru
Libur natal dan tahun baru

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengeluarkan surat edaran untuk meniadakan libur Natal dan Tahun Baru di sekolah dan perguruan tinggi.

Hal itu tertuang dalam SE Sesjen Kemendikbudristek No 29 Tahun 2021. Surat tersebut ditujukan kepada bupati/walikota, kepala lembaga layanan pendidikan tinggi, dan pemimpin perguruan tinggi negeri.

“Tidak meliburkan secara khusus kegiatan pendidikan di satuan pendidikan selama periode Nataru pada tanggal 24 Desember 2021 sampai dengan tanggal 2 Januari 2022,” bunyi salah satu poin pada SE Sesjen Kemendikbudristek No 29 Tahun 2021 tertanggal 1 Desember 2021.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta mengumumkan peniadaan hari libur Nataru dan libur semester 2021/2022. Kebijakan ini diterbitkan dalam Surat Edaran Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Nomor 83/SE/2021 tentang Kegiatan pada Akhir Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2021/2022 Menjelang Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru 2022

Berikut Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nahdiana tertanggal 3 Desember 202:

Libur natal pada tanggal 24 Desember 2021 ditiadakan.
Cuti selama periode libur Natal Tahun Baru 2021 dan Tahun Baru 2022 tanggal 24 Desember 2021-2 Januari 2022 ditiadakan.

Penetapan tanggal rapor semester ganjil sesuai Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2021/2022 pada tanggal 17 Desember 2021

Pembagian rapor yang semula dijadwalkan tanggal 17 Desember 2021 pada Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2021/2022 dimundurkan ke tanggal 3 Januari 2022, bersamaan dengan hari pertama masuk sekolah semester genap tahun pelajaran 2021/2022.

Libur akhir semester ganjil yang semula terjadwal tanggal 20 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022 ditiadakan

Tanggal 20 Desember 2021- 2 Januari 2022 diisi dengan kegiatan Pembinaan Kerohanian, Penguatan Pendidikan Karakter, dan Pengembangan Potensi Siswa secara daring. Materi dan jadwal kegiatan disusun Kepala Satuan Pendidikan.

Kehadiran pendidikan dan tenaga kependidikan mengacu pada Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Nomor 74/SE/2021 tentang Sistem Kerja Pegawai di Lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Selama Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat pada Masa Pandemi Corona Virus Diseases 2019.

Continue Reading

Edukasi

Mengupas Wacana eSport Jadi Kurikulum Pelajaran SMP hingga SMK

Published

on

e-sport
e-sport

Olahraga elektronik atau electronic sports alias e-sports kini kian familiar di kalangan pemuda Indonesia. Bahkan e-sports telah menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan di Pekan Olahraga Nasional (PON).

Seperti dalam PON XX di Papua belum lama ini. Tim Kalimantan Barat berhasil mendapatkan medali emas dari game Mobile Legends di ajang Ekshibisi E-sports PON XX Papua 2021.

Kabar terbaru menyebutkan bahwa cabang olahraga e-sport bakal masuk ke dalam kurikulum sekolah di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Informasi itu disampaikan oleh Ketua Bidang Humas dan Komunikasi Pengurus Besar E-sports Indonesia (PBEsI) Ashadi Ang pada sebuah diskusi virtual bertajuk “Membangun Jenjang Karier Atlet E-sports & Prestasi Bangsa” pada Rabu (24/11/2021).

“E-sports juga masuk di kurikulum sekolah kejuruan,” imbuh Ashadi.

Untuk masuk ke kurikulum, pihaknya akan bekerja sama dengan Kemendikbud dan Kemenpora.

Hal ini sempat menimbulkan pro dan kontra. Pasalnya, tak sedikit pula dari mereka yang menganggap bahwa rencana tersebut merupakan hal yang berlebihan.

Seperti apa sebenarnya penerapan eSport sebagai kurikulum pendidikan yang dimaksud?

Seperti yang telah dituliskan sebelumnya, bukan kali pertama terdengar wacana untuk menjadikan eSport sebagai mata pelajaran secara spesifik ke dalam kurikulum pendidikan sebenarnya sudah muncul sejak tahun 2019.

Bukan Zainudin Amali, rencana tersebut datang saat posisi Menpora masih dijabat oleh Imam Nahrawi. Imam memang diketahui sebagai sosok yang memberikan pandangan bahwa eSport bukan hanya sekedar permainan, melainkan juga mengandung nilai-nilai penting layaknya azas saling menghargai dan semangat bekerja sama di dalamnya.

Kala itu, Kemenpora juga diketahui cukup gencar melakukan pengenalan eSport ke berbagai kalangan pelajar lewat sejumlah penyelenggaraan kejuaraan berskala nasional layaknya Youth National eSport Championship.

Entah karena keberadaan eSport kala itu belum terlalu meroket seperti saat ini, memang banyak pihak yang menilai bahwa wacana tersebut terlalu berlebihan. Salah satu pendapat diutarakan oleh Doni Koesoema selaku pengamat pendidikan dari Universitas Multimedia Nusantara.

“Gim online sebagus apa pun merupakan permainan yang menjauhkan anak-anak dari dunia nyata dan interaksi sosial, yang diperlukan anak Indonesia adalah olahraga sungguhan. Karena menjadi amanat revolusi mental pendidikan, melalui Perpres penguatan pendidikan karakter,” tegas Doni.

