Connect with us

Internasional

Penyanyi Afghanistan Melarikan Diri karena Takut Kekerasan Taliban

Published

on

Beberapa Penyanyi Afghanistan melarikan diri ke Pakistan mengatakan mereka tidak punya pilihan selain melarikan diri ketika Taliban merebut kekuasaan di Afghanistan.

Dikutip dari media BBC melaporkan bahwa ada enam penyanyi Afganistan melintasi perbatasan ke Pakistan secara ilegal dan sekarang tinggal secara rahasia di negara itu. Salah satu dari mereka mengatakan takut dia akan dibunuh jika dia tinggal di Afghanistan.

Baca Juga :

  1. Bioskop di Bekasi Kembali Dibuka, Begini Aturan Lengkapnya!
  2. Mengenal Sosok Nurhali, Kepala Sekolah yang Miliki Harta Kekayaan Rp1,6 Triliun
  3. Mengenal Vaksin Janssen, Pendatang Baru dari Negeri Belanda

Saat Taliban menguasai pemerintahan Afganistan. Mereka membuat aturan larangan bermain musik di Afganistan. Mereka mengatakan musik dilarang agama dan haram. Sebelumnya Taliban menambak mati seorang penyanyi tradisional, Fawad Andarabi di lembah Andarab.

Putra Fawad Andarabi, Javad, mengatakan kepada Associated Press bahwa ayahnya ditembak di kepala di sebuah peternakan keluarga di Lembah Andarab. Hal itu dibenarkan oleh Taliban dan mereka akan menyelidiki sebab kasus tersebut.

Penyanyi Afganistan bernama Khan (bukan nama sebenarnya) telah tinggal di Kabul selama 20 tahun terakhir. Khan terkenal sebagai penyanyi di pesta pernikahan selama 20 tahun sebelum Taliban merusak alat musiknya. Dia mengatakan musik telah dilarang oleh rezim Taliban tetapi telah menjadi bisnis yang baik sejak penggulingan Taliban pada tahun 2001.

Tapi setelah Taliban menguasai ibu kota bulan lalu, orang-orang bersenjata  yang diyakini Khan adalah pejuang Taliban mengikutinya dan menghancurkan instrumennya.

“Di tengah malam, penjaga di kantor saya menelepon dan mengatakan beberapa pria bersenjata telah datang dan merusak semua instrumen, mereka masih di sini dan akan datang menemui Anda,” katanya. Dia dan keluarganya meninggalkan Kabul pada hari kemarin.

Penyanyi terkenal Afghanistan lainnya Ariana Saeed meninggalkan Afghanistan pada bulan Agustus. Penyanyi dan musisi yang melarikan diri ke Pakistan melalui perbatasan Torkham dan Chaman sekarang bersembunyi di pinggiran kota Islamabad dan Peshawar, mencoba mencari cara untuk perlindungan di luar Pakistan.

Sebelum jatuhnya Kabul, ketika Taliban menguasai sebuah kota, mereka melarang musik dari stasiun radio lokal dan mengubah siaran pemerintah menjadi suara Syariah. Taliban tidak menerima musik karena interpretasi mereka yang ketat tentang Islam, sebuah pandangan yang tidak diterima oleh sebagian besar Muslim.

“Kami dulu menyiarkan musik di radio dan televisi, tetapi setelah Taliban mengambil alih, kami berhenti menyiarkan,” kata salah satu musisi yang ditemui oleh BBC.

Internasional

Jokowi: Saatnya Indonesia Memimpin Negara-Negara Terkaya di Dunia

Published

on

Jokowi di Presidensi G20
Jokowi di Presidensi G20

Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi), ingin ajang G20 dimanfaatkan Tanah Air sebagai ajang untuk menunjukkan kepemimpinan di mata dunia.

“Sekarang ini kita memimpin negara-negara terkaya dunia untuk membangun dunia yang lebih baik, yang lebih berkeadilan bagi kita semua, bagi masyarakat masa depan dunia,” kata Jokowi saat memberikan sambutan dalam Pembukaan Kongres IV Persatuan Alumni GMNI, Senin (6/12/2021).

Jokowi menganggap Presidensi G20 ini sebagai hal yang sakral. Dia mengibaratkan kerja keras Indonesia di Presidensi G20 selayaknya perjuangan Presiden Soekarn ketika mendukung negara-negara jajahan untuk memperoleh kemerdekaan.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Perjuangan itu juga diibaratkan seperti perjuangan Bung Karno dalam memimpin kedaulatan negara-negara Asia Afrika. Jokowi ingin momentum Presidensi G20 dimanfaatkan Indonesia untuk memperjuangkan kepentingan negara-negara berkembang.

