Connect with us

Energi

Pertamina Belum Tahu Penyebab Terbakarnya Kilang Minyak di Cilacap

Published

on

Kilang Minyak Pertamina di Cilacap

Kebakaran terjadi di area Kilang Cilacap, Jawa Tengah pada hari ini, Jumat (11/5/2021) pukul 19.45 WIB. Salah satu tangki yang berisi benzene di area kilang itu terbakar.

Hingga saat ini, PT Pertamina (Persero) masih belum mengetahui penyebab kebakaran tersebut. Saat ini, Pertamina masih fokus untuk melakukan pendinginan guna mencegah api timbul kembali.

“Kebakaran terjadi di salah satu area tangki penyimpanan yang lokasinya berada jauh di dalam kompleks kilang, bukan kilang atau pabrik pengolahannya. Penyebab kebakaran belum diketahui,” terang Area Manager Communication, Relations, dan CSR Kilang Pertamina Cilacap, Hatim Ilwan, lewat keterangan tertulis yang diterima MyCity, Sabtu (12/6/2021).

Baca Juga:

  1. Saat Buka Puasa, Sebaiknya Tak Konsumsi 5 Makanan Ini Secara Berlebihan
  2. Hindari 5 Kebiasaan Tak Sehat Ini Saat Berbuka Puasa
  3. Catat! Ini 5 Cara Makan untuk Hindari Asam Lambung Saat Puasa

“Meskipun terjadi kebakaran, Pertamina memastikan pasokan BBM dan LPG untuk masyarakat tetap aman,” Hatim menambahkan.

Pertamina juga memastikan tidak ada warga setempat yang terdampak insiden kebakaran tersebut. Di kesempatan sama, Kapolres Cilacap, AKBP Leganek Mawardi menyatakan, lokasi tangki yang terbakar jauh dari pemukiman penduduk maupun jalan raya.

“Yang terdekat itu area pabrik sekitar 350 meter dari lokasi kebakaran,” ujarnya.

Kilang Cilacap merupakan satu dari 6 Kilang Pertamina. Di fasilitas tersebut, kapasitas pengolahan mencapai 270.000 barel per hari.

Kilang tersebut memiliki sekitar 200 tangki untuk menampung crude yang akan diolah, gas serta BBM hasil pengolahan minyak mentah.

Energi

Jokowi: Stop Ekspor Timah, Bauksit, & Tembaga!

Published

on

Presiden Jokowi
Presiden Jokowi

Hingga 1 Januari 2020, Indonesia masih mengekspor bauksit, tembaga, hingga timah. Terkait hal itu, Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi), meminta Indonesia tak lagu melakukan ekspor tahun depan.

“Kemudian yang ingin kita lanjutkan transformasi ekonomi tidak boleh berhenti, reformasi struktural tidak boleh berhenti, karena ini basic setelah memiliki infrastruktur. Tidak boleh lagi yang namanya ekspor bahan-bahan mentah, raw material,” ujar Jokowi dalam acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2021, Rabu (24/11/2021).

“Ini stop, udah stop, mulai dari nikel, mungkin tahun depan itung-itungan stop ekspor bauksit, tahun depannya lagi bisa stop tembaga, tahun depan lagi stop timah,” tuturnya.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Jokowi meminta agar bahan-bahan mentah ini diproses terlebih dahulu dalam bentuk setengah jadi atau barang jadi, sehingga bernilai tambah.

Jokowi memberi contoh saat menghentikan ekspor biji nikel. Tiga sampai empat tahun lalu, menurut Jokowi, ekspor Nikel Indonesia hanya bernilai 1,1 miliar dolar AS. Kini, nilainya melonjak menjadi 20 miliar dolar AS.

“Karena stop nikel dari Rp 15 triliun melompat jadi Rp 228 triliun. Ini akan memperbaiki neraca pembayaran, neraca transaksi pembayaran membaik,” ungkapnya.

Dia mengatakan, pada 2018 neraca perdagangan masih defisit 18,41 miliar dolar AS, tapi tahun ini hingga Oktober 2021 defisit menurun menjadi 1,5 miliar dolar AS, khusus ke China.

“Yang dulu defisit, tahun depan sudah surplus dengan RRT (China). Artinya, barang kita akan lebih banyak masuk dengan nilai yang lebih baik dari sebelumnya. Ini baru urusan nikel disetop,” tegas dia.

“Kalau nanti bauksit disetop, nilainya akan kurang lebih sama, akan melompat ke angka-angka kurang lebih 20-23 miliar dolar AS. 1,2,3,4 komoditas, bayangkan diindustrialisasikan, dihilirisasikan di negara kita meskipun kita memang digugat di WTO, gak masalah,” lanjutnya.

“Saya sampaikan di G20, dengan EU, dengan negara-negara Eropa, kita tidak ingin mengganggu kegiatan produksi mereka kok, silahkan, kita terbuka, kita tidak tertutup. Kalau ingin nikel silahkan, tapi datang bawa pabriknya ke Indonesia, bawa industri ke Indonesia, bawa teknologi di Indonesia,” Jokowi menutup.

