Connect with us

Properti

Penjualan Rumah Tapak di Bekasi Terus Meningkat

Published

on

Grand Wisata Bekasi. (Istimewa)

Rumah tapak telah menjadi penopang bisnis kalangan pengembang bukan hanya bisa terjual tapi juga mencatatkan peningkatan penjualan yang signifikan. Hal ini membuat pengembang terus menghadirkan produk baru dengan inovasi desain maupun fitur seiring tren lifestyle.

Produk residensial khususnya rumah tapak (landed house) terus mencatatkan kinerja bisnis yang baik khususnya di situasi pandemi Covid-19. Saat sektor lain menurun, beberapa township yang dikembangkan di surrounding Jakarta terus mencatatkan peningkatan penjualan.

Salah satunya seperti township Grand Wisata Bekasi yang dikembangkan oleh Sinar Mas Land (SML) dengan luas pengembangan mencapai 1.100 hektar. Perkembangan infrastruktur di koridor timur seperti tol elevated Jakarta-Cikampek, JORR II di sisi timur Jakarta, kereta ringan (LRT), kereta cepat Jakarta-Bandung, dan lainnya menjadi faktor pendukung yang membuat masyarakat meminati township dengan dukungan infrastruktur seperti ini.

Baca Juga: Tari Serimpi, Tarian Mimpi Sebagai Bentuk Perlawanan Terhadap Penjajah

“Pandemi memunculkan fenomena baru terkait hunian yang menjadi pilihan masyarakat. Kalau dulu yang diutamakan punya hunian di pusat kota berupa apartemen, sekarang dengan harga yang sama bisa mendapatkan hunian yang jauh lebih luas dan aksesibilitasnya mudah karena dukungan infrastruktur transportasi,” ujar Handoyo Lim, Marketing & Promotion Department Head Grand Wisata.

Township Grand Wisata Bekasi saat ini bisa diakses melalui tiga gerbang utama yaitu North Gate, West Gate, dan East Gate. Nantinya aksesibilitasnya juga akan semakin mudah dengan adanya LRT Jabodebek hingga jaringan bus Jabodetabek yang akan kian memudahkan untuk menjangkau seluruh kawasan Jabodetabek.

Populasi yang terus meningkat berbarengan dengan pengembangan banyak fasilitas yang saat ini sudah tersedia maupun on progress pembangunannya. SML juga menggandeng Kawan Lama Group untuk mengembangankan Mall Living World Grand Wisata di atas lahan seluas 7,5 hektar yang akan beroperasi pertengahan tahun 2024.

Baca Juga: Wayang Kulit, Jadi Aset Budaya Nasional dan Refleksi Kehidupan

Pembangunan shopping mall ini tidak terlepas dari meningkatnya residensial dan industri di wilayah Bekasi yang juga meningkatkan daya beli hingga kebutuhan untuk fasilitas meeting point, pusat rekreasi, belanja, dan sebagainya. Dukungan infrastruktur jalan tol membuat township di wilayah ini juga mudah diakses ke Jakarta mapun ke berbagai kawasan industri di Cikarang hingga Karawang.

Properti

Potensi Raksasa Township untuk Pengembangan Hunian

Published

on

Pengembangan township menghadirkan potensi hunian yang baik. (Digital Marketing)
Pengembangan township menghadirkan potensi hunian yang baik. (Digital Marketing)

mycity.co.id – Pengembangan township yang didukung dengan infrastruktur masif menghadirkan berbagai potensi properti baik hunian hingga komersial.

Township yang lengkap dan masih akan terus berkembang menjadi daya tarik besar bukan hanya untuk kawasannya tapi juga wilayah lain.

Banyak kalangan yang menyebut sektor properti merupakan salah satu sektor bisnis yang tidak terpuruk.

Meski dihantam pandemi Covid-19, disusul dengan situasi perekonomian global yang memburuk. Sektor properti di Indonesia juga tetap mencatatkan pertumbuhan kendati tidak sebesar saat situasi krisis.