“Ini sebagai momentum untuk menunjukkan kepemimpinan Indonesia di dunia internasional, kepemimpinan Indonesia untuk mewarnai arah dunia,” ujarnya.
Jokowi mengatakan, dunia yang semakin terbuka belakangan ini melahirkan gelombang globalisasi.

Sementara, globalisasi melahirkan dunia yang hiperkompetisi. Oleh karenanya, ia ingin Indonesia memenangkan kompetisi, baik dalam negeri, di pasar global, dan pasar luar negeri. Presiden ingin Indonesia menemukan cara-cara baru untuk lebih unggul dan mendahului negara lain.

Continue Reading

Internasional

Terlanjur Kaya, Orang Ini Beli 1 Kota AS

Published

on

Mark Cuban

Orang yang terlanjur memiliki harta berlebih memang terkadang melakukan hal-hal di luar nalar. Pemilik klub Dallas Maverick, Mark Cuban, membeli sebuah kota kecil Mustang di Texas.

Seperti dinukil dari CNN International, Senin (6/12/2021), Kota kecil di Texas ini hanya berpenghuni 21 orang. Menariknya, Cuban memutuskan membeli kota ini karena rekomendasi.

“Saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan dengan itu,” kata Cuban.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Hingga saat ini, belum diketahui berapa biaya yang harus dibayarkan oleh Cuban. Namun, kota ini pada tahun 2017 sempat dijual seharga 4 juta dolar AS.

Mustang sendiri merupakan lahan kosong seluas 77 hektar. Kota ini didirikan pada awal 1970-an, ketika sebagian besar wilayah ini dikenal sebagai sumber air lokal di Navarro County yang mengalami kekeringan.

Saat ini, di kota tersebut hanya ada taman trailer dan klub tari telanjang, Wispers Cabaret, yang dilaporkan dalam kondisi rusak di kota tersebut. Selain itu, menurut broker real estate Dallas Mike Turner, kota ini juga memiliki seekor buaya di salah satu kolamnya.

Dari kota ini, hanya membutuhkan waktu 45 menit ke utara menuju Kota Dalas. Disebutkan para penggemar sejarah akan senang mengetahui bahwa kota Waco hanya berjarak lebih dari satu jam berkendara ke barat daya dari Mustang.

Continue Reading

Internasional

Hubungan Memanas, Rusia Ngamuk Gegara Jet Tempur AS Wara-wiri

Published

on

Hubungan Rusia dan AS
Hubungan Rusia dan AS

Hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan Rusia memanas. Rusia mengirimkan ancaman kepada AS pada Minggu (5/12/2021) waktu setempat.

Seperti dilansir dari Reuters, Senin (6/12/2021), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menyebut penerbangan sipil di bawah ancaman karena tindakan Angkatan Udara AS di Laut Hitam. AS bersama sekutunya NATO bahkan dianggap tengah mempertaruhkan nyawa banyak warga sipil.

Hal ini terjadi akibat peningkatan intensitas penerbangan NATO di dekat perbatasan Rusia. Jumat, Pusat Kontrol Pertahanan Nasional Rusia melaporkan pesawat mata-mata AS, RC-135 dan CL-600 Artemis wara-wiri di atas Laut Hitam.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

“Ini menciptakan risiko munculnya insiden berbahaya sehubungan dengan pesawat sipil,” tulis Zakharova dimuat media Rusia TASS, Senin (3/12/2021).

Rusia sendiri menyebut jet tempur Su-30SM dan Su-27 dikerahkan untuk mencegat jet mata-mata itu. Saat itu, pesawat maskapai komersil Aeroflot tujuan Tel Avib-Moskow diminta mengubah ketinggian untuk memastikan penerbangan mereka tetap aman di atas perairan terbuka Laut Hitam.

Sebelumnya, ketegangan Rusia dengan AS dan sekutu memanas beberapa bulan ini. November lalu, Rusia mencegat sebuah pesawat Angkatan Udara Inggris yang posisinya disebut 30 kilometer (km) dari teritori negeri Vladimir Putin.

Pesawat pegintai Inggris RC-135 mencoba mendekati perbatasan Federasi Rusia di wilayah bagian barat daya semenanjung Krime,” tegas kementerian Rusia.

Rusia sendiri mengirimkan Su-30 untuk mendesaknya pergi. Rusia menyebut jet Inggris berbalik ketika jet Rusia mendekat.

Continue Reading

Trending