Continue Reading

Energi

Indonesia Gelontorkan Dana Rp70 Triliun per Tahun untuk Impor LPG

Published

on

gas LPG
gas LPG

Indonesia setiap tahunnya harus menggelontorkan dana sebesar Rp60 triliun sampai Rp70 triliun untuk subsidi liquified petroleum gas (LPG). Hal itu diungkapkan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia.

Menurut Bahlil, dana sebesar itu dibutuhkan untuk mengimpor LPG sebanyak 5,5 juta ton sampai engan 6 juta ton per tahun. Harga LPG di pasar dunia sebesar 850 dolar AS per ton. Adapun, harga LPG di pasar Indonesia Rp5.300.

“Harga per ton sekarang di dunia 850 dolar AS per ton, rata-rata itu kurang lebih Rp17.300 per kg,” kata Bahlil dalam Economic Outlook 2022, Selasa (23/11/2021).

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Pemerintah pun memberikan subsidi atas perbedaan harga lokal dan dunia tersebut untuk meringankan beban masyarakat. Berdasarkan hitungan Bahlil, pemerintah menyalurkan subsidi sebesar Rp12 triliun untuk setiap 1 juta ton LPG per tahun.

“Kalau dikali 5,5 juta ton itu Rp60 triliun-Rp70 triliun uang habis untuk subsidi LPG,” terang Bahlil.

Melihat hal itu, pemerintah memutuskan untuk mendorong hilirisasi batu bara berkalori rendah di Indonesia. Batu bara itu akan digunakan sebagai bahan baku DME.

“Hitungan kami efisiensi besar-besaran karena harga DME tidak sebesar LPG yang US$850 per ton, maksimal US$650-US$700 per ton. Jadi bisa efisiensi Rp20 triliun per tahun dari total impor (LPG),” jelas Bahlil.

Pemerintah berencana mengganti konsumsi masyarakat dari LPG menjadi DME. Hal ini lantaran subsidi LPG salah sasaran selama ini.

Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengakui gelontoran dana subsidi LPG banyak tidak tepat sasaran dan dinikmati oleh masyarakat mampu. Berdasarkan data yang dikantonginya, 65 persen subsidi LPG di antaranya dinikmati masyarakat dengan tingkat kesejahteraan tinggi.

Continue Reading

Energi

Terancam Gelap Gulita, Singapura Minta Tolong ke Indonesia

Published

on

Singapura

Krisis energi tak hanya melanda Eropa, kini juga mengular hingga ke Singapura. Penyebabnya adalah terganggunya pasokan gas ke Negeri Singa.

Dampak krisis ini pun cukup besar. Beberapa perusahaan produsen listrik mulai menyatakan akan keluar dari bisnis listrik di Singapura. Pekan lalu, Ohm Energy dan iSwitch menyatakan akan menghentikan operasinya dan telah mengembalikan rekening pengguna ke SP group, perusahaan listrik milik negara di Singapura.

Secara total, setidaknya saat ini sudah ada tiga perusahaan mengaku akan keluar dari bisnis listrik di Singapura. Negara ini memang telah meliberasi listrik sejak 2018, dengan meluncurkan sistem Pasar Terbuka (OEM).

Guna mencegah negaranya agar tak gelap gulita, Pemerintah Singapura berecana mengimpor tenaga listrik dari negara tetangga. Satu di antara negara yang mengirimkan pasokan listrik adalah Indonesia.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Nantinya Singapura akan mengimpor sebanyak 100 megawatt (MW) pasokan listrik dari pembangkit tenaga surya yang berlokasi di Pulau Bulan, Provinsi Kepulauan Riau. Ini akan dimulai pada 2024 mendatang.

“Uji coba ini memungkinkan kami untuk mempelajari dan meningkatkan sistem dan proses kami saat kami meningkatkan impor kami,” kata Gan dalam pidatonya di acara Singapore International Energy Week sebagaimana dikutip Reuters.

“Kami juga akan mengimpor berbagai jenis energi rendah karbon dari berbagai belahan dunia untuk mendiversifikasi sumber kami dan meningkatkan keamanan energi.”

Untuk tahapan teknis, nantinya konsorsium yang dipimpin oleh perusahaan pembangkit listrik Pacific Light Power akan menghubungkan pembangkit listrik tenaga surya di Pulau Bulan ke pembangkit listrik Pacific Light Power yang berada di Singapura.

Selain dengan RI, negara pusat keuangan Asia itu juga akan mengimpor listriknya dari Malaysia. Kapasitas yang diimpor dari negara persekutuan itu juga mencapai 100MW.

Kondisi kelistrikan Singapura sendiri tidak dapat dilepaskan oleh Indonesia. Negara yang menggunakan gas sekitar 95% dalam penggunaan listriknya itu diketahui mendapatkan pasokan mayoritasnya, dari RI.

Sebagaimana diketahui, tingginya permintaan gas alam dunia menjadi penyebab krisisnya suplai gas ke Singapura dan berdampak pada meroketnya harga listrik. Hal ini terjadi sejak pembukaan dunia pasca lockdown akibat pandemi Covid-19.

Continue Reading

Trending