Pasar yang besar, peningkatan populasi, maupun perkembangan infrastruktur merupakan beberapa hal yang membuat sektor properti tanah air lebih resilient dibandingkan sektor lainnya.

Kawasan kota baru atau township juga menawarkan berbagai perkembangan dan value produk yang menarik seiring kawasannya yang masih sangat berkembang.

Potensi itu ditawarkan di salah satu wilayah koridor barat Jakarta yang banyak dikembangkan township oleh pengembang-pengembang nasional.

Kawasan Serpong, Gading Serpong, maupun wilayah lainnya di Tangerang Raya menawarkan potensi yang baik itu dengan perkembangan fasilitas maupun infrastruktur di kawasannya.

Menurut Senior Associate Director Capital Market & Investment Services Coolliers International Indonesia Aldi Garibaldi, situasi ini membuat kalangan pengembang kian percaya diri untuk menghadirkan produk baru di pengembangan kawasan township-nya khususnya yang berada di koridor barat Jakarta.

“Fenomena ini terjadi di township Gading Serpong, Tangerang, Banten, yang kawasannya dikelilingi infrastruktur maupun fasilitas yang masih akan terus berkembang<‘ ujarnya.

“Situasi ini membuat Gading Serpong bukan hanya dicari untuk lokasi hunian, tapi juga bisnis di mana kawasannya menjadi destinasi bukan hanya untuk Tangerang tapi seluruh kawasan Jabodetabek,” dia menambahkan.

Continue Reading

Properti

Kementerian PUPR Bangun 200 Rumah Instan untuk Korban Gempa Cianjur

Published

on

Kementerian PUPR membangun rumah khusus untuk korban gempa Cianjur. (Kementerian PUPR)
Kementerian PUPR membangun rumah khusus untuk korban gempa Cianjur. (Kementerian PUPR)

mycity.co.id – Kementerian PUPR bekerja cepat membangun sarana hunian untuk masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Cianjur. Sebanyak 200 unit rumah di atas lahan 2,5 hektar akan dibangun dalam waktu 1,5-2 bulan.

Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mulai menyiapkan pembangunan sebanyak 200 unit rumah khusus (rusus) untuk korban bencana gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Rusus ini dibangun dengan teknologi rumah instan sederhana sehat (Risha) tipe 36/60 di atas lahan seluas 2,5 hektar di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, yang telah disiapkan oleh Pemkab Cianjur untuk merelokasi masyarakat yang terdampak bencana.

“Kami terus berkoordinasi dengan Pemkab Cianjur untuk menyiapkan sekitar 200 unit rusus yang diperuntukkan bagi masyarakat yang terdampak bencana gempa. Peletakan batu pertama ini menjadi pembangunan rusus tahap pertama dan semoga ke depan bisa lebih banyak lagi yang akan dibangun,” ujar Dirjen Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto.

Untuk pembangunan ini, Kementerian PUPR juga telah menunjuk PT Brantas Abipraya sebagai kontraktor pelaksana pembangunan dan PT Indah Karya sebagai manajemen konstruksi.

Rencananya, lahan yang dibangun rusus ini akan dijadikan tempat relokasi hunian masyarakat yang rusak akibat gempa.

Rusus yang dibangun dengan teknologi Risha hasil pengembangan Kementrian PUPR ini dikonsep build back better dengan rumah yang tahan gempa. Setiap unit rumahnya juga sudah mencakup dua kamar tidur, ruang keluarga, kamar mandi, dan dapur. Proses pembangunannya ditargetkan bisa selesai dalam 1,5 hingga 2 bulan ke depan.

Kementerian PUPR juga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk kembali mempersiapkan alternatif lahan-lahan di daerah lain di Kabupaten Cianjur untuk pembangunan rusus.

Hal ini dikarenakan dari hasil pendataan dan survei di lapangan, masih banyak rumah masyarakat yang rusak akibat gempa.