Setelahnya, wacana Kemenpora tersebut rupanya mendapatkan respons yang tak jauh berbeda dari pihak Kemendikbud, instansi yang saat itu belum melebur dengan Kementerian Riset dan Teknologi tersebut menilai bahwa eSport baru layak sebatas dijadikan salah satu kegiatan ekstrakurikuler siswa.

Kurang lebih dua tahun berselang dengan berbagai catatan prestasi baik di taraf nasional atau internasional, wacana tersebut rupanya kembali mencuat lewat pernyataan yang dikeluarkan oleh pihak Pengurus Besar eSport Indonesia (PBeSI), dalam sebuah diskusi virtual bertajuk ‘Membangun Jenjang Karir Atlet eSport & Prestasi Bangsa.’

Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbud-Ristek Anindito Aditomo, melalui dua akun media sosial miliknya baik itu Instagram maupun Twitter memberikan klarifikasi mengenai kabar yang beredar.

“Beberapa hari yang lalu ada berita bahwa eSport bakal masuk kurikulum. Kalau yang dimaksud adalah kurikulum nasional, maka berita itu tidak benar. Kurikulum dari @litbangdikbud tidak memuat – dan tidak berencana memuat – eSport sebagai materi wajib di tingkat nasional,” tutur Anindito.

Menurut Anindito, jika semua materi yang dianggap penting oleh sebagian orang harus masuk kurikulum, maka yang ditakutkan menjadi korban adalah siswa. Sebagai akibat dari adanya kurikulum yang terlalu padat dan hanya akan mendorong guru untuk kejar tayang.

Meski begitu, dirinya tidak menampik bahwa saat ini Kemendikbud-Ristek memang sedang menyiapkan sebuah kurikulum baru, yang diharapkan dapat menjadi kurikulum yang lebih fleksibel dan bisa disesuaikan dengan konteks dan kebutuhan siswa di masing-masing sekolah.

Adapun kurikulum yang dimaksud akan mengedepankan esensial kecakapan para siswa salah satunya dari segi nalar kritis, yang mencakup kemampuan mencari, menganalisis, dan mengevaluasi informasi serta gagasan.

Kondisi tersebut yang pada dasarnya mungkin disalah artikan oleh pihak yang menyatakan bahwa Kemendikbud-Ristek sedang menyiapkan kurikulum baru untuk eSport, yaitu mengenai konsep dari olahraga tersebut yang selama ini dinilai sesuai dengan rancangan kurikulum baru seperti yang disebutkan di atas.

Continue Reading

Edukasi

Kalah Jauh dari Malaysia, Indonesia Ternyata Masuk Peringkat Bawah Daftar Negara yang Lancar Berbahasa Inggris

Published

on

Bahasa Inggris
Bahasa Inggris

Bahasa Inggris saat ini menjadi alat komunikasi internasional. Bahasa Inggris saat ini menjadi bahasa kedua di mayoritas negara di dunia, di bawah bahasa ibu mereka.

Bahasa Inggris saat ini menjadi salah satu faktor penting bagi kelangsungan hidup di era globalisasi. Banyak kegiatan seperti pekerjaan, pendidikan, parawisata, bahkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga Bahasa Inggris masuk ke dalam keahlian yang wajib dikuasai oleh masyarakat.

Tahukah Cityzen seberapa cakap orang Indonesia dalam menggunakan Bahasa Inggris? Ternyata, Indonesia berada di urutan bawah terkait kecakapan dalam menggunakan Bahasa Inggris.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Berdasarkan Indeks Kecakapan Bahasa Inggris 2021 yang dirilis oleh lembaga pendidikan swasta dengan kekhususan Bahasa Inggris, EF, Indonesia berada di urutan 80 dunia yang masuk dalam kategori negara dengan kecakapan Bahasa Inggris rendah.

Untuk di kawasan Asia sendiri, Indonesia menempati urutan 14 dengan mengumpulkan 466 poin, di antara jepang di urutan 13 dan Sri Lanka di urutan 15.

Laporan indeks tersebut dinilai cukup miris bagi Indonesia yang dimana warganya terbiasa menggunakan lebih dari dua bahasa pada kehidupan sehari-hari.

Urutan Indonesia diketahui masih kalah jauh berada di bawah negara kawasan Asia Tenggara lainnya.

Negara-negara tersebut yaitu Singapura yang berada di urutan empat dunia dan pertama kawasan Asia, Filipina di urutan 18 dunia dan dua Asia, serta Malaysia di urutan 28 dunia dan tiga Asia.

Untuk perolehan kecakapan Bahasa Inggris di Asia, Singapura mengumpulkan 635 poin dan masuk dalam kategori negara dengan kecakapan Bahasa Inggris yang sangat sangat tinggi.

Sementara itu, Filipina dan Malaysia masing-masing mengumpulkan 592 dan 562 poin dan masuk dalam kategori negara dengan kecakapan Bahasa Inggris sangat tinggi.

Urutan yang didapatkan tiga negara Asia Tenggara tersebut dinilai wajar karena mereka pernah diajah oleh negara yang menggunakan Bahasa Inggris.

Urutan Indonesia diketahui masih kalah jauh berada di bawah negara kawasan Asia Tenggara lainnya.

Negara-negara tersebut yaitu Singapura yang berada di urutan empat dunia dan pertama kawasan Asia, Filipina di urutan 18 dunia dan dua Asia, serta Malaysia di urutan 28 dunia dan tiga Asia.

Continue Reading

Trending