“Lokasi pembangunan rumah khusus ini sangat strategis dan diharapkan setelah nantinya selesai bisa segera dihuni masyarakat yang memang benar-benar membutuhkan sesuai dengan usulan Pemda. Kementerian PUPR siap untuk membangun kembali infrastruktur dan hunian masyarakat yang terdampak bencana,” imbuh Iwan.

Continue Reading

Properti

Potensi Raksasa Pengembangan Properti di Bandung Selatan

Published

on

Potensi raksasa pengembangan properti di Bandung Selatan. (Agung Podomoro)
Potensi raksasa pengembangan properti di Bandung Selatan. (Agung Podomoro)

mycity.co.id – Sebagai salah satu kota terbesar di Indonesia, Bandung memang menjadi salah satu area yang diincar pencari properti.

Salah satu area di Bandung yang saat ini menjadi incaran pencari properti adalah Bandung Barat. Area ini dinilai potensial karena didukung oleh perkembangan ekonomi dan pembangunan infrastruktur.

Dari sektor ekonomi, saat ini Bandung Barat telah banyak bertumbuh berbagai industri yang menyokong perkembangan perekonomian. Contohnya, seperti tekstil, properti dan jasa.

“Salah satu indikasi Bandung Selatan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, terlihat dari banyaknya investor yang menanamkan modalnya di daerah ini. Bahkan secara kasat mata terlihat dari semakin tingginya volume kendaraan di kawasan itu,” ujar Kepala Bidang Fisik Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Jawa Barat, Slamet Mulyanto S.

Dari sektor infrastruktur, Bandung Barat juga dikelilingi dengan berbagai pembangunan jalan tol. Di antaranya, Tol Padaleunyi, rencana pembangunan jalur kereta cepat dan Tol Soroja yang tahun lalu baru diresmikan.

Slamet Mulyanto S mengakui keberadaan Tol Soroja dapat meringkas jarak tempuh Bandung Selatan dengan daerah sekitarnya. Selain itu pemerintah menyiapkan sejumlah upaya seperti pelebaran jalan utama menuju Bandung Selatan dari ROW 16 menjadi ROW 20.

Hal itu tertera dalam dokumen yang diterbitkan Dinas Permukiman dan Tata Wilayah Kabupaten Bandung. Pembuatan jalan pintas atau jalan penghubung, hingga pengembangan sarana angkutan umum massal.

Selain infratruktur, sektor pariwisata juga dinilai salah faktor yang dapat mendongkrak bisnis properti di Bandung.

Menurut Ali Tranghanda, Direktur Eksekutif Indonesia Property watch (IPW), Bandung Selatan memiliki banyak potensi alam yang masih asri.

Sektor pariwisata di kawasan ini pun sebagian besar sangat menarik untuk mendorong bisnis propertinya tumbuh lebih baik.

“Bandung Selatan akan menjadi kawasan potensial bisnis properti sehingga makin banyak pengembang mulai berinvestasi di sini,” imbuh Ali.

Dengan potensi tersebut, akhirnya tak heran banyak pengembang yang menanamkan modalnya di Bandung Barat. PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mengembangkan kawasan hunian yang diberi nama Podomoro Park di Kecamatan Buahbatu.

“Ada sekitar 10 hektar diperuntukkan untuk proyek komersial yang mendukung kawasan perumahan ini, mulai lintasan joging, kolam renang, pusat kebugaran, dan lainnya. Sekitar 50 persen lahan proyek ini akan kami dedikasikan untuk kawasan terbuka hijau dan danau,” kata Assistant Vice President Strategic Residential Agung Podomoro Land, Agung Wirajaya.

Agung mengaku optimistis proyek terbarunya ini bisa menjadi salah satu pilihan investasi menarik. Apalagi, Bandung makin menjadi salah satu kota terpadat di Indonesia.

Proyek yang dirilis pada kuartal I-2018 ini merupakan salah satu langkah APLN memberikan dukungan perkembangan dan pembangunan Bandung Selatan.

Continue Reading
Advertisement

Trending